KRL: Kuala ‘Ramadhan’ Lumpur

KL_Petronas

Lupakan perselisihan serumpun antar rapper, dengan dijiplaknya lagu “Tahukah Kau” Rapper Saykoji oleh Joe Fahrizal dari Malaysia. Toh Saykoji kontan membalasnya dengan “Copy My Style” dan Joe minta maaf. Sikapi perselisihan serumpun lainnya dengan bijaksana ketika ‘Enigmatic Malaysia’ menjadi promo Negeri Jiran dengan mengusung Tari Pendet sebagai budayanya, ternyata merupakan kesalahan pihak swasta yang diakui kesalahannya oleh Discovery Channel. Toh Discovery Channel pun minta maaf.

Tulisan ini juga bukanlah catatan untuk mengesampingkan keindahan dan eksotisitas tanah air dengan berbagai pesonanya dari Sabang sampai Merauke, dari Tahuna sampai pulau Rote.

Tulisan ini hanyalah merupakan catatan kilas balik dimana Ramadhan-Syawal  1429 H lalu, ditakdirkan sang Khaliq untuk saya lalui antara Jakarta-KL-Hatyai-KL-Surabaya-Malang-Jakarta. Rute yang cukup melelahkan menantang untuk dijalani sambil tetap fit menjalankan perintah-Nya dalam QS 2: 183.

Lorong Kurau, sebuah lokasi di Kuala Lumpur yang menjadi tempat persinggahan yang menghubungkan saya dengan berbagai tempat yang saya singgahi kemudian. Berbuka puasa di Bangsar Village dapat saya lalui hanya dengan berjalan kaki selama 10-15 menit saja dari Lorong Kurau.

Bangsar

Dihadapan  Bangsar Village tepatnya di Lucky Garden ada sebuah Restoran yang  boleh dicoba. Namanya “Restoran Mahbub SDN BHD”, menjual makanan Asia, Melayu/Indonesia dan India. Lokasi jualannya ada di #17 Lorong Ara Kiri 1, Lucky Garden, Bangsar KL.

Nasi Briyani dan Ayam Madu di Mahbub terbilang ‘mak nyus’ untuk harga RM 10. Kalau mau berbuka puasa disini,  siap-siap datang lebih awal, karena kalau mepet waktu adzan maghrib, jangan harap dapat tempat. Untuk selera berbeda dengan masakan2 tersebut, masih ada alternatif lain karena dilokasi ini ada juga Spice Garden dan Pizza Hut.

masjidSAB

Mau sholat Maghrib setelah buka puasa Atau mau sekalian terawih berjamaah setelahnya ? Jangan khawatir… tidak sampai 5 menit jalan kaki ke arah timur laut ada masjid Saidina Abu Bakar.  Saya sendiri setelah berbuka langsung ke Masjid Saidina Abu Bakar untuk Shalat maghrib berjamaah.

Dari Lorong Kurau, dapat saja kemudian bergegas menuju Menara Petronas, melalui Stesen Abdullah Hukum, karena menara ini akan ditutup pada pukul 10pm waktu setempat. Dari tempat ini pula saya bisa mengunjungi tempat-tempat lain untuk sekedar berjalan-jalan, antara lain ke Mid Valley, salah satu tempat perbelanjaan sekelas Pondok Indah Mall di Jakarta.

Tinggal pilih.. mana suka. Jalan-jalan keliling KL atau Terawih berjamaah di Masjid Saidina Abu Bakar ? Dua-duanya tetap ada di  KRL. Kuala ‘Ramadhan’ Lumpur.

Advertisements

25 Responses to “KRL: Kuala ‘Ramadhan’ Lumpur”

  1. Siti Fatimah Ahmad Reply September 7, 2009 at 2:32 pm

    Assalaamu’alaikum…

    Saya cukup terpesona dengan keindahan foto Menara Kembar Petronas di atas. ya… aura malam tentu sekali telah memainkan peranan yang penting untuk menaik seri rupa bentuk yang unik pada bangunan ini. Kalau saya berada di Kualu Lumpur, biasanya saya akan mencari hotel yang menghadap arah menara kembar ini, hanya kerana teruja melihat kerlipan suluhan cahaya yang tajam yang diterbitkan oleh pantulan lampu dari sisi bangunan tersebut. Indah. mempersona dan ada nilai “sentimental”nya..

    Entahlah… saya begitu asyik memerhati keindahannya dari jauh, malah kagum sambil fikiran saya menerawang sambil mengingatkan kembali dokumentari pembinaan serentak menara itu sebanyak dua kali dalam Discovery Channel di mana dua syarikat besar gergasi luar negara dikehendaki menyiapkan kedua bangunan itu, serentak dalam tempoh yang sama dan kagum dengan cara mereka menangani setiap masalah yang dilalui ketika menyiapkan bangunan kembar tersebut. penat juga berjalan di dalam bangunannya yang besar itu.

    Saya fikir ya.. Adelays… inilah yang dikatakan gambar yang diambil melalui “fish eye lens”. Saya sudah tahu maknanya kerana Abdul Malik telah memaklumkan kepada saya di lamannya tentang “fish eye lens” ini. Cukup menarik… tentu sakit kepala mendongak ke atas tika mengambil dua bucu yang tertinggi sekali. nikmat melihat hasil ketikan foto itu, ternyata mendatangkan kepuasan.. kan.

    Tentang Bangsar dan restoran tersebut, seperti saya kenal aje… entahlah tidak ingat.. cuma saya pernah dua kali makan di sana dan tempatnya sangat sibuk dengan pengunjung yang suka makan bersantai di waktu malam setelah penat berurusan di waktu siangnya. Insya Allah… jika ada lapang nanti, saya akan cuba makan ayam madu yang sedap itu.

    Foto Masjid Saidina Abu Bakar menyerlahkan keindahan kubah dan ruang solat dari dalam… tapi sayangnya…. kalau boleh juga difotokan tulisan-tulisan khat dan seni awan larat yang menyelubungi dada masjid… tentu menarik sekali.

    Terima kasih Adelays atas postingan yang cukup bermakna ini.. ternyata Kuala Lumpur sudah menjadi kota kedua kerana mahirnya Adelay menerangkan setiap persinggahan sesuatu tempat di sana. Ya… kongsian maklumat yang boleh membantu sesiapa sahaja yang mahu ke K”R”L… dalam masa terdekat ini. he..he..he.. komennya cukup panjang ya…harap senang menerima buah fikiran saya. Salam mesra dan salam ramadhan.

    • Waalaikumsalam Mbak Siti.
      Terima kasih atas komentarnya (orang pertama lagi.., heheh) .
      Tidak banyak orang yang memiliki kemauan dan kesempatan mencurahkan fikiran nya yang sangat lengkap dan mendetail, seperti ini.

      Lokasi Mbak Siti yang berada di Kuala Lumpur Malaysia, sangat memungkinkan untuk mencoba Nasi Briyani Ayam Madu yang saya
      sebutkan diatas. Mungkin harganya saat ini sudah lain, atau mungkin ada perubahan-perubahan lain, bisa mbak Share untuk kita semua.

      Foto Masjid Saidina Abu bakar, hanya saya ambil dua kali dengan kamera digital saya terutama dalamnya. Saya belum berkesempatan mengambil gambar tulisan-tulisan khat karena khawati akan mengganggu jama’ah yang sedang melakukan ibadah dibelakang saya.

      Untuk foto fish eye, adalah foto yang termasuk kategori foto wide atau lebar. Mungkin awalnya foto saya saya ambil dengan lebar, tapi telah saya crop sedemikian rupa sehingga nampak seperti yang saya tampilkan di halaman muka KRL.

      Kalau mungkin nanti mbak bisa mengambil gambar tulisan2 itu, mohon kami di share.

      Sekali lagi terimakash atas komentarnya

      Salam Ramadhan.

  2. ternyata banyak hal yang “disentuh dan terbawa” dalam rute yang dilalui … foto2nya mengesankan, semoga pada saatnya ada kesempatan untuk mengunjungi tempat-tempat tersebut.

    terasa ada yang tertinggal di sana … entahlah, mungkin karena ada harapan untuk bisa ke sana juga

    • Saya doakan suatu saat ada kesempatan untuk mengunjungi tempat2 yang saya lalui
      dan kemudian bisa kita share bersama.
      Terima kasih atas kunjugan dan comment nya.
      Mudah2an kesan yang berhasil disentuh dan dibawa bisa menginspirasi kunjungan berikutnya.

  3. Assalamu’alaikum…
    Subhanallah…keindahan foto-fotonya sangat mempesona.Berharap suatu saat bisa ke sana.
    Terimakasih telah meluangkan waktu berkunjung dan komen di blog saya.
    Owh ya…masalah manisan mangga kering itu,kalau di lihat dari bahan pembuatannya 100% halal.But sayangnya tidak tercantum label halal atau haram di kotak kemasan.
    wassalam.

    • Waalaikumussalam, mbak Aisha.
      Senang sekali saya mendapatkan sahabat blogger baru dari timur tengah.
      Walaupun jauh, mudah2an suatu saat punya kesempatan berkunjung
      menyaksikan keindahannya langsung, lebih indah dari hanya sekedar foto.

      Wassalam

  4. kapan ya….bisa kesana heheh..oleh olehnya mana donk

  5. sama dengan om iyan…. kapan ya bisa kesana ^_^

    terlihat indah banget dari foto apalagi aslinya yak,…

  6. ck ck ck… masih amazing banget dengan poto2 dikau… kerennnn 🙂

  7. Nice blog but your intro sounds a bit ‘political’. A few bad eggs don’t mean all the other eggs are rotten too. No need to dredge up news of the old. EVERY country have their flaws but we should look beyond that and focus on its beauty.

    • I just asked everybody to forget that things, but probably somebody wants to know what happened in the past but they don’t really know
      what actually happened from the beginning till the end.

      Let us see further to focus on its beauty.

      Thank you very much for your wise opinion.

      Best Regards,
      Adelay.

  8. hmm…restoran mahbub.. mengingatkan pada salah satu sudut jalan di little india, singapura.
    selalu, foto-foto yg keren..

    salam

  9. Ini yang awak sukai. Serasa bisa menikmati keindahan negeri orang dengan hanya memperhatikan foto dan uraian yang sarat.
    Tabik mang.

  10. Salam Cinta Damai dan Kasih Sayang ‘tuk Sahabatku terchayaaaaaank
    I Love U fuuuuuullllllllllllllllllll

  11. Bagus yaaaaa.. memang mas Adelay tinggal di Malaysia yaaaaaaa

  12. malaysia
    kuala lumpur
    menara kembar
    berpuasa
    : subhanallah!

  13. bagus banget memang, pernah kesana sih tapi sayang petronas di waktu malam gak sempat liat.

  14. Keren banget foto petronasnya.. kapan yak bisa ke sana.. biar ga kalah keren bisa liat langsung petronasnya.. hehehe…

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: