Antara Adzan Maghrib & Masjid Putra

Kubah Putra Mosque

Walaupun masih menggunakan decoder untuk menangkap siarannya, wajah pertelevisian di Indonesia sedang mengalami perubahan besar dalam sejarahnya di penghujung tahun 80-an. Rajawali Citra Televisi Indonesia (RCTI) saat itu resmi mendampingi Televisi Republik Indonesia (TVRI) sebagai televisi swasta pertama  yang telah ada lebih dahulu sejak 24 Agustus 1964.

Keberadaanya yang masih terbatas, akhirnya dapat dinikmati secara luas dan resmi mendampingi sebagai  mitra sekaligus competitor sejak tahun 1989. Mulai saat itu era pertelevisian di Indonesia tengah bergerak kearah yang berbeda dari masa sebelumnya yang didominasi oleh TVRI sebagai media tunggal pertelevisian di tanah air.

Pemirsa televisi mulai memiliki alternatif, manakala secara beruntun stasiun TV swasta di Indonesia berdiri bak cendawan dimusim penghujan.  Tahun 1999 giliran SCTV memulai siarannya di Jakarta setelah sebelumnya memenuhi kebutuhan masyarakat  terbatas di “Gerbang Kartasusila” (Gresik, Bangkalan, Mojokerto, Surabaya, Sidoardjo dan Lamongan) dari Darmo Surabaya.

Berturut-turut Indosiar, ANTV, TPI, MetroTV, TransTV, TV 7 yang sekarang bernama Trans7, LaTivi (sekarang TV One) dan GlobalTV menghiasi ruang udara Indonesia dan ditangkap siarannya secara nasional. Saat ini sudah tak terhitung lagi berapa jumlah televisi lokal daerah disamping TV Nasional yang saya sebutkan diatas.

Logo-logo TV Nasional Indonesia

Selain menyerap banyak tenaga kerja karena ladang industri pertelevisian yang sedang menggeliat,  pemirsa TV juga  memiliki banyak pilihan . Kini, permirsa televisi di Indonesia tidak lagi hanya disuguhkan tontonan favorit dimasa lalu. Sebut saja misalnya:

  1. Ria Jenaka
  2. Kamera Ria
  3. Aneka Ria Safari
  4. Srimulat
  5. Dunia Dalam Berita
  6. Si Unyil
  7. Fragmen-fragmen hasil kreasi rumah produksi lokal.
  8. Tayangan kuis seperti Pesona 13, Berpacu Dalam Melodi, Gita Remaja, Kata Berkait dan   tayangan kuis dari Ani Sumadi Production lainnya.
  9. Film-film barat yang disiarkan setiap minggu sekali seperti Six Million Dollar Man, Bionic Woman, StarTrek, Lucan, Dinasty, Charlies Angles, Hawai Five O, Mork and Mindy, California Highway Patrol alias CHiPs, dll.

Kini setiap orang punya pilihan yang begitu luas ketika menentukan mana saja acara favoritnya. Begitupula dengan saya. Tidak seperti disebutkan diatas, acara favorit saya selalu saja disiarkan setiap hari di stasiun televisi mana saja di Indonesia. Durasinya tidak lebih dari 10 menit. Rating acara tv favorit saya ini, semakin diminati saat bulan suci Ramadhan. Tidak lain dan tidak bukan acara itu adalah Adzan Maghrib !.

Saya beberapa kali ‘terhenyak’ pada saat memperhatikan dinamika perubahan tampilan acara ini dari masa ke masa. Posisi ‘terhenyak’ terakhir berada pada posisi adzan maghrib yang ditampilkan oleh TransTV menampilkan indahnya lantunan adzan dengan view keindahan bangunan  masjid di berbagai tempat di tanah air.

Masjid Putra diambil dari Panoramio foto karya Mohd Salim Yunus

Pesona itu tak pelak mampu menginspirasi untuk menjelajahi luasnya bumi dan mengisinya dengan mengunjungi berbagai pesona masjid diberbagai tempat yang saya kunjungi. Masih ingat postingan-postingan saya sebelumnya ? Masjid Istiqlal dalam “Bukan Jum’at Biasa“, Masjid Sultan Singapura, adalah salahsatu yang pernah ditorehkan disini.

Walaupun tidak ada Masjid Putra di Putrajaya Malaysia, yang mengisi bagian dari tampilan masjid di view siaran Adzan maghrib tersebut, namun alhamdulillah salahsatu tujuan kunjungan saya terinspirasi dari tayangan tersebut. Arsitektur bangunan-nya langsung menjadi objek visual yang megah seolah terapung ditengah danau manakala dipandang dari salah satu sudut dikejauhan.

Masjid Putra terletak di Putrajaya, sebuah ibukota administratif pemerintahan Malaysia yang dahulunya tereletak di Kuala Lumpur. Letaknya tidak jauh disamping gedung utama gedung Perdana Putra yang menjadi icon Kota Putrajaya tempat Perdana Menteri Malaysia bekerja yang berdiri sejak era pemerintahan “DR. M” sebutan untuk DR. Mahathir Muhammad, mantan Perdana Menteri Malaysia.

Menara Masjid Putra

Berbeda dengan di Masjid Istiqlal Jakarta yang pengamanan jam kunjungannya kurang ketat, Masjid Putra punya  segudang tata krama dan etika ketika memasuki kawasan kompleks masjid. Sebut saja jam berkunjung, pakaian yang sopan dan gamis yang disediakan wajib digunakan pada saat seorang pengunjung memasuki kawasan Masjid. Gamis atau jubah berwarna pink disediakan bagi turis atau pengunjung yang hendak solat dianggap tidak layak.

Shalat di masjid itu, apakah sholat wajib maupun sholat sunnah takhiatul masjid misalnya, menjadi salah satu pembeda antara kaum muslimin yang benar-benar datang untuk sholat dan turis yang ingin sekedar berkunjung dan menikmati indahnya gedung bangunan masjid berwarna merah muda itu.

Gerbang, Kubah dan Menara

Penjagaan extra ketat namum masih dalam tahap wajar, memang membutuhkan ketelatenan ‘pasukan security’ Masjid Putra dalam mengawal masjid ini menjadi tidak hanya tempat ibadah namun juga tempat wisata. Sebuah konsekuensi yang mesti tetap dijaga ditengah-tengah ketidaktahuan para turis lokal maupun mancanegara seperti kehadiran saya.

Jika saja bukan karena inspirasi acara favorit saya itu, mungkin saja kehadiran saya di Masjid Putra  di Putrajaya tidak pernah terwujud tanpa izin Allah, atau setidaknya kalaupun terwujud, belum tentu dapat menjadi bahan posting saya kali ini. Wallahu a’lam bissawab.

Insya Allah.. lain kali kalau ditakdirkan, next mosque are Masjidil Haram, Masjid Nabawi di KSA (Kerajaan Saudi Arabia). Amiin ya robbal Alamiiin…

Main Gate Putra

About these ads

77 Responses to “Antara Adzan Maghrib & Masjid Putra”

  1. pertamax lagi neh ….

  2. Subhanallah, makin banyak Rumah Allah yg dibangun demikian megah ya De’.
    Bunda ikut mendoakan semoga Allah swt memudahkanmu De’ utk segera melihat Masjidil Haram dan Masjid Nabawi.
    Dulu, sewaktu bunda pergi ibadah haji, begitu pertama kali melihat Masjidil Haram, benar2 terhenyak, tak mampu berkata2 , hanya memandang sambil bercucuran air mata penuh syukur.
    Duh, jadi pingin kesana lagi :)
    salam

    • Bunda….
      Senang saya membaca komentar Bunda yang disertai dengan do’a untuk suatu saat saya bisa langsung kesana (Masjidil Haram dan Masjid Nabawi) . Mudah-mudahan doa bisa terwujud. Amiiin ya robbal alamiiin…

      Saya juga mendoakan untuk Bunda yang bercucuran air mata penuh syukur agar keinginannya untuk pergi lagi kesana dikabulkan Allah SWT. Amiiin…

  3. Subhanallah…….
    artikel yang sangat menyentuh……..
    semoga Allah memudahkan segala usaha kita ya….

  4. Subhanalloh..salah satu dampah dari kemjuan Per televisian Kita. namun, spertinya saat ini, televisi kita sangat memperihatinkan. acaranya itu Loh

    • Betul Mas Oding…
      Sekarang, tinggal kita yang pinter-pinter
      diantara keprihatinan kita, kita juga yang harus memilih / memilah mana yang baik untuk kita ambil.

  5. Pengin juga untuk dapat shalat di itu masjid. Kapan bisa sampai ke sana, ya?

  6. Assalamua’laikum, maaf, Mas Adelays, agak lama baru berkunjung, tulisan mas Adelays selalu tertata rapi, dipadukan dgn foto2 yg bagus dan bahasa yg mudah dipahami, tidak membosankan dibacanya, mungkin kalau mas Adelays mencoba menulis sebuah buku, akan bagus jadinya, pernah terpikir nggak? (Dewi Yana)

    • Waalaikumsalam Mbak Dewi Yana,

      Terima kasih atas penilaiannya terhadap blog ini. Mudah2an dapat menambah motivasi saya dalam menulis lebih baik lagi dikemudian hari.

      Dalam membuat posting, saya masih belajar pada teman-teman blogger sekalian, termasuk dari tulisan Mbak Dewi Yana yang dalam menulis, disertai dalil-dalil yang memperkuat pendapat.

      Kalau tentang menulis buku, pernah terpikir, tapi belum tau harus memulai dari mana, belum tau juga harus bagaimana, hehehe… maklum masih amatiran :)

      Sekali lagi, terima kasih atas komentar Mbak Dewi Yana.

      Wassalam.

  7. Subhanallah…bisa ke mesjid raya Baiturrahman Aceh aja rasanya puas banget, apalagi kalo bisa ke mesjid putra ini yaah.megahnyaa….

    • Mbak Wiwin9,
      Saya yang ngiri nih.. belum sempet menyambangi Masjid Baiturrahman Aceh. Masjid yang punya nilai sejarah dan tetap berdiri manakala dihantam Tsunami.

  8. serasa ikut disamping saat memotret obyek2 di atas … salam

  9. Semoga suatu saat saya mendapat kesempatan juga buat sholat disana…Amin.
    Suatu saat, saya pernah sholat di Mesjid Raya kota Pekanbaru yang (menurut saya) sudah indah. Bertafakur sendirian dibawah tiang mesjid, di waktu antara sholat Maghrib dan Isya’, betul-betul membuat perasaan saya tenang.
    Mesjid, dimanapun itu, adalah tempat dimana kita bisa melabuhkan banyak hal…
    Adelays, saya kagum, ternyata suka acara adzan ya…wah, kala banyak orang merubah channel ke acara lain, ternyata Adelays justru sebaliknya :)

    • Masjid Raya kota Pakanbaru, giliran saya yang penasaran.

      Adzan maghrib walaupun tidak secara lokal berlaku pada waktu yang sama di seluruh Indonesia namun tetap menjadi perhatian.

      Setidaknya manakala dikumandangkan adzan… Setan lari terbirit-birit. hehehe…

  10. om cara om berposting serta menampilkannya bikuin blue bangga.karena blue bisa mendapat sesuatu dari sekedar postingannya saja
    m,antab
    salam hangat dari blue

    trims om sellau mensuport blog blue

  11. Senang banget karena stasiun tv turut mengumandangkan azan :)
    Wah, dirimu jeli juga memperhatikan masjid2 itu :)
    Tapi ada juga stasiun tv yang malahan mengisi waktu azan dengan iklan, aneh :(

    • Kakaakin,

      Begitulah cara stasiun-stasiun TV lokal tanah air dalam menyikapi siarannya.

      Kitapun harus kritis dalam memperhatikan hal-hal kecil seperti itu.

  12. Masjid memang harus dijaga kesuciannya sebagai tempat ibadah ya…
    sayang juga kalo datang cuma buat poto2 doang :)
    Masjid tua yang berusia seabad lebih di dekat rumah saya juga sudah lumayan ketat penjagaannya sekarang…

    • Kadang yang foto2 doang itu.. malah nggak mengerti. Orang lagi jum’atan dia foto2 diantara banyaknya orang…

      Itu pernah terjadi di Masjid Istiqlal.

  13. awal membaca judulnya hingga paragraf ke5 saya masih bertanya-tanya apa kaitan judul itu dengan tulisan mas adelay…tapi saya menemukan jawabanya diparagraf ke 6. Lebih dari itu diparagraf selanjutnya hingga terakhir bukan hanya jawaban yang saya dapatkan…. entah saya yang lagi melankolis atau memang cengeng,, saya jadi menitikkan air mata ketika membaca kalimat terkahir. sangat inspiratif..barokalloh..semoga mas adelay bisa menapakkan jejaknya dimasjidil haram, masjidil aksa, dan tetap membagi cerita inspiratifnya untuk kita semua. doakan kami juga ya mas… kisah2 ini bisa dijadikan buku loh mas… mungkin tidak hanya blogger saja yang bisa membaca kisah inspiratif semacam ini dari mas adelay, tapi peminat buku pun bisa membacanya.

    terimakasih mas adelay ^^

    • Hi Yusfa..,
      Terima kasih telah membaca posting ini secara ‘runut’ dari paragraf ke paragraf.

      Saya malah haru, karena Yusfa bisa menghayati posting itu. Karena menurut saya mungkin saja Yusfa ada hidayah dan terinspirasi untuk segera ber Haji. Doa saya untuk Yusfa juga untuk bisa melaksanakan Haji. Amiin.

      Untuk membuat buku, rasanya saya masih ‘hijau’ pengalaman, mudah-mudahan ada masanya suatu saat nanti saya bisa menerbitkan buku untuk bisa share kepada pembaca sekalian.

      Terima kasih juga Yusfa…

  14. hehehe… acara fave adzan maghrib ya pas ramadhan.. :-P
    btw… masjidnya bagus de…. fotografinya juga OK… Ade gtu looh… hehehe
    terus kok sama kek aq yaaa.. masih sempat menikmati acara2 jadul tuuuh… :mrgreen: sekarang diganti ma acara2 yang kek bgonoan ya de… :roll: kangen dech ma jadul… :-(

    • Hi Sunflo…
      Ternyata Sunflo lebih mengamati tentang acara pertelevisiannya yach..

      Hmm… nggak banyak pembaca yang mengomentari acara tv nya. U’r the first one Sunflo. Utamanya acara jadul, heheheh…

  15. mudah-mudahan suatu hari saya bisa berkunjung ke rumah Allah yang indah dan unik.. and a nice guide waiting me there :D .. thanks for share kaka, great pics.. love it!

  16. subhanallah masjidnya ba9us ban9ed.. *ka9um

    iyah pas bulan ramadhan adzan ma9rib adalah acara favorit :D

    sun99uh masjid itu indah aku suka sekali ketika berada didalam rumah Allah tersebut,ada kedamaian :)

    • Hi Wi3nd,
      Acara apa yang bisa mengalahkan ‘Adzan Maghrib’ di bulan Ramadhan kalo nggak acara yang ditunggu tunggu itu, hehehe…

  17. Assalaamualaikum

    Kembali menyapa Mas Adelays pada posting yang cukup membuat bulu kuduk berdiri karena kumandang azan dari corong pengeras suara dari menara-menara mesjid, minimal lima kali dalam sehari menyapa nubari.

    Allahu Akbar…. asyik sekali, bila ditelisik mendalam, lantunan panggilan Allah SWT meresap kepada jiwa, tertuju ke dalam qalbu dan mengikat nurani. Bukan pada apa yang dilakukan tapi pada apa yang diserukan. Mencintai Allah SWT akan lebih nikmat dengan menunaikan perintah dan menjauhi laranganNya.

    Saya pernah mengunjungi kota Putrajaya dan masjid Putrajaya mas. Sungguh indah. Dalam benak saya mengagumi keindahan pembangunannya. Ia dibangun begitu megah. Sangat menakjupkan. Untungnya, apa saja terutama untuk kepentingan turis disajikan lengkap dengan petunjuk jelas. Orang Malaysia hidup ternyata penuh praktis.

    Semoga Allah SWT memberi kemudahan niat kepada Mas Adelays untuk menyatukan hati dan langkah menuju Tanah Suci, Makkah al Mukarramah juga Madinatul Munawwarah bagi melihat tanda-tanda kebesaran Allah di sana melalui ciptaanNya yang agung. Amiin

    ….saya jadi kepengen juga mas. Moga2 saya bisa menginjakkan kaki dan diberi kesempatan untuk meliatnya. Amiin.

    Terima kasih Mas Adelays atas sharingnya.
    Wassalaam.

    • Sri Dewi Malam,
      Komentar terpanjang sejauh ini datang dari anda.
      Seperti juga rekan-rekan lainnya membahas tentang masjidnya dan segala sesuatu yang berkaitan dengannya.

      Satu lagi doa dari seorang sahabat dunia maya yang mendoakan saya agar bisa Naik Haji, meningkatkan motivasi saya untuk bersegera melaksanakannya. Amiin..

      Saya juga mendoakan mbak agar cepat-cepat dapat melaksanakan haji menuju Tanah Suci Makkah Almukarramah. Amiin….

  18. Masjid yang indah dan megah ya…
    aku jarang melihat masjid yang dijaga petugas keamanan/ security di Indonesia.

    Di Sulsel banyak banget masjid yang bermenara tinggi-tinggi dan megah tuh…. kapan main ke Sulsel? :)

    • Hi Mbak Nanaharmanto,
      Ke Sulsel pernah.. beberapa tahun lalu..
      Sayangnya, waktu itu aku belum nge-blog. dan fotonya juga mesti dicari2 dulu.

      Saat itu aku mengagumi Masjid salah satu masjid termegah disana yaitu Masjid “Al Markaz” yang identik dengan M. Yusuf nya.

      Kapan2 aku juga ingin posting tentang AlMarkaz itu, buat temen2 semua.

  19. Saya kagum sama caramu mengambil sudut yang lain dari sebuah scene hehe.. simply dazzling!

    Berharap ke masjid-masjid lain ya, amiiinnnn. jadi terinspirasi juga untuk melakukan hal yang sama di tempat saya :-D

    • Hi…dhodie.com,
      Suatu penghormatan dapat ‘penghargaan’ kata dari pemilik dhodie.com.
      Mudah2an dapat memacu saya untuk ber-posting lebih baik lagi…

      Ditunggu posting2 berikutnya yah….

  20. saya doakan banget bang
    bisa berkunjung ke masjidil haram ama masjid nabawi
    dan juga doain saya ya
    hehehehe

  21. subhanaullah, masjid2 yang indah sekali sekali, tapi ada tuh, salah satu stasiun TV kalo pas maghrib nggak pernah nampilin adzan maghrib.

  22. mkcih,… artikelnya bagus banget,….

  23. Subhanallah…Jadi kepingin kesana…

  24. adelayyyyssss.. huaaaa kangennnn ama poto2nya.
    amin.. semoga segera terlaksana bisa ke masjidil haram ya.

    btw, adelays jalan2 mulu nih.. jadi iri (>.<)
    pakabar?

    • Hai.. Quin…
      alhamdulillah kabar baik.., gimana kabar reuniannya.. kayanya Quinie seneng ngumpulin temen2 dimasa lalu ya..

      • huahaha.. kabar reuniannya? ya gitu deh lagi digodok, setiap minggu rapaaaatt mulu. sebell.. kenapa kalo reuni, sayah mulu jadi panitianya? hiks hiks *kok jadi curcol?!* hihihihi

      • Quinie.., itu tandanya temen-temen percaya kalo kamu . Tul nggak…

  25. btw, tentang adzan magrib, sayah suka adzan maghrib versi rcti yang outer space…

  26. Subhanallah….
    Foto yang indah… apalagi Obyeknya adalah rumah Allah…
    dan tulisan yang runut dan informatif, jadi pengin buka usaha buat majalah dan merekrut mas Adelay sebagai wartawan utama nich…he…

    Salam sukses selalue…

    Wassalamu’allaikum wr.wb.

    btw. kalo jalan2 lagi jak-ajak ya… biar kita bisa berguru cara memfoto yang bagus….

    • Mas Hary bakso,
      Thanks.. saya doakan Mas Hary juga berhasil membina perusahaan Majalah.

      Kalau sudah berdiri perusahaannya, jangan lupa contact saya ya.. siapa tau diterima menjadi penulis di majalahnya, hehehe.. amiin…

      Mas Hary… kalo cara foto sih.. aku juga masih belajar alias learning by doing.

      • btw, emang boleh yak ke masjidil haram bawa kamera? bukannya kaga boleh?

      • Hi Quinie..,
        Tahun 2009 lalu ada temen yang punya blog di multiply mengunjungi masjidil haram saat umrah. Saat ini udah nggak seketat dulu katanya. Asal jangan pake kamera gede-gede segede kamera SLR keliatannya nggak masalah Quin..

  27. ikut mengamini, mas…. :)

    btw, aku jd ngiri nih, mas…
    coz aku blm prnh berkunjung ke masjid2 yg prnh diceritakan mas adelays disini…. ;)

    • Vany, ada bagusnya belum pernah kesana trs baca posting ini.
      So, kalau dah waktunya kesana nanti at least nggak kesasar, kan ‘dah lengkap mulai foto, deskripsi sama maps nya.

      ‘tul kan ? :)

  28. view nya bagus banget apalagi masjid yang seolah-olah mengapung di air

  29. saatnya bersemangat
    salam hangat dari blue

  30. Seperti biasa…
    foto foto yang memukau mas Ade….:)

    Apalagi yang Masjid Putra itu…
    bener bener kayak yang mengapung lho…

    btw,
    jadi inget program TV jadul
    KAmera Ria?..halah…
    kalo masih tayang sekarang bakalan kalah pamor sama mamamia kali ya…hihihi..

  31. Assalaamualaikum

    Selamat sejahtera dan semoga sihat walafiat hendaknya Mas Adelays dalam rahmat Allah. Sekadar lalu mengunjungi dan bertanya khabar akan mas di sana. Mudahan aktivitas di hujung pekan ini membuahkan keberhasilan buat diri dan keluarga.

    Wassalaam.

  32. Artikelnya oke punya, keren. Salam

  33. Kunjungan sebagai PakOsu. Salam…
    *pengen deh kerja sambil jalan-jalan kayak adelays

    • Hi PakOsu.. salam kembali.
      Kunjungan kerja kalau memang punya waktu luang memang sangat menyenangkan.

      Semoga mendapat kesempatan PakOsu.

  34. salam kenal dari http://aby-umy.blogspot.com/

    kalau ada waktu mampir ya??? :)

  35. haluuuu kawan blogger ^_^
    apa kabar…
    mampir iah ke blog saiia, lagi ikutan lomba niihh… jangan lupa tinggal jejak dikotak komentar iah ^^…
    caranya gampang banget tinggal klik :

    http://pelangiituaku.wordpress.com/2010/05/10/seorang-cowok-menjaga-kesehatn-kulit-wajar-nggak-sih/

    trus baca deh artikelnya dan kasih komentarr… =)
    kontribusi temen-temen sangat membantu saya untuk menyampaikan informasi seruuu
    check it out =)

    makasiiihhh ^^

  36. masjid yg dkt laut bagus bgt..

    salam kenal

  37. malam om
    blue masih setia menanti postingan terbarunya
    salam hangat dari blue

  38. Smoga next mosque nya di tanah suci bisa cepet terwujud n bisa foto juga Masjid Apung Jeddah yg ada di tepi Laut Merah.

  39. Assalammualaikum mas adelay, tema tulisannya bagus bgt, unik n jarang ditemui.. Cara mengaitkan dgn televisi juga bagus.. Very inspiring.. Sangat bermanfaat.. Mudah2an doanya terkabul.. Trus saya ikutan deh.. Amin

  40. lumayan, untuk menambah wawasan , thx infonya

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Follow

Get every new post delivered to your Inbox.

Join 36 other followers

%d bloggers like this: