Antrian Ngong Ping (3)

Mendaki  Tangga Tian Tan – “The Giant Buddha”

Tian Tan The Giant Buddha


“Excuse Me, would you please help us to take a picture  ?” Tiba-tiba salah seorang dari tiga wanita menyapa di dekat tangga menuju Big Buddha. Mereka minta bantuan untuk diambilkan gambarnya dengan sebuah pocket kamera digital. Kalau melihat arahnya, sepertinya mereka sudah akan beranjak pulang. “Oh,Sure”.  Setelah itu saya mengamati gambar dari LCD Monitor kamera hasil foto.  Sinar matahari yang intensitasnya cukup besar membuat LCD monitor itu  tidak begitu jelas tampilannya.

Thank you very much, Are you Filipino?”, tanya mereka. “You’re welcome. Nop, I’m Indonesian.” “Oh.. I thought you’re Filipino, coz u look familiar. Let’s join us, we are going to see the amazing scenery”, ajak mereka. “I’d love to, but I’ve just came, I’m going upstair to see the Buddha”. Dan kami pun berpisah “Oh.. It’s ok, then see you…, bye…”. Itulah kira-kira percakapan yang terjadi sebelum akhirnya saya menuju Giant Buddha atau Tian Tan ini.

Patung Buddha yang duduk bersila ini adalah patung Buddha perunggu terbesar di dunia dengan tinggi 34 meter, dan berat 250 ton. Sambil melihat ke arah Arca raksasa tersenyum dan seolah menyapa memberi salam itu, sejenak saya beristirahat sambil membayangkan bagaimana mendesign patung yang membutuhkan waktu selama 2 tahun dan dibangun lebih dari 10 tahun itu diselesaikan.

Menurut sejarahnya kompleks biara Po Lin yang terletak di pegunungan Muk Yu  hanyalah sebuah kuil kecil yang didirikan oleh tiga orang Biarawan Buddha pada tahun 1924. Selama bertahun-tahun, bangunan sederhana itu dikembangkan  sedikit demi sedikit. Pembangunan patung raksasa itu baru dimulai pada tahun 1982 dan selesai bulan Desember 1993.

‘Marathon’ menaiki anak tangga yang jumlahnya kira-kira lebih dari 200 anak tangga membutuhkan kesabaran.  Tidak saya hitung berapa jumlah pasti anak tangganya, yang pasti cape deh…naiknya.  Sedikit demi sedikit tahta Tian Tan berbentuk  Po Lin (bunga teratai yang berharga) itu mulai terlihat. Menurut informasi, pembangunan Giant Buddha yang membutuhkan dana besar ini,  dihimpun dari  banyak donatur, dan pada kelopak bunganya bertuliskan nama-nama donatur yang menyumbang lebih dari 5 Juta Hong Kong Dollar.

Sampai di beranda utama yang letaknya dibawah arca utama, terdapat tiga buah arca perunggu yang lebih kecil. Dulu, setiap pengunjung selalu mencoba melempar keping uang logam kearahnya, karena dipercaya jika koin tersebut berhasil masuk ke tangan patung itu, niscaya rezeki berlimpah akan mengalir. Sekarang hal tersebut dilarang, karena dikhawatirkan akan merusak kondisi patung (Atau mungkin juga karena yang rezekinya sudah berlimpah, lupa memperbaiki patung yang dilemparnya, alias lupa kacang akan kulitnya, hehee..)

Di beranda inilah saya mengambil beberapa gambar dengan kamera digital. Saya meminta tolong seorang turis wanita asal Jepang untuk mengabadikan diri disana, namun ia menolak dan Ia mengatakan “I am not a good photographer,  he is a good photographer”, sambil merekomendasikan suaminya yang sedang sibuk mengambil gambar dengan kamera DSLR Nikon. Dengan sedikit prakata dari sang istri, dengan senang hati sang suami mengambil beberapa gambar saya dibawah Giant Buddha.

Singkat kata, setelah ‘ritual wajib fotografi’ itu, saya bergegas kembali ke Tung Chung menggunakan cable car. Lagi-lagi antrian panjang menghadang. Seperti ketika pergi, pulangnya pun antrian sudah mencapai puluhan meter di luar gedung stasiun, ck ck ck… rame banget… sigh…

Melalui jasa pemandu antree, salah seorang dari mereka menawarkan antrian khusus. Rupanya yang ia tawarkan adalah antrian berdiri. Maksudnya , berdiri di dalam cable car, tidak duduk. Mereka mengijinkan satu orang untuk berdiri, sehingga penumpang dalam cable car menjadi 11. Tanpa halangan sedikitpun saya melewati puluhan meter antrian dalam stasiun Ngong Ping menuju Tung Chung. Luar biasa! (Adelays)

Advertisements

2 Responses to “Antrian Ngong Ping (3)”

  1. mana gambar yg di foto tourist jepang mas?? post dong 🙂

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: