Masjid Sultan, Singapura

Kalau di Jakarta kita bisa dengan mudah mendengar suara adzan bergema saat waktu shalat telah tiba,  tidaklah demikian halnya dengan Singapura. Di negara sekuler yang berpenduduk multi ras  keturunan China, Melayu dan India ini, kumandang Adzan yang esensinya merupakan panggilan sholat itu jarang terdengar ditengah-tengah hiruk-pikuk kehidupan sehari-hari karena dilarang dan dianggap mengganggu kepentingan umum.

Satu diantara puluhan tempat sholat yang berdiri,  “Masjid Sultan”  di area Kampong Glam yang diberi nama dari seorang  Sultan Singapura pada zaman Raffless yaitu Sultan Hussein Shah,  merupakan salah satu bangunan masjid yang terbesar dan tertua di Singapura.

Ada yang menyebut area Kampong Glam karena kemiripan kata dengan Klam atau gelap, dimana banyak orang berkulit gelap banyak menghuni daerah ini. Tapi saya mempercayai penyebutan Kampong Glam karena di area ini pada terdapat banyak pohon Glam yang menjadi ekstrak sumber bahan pembuat minyak kayu putih.

Mencapai daerah ini tidak sulit. Masjid yang pada tahun 1975 dijadikan sebagai bangunan sejarah dan dianggap sebagai Masjid Nasional-nya Singapura oleh banyak kalangan umat muslim setempat ini berada di daerah “Bugis”. Bugis bukanlah nama suku seperti halnya nama salah satu suku yang ada di Indonesia, tapi sebuah daerah yang dapat ditempuh dengan bis atau MRT  Green Line di East West line  (EW12).

Katakanlah kalau kita berada di daerah Orchard Road, salah satu daerah yang paling terkenal di Singapore. MRT Dari Stasiun Orchard  menuju Bugis ditempuh dengan melalui 4 Stasiun saja yaitu Somerset, Dhoby Ghaut dengan satu kali transit  di City Hall. City Hall  yang merupakan stasiun interchange antara jalur merah dengan jalur  hijau atau dengan kata lain interchange antara  North East Line (NE  line) dengan East West Line (EW line).  Stasiun Bugis dengan kode stasiun (NS22) merupakan stasiun pertama setelah transit.

Bangunan Raffles Hospital  tampak menjulang setelah kita Keluar dari stasiun MRT Bugis. Dengan berjalan kaki sekitar 5 – 10 menit dan melewati 2 traffic light, tepat didepan persimpangan North Bridge  Rd, Bangunan klasik Masjid yang kini dikelola oleh Majelis Ugama Islam Singapura (MUIS) sudah tampak didepan mata.

Kalau mau menikmati pemandangan view Masjid Sultan dengan lebih bagus lagi,  cobalah berjalan menyebrangi persimpangan tersebut sampai di depan Muscat Street. Gedung bangunan masjid tampak lebih indah dengan jajaran pohon pinus  berjajar di kanan dan kiri jalan yang khusus diperuntukkan bagi pedestrian ini. Disamping kanan kiri ini pula berjajar toko-toko souvenir yang menjajakan berbagai oleh-oleh khas Singapura, tapi ingat jangan lupa sholat ditinggalkan hanya karena asyik berbelanja, hehhehe…

Berbeda situasinya dengan banyak masjid di Jakarta, kebanyakan tempat wudhu di Singapura dan utamanya di Masjid Sultan, tempat wudhunya tersedia tempat duduk untuk mengambil air wudhu. Ini adalah yang saya lakukan ketika berwudhu ditempat itu, saya lakukan dengan cara duduk. Untuk para muslimah, tempat wudhu disediakan di tempat yang agak terpisah dari gedung utama masjid yang terletak di sebelah kanan dengan pintu yang tertutup.

Gedung bangunan masjid bagian dalamnya dihiasi dengan ornamen-ornamen yang khas berwarna hijau diatas hamparan karpet berwarna merah yang berkualitas baik ini, didesain dengan mengadopsi rancang bangun khas TajMahal dengan kubah ala persia dan Turki.

Sebagai kekaguman dan penghormatan terhadap rumah Allah SWT dan langkanya kesempatan melaksanakan sholat di Masjid ini, sudah seyogyanya seorang muslim/muslimah yang baik , menyempatkan untuk melakukan sholat sunnah Ta’khiatul Masjid di masjid ini.

