Ada Ramadhan di Hat Yai City (หาดใหญ่)

Hatyai City @ Ramadhan Night

Hat Yai City (หาดใหญ่), salah satu kota berkembang dan ramai di Thailand Selatan, bukanlah Bangkok yang penuh dengan berbagai kemudahan, fasilitas hiburan dan transportasi . Kota ini tidak juga  seperti Phuket ataupun Pattaya yang terkenal.  Hat Yai adalah kota transit, dan merupakan gerbang utama dari  Malaysia di Thailand. Kota ini berkembang cukup pesat, bahkan mengalahkan ibukota provinsi Songkhla. Saya tertarik menjelajahi beberapa tempat yang menjadi daya tarik kota ini.

Secara Historis, tiga propinsi lain Yala, Pattani dan Narattiwat di Thailand Selatan yang berdampingan dengan wilayah Malaysia, diawal abad 20 masih merupakan bagian dari   Kedah, Malaysia. Namun Anglo-Siamese Agreement, menjadikan daerah protektorat Inggris tersebut diserahkan ke Thailand pada tahun 1909.

Kota yang berpenduduk campuran Thai – Melayu ini menumbulkan perpaduan budaya yang unik. Beberapa juta penduduk Melayu yang beragama Islam, hidup berdampingan dengan warga Thai yang beragama Budha menyebabkan kota ini banyak berdiri bangunan masjid dan kuil.

Saya menginap di salah satu hotel dengan bangunan tertinggi di kota Hat Yai, yaitu di Hotel Lee Gardens Plaza. Bangunan hotel berbintang 3 belantai 33 ini, adalah salah satu hotel terbaik dikota ini. Tarif menginapnya semalam sekitar THB 1200 – 1400 dilengkapi fasilitas mall dibagian bawah. Ada McDonald, KFC,  Sizzler, Swensens, bioskop dan lain sebagainya. Resepsionis hotel ini sendiri terletak di lantai 10, bukan di Ground floor, unik bukan?

Menurut Alex Awitthaya, salah seorang karwayan hotel Lee Gardens Plaza, legenda Hat Yai adalah Samila Beach. Yaitu legenda putri duyung bernama Jamila. Legenda itu kemudian diabadikan pada tahun 1966 oleh Institut Rajhamanggala Songkhla dengan mendirikan patung emas puteri duyung di Pantai Samila.

The Hatyai View

Setelah menjelajahi Golden Statue, dan Kwan Yim, kami diantar oleh Alex untuk berbelanja di Poolsuwan Market dan Kim Yong Market. Dipasar ini saya membeli kaos khas Thailand untuk oleh-oleh dengan harga sangat terjangkau. Satu buah Tshirt dihargai THB 100 (sekitar Rp.30.000) dengan bahan kaos yang lumayan baik. Bahkan kaos-kaos tertentu yang kwalitasnya sedikit dibawahnya, dibanderol THB 50.

Sebenarnya kalau hanya untuk oleh-oleh, kaos bukanlah sesuatu yang ideal. Selain karena membawanya cukup memakan tempat di tas, sudah banyak kaos tiruan /serupa di Jakarta. Kaos ini dibeli untuk baju ganti cadangan ketika yang bersih sudah habis.Setelah lelah dan haus menjelajahi pasar tradisional Thailand, saya ‘ngabuburit’ sambil bersiap-siap menunggu kumandang adzan maghrib dengan mandi dan beristirahat dihotel.

RotiCane_Martabak

Berbuka puasa di Phrachatiphat Road, sangat menyenangkan! Di depan Lee Gardens Plaza Hotel,  (lebih tepatnya diemper jalan), banyak pedagang kaki lima semi permanen yang mangkal setelah matahari terbenam.  Saya tertarik mencicipi makanan diwarung muslim yang menjual roti canai, martabak pisang dan nasi kari-nya yang sangat menggugah selera.  Teh tarik di tempat ini disajikan dengan gelas berukuran besar. Disajikan panas ataupun dingin, sama nikmatnya!

Saya juga memesan es sarang burung, yang berada tepat disamping penjual Roti Canai,ini. Harga satu mangkok es sarang burung cukup bervariasi, antara THB 30 (Rp.9000) – THB 100 (Rp.30.000), murah meriah, kan…?  Dengan segala kemudahannya berbuka puasa, Ramadhan juga hadir di Hat Yai City, IMHO.

Advertisements

18 Responses to “Ada Ramadhan di Hat Yai City (หาดใหญ่)”

  1. Siti Fatimah Ahmad Reply September 2, 2009 at 4:18 am

    Assalaamu’alaikum..

    Ternyata alam Allah ini sungguh indah walau ia berada birai malam dimana ia mulai menenggelamkan benang siang yang tadinya terang benderang.

    Namun, yang pastinya, keindahan kala siang menghuni lebih tinggi nilai estetikanya kerana ia diwarnai dengan sejuta warna pelangi yang menaburkan keindahan, keunikan, kedamaian dan ketenangan kepada para penghuninya.

    Alhamdulillah, kecantikan itu hanya akan dinilai oleh mereka yang suka mencari sesuatu yang lain dari yang lain. Cuma keindahan dari ruang fikir pereka dalam membentuk nilai tersendiri melalui sudut fotografi sungguh berbeza amat. Apa yang diambil sebenarnya seperti mana yang diambil juga oleh mereka yang amatur seperti saya, tetapi nilai yang terkandung dalam sesebuah pemandangan yang diambil memberi engertian dan makna yang amat besar.

    Foto-foto di atas mencerminkan satu nilai yang halus..seperti kata saya dalam sembang kita, tak terjangkau dek akal saya untuk memikirkan “angle” sedemikian dalam menghasilkan sesuatu gambar yang lebih unik dan luar biasa dari biasa. Seperti gambar pertama, Hadyai City…saya melihatnya seolah saya menatap sebuah kulit muka (cover) kepada sebuah majalah seperti majalah perlancungan. Ia cukup menarik untuk menggambarikan kehidupan yang dilalui oleh warganya di waktu malam. Indah sekali…

    Jika dilihat dari gambar yang kedua… mungkin ia seakan kabur dilihat oleh mata kasar seorang penilai ilmu praktik fotografi dengan memberi tanggapan bahawa gambar yang dihasilkan tidak memuaskan. mungkin menurut fotografernya..berbeza kerana kekaburan itu membuktikan adanya pencermaran udara yang mewarnai ruang atmosfera bumi yang mengakibatkan kesan ekaburan itu berlaku.

    TAHNIAH Adelay, I’m very proud to be your student dan always proud of you forever. Teruskan perjuangan seni ini hingga ke titis darah yang terakhir. Selalulah rajin mencoret untuk perkongsian bersama. Salam mesra, selamat bersahur dan salam Ramdhan. :D.

    • Mbak Siti,
      Foto yang kedua mengandung tingkat kekaburan tertentu, bukan karena polusi (walaupun itu bisa saja terjadi). Itu disebut dengan blur.

      Di lingkungan fotografi, dikenal juga dengan istilah ‘bokeh’.

      Bokeh berasal dari bahasa Jepang yaitu “boke” yang artinya blur atau kabur.

      Fokus yang utama terlihat tajam, namun latar belakangnya bisa saja agak blur /bokeh.

      Bokeh antara lain bisa diperoleh dengan diafragma yang lebar /besar. Gambar fokus yang dihasilkan akan tajam, sementara latar belakangnya blur.

      Demikianlah kira-kira pengetahuan saya tentang gambar yang bokeh, Mbak Siti.

  2. personally, I dont think I can drink sarang burung hehe..

  3. But you know what “es sarang burung” is , right?

  4. Wah bisa jadi guide dong kali kami kesana.. 🙂

  5. thanks udh berkunjung ke blog ku..
    waah kamu orang indonesia yang tinggal di thailand yaaa? 🙂
    salam kenal xD

  6. Assalamu’alaikum,
    Subhaanalllah, bumi Allah itu sangat luas, dimanapun kita berada, mari kita menjalankan ibadah puasa Ramadhan dengan sebaik-baiknya. Foto-fotonya bagus dan jelas, terima kasih ya, sudah berbagi info seputar menjalankan ibadah puasa Ramadhan di Thailand. (Dewi Yana)

  7. Subhanallah..kereen.. saya selalu amazing dengan seni fotografi. apalagi dilengkapi dengan objek yang menarik dan cerita yang komplit. sebenarnya saya penasaran kpengen liat arsitektur mesjid di thailand sperti apa, pasti unik! mesjid selalu menjadi bangunan terindah di seluruh negeri..
    tp yaah, saya belum pernah ke luar negeri, apalagi keliling dunia, sebuah mimpi yang suatu saat nanti akan sy wujudkan, amin, insyaAllah.. 🙂

  8. wow,,eksotis juga yah,,
    Tapi Indonesia tercinta ini lebih eksotis lagi,,,

  9. nyoba tarawihan disana juga kah? btw, ke thai dalam rangka liburan atau tugas? kayanya seru bangetttt

    • Kesana dalam rangka liburan. Kebetulan my lil’ brother kerja di KL. Jadi sekalian cari2 referensi untuk menjelajah Thailand lewat darat.

      Modal nekat juga sih, karena ada international travel warning dari beberapa negara di Selatan Thailand terutama di Pattani.

      Alhamdulillah travelling nya lancar, tapi sayangnya nggak terawihan disana, karena udah kecapean jalan hihihi…

  10. btw, sayah link balik bole?

  11. perjalanan yg menyenangkan tentunya!
    thailand adalah salahsatu tujuan perjalanan saya, semoga dalam waktu dekat dapat ke sana. trims infonya.
    salam dari banjarmasin

  12. wow..saya suka bahasa kamu yang indah…smua responses dlm bhsa indo amat menarik bagi saya…menjadikan saya penutur bahasa melayu begitu kerdil dan meskin dlm berbahsa indah…begitu jg dgn poto2 travel di hat yai….indah..everything is beautiful the way u wrote down ur travel journal…l love it…thnk

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: