Berselang 100 hari sudah,sejak akhir Nopember 2009 Pak Said Budairy wafat, saat saya menghadiri peringatan mengenang beliau pada Minggu, 14 Maret 2010 yang lalu. Tetapi kenangan terhadap seseorang yang saya sebut sebagai ‘Pakde’ -walaupun sebelumnya tidak saya pahami silsilahnya secara detail ini-, tidaklah surut.
Walaupun doa-doa yang dipanjatkan untuk beliau sudah berlalu, semangat untuk tetap hadir walaupun datang terlambat pukul 11.30 karena ada pekerjaan yang harus ditangani di kantor sejak pagi hari , tidak pula memupuskan niat saya ke acara yang direncanakan dimulai sejak pukul 10.00 ini.
Seorang kerabat dekat almarhum sedang memberikan speech , saat saya memasuki pintu sebuah ruangan bagian masjid Diknas diatas hamparan karpet yang berlokasi bilangan Gatot Subroto, disamping gedung Balai Kartini, Jakarta.

March 18, 2010