Jom… ! Sholat Ta’khiatul Masjid… (baca: Ayo…! Sholat Ta’khiyatul Masjid)

Advertisements

68 Responses to “Masjid Sultan, Singapura”

  1. wah, ternyata di SG ada jg masjid yang besar

  2. huaaa… udah ke singapur ajah.. hihi..
    pakabar? sayah alhamdulillah baik2 ajah.
    kapan kitah kopdar?

    btw, tempat wudhu dengan tempat duduk, juga ada kok di indo. kalo gag salah di mushola salah satu mal. dakuh lupa entah dimana, tapi dakuh pernah..

    keep capturing & keep blogging 🙂

    • kabar baik alhamdulillah.
      Iya nih..setelah beberapa waktu nggak ngeblog, langsung muncul dengan masjid Sultan, Singapore.

      Ikutin terus ya… insya allah ada lagi oleh2nya. Hehehe….

  3. assalamu’alaikum adelays…
    alhamdulillah akhirnya tiba di jakarta juga abis dari pusing2 2 negara dan oleh2 foto yang bwaguus pwolll… jempol 2 buat adelays..

    mungkin ada tambahan sikit nih, ( dikit kata orang jawa bilang ).. Untuk tempat wudlu yang ada dudukannya seperti gambar adelays diatas, itu khusus untuk tempat wudlu pria tapi klo tempat wudlu wanita biasa aja seperti di masjid pada umumnya. pengalaman saya waktu di masjid sultan karna tidak tau klo itu tempat wudlu pria akhirnya ada yang bilang ” itu lo orang indonesia ambil wudlu di tempat wudlu pria “makanya di kasih papan kenyataan dong pak…. hehehe”
    ( papan kenyataan = papan informasi )
    Karena masuknya dari belakang, saya tak tau klo ada beberapa syarat yang harus dipenuhi sebelum masuk masjid. salah satunya yaitu harus memakai jubah ( baju panjang ) bagi yang belum pakai gamis. Walaupun saya da pakek jilbab, tetapi karna saya pakai atasan dan bawahan celana harusnya tetep di pakai in jubah.. akhirnya kena marah lagi deh ” hei orang indonesia mau kemana??? sambil teriak2 ” sholat kataku…. sambil cepet2 keatas…. ihik2..dimarahin lagi,,capek deh…. 😦 dan masih banyak lagi beberapa pengalaman saya di masjid sultan yang sangat menyenangkan apalagi kulinernya … ehemm…

    Ok deh adelays… kutunggu posting selanjutnya…

    • Wah.. ternyata Mbak Bietaaa juga membawa kisah tersendiri di Masjid Sultan ini ya..

      Pengalaman semacam itu bisa jadi semacam cerita lucu dari kisah perjalanan Mbak Bietaaa ya…

      Share juga dong cerita lain dari sisi perjalanan Mbak Bietaaa lainnya, yach…

  4. sama dengan di bali ya. kasian saudara-saudara kita di sana , tertindas oleh umat yang lain. dimana tolerasi beragamanya. ga diajarin kali mengenai toleransi. wah kalo kita kan diajaran toleransi dari kecil . dan pejabat kita sudah banyak mencontoh. seperti mengikuti hari natal bersama, menghadiri acar agama lain lah. intinya.
    itulah yang diajarkan bangsa ini untuk saling menghargai.

    hargai dunk umat muslim , adzan boleh pake speaker.

    • Disitulah terlihat, siapa yang bisa menerapkan arti toleransi beragama yang sesungguhnya.

      Saat menjadi minoritas tetap melindungi dan menghargai kaum yang sedikit.

      Saat menjadi mayoritas dapat berlaku adil.

      Tidak mudah menjadi adil dan tetap mengayomi, walaupun negara itu sangat maju sekalipun.

  5. resolusi picnya tajam ya…

    jd seger liat foto ini.

  6. mantaafff udah posting baru… komennya ntar de… any bussiness niee… :mrgreen:

  7. Fotonya bagus-bagus, OK ! Cari foto lagi sebanyak-banyaknya yaaaaaaa

  8. siiiiiiiiiiiiiiiippppppppppppppp

  9. Siti Fatimah Ahmad Reply January 30, 2010 at 9:13 pm

    Assalaamu’alaikum Adelays

    Apa khabar? Didoakan sihat dan bahagia setelah kembali dari Malaysia dan Singapura.

    Indah sekali perjalanan wisatanya. Lagi indah kalau perjalanan kita selalu terarah mengingati Allah swt. Mudahan kehidupan Adelays akan dimudahkan Allah swt agar dapat berkongsi banyak lagi pengalaman dan aktiviti yang tidak mampu dihampiri dan dilalui oleh orang lain.

    Tempat mengambil wuduk seperti di fotokan adalah pandangan biasa di Malaysia. Hatta surau di sekolah juga mempunyai kedudukan demikian bagi memudahkan tetamu Allah swt. Alhamdulillah, di mana-mana tetamu Allah swt mendapat kebaikan dan kemudahan sebegini.

    Senang dapat membaca postingan Adelays yang semakin bagus dan mantap. Tidak sabar menanti postingan yang lainnya di Malaysia.

    Salam mesra dan manis selalu buat sahabat baikku, Adelays di Jakarta.

    SERAUT SIRIH SEUMBAI PINANG
    SELAUT KASIH SEPANTAI SAYANG.

    • Alhamdulillah.. kabar saya baik baik saja…
      Semoga Mbak juga dalam keadaan baik-baik selalu. Di Indonesia kebanyakan tempat wudhu tidak lah memakai tempat duduk.

      Walaupun bukan yang pertama wudhu sambil duduk, namun tempat wudhu sambil duduk ini di Jakarta agak jarang.

      Terima kasih Mbak. Insya Allah Malaysia, akan ada gilirannya, hehehe…

  10. wah mantep….kapan2 saya akan berkunjung ke singapura.

  11. Subhanallah, kereen pak..
    keknya bukan cuma nyaman buat beribadah deh pak itu tempatnya, juga nyaman buat beristirahat, hehehe..
    btw bpk, berapa ya kira2 penduduk Singapore yg muslim/ah?

    • Alhamdulillah.. bisa menyaksikan, sekaligus melakukan solat duha dan ta’khiatul masjid di salah satu masjid bersejarah di negeri jiran.

      Betul, sekali Ibu Pipiew.. tidak hanya nyaman melakukan ibadah didalamnya, tetapi juga nyaman untuk beristirahat sejenak ketika lelah.

      Pastinya, penduduk muslim/muslimah singapura adalah minoritas jika dibandingkan chineese dan india-nya.

      Berminat, kesana ???

  12. hahaha… berbual-bual??! 😆
    mantabz reportasenya de… hmmm, t4 wudhunya kek di sono dech… ada t4 duduknya… dan itu… wow…souvenir…!! :mrgreen:

  13. Subhanaullah, kalo bisa sholat disana 😀

  14. wow..ada masjib megah juga di sana ya?

  15. weew.. keren amat masjidnya.. postingannya jg keren.. 😉

    salam kenal ya.. :mrgreen:

  16. subhanallah.. bagus masjid itu. Atau karena yang moto nya pinter? 😀 Dua-duanya deh 😀

  17. rumah allah yang sungguh megahhh

    berkunjung n ditunggu kunjungan baliknya makasih

  18. udara disingapur sepertinya lebih bagus ya …langit nya blueeee benerrr …… btw dilarang berbual2 artinya apa tuh mas? oleh2 aku gelang2 itu ya?? waaaaaks itu dari jogja sepertinya 😛 Bis ini jalan2 kemana nie?? Thailand yoo??

    • Kebetulan saat itu pagi hari yang cerah , mbak Omy. Dapet langit sebiru itu di Jakarta sih untung-untungan karena cuaca saat itu kurang bersahabat. Di Singapura saat itu tidak turuh hujan dalam beberapa hari. Berikutnya ?? pinginnya sih Umrah kalo ada rezekinya…… Doain yach.. amiiin…hehehe..

  19. wah harus bekerja keras untuk bisa melangsungkan sholat jamaah disana septnya …
    tp masjidnya besar juga yak 🙂

  20. ternyata mesjidnya selain besar dan indah… tempat wudhu juga bersih, ditunggu oleh-oleh keren lainnya di artikel berikut ya mas…

  21. Assalamualaikum Adelay,

    so u finally visited few mosques in Singapore ya.. I if u find that beautiful, wait till u see Brunei mosques… insya Allah..

    we have two beautiful famous mosques, Masjid Omar Ali Saifuddien dan Masjid Jamee Asr Hassanil Bolkiah… both are located in BSB so.. jarak keduanya cuma sekitar 10 menit..

    • Waaalaikumsalam KemBaYaU…
      Yes.. finally I visited few mosques in Singapore. They were Sultan Mosque and Anguilla.
      Anguilla Mosque is located near Mustafa & Syamsudien Center @ Farrer Park.

      Hopefully someday I will visit Masjid Omar Ali Saifuddien & Masjid Jamee Asr Hassanil Bolkiah in Bandar Seri Begawan.
      Amiin….
      Wassalam,

  22. wuih masjidnya gede amat! baru tau saya disana ada masjid segede gitu.. terakhir kali ke singapore udah 10 thn lalu. itu pun di orchard road aja :mrgreen:

    • Beberapa kali ke Singapura pun saya baru kali ini menyempatkan diri ke Masjid Sultan.

      Itupun karena informasi dari surat kabar, ketika ada review tentang ramadhan di singapura.

      Berbekal tekad, kali ini saya sempatkan mampir ke masjid itu.

  23. apalagi q yang ga pernah kesana…..
    heheeee 3*

  24. Salam sejahtera saudara. Sedang saya search untuk gambar masjid, maka saya telah dilencongkan ke sini. Blog anda amat menarik dan penuh warna warni. Tahniah.

    • Salam sejahtera juga atimku. Terima kasih atas kunjungannya yang secara tidak sengaja mengantarkan atimku mengenal blog adelays.

      Salam kenal dan selamat mengunjungi blog yang berwarna warni ini, hehehe.

  25. Saya kunjungi blog anda secara tidak sengaja. Search untuk gambar masjid dan tempat ibadat.
    Blog anda amat menarik dan banyak informasi. Tahniah.

  26. been there…mesjid ini memang bagus dan sangat amat bersih, baik tempat wudhu nya maupun toiletnya apalagi tempat sholatnya…bagus!

    satu lagi mesjid di deket mustafa plasa itu, lebih agak gak keurus di banding mesjid ini.

    • Masjid Angullia yang dekat Mustafa Center itu, memang tidak se-fenomenal Sultan. Masjid yang dibangun oleh pedangang Gujarat sejak abad ke 19 itu lumayan juga buat tempat solat yang notabene di Singapore susah cari masjidnya.

      Thanks Ria udah berkunjung..

  27. maasih sudah berbagi pengalaman serta jejaknya
    salam hangat dari blue

  28. foto dan obyeknya tergambar dengan keren, Masjid yang menganggumkan, meski baru lihat dari foto2 di atas dan penjelasan dari Adelays.

    Sepertinya, keindahannya bukan karena kelangkaannya, tapi memang bangunan yang megah dan indah. Jadi, merasa ada keinginan suatu saat bisa berkunjung ke sana, moga saja suatu saat nanti.

  29. wow..kereeeen…. masjidnya bagus sekali… seandainya masjid2 di indonesia bisa bagus dan bersih seperti itu.. 🙂

  30. Wah keren banget Masjidnya kalau saya selama Dua Tahun tidak pernah mendengar suara Adzan sama sekali soalnya kalau tidak salah dalam satu negara hanya ada 2 Masjid itupun jauh dari tempat bekerja (sebagai Pahlawan Devisa he he ) tepatnya di Korea Selatan.

    • Selamat Datang Putra Blambangan si Pahlawan Devisa buat negeri Indonesia.
      Walaupun tidak pernah mendengar suara adzan di Korea Selatan… mudah2an Mas tetap Istiqomah ya….
      Amin…

      Salam kenal dari Adelays

  31. Subhanallah…megah nian masjid itu…pengen pergi kesana deh….

  32. Blog nya bagus..
    Pic nya bagus banget!!!,,bermanfaat..
    Aku pernah ke singapur tp kok kayaknya nggak pernah ngeliat masjid-masjid itu ya…jd pngin balik lagi…
    Thx for the blogging tips by the way! =)

    • Hi Pratiwi…
      Selamat nyasar ke Blog Adelays yang sederhana ini.
      Sederhana karena gratisan dan nggak berbayar..
      Blog kamu juga asik banget.. open minded dan sangat terbuka bercerita ttg diri dan kehidupan.

      Kalo Pratiwi balik lagi ke Singapura, dan mo nengok Masjid Sultan, coba ikuti petunjuk di blog ini.
      Mudah2an nggak kesasar, hehehe…

  33. salam, boleh saya dapatkan laman web rasmi msjid sultan? klu x kbratan emailkan kpd sya d zackjack85@yahoo.com

Trackbacks/Pingbacks

  1. Antara Adzan Maghrib & Masjid Putra « Adelays' WEBlog - May 3, 2010

    […] postingan-postingan saya sebelumnya ? Masjid Istiqlal dalam “Bukan Jum’at Biasa“, Masjid Sultan Singapura, adalah salahsatu yang pernah ditorehkan […]

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: