Changi Airport : a Prayer Room Section


Pernahkah anda membayangkan ketika sedang sholat,  persis disamping anda ada umat beragama lain sedang melaksanakan ritualnya sendiri menurut agama dan  keyakinan sendiri dalam satu ruangan yang sama dan waktu yang bersamaan pula ?

Pernahkah juga anda membayangkan ketika sholat  dan melantunkan ayat-ayat suci alqur’an  bisa  jadi akan dianggap mengganggu kekhusyukan orang lain karena dianggap mengusik keheningan ?

Boleh jadi, mayoritas jawabannya adalah:  Tidak.

Tapi inilah  kenyataannya apabila kita berada di ruang “Prayer Room”  bandar udara Internasional Changi, Singapura. Sebuah bandar udara / airport kebanggaan negeri yang usianya lebih muda dari Indonesia, jumlah penduduknya lebih sedikit dari Indonesia,  namun karena standard pelayanan dan fasilitasnya, telah berkali kali menyabet penghargaan sebagai The World Best Airport selama beberapa tahun.

Tahun 2009 yang lalu, peringkat Singapore Changi hanya bisa disaingi oleh dua bandar udara internasional yang kedua-duanya berada di Asia, yaitu HKIA (Hong Kong International Airport) dan Incheon Seoul Korea Selatan sebagai pemuncak utama. Enam dari top ten international airport dunia berada di Asia.  Berikut Top Airports 2009:

TOP AIRPORTS : 2009

  1. Seoul Incheon
  2. Hong Kong
  3. Singapore Changi
  4. Zurich
  5. Munich
  6. Kansai
  7. Kuala Lumpur
  8. Amsterdam
  9. Centrair Nagoya
  10. Auckland

Review kepuasan penumpang oleh SKYTRAX,  sebuah lembaga pemeringkat maskapai penerbangan internasional yang berkedudukan di London, Inggris   mensyaratkan kategori World Airport Awards dalam website mereka di http://www.worldairportawards.com/ mencakup point-point sebagai berikut :

  1. Terminal Comfort & Amenities
  2. Security and Imigration
  3. Shop Food & Beverages
  4. Getting Around
  5. General Items

Memang tidak satupun dari  sub penilaian diatas men-syaratkan fasilitas empat ibadah termasuk dalam kriteria lembaga yang berdiri sejak tahun 1989 itu.  Lembaga ini mempunyai kemampuan dalam melakukan analisa dan studi riset peningkatan layanan terhadap keseluruhan industri penerbangan termasuk airport. Barangkali pemerintah Singapura memberikan fasilitas “Prayer Room” sudah termasuk baik, jika dibandingkan fasilitas umum lainnya yang ada di Singapura pada umumnya.

Saya pernah berbincang dengan seorang staf yang bekerja untuk Sentosa Island, sebuah pulau di seberang daratan Singapura yang diperuntukkan sebagai pulau berbasis hiburan seperti layaknya Dunia Fantasi, di Jakarta. Sebut saja namanya Ishmael, seorang melayu Singapura yang bekerja  untuk Sentosa Island. Ia mengatakan tak satupun mushola / tempat ibadah yang disediakan di tempat ini.

Pemicaraan dengan Ishmael terjadi ketika saya sedang menunggu bis kembali dari Sentosa Island menuju Harbour Front yang menyebrangi jembatan menuju pulau utama Singapura. Ishmael yang juga seorang muslim ini mengakhiri perbincangannya seputar banyak hal, termasuk rumah ibadah, ketika kami sampai di terminal bis di Harbour Front dengan bertukar nomor HP.

Prayer room yang diperuntukkan bagi kalangan multi agama itu terletak di dekat skytrain Gate C. Gampangnya, jika telah lolos dari pemeriksaan Imigrasi Singapura, berjalanlah ke kiri.  Tidak jauh dari meja reception dan fasilitas umum internet, terdapat escalator yang menghubungkan kita ke basement 1. Di sebelah kiri keran air minum, prayer room itu berada.

Keunikan prayer room yang jauh dari prinsip “Lakum Diinukum Waliyadin” langsung terlihat dalam papan pengumuman yang menyatakan : “Passanger of any religion may use this room for prayer and meditation “. Ruangan yang dapat diisi oleh sekitar 8 – 10 orang x 4 baris ini terdapat tanda arah kiblat di bagian atapnya. Itu dibagian tempat laki-laki. Seberapa besar ruangan untuk jama’ah wanita, saya belum berkesempatan melihatnya, karena terdapat hijab yang menutup batas laki laki dan perempuan.


Begitulah, kira-kira gambaran yang tercermin pada sebuah ruang beribadah yang diatur oleh Pemerintahan  sekuler semacam Singapura. Harapan saya tentunya, suatu saat prayer room ini bukanlah tempat beribadah untuk multi agama, tetapi memiliki batasan yang tegas tempat ibadah islam dan juga agama-agama lainnya.

As a customer of changi airport, I would like to suggest my opinion that the authorities will consider creating a special prayer room just for muslims and other religions their own special prayer rooms.

Advertisements

79 Responses to “Changi Airport : a Prayer Room Section”

  1. Assalaamu’alaikum

    Apa khabar Adelays? Didoakan sihat dan sukses selalu. Saya sungguh kagum dengan aktiviti yang berlaku di Lapangan Terbang (L/T) Changi, Singapura. Kefahaman aktiviti tersebut lebih mengesankan dengan gaya tulis yang mudah dan dijelaskan secara spesifik oleh Adelays. Tahniah!

    Yang amat menarik perhatian saya adalah tempat ibadah yang boleh digunakan oleh multi agama. Hal ini menunjukkan tiadanya kepekaan dan sensitiviti pihak kerajaan Singapura kepada pelbagai masyarakat dan agama di negara itu berhubung ruang ibadah yang selesa untuk digunakan. Namun begitu, kita harus bersyukur kerana dalam keadaan tersebut, kita masih juga aman damai untuk melaksanakan ibadah solat walau terpaksa berkongsi ruang.

    Menyaksikan ruang keberangkatan dalam L/T Changi mempamerkan kecanggihan prasarana yang disediakan, di mana jalan eskalator dibina sepanjang tempat ke ruang menunggu (jika saya salah, sila betulkan) kerana kalau di L/T KLIA, jalan eskalator hanya disediakan di sayap B menuju ke ruang menunggu, tetapi tidak di Sayap A yang selalu menyebabkan saya berlari-lari mengejar masa untuk ke Sayap A jika tersalah jalan ke Sayap B. Jauhnya tak terkata. Biasanya kapal terbang menuju ke Sarawak akan landing di ruang menunggu 11 (paling akhir sekali)… kaki saya selalu melecet.. 😀

    Walaupun fotonya tidak banyak, tetapi menarik dan nampak ada kekurangan dari aspek penataan cahaya. Menurut saya, sudut-sudut pengambilannya biasa sahaja kerana … ya.. tentu sekali terbatas oleh ruangan yang sedikit sahaja.

    Tetapi gambaran secara umum yang dipamerkan oleh Adelays dalam foto-foto tersebut, sudah cukup menceritakan suasana yang berlaku di L/T Changi terutama tempat ibadah yang bagi saya tidak pernah diceritakan oleh sesiapa blogger sebelum ini.

    SYABAS Adelays ! Saya sangat kagum dengan kesungguhan Adelays berkongsi pengalaman pengembaraan ini. :d Mudahan usaha itu diberkahi dan dilimpahi rahmat oleh Allah swt.

    Salam mesra dari saya di Sarikei, Sarawak, MALAYSIA.

    • Waalaikumsalam
      Memang tidak banyak yang melakukan kegiatan ibadah Prayer Room ini. Letakknya pun di Basement 1. Entah itu karena keberadaan ruang ini tidak terinformasikan dengan baik, ataukah karena memang tidak ada kebutuhan beribadah saat itu.

      Yang pasti ruangan ini cukup dikelola dengan baik, terlihat dari kebersihan lingkungan sekitar prayer room, tempat wudhu, dan karpet tempat ibadahnya.

      KLIA seperti yang Mbak ceritakan, pastinya sudah cukup baik, walaupun ada kekurangan disana-sini seperti yang mbak ceritakan. KLIA versi Skytrax termasuk dalam top 10 Lapangan Terbang terbaik dunia 2009. Ini bukanlah prestasi kecil.

      Memang gambarnya sedikit, dan biasa saja, karena sebelumnya tidak terpikirkan untuk menulis tentang sebuah ruangan yang relatif kecil dan dituliskan sebagai prayer room yang multiagama itu.

  2. bagus airpotnya bro.But,bagusan mana sama airpot Indonesia?

    • Kalo lihat peringkat Skytrax yang nggak muncul di jajarang top ten sih.. masih mendingan Changi yang tahun 2009 bercokol di tangga ke tiga , Mbak Aisha.

      • ya ampyunnn mba aisha, masa dibandingin ama Indo? ga ada AC nya… ga ada wifinya… panassss… dsb dsb dsb…
        nantilah mudah2an airport indo bisa masuk topten *berapa puluh taun lagi ya?!*

      • Hehehe… kita doain bandara kita suatu hari ada yang masuk top ten dunia…

        Amiin…

  3. Heh??
    Yang benar aja…
    Apakah sukar bagi pihak berwenang disana menyediakan lokasi ibadah tuk masing2 agama yg berbeda2?
    Mudah2an dapat khusyuk sholat disana ya…

  4. wah udah publish yaa..
    setuju de, ama harapan baikmu… kalau nuruti sekulerisme sih bakalan ga da perhatian buat agama… btw, model yg lagi wudhu itu siapa de?

    • Alhamdulillah sudah publish.
      Yang aku tulis hanyalah sebuah harapan. Syukur2 kalau ditanggapi sebagai salah satu ‘voice of customer’ bagi otoritas airport Changi.

      Perusahaan yang baik adalah perusahaan yang selalu mengutamakan kepuasan pelanggannya. Tidak terkecuali Airport Changi yang selalu berbenah dan memperbaiki dirinya setiap waktu.

      Khusus ‘foto model’ itu temenku. Gambar itu adl. salahsatu gambar lama ketika kesana dahulu (bukan yang terakhir).

  5. Tahniah saudara. Posting yang menarik. Info berguna. Kali pertama saya dapat tahu ada tempat ibadah pelbagai agama dalam satu ruang. Ulasan Siti Fatimah Ahmad juga amat menarik sekali. Rasanya Siti seorang yang pakar juga dalam bidang foto. Tq

    • Terima kasih Saudara Atimku,
      Berkat masukan dan kritik positif, adelays berusaha memperbaiki diri dan berterima kasih atas komentar yang bersifat ‘membangun’ seperti halnya tulisan2 diatas.

      Tidak henti-hentinya ber ‘tawa shaubil haq’ dan ‘tawa shaubishshobri’ .

      Mari kita ber ‘fastabiqul khoirat’ dan membangun blog yang baik.
      Ditunggu posting2 berikutnya, dari Atimku.

  6. sayah setuju juga dengan pemisahan prayer room biar lebih khusyuk! *meski blom pernah kesana*

    • Setuju Quinie…
      Kekhusyukan bisa terganggu hanya karena merasa diperhatikan oleh orang lain yang berada disekitar tapi tidak melakukan sholat layaknya muslim.
      Itu hanya salah satu contoh…

      Kalau kesana, sempetin ya mampir dan coba share dalam bahasa Quinie yang rame dan ceria.
      Quinie gitu loh…. kalo cerita heboh… hehehe…

      • hm… nanti deh kalo changi airport berbaikhati mengundang sayah ke sana untuk review, sayah pasti datang :D. atau nanti kalo mampir kesana, sayah beneran cari prayer roomnya 🙂

        hihih.. kok blom update sih? update dongggss…

        btw, tgl 6-7 maret, bisa dateng?!

      • Heheh.. iya nih.. lagi nyiapin posting berikutnya… sekarang lagi rajin BW ajah…
        6-7 maret masih 50-50, blom yakin bisa dateng walaupun ngarep.com.

  7. Kunjungan balik sekaligus kunjungan perdana ke sini.

    Senang sekali bisa mendapatkan informasi menarik. Ditunjang dengan keterangan foto-foto yang lebih memperjelas informasinya. terimakasih.
    Salam

  8. komen saya lenyap..

    salam kenal aja ya..
    Terimakasih karena kunjungan pertama saya ke sini memberikan pada saya informasi yang menarik dan berharga.

  9. Oh, tak terlihat ternyata dimoderasi, maaf saya tidak teliti. Hehe, baru berkunjung sudah nyampah gini. Maaf sekali lagi..

  10. Assalamu’alaikum, setidaknya kita hrs sedikit menghargai usaha mereka menyediakan tempat ibadah, walau campur baur dgn agama lain. anggap saja ini merupakan ujian kesungguhan kita dalam melaksanakan ibdah, apakah kita jadi enggan melaksanakannya krn keadaan yg seperti itu, atau tetap malaksanakannya. semoga kita tetap bisa melaksanakan ibadah dalam keadaaan yg bagaimanapun, amin. Saya salut sama Adelay, tetaplah Istiqomah ya.. (Dewi Yana)

    • Waalaikumsalam mbak Dewi Yana.

      Terima kasih atas komentarnya. Pada dasarnya saya menghargai atas disediakannya tempat berbagai agama untuk melakukan ibadahnya di airport tersebut.

      Posting ini hanyalah satu harapan agar otoritas airport dapat memahami bahwasanya tempat ibadah perlu dibedakan.

      Insya allah saya dan pembaca sekalian tetap istiqomah. Amiiiin…

  11. tuch airport international yaw kelasna keren 😀

    berkunjung dan ditunggu kunjungan baliknya makasih 😀

  12. Bagaimana cara memasang iklan di wordpress?

  13. waduw, belum pernah ke Changi, thx infonya pak, jd tar kalo sewaktu2 kesono udah ada ancer2 dimana Prayer Room-nya, tp mang bener jauh lebih baik kalo Prayer Room bwt muslimnya dikhususkan, vote for pak Adelays!! *lho?* :p
    btw, ga ngereview bandara lokal pak? bwt perbandingan gt, mana tau pemda-nya jd tergugah utk mewujudkan bandara yg aman dan nyaman.

    • Mbak Pipiew, mudah mudahan kalau kesana nanti Mbak Pipiew masih inget ‘ancer_ancer’ jalannya ke prayer room itu, dan mudah mudahan belum ada perubahan lokasi saat itu nanti.

      Saya berkesempatan sholat di prayer room itu sejak 2005, dan alhamdulillah sampai sekarang tempat masih baik dan tetap belum pindah, memudahkan saya langsung ke lokasi itu bila datang waktunya sholat.

  14. selamat sore mas Adelay…salam hangat.
    waduh mas singapura..oow belum sempat kesana mas..h h h

    baru nyampe di singaparna( tasik)….

    • Sore juga mas Andi, salam hangat selalu dari Adelays. Walaupun baru sampai tasik tapi kan tetep asik, hehehe maksa.

      Mudah-mudahan mas, kalo rejekinya insya allah ada jalannya untuk pergi ke tempat saudara kembarnya Singaparna.

  15. weww.. bandaranya keren amat.. gimana bandara yg urutan ke 1 ya (Seoul Incheon)?? pasti luar biasa…

    tp sayang bandara indonesia gak masuk 10 besar, klo masuk kan bisa mengharumkan indonesia jg.. :mrgreen:

    • Mas M. Zakariah,
      Kalo Incheon saya belum pernah menyaksikannya secara langsung.

      HKIA airport alhamdulillah pernah, dan memang seperti yang digembar-gemborkan di media, memang mereka sangat concern menjaga kwalitas mereka sehingga pantas kalau dinobatkan sebagai salahsatu bandara terbaik dunia.

    • Mas M. Zakariah,
      Kalo Incheon saya belum pernah menyaksikannya secara langsung.

      HKIA (Hong Kong International Airport) alhamdulillah pernah, dan memang seperti yang digembar-gemborkan di media, memang mereka sangat concern menjaga kwalitas mereka sehingga pantas kalau dinobatkan sebagai salahsatu bandara terbaik dunia.

  16. benar, nggak kebayang dalam satu ruangan, saat sholat dan disamping kita ada orang lain juga beribadah dengan keyakinan berbeda.

    sisi yang terkadang tak terperhatikan, dan posting ini menampakkannya.

  17. dan blue menganggumi postmu bang
    terima kasih
    salam hangat dari blue

  18. walaupun bersih dan tampak keren, tapi sebagai Muslim tentu saya ragu kalo harus beribadah disitu coz juga digunain umat lain. Bukankah standar kesucian suatu tempat menurut agama lain berbeda, jadi sebaiknya emang harus dibuatin khusus buat masing-masing agama deh

  19. wah bandaranya keren…. baru liat tuh tempat wudhu sambil duduk

  20. wadaw, tapi ge pernah yah ke salah satu toilet di kawasan public di SG, toilet nya minta ampun jorok e

  21. wahhh reportase nya lengkap sekali mas, 🙂

  22. Posting yang keren dan sangat lengkap…hebat!
    Mungkin terlalu banyak yang harus dicontoh Indonesia dari negara tetangga…hm, dari mana dulu ya mulainya… 🙂

    • Terima kasih Mbak Irma (bintangtimur).
      Sepertinya begitulah Indonesia, yang harus banyak belajar dari jiran kita, terutama untuk fasilitas umum /publik.
      Terima kasih atas kunjungan pertama Mbak Irma…
      Semoga betah BW ke adelays….

  23. apdet… apdet… apdet…. apdet…. apdet… apdet… :mrgreen:

  24. Changi, salah satu bandara yg hampir setiap 2 bulan sekali selalu saya datangi karena tugas kantor. Dan Changi merupakan bandara yang paling saya sukai untuk kawasan regional Asia…

    Great article…

    • Mbak Mayasari..,
      terima kasih atas kunjungannya di Adelays… Memang Changi tak henti-hentinya berbenah.
      Beberapa kali singgahdi Changi, selalu ada saja proyek perbaikan.

      Untuk dalam negeri, saya suka Bandara Sultan Hasanuddin Makassar.
      Untuk Regional Asia, saya lebih suka HKIA.

  25. assalamulaikum…
    salam kenal adelay..
    artikel nya cukup informatif..
    maksih banyak infonya..

    lucu juga sih, kalau lagi sholat ternyata disebelah kita ada yang lagi berdoa dari agama lain…

    • Waalaikumsalam Mbak Isil…
      Salam kenal kembali.. Terima kasih, sebisa mungkin informasi yang adelays share bermanfaat buat pembaca sekalian.
      Mudah2an Mbak Isil betah mampir di blog adelays.

  26. airport beda banget sama yang di kota aku

  27. Keren euy!! Changi masuk sepuluh besar ya, mudah2an Indonesia segera menyusul 🙂

  28. singaparna n singapura….i m comiinggg……
    lam kenal juga…

  29. singaparna n singapura i m coming…hehehhe

  30. kalo ndak salah kayaknya ada kandidat bandara bagus baru loh.
    Bandaranya Thailand, namanya apa lupa saya. 🙂

  31. Hebat…ini membuktikan bahwa setiap kita bertanggung jawab kepada TUHAN KITA MASING-MASING…dan tidak perlumenyalahkan suatu agama orang lain… Salam kenal ….

    • Begitulah Singapura yang menyatakan dirinya negara Sekuler.
      MHS, beruntung kita hidup di Indonesia yang nota bene toleransi umat beragama di Indonesia yang kita cintai ini, saya nilai lebih baik dari mereka, karena pemerintah kita sangat menghormati privasi tempat beribadah agamanya masing-masing.

      Salam Kenal Imoe…
      Salam blogger…

  32. keren ya toleransi beragamanya patut di acungin jempol!!! hebat banget!

    di Indonesia rasa-rasanya belum ada yang begini ya mas mungkin jadi cntoh yg baik agar kita lebih bisa menghargai orang yang beragama berbeda.

    • Mbak Ria,
      Di Indonesia tidak ada yang seperti ini karena kita bukanlah negara Sekuler.
      MHS, toleransi umat beragama di Indonesia justru saya nilai lebih baik dari mereka,
      karena pemerintah kita sangat menghormati privasi tempat beribadah agamanya masing-masing.

  33. tulisan anda sangat bagus. anda pintar menyajikan sebuah rekaman perjalanan yang tentu mengasyikkan. membacanya seolah-olah membawa kita ikut dalam perjalanan yang mengesankan itu.
    keep writing.

    Salam
    http://rafaelbudi.worpress.com

  34. mas,…punya detail lengkap bandara changi gk??????
    yaw konstruksinya gitu.
    bentuk runway,apron and taxi way nya mas….PENTING bgt bt PRESENTASI bsok hari kamis kok….

    terima kasih mas

  35. Instantly a fans of you while reading this blog.. 😀
    I like everything written in here. Oh and also your tagline :
    “Tulislah… Dunia Akan Mengenalmu, Melampaui Masa Hidupmu ”

    😀

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: