Antrian Ngong Ping (1).

Cable Car queue

TungChung

Bermodalkan selembar travel map , menjadi tour guide handal langkah kaki saya menjelajahi Lantau, seorang diri. Jika saja, ada waktu khusus untuk pergi kesana, pasti saya sudah berada lebih awal dari pkl 09.50 waktu Hong Kong. Memang, mengunjungi banyak tempat dengan waktu terbatas merupakan tantangan tersendiri. Saya harus rela berdesakan bersama ratusan  orang (bahkan mungkin ribuan) untuk mendapatkan selembar tiket tujuan Ngong Ping Village. Suatu tempat, dimana terdapat biara dengan salah satu patung Buddha terbesar yang dikenal dengan “Po Lin Monastery”.

Tentu saja, tujuan saya datang ke biara Po Lin bukanlah untuk ‘bersembahyang’, melainkan hanya jalan-jalan.

Sebenarnya, cable car bukanlah satu-satunya transportasi dari Tung Chung. Ada juga bis dengan tarif yang lebih murah, namun kurang banyak diminati oleh para turis. Saya sempat berbincang dengan dua orang berumur sebaya dibelakang saya. Mereka adalah wisatawan wanita asal Taiwan yang telah terbang selama 2 jam dari Taipei. Mereka mengatakan buat  apa jauh-jauh ke sini kalau hanya naik bis, justru cable car lah yang menjadi salah satu daya tariknya. Begitu pula pengantri lain di depan saya, yang merupakan turis  domestik, sepasang lansia berusia lebih dari 70 tahun, yang mengatakan kalau hari itu adalah hari gratis bagi pensiunan seperti mereka. Hmmm.., pantas saja, bukan weekend tapi ramainya bukan main.

Cable-Car

Berbincang dengan mereka, membuat 1,5 jam waktu antrian berlalu tanpa terasa. Akhirnya, di depan loket pembayaran saya melihat papan tarif yang terbagi dua golongan, weekend dan Non Weekend. Saya membeli tiket dan menyodorkan uang $45 namun dicemberuti oleh penjual tiketnya. Pantas saja, hehehe… karena itu adalah harga tiket anak-anak usia 3-11 tahun. Dengan senyum akhirnya saya tambahkan $43 lagi, tarif dewasa $88 dolar untuk round  trip, yang harganya lebih mahal $30 dari single trip. Sebetulnya ada tarif  lain yang lebih mahal, tapi karena itu including “Monkey Tale Theater Attraction” yang tidak saya minati, saya bisa berhemat $57.

Akhirnya…,Ngantri panjang pertama telah terlewati. Saya menikmati perjalanan dengan cable car yang hening nyaris tanpa suara, baik itu suara mesin ataupun suara manusia. Karena sesama penumpang sangat menikmati perjalanan melayang diudara melewati laut dan perbukitan menuju Lantau Island. Didalam cable car yang berjumlah sepuluh orang ini, saya tidak lagi bersama rekan-rekan saya ketika mengantri. Kami telah terpisah satu sama lain.

Buddha

Akhirnya…,Ngantri panjang pertama telah terlewati. Saya menikmati perjalanan dengan cable car yang hening nyaris tanpa suara, baik itu suara mesin ataupun suara manusia. Karena sesama penumpang sangat menikmati perjalanan melayang diudara melewati laut dan perbukitan menuju Lantau Island. Didalam cable car yang berjumlah sepuluh orang ini, saya tidak lagi bersama rekan-rekan saya ketika mengantri. Kami telah terpisah satu sama lain. (adelays)

Advertisements

3 Responses to “Antrian Ngong Ping (1).”

  1. Siti Fatimah Ahmad Reply January 20, 2010 at 5:10 pm

    Assalaamu’alaikum

    Subhanallah. Indah sekali perjalanan yang dilalui oleh Adelays untuk sampai ke destinasi yang dituju. Menaiki cable car adalah pengalaman yang paling menyeronokkan (hehehe… kata teman-teman saya), saya tidak pernah menaikinya kerana saya takut (bukan fobia) dengan tempat tinggi apatah lagi kalau memandang ke bawah… waduuh… berdiri bulu roma dibuatnya…

    Kalau dibuat pilihan antara bis dengan cable car pasti saya akan pilih cable car itu kerana dapat menikmati pemandangan yang indah. Sayang, ketika saya berkunjung ke Genting Highland, cable car masih dalam pembinaan dan saya harus menaiki bis ke atas. Suatu perjalanan yang menakutkan.

    Bagus Adelays, very nice article.. saya suka membaca dan menghayati perjalanan Adelays. Kalau ke Malaysia nanti, jangan lupa rasa Laksa Kedah atau Laksa Penang. Juga ayam panggang madunya di samping satay Kajang.

    Ahh…. kalau saya masih di Bangi, saya akan bawa Adelays dan Akhfa makan di Restoran Warung Desa Gear Box yang sangat sedap itu. Selain itu juga ada menu tauhu bakar, kerang rebus dan ikan tiga rasa.

    Oklah Adelays… semoga bahagia dan tenang kehidupanmu di Jakarta serta dalam rahmat Allah swt. Senang dapat menggembirakan Adelays. Salam manis dan hangat selalu dari Sarawak.

    SERAUT SIRIH SEUMBAI PINANG
    SELAUT KASIH SEPANTAI SAYANG

  2. hm.. komunikasinya dalam bahasa mandarin atau inggris?

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: