Travelling ke Langit. Bagaimana Mungkin? (2)

TSM

Dalam pandangan tradisional, langit diilustrasikan bertingkat dalam tujuh lapis langit,  seperti kue lapis.  Tetapi dalam pandangan Agus Mustofa (AM), langit merupakan sebuah tingkatan dimensi.  Langit pertama, yang dihuni oleh  manusia dan alam semesta seisinya,  memiliki tingkat dimensi sebanyak 3.

Demikian ia menuturkan dalam bukunya “Terpesona di Sidratul Muntaha”, terbitan Padma Press 2004.

Tiga Dimensi adalah ruang suatu obyek. Saya masih ingat ketika belajar matematika geometri dulu, tiga dimensi memiliki koordinat x,  y dan z, dimana perpindahan suatu obyeknya, ditandai pergerakan koordinat x, y dan z. Manusia sebagai obyek tiga dimensi dapat bergerak kedalam tiga arah, depan-belakang, kanan-kiri dan atas-bawah.

Dimensi yang lebih sederhana adalah dua dimensi. Sebuah bayangan, adalah contoh sederhana obyek dua dimensi, dimana ruang obyek dua dimensi terbatas pada  koordinat x dan y saja.  Jika bayangan adalah suatu makhluk maka pergerakannya dapat dirasakan oleh dunia bayangan.  Jika manusia sebagai makhluk tiga dimensi hadir dalam dimensi bayangan, maka ketika manusia menggunakan pergerakan yang tidak dimiliki dunia bayangan maka bayangan tidak akan dapat melihat manusia .

Ini adalah gambaran AM, mengapa manusia tidak dapat melihat jin, karena jin berada pada dimensi ke empat yaitu langit kedua. “Bagi Dunia manusia, alam jin adalah alam ghaib. Jin bisa melihat manusia, sebaliknya manusia tidak bisa melihat jin. Namun jin bukanlah tahu-segala-galanya. Sebab, ia hanya tahu tentang langit kedua yang memang dihuninya, ditambah dunianya manusia yang dimensinya lebih rendah. Langit ketiga adalah alam ghaib bagi jin.

Bangsa Jin di langit kedua, terkadang mencuri informasi dari langit yang lebih tinggi. Hal ini yang memungkinkan manusia ‘mengagungkan’ bangsa jin dengan keparanormalnya. Tahukah anda, bahwa ketika jin mencuri informasi, mereka dikejar oleh semburan api seperti disebutkan dalam Alqur’an QS:15;18 “Ketika Setan mencuri-curi berita yang dapat didengar dari malaikat lalu dia dikejar oleh semburan api yang terang.

Secara lengkap, langit dan dimensi dapat dipaparkan demikian: Langit pertama berdimensi tiga, langit kedua berdimensi empat, langit ketiga berdimensi lima,  langit keempat berdimensi enam, langit kelima berdimensi tujuh, langit keenam berdimensi delapan dan langit ketujuh berdimensi sembilan.

AM bertutur, Langit ketiga (dimensi lima) sampai dengan langit ketujuh (dimensi sembilan) dihuni oleh para arwah . Hal ini terbukit ketika Rasulullah SAW melakukan mi’raj ke langit ketujuh, beliau sempat bertemu dengan Nabi/rasul di masing-masing tingkatan langit sesuai dengan maqamnya (kesuciannya). Arwah orang-orang yang mencintai dunia berada pada tingkatan yang rendah, karena cintanya pada hal-hal  duniawi membuatnya sulit mencapai tingkatan langit yang lebih tinggi.

Dengan demikian, perjalanan Rasulullah bersama Malaikat Jibril ke langit ke tujuh sangat mungkin merupakan perjalanan lintas dimensi. Dari dimensi tiga , berpindah  bersama Jibril sampai dimensi ke 9, dari langit pertama sampai langit ketujuh. Rasulullah akhirnya mencapai dimensi ke 9 , langit ke tujuh yang disebut dengan “SIDRATUL MUNTAHA”.

Luasnya akhirat, digambarkan oleh Rasulullah sbb.: “Perbandingan antara Dunia dan Akhirat adalah seperti air samudera, celupkan jarimu ke samudera, maka, setetes air yang ada dijarimu itu adalah dunia, sedangkan air samudera yang sangat luas adalah akhirat.

Subhanallah…!

Advertisements

21 Responses to “Travelling ke Langit. Bagaimana Mungkin? (2)”

  1. mohon maaf lahir dan bathin, selamat idul fitri 1430 Hijriah.
    salam untuk keluarga.

  2. dan Allahlah yang mewujudkan traveling ke langit . Subhanalloh

    • Yep, Allah memang mewujudkan Isra’ dan Mi’raj sebagai perintahnya. Dan apabila Allah mewujudkannya segala sesuatu itu pasti mudah.
      Sesuai surah Yasin ayat 82:
      Sesungguhnya urusanNya, apabila Ia menghendaki, Dia hanya berkata “Jadilah!”. Maka jadilah sesuatu itu

  3. Allah SWT berkehendak atas segala sesuatu, dengan kekuasaan-Nya tidak ada yg tidak mungkin bagi -Nya.., sampai akhirnya terwujudlah travelling ke langit.. Subhanallah…

  4. good book 🙂 I will try to find it here…

    • I think this book is quite good.
      My suggestion is :
      Be smart while reading this book, there are so many logics from the author.
      We have to be able to seperate whichone came from the logics and whichone came from Alqur’an.

      Thanks for your comment, KemBaYau 🙂

  5. Assalamu’alaikum…

    Semakin dijelaskan tentang isi buku ini, semakin ingin untuk membacanya, aduuh… ternyata saya sudah terpesona dengan isian ilmu dari buku yang disampaikan oleh Adelays walau hanya sedikit ulasan. Ahh… kalau sudah ulat buku…. begitulah jadinya.

    Maka saya cadangkan dengan ihsan sahabat ….apa boleh saya memiliki buku itu… he..he… apa sahabat baik saya ini boleh bertukaran buku dengan saya untuk saling mendapat ilmu yang lebih bermanfaat.

    Bercerita tentang jin dan dunia mereka adalah sesuatu hal yang penting untuk kita pelajari dan ketahui kerana kita mempunyai ta’lif yang sama di hadapan Allah. Hal ini dijelaskan oleh Allah dalam surah adz-Dzariyaat, ayat 56 yang bermaksud :

    “Dan (ingatlah) Aku tidak menciptakan jin dan manusia melainkan untuk mereka menyembah dan beribadat kepadaKu”

    Golongan jin yang berada pada dimensi ke empat mempunyai kelebihan dari manusia hanya kerana manusia tidak dapat melihatnya. Namun satu kelemahan yang sering dilalaikan oleh manusia yang ada pada golongan jin ini adalah KETAKUTAN mereka kepada manusia tetapi disebabkan manusia takut kepada apa yang dihadapinya lalu memohon perlindungan daripada segolongan jin, maka mereka (jin) menjadi berani, sombong dan angkuh. Hal ini diberitakan oleh Allah swt dalam surah jin ayat 6 yang kiranya bermaksud :

    “Dan bahawa sesungguhnya adalah (amat salah perbuatan) beberapa orang dari manusia, menjaga dan melindungi dirinya dengan meminta pertolongan kepada ketua-ketua golongan jin, kerana dengan permintaan itu mereka menjadikan golongan jin bertambah sombong dan jahat.”

    Kerana tidak dapat melihat jin inilah, menjadikan manusia terpaksa mempertahankan dirinya dari gangguan jin. Namun jika keberanian menguliti manusia, pasti kelemahan jin dapat diatasi dan dibatasi melalui pertolongan Allah swt dalam keyakinan dan keimanan yang utuh.

    Terima kasih sahabat, atas pencerahan minda ini. Maaf kalau pandangan peribadi saya tersasar atas kekurangan ilmu yang ada, mungkin hanya mengikut perkiraan diri sendiri walau disandarkan kepada hujah yang benar. Salam kemesraan di Ramadhan yang mulia. Mudahan ibadah kita mendapat keberkatan dari-Nya.

    SERAUT SIRIH SEUMBAI PINANG, SELAUT KASIH SEPANTAI SAYANG.

    • Waalaikumsalam mbak..
      Pesan saya kalau membaca buku ini adalah, pintar-pintarlah memilah mana yang merupakan logika penulisnya dan mana yang merupakan firman allah.

      Dengan latar belakang yang sangat mendukung, penulis sering kali menggunakan background ilmunya untuk memaparkan secara akal ‘tanda-tanda’ kekuasaanNya .

      Semoga buku ini dapat menambah wawasan kita dalam melihat kekuasaan Allah SWT.

  6. saat kuliah, teman saya yang di Fisika (ilmu) pernah mengatakan, seperti dalam teori yang dipelajari, bahwa jumlah dimensi yang ada di alam ada 9. beberapa belum didefinisikan walau sudah diteorikan berdasar rumus..

    ehmm… Saya jadi berpikir manusia yang penuh keterbatasan bisa merumuskan itu, bagaimana dengan ilmu Allah, pasti jumlah dimensi lebih dari itu.

    note: terima kasih mas atas kunjungan sebelumnya

    • Betul Novi.
      Mungkin dimensi yang sanggup diterima manusia hanya 3 dan sudah merupakan kapabilities terbaik. Namun berapapun jumlah dimensi itu, jika Allah berkehendak, maka sampailah Rasulullah di Sidratul Muntaha

  7. Assalamu’alaikum,
    Karena sebentar lagi lebaran, saya mengucapkan selamat Idul Fitri 1 Syawal 1430 H, mohon maaf lahir batin (Dewi Yana)

  8. Saya dengar sidratul muntaha adalah tempat yang paling tinggi, tempat yang paling dekat dengan singga sana Allah swt,
    terima kasih atas artikelnya bermanfaat sekali,
    semoga kita nanti termasuk orang yang beriman, dan tidak hanya mengejar masalah duniawi saja, biar bisa mencapai dimensi yang tinggi.
    Iklan Gratis

  9. Selamat idul fitri 1430 H … semoga sukses “mudik” ke “kampung” fitrah.

    Menarik juga resensi bukunya … tapi benar yang diingatkan bahwa ada hal yang berdasarkan logika pengarangnya, yang memungkinkan untuk diperdebatkan … yang jelas bagi Allah segalanya mudah.

    • Betul pak, oleh karena itu, menjawab comment dari rekan kita diatas ( saya quote yach.. 🙂 )
      “Be smart while reading this book, there are so many logics from the author.
      We have to be able to seperate whichone came from the logics and whichone came from Alqur’an.”

      Selamat Iedul fitri..
      Doakan perjalanan kami selamat sampai tujuan dan kembali dengan selamat juga.
      Amiiin..

  10. Assalamu’alaikum wbt,

    Maaf menyelit ucapan syawalnya disini, salam idulfitri 1430h.
    Informasi yg sangat berguna di tambah dengan rencah ilmiah dari sahabat maya yg lain, terima kasih 🙂 sekalung budi seuntai rasa..

    ~salam kenal:kokmi~

  11. subhanallah.. kok dakuh kelewat yak baca ini?
    hm.. jadi mau beli bukunya… kereeeen!!!

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: