Polemik Kehalalan Vaksin Meningitis

Belakangan ini ramai diberitakan di media tentang polemik kehalalan vaksin meningitis. Vaksin ini digunakan dalam pelaksanaan ibadah haji sebagai anti radang otak. Pemerintah Arab Saudi mewajbkan seseorang yang melakukan ibadah haji atau umrah harus disuntik vaksin meningitis.


Dalam acara Kabar Sepekan TV One yang disiarkan secara langsung tanggal 14 Juni 2009 malam, hadir para pembicara yaitu  Ketua BPOM Pusat Ibu Husniah R. Thamrin  , Menteri Kesehatan RI Ibu Prof. DR. Dr. Siti Fadilah Supari, dan Anwar Ibrahim Ketua Fatwa Majelis Ulama Indonesia (MUI)  Pusat.

Husniah R. Thamrin secara bersemangat mengungkapkan bahwa produk vaksin meningitis tersebut telah mengalami proses ultra filtrasi (proses filter secara berulang ulang)  sehingga output vaksin tersebut sudah bebas dari bahan babi, walaupun dalam proses pembuatannya memakai unsur babi. Unsur dimaksud adalah enzim tripsin yang berasal dari binatang babi yang diharamkan.

Ketua Fatwa MUI Pusat, Anwar Ibrahim menyatakan pihaknya belum mengeluarkan fatwa tentang Halal atau Haramnya produk vaksin ini. MUI masih akan melakukan pertemuan dengan Duta Besar Arab Saudi dulu untuk menanyakan penggunaan vaksin tersebut. Setelah pertemuan dengan Dubes Arab, MUI baru akan bersidang lagi untuk menentukan penggunaan vaksin meningitis.

Sementara Ibu Menteri Kesehatan menyatakan bahwa memang dalam produk vaksin tersebut tidak ditemukan unsur babi. Beliau juga menambahkan bahwa saat ini Indonesia belum memiliki vaksin pengganti , namun insya allah tahun 2010 mendatang Indonesia akan menerbitkan sebuah vaksin meningitis yang halal.

Mungkin saja dalam keadaan darurat, vaksin ini dapat dihalalkan penggunaannya. Tetapi pertanyaan berikutnya adalah, apakah penggunaan vaksin tersebut saat ini sudah dapat dikategorikan sebagai kondisi darurat, jika diwajibkan ?  Bagi anda yang akan melakukan ibadah haji, bagaimana baiknya sikap kita menyikapi polemik ini ? Mengikuti fatwa yang akan dikeluarkan MUI apapun hasilnya , atau yakin dengan kehalalan vaksin tersebut karena tidak lagi terdapat unsur haram didalamnya ? Atau anda punya sikap lain ?
(adelays)

Advertisements

No comments yet... Be the first to leave a reply!

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: