Pemilihan MenKes RI 2009-2014, Sebuah Kontroversi ?

Presiden Indonesia terpilih DR. H. Susilo Bambang Yudhoyono (SBY), tanggal 22 Oktober 2009 telah melantik dan mengambil sumpah 36 dari 37 pejabat setingkat menteri dalam Kabinet Indonesia Bersatu yang ke dua. Sejumlah nama baru menduduki kursi menteri, antara lain Marty Natalegawa sebagai Menteri Luar Negeri, dan Endang Rahayu Sedyaningsih sebagai Menteri Kesehatan (Men Kes)yang baru menggantikan Siti Fadilah Supari.

Rupanya, pilihan SBY mengangkat Endang Rahayu sebagai Menteri Keshatan RI periode 2009 – 2014 mengundang kontroversi. Bukan saja karena namanya yang ‘tiba-tiba’ muncul , namun juga ‘menyingkirkan’ Nila Djuwita Moeloek yang sedianya sudah menjalani test kesehatan namun dinyatakan gagal karena dinyatakan tidak sanggup menghadapi tekanan / stress. Ironis memang, seorang calon Menteri Kesehatan tidak lulus tes kesehatan.

Ibu Siti Fadilah Supari adalah seorang Menteri Kesehatan yang dikenal vokal dalam memperjuangkan dunia kesehatan baik itu skala nasional maupun mancanegara (Internasional). Kiprahnya yang sangat berani antara lain adalah dengan menggugat badan kesehatan dunia PBB yaitu WHO atas konspirasi negara-negara maju dalam perdagangan vaksin virus bagi dunia ketiga. Ia juga menggugat keberadaan laboratorium  Naval Medical Research Unit (NAMRU) di Indonesia  -sebuah bentuk kerjasama Indonesia  & Amerika dalam bidang penelitian dunia kesehatan- yang dianggapnya sudah tidak lagi diperlukan dan  disusupi oleh agen intelejen asing.

TV One , salah satu televisi swasta berita ditanah air, menyiarkan secara langsung wawancara yang sedang hangat dibicarakan oleh publik. Tina Talisa sebagai Host, mewawancarai Permadi, seorang politikus dari Partai Gerindra dan Sidarto Danusubroto anggota Komisi 1 DPR dalam acara “Apa Kabar Indonesia “yang digelar pukul 21.30 – 22.30 . Tidak ketinggalan, TVOne juga menghadirkan jubir Presiden RI bidang luar negeri, Dino Pati Jalal melalui sambungan telepon.

Dalam acara yang berdurasi satu jam tersebut, juga ditayangkan hasil wawancara dengan wartawan Ibu Siti Fadilah yang mengatakan bahwa penggantinya di kursi Menteri Kesehatan tersebut dulunya adalah bawahannya yang pernah ia mutasikan karena telah membawa virus  h5n1 sebanyak 58 sampel yang dilarang untuk dibawa ke Hanoi tanpa sepengetahuan Men Kes.

Sebagai penyeimbang berita, TVOne juga menyiarkan kutipan wawancaranya dengan Menteri Kesehatan yang baru. Dalam wawancara itu terlihat Bu Endang menyangkalnya dengan mengatakan secara singkat : “Itu tidak benar !”

Sidarto, dalam kesempatan itu membawa sebuah buku dengan judul “Komisi I ” -Senjata, Satelit dan Diplomasi, dimana didalamnya antara lain terdapat kasus NAMRU. Ia tidak secara terang-terangan menyatakan bahwa dirinya sependapat dengan Siti.

Lain halnya dengan Sidarto, Permadi menyatakan bahwa ia memilih untuk tidak terjebak polemik atas kontroversi Menkes dan NAMRU tersebut. Dirinya setuju akan kejasama NAMRU sebagai kerjasama kesehatan, namun menolak adanya operasi intelejen didalamnya. Ditambahkannya, ia adalah orang yang meragukan semua menteri yang terpilih dalam kabinet baru tersebut kecuali Marty Natalegawa.

Sementara Dino Pati berpendapat urusan ‘dapur’ pemilihan menteri adalah urusan kita (presiden) . Sebenarnya ada 9 (sembilan) nama yang masuk sebagai kandidat Men Kes,  dimana semua nama memiliki kapabilitas. Pilihan jatuh pada seseorang lulusan yang master dan doktornya pada Harvard University itu, karena memiliki kompetensi public health.  Selain itu ia juga menyampaikan bahwa urusan kesehatan janganlah dibawa kepada nasionalisme yang sempit karena urusan politik luar negeri sudah ada yang menanganinya sendiri. Ia menolak berkomentar tentang masalah teknis pemilihan Menkes tersebut.

Dino menyebutkan bahwa dalam menentukan menterinya, presiden tidak ada tekanan dari pihak manapun termasuk Amerika serikat. Pendapat ini dikatakannya adalah menunjukkan inferioritas kita sebagai bangsa yang berdaulat. Ia bahkan menjamin 1000 persen, sama sekali tidak ada intervensi pihak asing sama sekali.

Ia menyatakan pula bahwa walaupun kerja sama  NAMRU dihentikan, namun akan dicarikan bentuk kerjasama baru. Dino berargumen bahwa kerjasama kesehatan dengan negara-negara maju seperti Amerika, Jepang sangat dibutuhkan Indonesia dan dunia Internasional. Manakala ada virus yang baru ditemukan di Indonesia, dunia internasional membutuhkan vaksinnya , demikian pula sebaliknya.

Sebagaimana diketahui, bawasanya NAMRU didirikan untuk penelitian penyakit-penyakit diluar Amerika yang terjadi di daerah tropis. Selain di Indonesia yang hadir sejak tahun 1970, NAMRU juga hadir di Thailand, Mesir dan Peru. NAMRU awalnya adalah untuk membasmi penyakit pes di Indonesia. NAMRU-2 kembali dibutuhkan Indonesia ketika akan menyembuhkan wabah sampar di Jateng dan penyakit di Papua.

Keberadaannya yang kedua di Indonesia diikuti oleh ditandatangainnya MOU yang membebaskan pejabat NAMRU memiliki hak istimewa dan kebebasan diplomatik layaknya seorang diplomat. Siti Fadilah mencurigainya juga lantaran kontrak NAMRU-2 yang sedianya habis tahun 2000 namun masih beroperasi di Indonesia sampai tahun 2005.

Akhirnya Bu Siti Fadilah boleh tersenyum, karena obsesinya untuk menutup NAMRU2 telah berhasil dengan ditutupnya NAMRU2 pada tanggal 16 Oktober 2009 yang lalu, hanya 6 (enam) hari sebelum masa jabatan Menteri Kesehatan-nya diserahterimakan kepada pejabat baru.

Pemerintah menyatakan bahwa bentuk kerjasama baru pengganti NAMRU2 (setelah era- Siti Fadilah) akan disiapkan. Bagaimana menurut anda ? Kita tunggu kiprah Menteri yang baru ini baru bekerja…

Advertisements

25 Responses to “Pemilihan MenKes RI 2009-2014, Sebuah Kontroversi ?”

  1. pusiiiiiing mikirin yg kek ginian de’… qta mah pinginnya yang lancar n bikin rakyat pada hepi ajah… palagi kalo ada pihak2 yg bkepentingan atas negara ini, hweedeeww…, but moga2 yg jadi wakil2 kita pada amanah, moga2 juga punya empati, gmana rasanya jadi rakyat kecil…. =(

  2. no comment on this one 🙂 tunggu dan saksikan saja…

  3. mau tdk mau hrs kita dorong semangat mereka agar ttp bekerja dgn baik tanpa membuat rakyat kecewa.proses menuju menuju perubahan prlu adany ikhtiar dan usaha krj keras,,klo slalu d pojoki bhw mereka slalu mkukan ksalah,,maka sbenarny siapa yg salah yg komen pa yg ngebahas

    • Dua-duanya nggak ada yang salah. Karena hal itu adalah proses menuju kedewasaan berdemokrasi bagi masyarakat Indonesia. Memberikan masukan dan kritik membangun sangat dibutuhkan oleh pemerintah yang memperhatikan rakyatnya.

      Semoga kedewasaan berdemokrasi semakin baik.

  4. Sudah menjadi hak perogatif Presiden siapa yang ingin di pilihnya.. siapa pun yang dipilih pasti ada pro dan kontranya (seperti Pak SBY bilang…)..
    setuju,… tunggu dan saksikan saja… 😀

  5. Siti Fatimah Ahmad Reply October 26, 2009 at 8:52 pm

    Assalaamu’alaikum

    Apa khabar Adelays ? Wah ! Sungguh mengkagumkan dengan bakat menulis dan daya fikir Adelays kerana mempunyai potensi untuk membuat analisa yang baik dalam hal potilik.

    Menulis isu-isu berhubung politik bukanlah suatu hal yang mudah. Ia memerlukan pembacaan yang banyak, daya fikir yang bercambah dan daya pemerhatian yang mantap agar analisa yang dibuat sesuai dengan senario yang berlaku.

    Membaca penulisan Adelays di atas, walau kurang difahami secara keseluruhannya, saya mengucapkan tahniah atas usaha tersebut. Teruskan menulis dan menulis untuk perkongsian ilmu dan berbahagi hikmah. SELAMAT MAJU JAYA.

    Mudahan dengan pemerintahan yang baru ini, Indonesia akan maju dan membangun menuju kegemilangan di persada dunia. Salam mesra dan hangat selalu buat sahabat baik, Adelays di Jakarta.

    SERAUT SIRIH SEUMBAI PINANG, SELAUT KASIH SEPANTAI SAYANG.

    • Waalaikumsalam, Mbak Siti.
      Tulisan ini hanya menuliskan kembali sebuah wawancara yang diselenggarakan oleh TVOne, sehingga mudah saja untuk menuliskannya.

      Terima kasih doanya untuk kemajuan Indonesia.

  6. Assalamu’alaikum,
    Adelays, saya mengucapkan terima kasih, atas kunjungan dan komentarnya di blog saya, selama saya tidak aktif ngeblog. InsyaAllah akan saya usahakan untuk bisa segera aktif ngeblog kembali. (Dewi Yana)

  7. Banyak hal yang tersembunyi dari keputusan memilih seseorang untuk menjadi menteri (karena alasan hak prerogatif presiden) … jadi yang terlihat pentas idol, pertunjukkan untuk menutupi rasa tidak percaya diri sebagai pemimpin.

  8. Yang jelas semoga MenKes yang baru bisa lebih berpihak ke rakyat …

  9. gagal pertamax…..hehe

  10. waaahhh mantap ni buat tambahan pengtahuan tentang pelajaran kewarganagara’an yang ada dikampus saya.
    terimakasih atas kunjunganya mas dan jika berkenan bolehkah saya tukeran link?

    salam peace and KBM

  11. mantap nich buat tambahan pengetahuan dalam study kewarganegara’an ada dijurusan yang saya ambil dikampus saya.terimakasih sudah berkunjung dan jika berkenan mohon tukeran link.

    salam hangat dan KBM

  12. Namru bagus, cuma kekebalan diplomatiknya yang berlebihan.

    Semoga kiprah menkes periode sekarang lebih baik dari sebelumnya. Dan setiap menteri yang sedang menjabat prestasinya bisa lebih baik. Amiin.

    • Plus birokrasinya, kalau memang izin operasinya sudah habis, diperpanjang atau dihentikan supaya ‘aqad’ nya jelas.
      Tinggal dinegara lain kan juga ada ‘timeframe’ nya, tidak serta merta bebas tinggal tanpa perpanjangan dan program kerja yang jelas.
      Jika itu OK, nggak ada masalah.

  13. hanya ingin ucapkan ke sahabat adelays: Assalamu alaykum…

    nice post…. bingung mw koment apa, karena sering ketinggalan berita tentang politik heheh… yg jelas siapapun yg terpilih orngnya kompeten, profesional, jujur dan adil biar tidak jadi buaya darat…(ga nyambung)

    • Waalaikumsalam Sahabatku, Ahmad Farisi. Apa kabar ? Kemana aja blognya lama blom ada posting ? Posting ini sekedar ikut meramaikan suasana ramainya pemilihan pembantu, bukan sembarang pembantu, yaitu pembantu presiden.

      Ditunggu posting berikutnya.

  14. belum ada postingan baru yaaa? moga segera apdet… pesen postingan alam yaaak…^^

  15. semoga nggak lupa sama janji-janjinya aja.

    salam hangat.jika berkenan silahkan mampir

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: