Dibuai Senandung Malam

Dunia perkeretaapian di Indonesia di zaman sebelum tahun 1990,  pernah mengenal jenis gerbong kereta yang dilengkapi dengan couchette bagi para penumpangnya. Couchette atau fasilitas tempat tidur ini, diperkenalkan pada Kereta api Bima jurusan Jakarta – Surabaya. Dalam sejarahnya, kereta api yang namanya diambil dari singkatan “BIru – MAlam” ini,  dikenal sebagai kereta dengan fasilitas kelas wahid ketika itu.

Biru karena badan gerbong kereta api dicat dengan warna biru. Malam karena beroperasi malam hari.

Saat ini, walaupun masih tergolong  jenis executive , kereta yang sudah mengawali kiprahnya dengan AC sejak tahun 1967 ini,  bukan lagi  kereta yang paling tinggi pelayanan dan fasilitasnya,  karena tergusur oleh kereta executive Argo yang lebih mahal harga tiketnya dan lebih bagus.

Generasi sekarang seperti Adelays, tidak beruntung dapat merasakan fasilitas kereta api dengan fasilitas tempat tidur dalam gerbongnya di Indonesia, karena Bima saat ini bukan lagi kereta couchette. Saya hanya sempat menyaksikan kereta ber-tempat tidur itu, ketika masih kecil dengan angan-angan “Kapan ya bisa merasakan pergi dengan kereta Bima, sambil berbaring sepanjang perjalanan ?”.

Senandung Malam

Rupanya hal itu bukanlah mimpi lagi ketika dewasa. Kereta api Bima versi couchette boleh jadi tinggal kenangan di Indonesia, tapi Adelays dewasa berpetualang mengarungi bumi jiran dalam perjalanan dengan kereta compartment “Senandung Malam” antara Kuala Lumpur menuju Singapura.

Tiket Senandung Malam yang dapat dipesan secara online di http://www.ktmb.com.my/ ini, merupakan kereta yang dijalankan oleh KTM (Keretaapi Tanah Melayu, Berhad)  sebagai penyelenggara. Dengan kode booking yang diberikan, kita bahkan bisa meneleponnya dari Indonesia. Saat sampai di KL Sentral, kita dapat membayar dengan menunjukkan kode booking tersebut.

Berangkat dari Stasiun KL Sentral pukul 10 pm (malam), kereta ini memang memanfaatkan waktu tidur sambil berjalan. Saya sendiri memanfaatkan  kereta ini sebagai upaya menyiasati tenaga, waktu dan uang.

Biayanya terhitung relatif terjangkau. Kereta compartment Senandung Malam dengan fasilitas AC dan tempat tidur ini, dibanderol dengan harga RM46 untuk tempat tidur bawah dan RM 40 untuk tempat tidur atas.   Kalau dengan kurs Rp. 3000 saja, perjalanan yang memakan waktu kurang lebih 9 – 10 jam perjalanan ini ‘hanya’  membutuhkan Rp. 120.000 saja !

Daripada menyewa hotel untuk tidur dan membayar bis untuk melakukan perjalanan secara terpisah, lebih baik sambil ‘berjalan’ diwaktu malam  sambil beristirahat sekaligus, dan sampai tujuan keesokan harinya. Murah kan ??? Jika dibandingkan dengan ‘saudaranya’ Bima dari Indonesia kebersihan gerbong dan tempat tidurnya Senandung Malam lebih terjaga.

Pada saat kereta mulai meluncur dari Stasiun KL Sentral, sebagai mana layaknya perjalanan pesawat atau kereta di Indonesia, ‘awak’ kereta memberikan pengumuman melalui pengeras suara. Intinya perjalanan ini membutuhkan waktu sampai esok pagi. Harap menjaga barang bawaan masing masing demi keamanan bersama.

Saya memandangi perjalanan malam dengan kereta compartment ini dengan suka cita melalui daerah-daerah di Malaysia seperti Bangi dan Kajang yang terkenal dengan Sate Kajang-nya, sampai kemudian kekuatan mata ini semakin meredup dan akhirnya terlelap dibuai sang Senandung Malam…

After d Border

Terbangun karena kereta berhenti,  kemudian  saya memanfaakan waktu tersebut dengan pergi ke toilet. Toilet jongkok disebelah kanan, dan toilet duduk di sebelah kiri. Waktu sudah menunjukkan sekitar pukul 5 pagi hari, ketika kemudian rombongan petugas imigrasi Malaysia berseragam dan berkopiah,  memeriksa paspor saya sebelum meninggalkan Malaysia.  Ah, sudah di perbatasan rupanya….

Hal yang berbeda ketika saya suatu hari melintas perbatasan di Malaysia di Bukit Kayu Hitam memasuki Sadao di Thailand. Petugas keimigrasian yang  pada umumnya memberikan cap pada paspor, di perbatasan Malaysia-Singapore ini , petugas hanya memberikan tandatangan kecil dan penumpang tidak meninggalkan kereta barang selangkah pun ke luar gerbong.

Jangan lupa menyiapkan  departure card untuk diserahkan kepada petugas imigrasi karena kartu itu merupakan salah satu syarat meninggalkan suatu negara, sebagai turis.

Kala mentari pagi menyinarkan cahayanya, Senandung Malam pun melintasi jembatan yang menghubungkan Johor Bahru, Malaysia dengan Singapura. Mungkin jika kereta ini dapat berucap, ia ingin berkata bahwa tugasnya hampir berakhir sesaat setelah malam berganti siang, sesaat setelah Semenanjung Malaka memasuki  Singapura.

Di Woodland checkpoint kereta ini berhenti dan Adelay bergegas meninggalkan kereta untuk pemeriksaan dokumen dan bermacam barang bawaan.  Seperti biasa, Singapura yang relatif ketat pemeriksaannya , terkadang cukup membuat gugup pelintas batas. Hal ini sebaiknya disiasati dengan  mempersiapkan dokumen dan barang bawaan sesigap mungkin, karena para penumpang harus masuk lagi ke kereta yang hanya berhenti tidak lama  , untuk kemudian  melanjutkan perjalanan.

Jika ada turis yang bermasalah urusan keimigrasiannya, bukan tidak mungkin ditinggal dan harus melanjutkan perjalanannya sendiri. Itupun jika diizinkan masuk Singapura.

Akhirnya, Senandung Malam benar-benar menuntaskan perjalanannya  saat berhenti di Stasiun Tanjong Pagar. Adelay pun melanjutkan  perjalanannya menuju stasiun MRT Tanjong Pagar (EW15), yang letaknya tidak terintegrasi dengan stasiun kereta ini.

Advertisements

97 Responses to “Dibuai Senandung Malam”

  1. gotcha!!!!
    mengamankan pertamax, solar, premium dan minyak tanah… xixixi… buat ditimbun n dijual sendiri aahhh…. :mrgreen:

  2. Glek…!! *wajah katro bin mlongo-terus nyengir*
    hehehe…. kelasku mah kelas bisnis n full bisnis, dly… full bisnis tuh yang banyak pedagang asongan mondar mandir tuuuuuuuuhhhhh… :mrgreen:
    aq malah ngebayanginnya pngin bisa tidur di KA jaduuuuullll banget, yang ada asap keluar dr lokonya tuuh…. kek yg diliat di pilem2 jadul tuuhhh…
    tapi nice, kamu udah bisa menikmatinya… kapan giliranku yaaa.. 😆

  3. Konsep perjalanan yang menyenangkan banget ya.
    Badan jadi nggak pegal karena duduk berjam-jam, penghematan biaya penginapan pula 🙂

  4. sayangnya saya belum pernah naik kereta api 😀

  5. Wah tapi kan tempat tidurnya gabung ya? kalau cewek pergi sendiri aman gak tuh yah, kok ya agak-agak serem liatnya….

    Tapi sebuah pengalaman perjalanan yang mengesankan pastinya, apalagi kalau melihat langit pagi merona nya, kerreeenn 🙂

    • Rita..
      Tempat tidurnya memang digabung, jadi nggak sendiri-sendiri.
      So far sih, pengalaman Adelay aman-aman aja.
      Warning dari awak Keretaapi adalah terhadap barang bawaan yang harus dijaga.

      Langit merah merona itu memang indah, Adelay kebetulan nggak berkesempatan mengambil gambar lebih banyak lagi.

  6. weew.. keretannya keren amat.. apalagi diselingi dengan pemandangan yg indah.. sayangnya kereta sperti itu blm ada di indonesia.. hehe.. moga aja cepat ada yg seperti itu.. 🙂

    • Iya.. yang macam ini memang belum ada.
      Sebelum tahun 1990 yang lalu pun jenisnya nggak seperti ini.

      Gerbong penumpang keretaapi Bima bentuknya seperti ruangan kamar.

      Mungkin dengan persaingan dengan harga pesawat yang relatif bersaing PT. KAI perlu juga memfasilitasi keretaapi macam ini.

  7. Siti Fatimah Ahmad Reply March 2, 2010 at 3:24 pm

    Assalaamu’alaikum Adelays

    Apa khabar ? Selamat Sore. Cukup nyaman menikmati perjalanan dengan keretapi terutama di waktu malam. Walau saya tidak pernah merasai degupan jantung perjalanan keretapi jenis ini semasa berbaring… melalui perjalanan yang dilukiskan oleh Adelays membuatkan saya berkeinginan untuk merasainya suatu hari nanti.

    Kalau naik keretapi siang antara Kuala Lumpur ke Pulau Pinang atau Kuala Lumpur ke Johor itu sudah biasa. Insya Allah…. nantinya kalau Adelays berkunjung ke Malaysia lagi, sila maklumi kerana mahu mengundang Adelays dan adik makan Satay Kajang Haji Shamsuri yang terkenal itu di Restoran Satay Kajang miliknya di Bandar Kajang. Beliau punya banyak cawangan di Semenanjung Malaysia.

    Selain itu mahu jemput juga makan Sup GearBox, Sup Kung Fu dan Sup Ekor di Restoran Desa GearBox di Bandar Baru Bangi dan membawa Adelays mengunjungi Universiti Kebangsaan Malaysia tempat saya belajar dulu. Saya pasti Adelays akan sukakan makanan di restoran ini dan pemandangan indah di UKM nanti.

    Alhamdulillah…. pengalaman wisata Adelays cukup banyak dimanfaatkan. Mudahan Allah swt akan memberi ruang yang banyak dan panjang untuk sesi pengembaraan di negara-negara lain pula untuk dikongsikan bersama. Tambahan lagi dengan hobi sebagai fotografer cukup menambah bumbu kepada perjalanan tersebut. Satu kurnia Ilahi yang sebetulnya diambil manfaat yang semaksima mungkin oleh Adelays.

    Ternyata foto-foto ambilan lensa Adelays dapat membantu dalam memberi gambaran yang sebenarnya kepada apa yang ditulis oleh Adelays untuk dinikmati oleh pembaca blog ini.

    Cuma sayangnya… tiada foto dari stesen Sentral Kuala Lumpur. Saya tidak pernah melihat hentian bagi keretapi di KL Central cuma biasa di hentian Komuter sahaja. Apa betul hentian keretapi “Senandung Malam” di KL Central atau di Stesen Keretapi Tanah Melayu yang bangunannya cukup unik pada nilai sejarahnya. Saya mungkin keliru sebagai rakyat Malaysia tambahan lagi sudah lama tidak menaiki keretapi ini dan tentunya kedudukan keretapi antara negeri dan negara berbeda lokasinya.

    Terima kasih Adelays kerana telah berbagi hikmah yang cukup menarik dan mengesankan. Semoga Adelays akan terus berusaha menambah ilmu dan pengetahuan khalayak pembaca blog Adelays dengan informasi pelancungan yang punya pelbagai variasi untuk ditampilkan dengan penulisan secara profesional.

    Saya mengkagumi bakat dan usaha Adelays. Teruskan minatmu hingga ke hujung nyawa. 😀 Salam hangat dan mesra selalu dari saya di Bintangor, Sarawak Bumi Kenyalang, Malaysia.

    • Waalaikumsalam Mbak Siti Fatimah,
      Terima kasih atas ‘cita-cita’nya. Semoga nanti pada saat saya Malaysia lagi bisa berkesempatan merasakan makanan yang direkomendasikan Mbak. Tidak sabar, saya ingin merasakan makanan tersebut. (H. Shamshuri … I’m comiing…, hehehe… )

      Keretaapi Senandung Malam yang saya tumpangi berangkat dari Stasiun Sentral KL (KL Central). Mungkin Mbak belum berkesempatan menaikinya dari sini. Tetapi saya maklumkan bahwa Sentral KL menjadi awal keberangkatan Senandung Malam.

      Terima Kasih atas commentnya yang panjang dan baik… Salam dari Adelay di Jakarta.
      Semoga tulisan di blog ini dapat menambah wawasan dan menjadi pencerahan bagi yang membacanya.

      • Tahniah adeleys kerana mendapat jemputan mbak siti fatimah ahmad. Sarawak dan KL itu juga amat jauh dan perlu ongkos jika mbak siti nak bawa adeleys berjalan-jalan. makasih

      • Sahabat atimku,

        Terima kasih atas ucapan tahniahnya….
        Adelays sudah terbiasa dengan pelancongan ala backpackers yang murah meriah.
        Itu semua karena senang membaca informasi dari teman2 blogger, dan terbiasa membaca referesnsi dari blog yang bermanfaat termasuk referensi dari Mbak Siti.

        Dengan bermodalkan informasi tersebut, sudah cukup informasi bagi adelays untuk berkunjung dengan bantuan maps dari google, sehingga tidak perlu harus repot-repot apalagi datang dari jauh…

        IMHO (in my humble opinion), tentu saja Sahabat Atimku perlu memahami tulisan yang diajukan Mbak Siti bukanlah untuk diartikan secara harfiah. Namun selayaknya diartikan secara kiasan, yang berarti bahwa saya sangat direkomendasikan untuk mencoba tempat dan makanan2 tersebut.

  8. waaaah….keren…keren…
    jadi pengen nyoba in…
    tapi aman kan??
    *takut kalo tidur ada yang nyolek…hihihi…*

  9. foto langit merah merona … keren!!!

    pengalaman perjalanannya jadi info, seandainya ada kesempatan melakukan perjalanan ke sana juga.

    • Hai Bang Ben…
      mudahmudahan pengalaman Adelays bermanfaat juga ntuk yang lain..
      Pagi merona emang keren banget…
      langitnya merah menyambut pagi..

  10. wow…saya belum pernah nyoba naik kereta api.Ketinggalan banget ya?

  11. tary curhat lagi Reply March 3, 2010 at 1:18 pm

    wahhh kapan kereta api di indonesia fasilitasnya kayak gini yah??

    • Rasanya PT. KAI harusnya bisa memfasilitasi keretaapi jenis ini. Sebagai nilai tambah dalam menghadapi transportasi jenis lainnya, seperti bis dan pesawat udara.

  12. entah kenapa setiap kali melakukan perjalanan saya tidak bisa tidur, selalu terjaga

  13. Mimpi kita bersama bahwa Indonesia akan memiliki armada KA seperti Senandung Malam.

  14. Jadi ingat naik kereta api Bima jurusan Jakarta – Surabaya deh!
    Stasiun kereta api disana bersih banget sih, saya jadi iri (lagi…) 😉
    Selalu senang naik kereta api jurusan Bandung – Surabaya atau sebaliknya, apalagi kalo lihat matahari mau terbit dari kereta api…indah banget!
    Eh, saya lebih milih kereta api yang pake tempat duduk aja deh, lebih nyaman buat lihat pemandangan… 😛

    • Betul Mbak..,
      Dulu, kereta Bima memang ada tempat tidurnya, bahkan dalam kamar di gerbongnya.

      Kalau kereta Senandung Malam , memang tidak diperuntukkan melihat pemandangan lama-lama, karena perjalanan malam memang lebih lama dari siangnya yang cuma beberapa 1 – 2 jam saja.

      Tapi Keretaapi Senandung Malam juga ada kursi duduknya kok mbak.. Jadi silakan memilih… 🙂

  15. nice report..

    biasanya cuma naik di..
    Tegal – Semarang ada KaliGung ekspress.. kelas ekonomi & bisnis..
    Tegal – Jakarta.. Tegal Arum – kelas ekonomi..
    semoga bisa lebih baik kualitasnya.. negeriku ini.. yang selalu nestapa..

  16. Kyaknya nyaman bgt kalo ada kereta spt itu di indonesia,senandung malam kalo ada ntar di indo mgkn namanya jdi senandung tak henti 🙂

  17. wow.. langit paginya..
    wow.. kereta apinya..
    waktu masih “lucu2nya” pernah naik kereta dari lampung – palembang malam hari, skrg paling banter naik kereta ke bandung 🙂

    • Thanks Irahanrun…
      Woow banget keretanya.. lampung – palembang ?
      Hmmm.. aq belum pernah merasakan perjalanan dengan keretaapi di jalur lampung – palembang.
      Bandung juga oke Argo Gede nya.. 🙂

  18. Dulu aku pemakai jasa KA dari Jakarta-Jogja dan sebaliknya.
    Memang sih, namanya kelas eksekutif, tapi tetap ada kekurangannya. tapi aku lebih memilih tidur daripada capek-capek nyari kekurangan fasilitas KA ini…
    Kapan-kapan kepengen juga mencoba fasilitas KA di luar negri… 🙂

    • Hi Nanaharmanto…,
      boleh juga dicoba keretaapi sejenis ini. Apalagi jenis kereta ini ‘berani tampil beda’ untuk ukuran pelanggan Indonesia kaya kita.

  19. seumurumur naek kereta cuma yang argo apaan gitu ya ke bogor jadi pengen ngerasain yang kaya si ade asik kayanya

  20. wah .. indah nya ….
    pengennya aku kayak abang ni
    bisa jalan2
    aduh2 …
    aku pasti bisa 😀

  21. menarik, selalu menarik isi blog ini yah, dulu saya juga pernah denger ada, sayangnya belum pernah lihat sampai detik ini.

  22. mhmm…keren..keren
    selalu hal yang membuat sil terpana, ketika berkunjung ke blog mas adelays adalah foto – fotonya yang keren dan cerita- cerita nya yang menarik dari tempat – tempat diluar negeri…

  23. saya belum pernah naik kereta api sepert ini, tahunya kereta parahyangan jakarta-bandung, ama kereta tebu yang pakai lokomotif uap saja mas adelays 😀

    • Kereta tebu yang suka lewat di pinggir jalan itu, sekarang sudah mulai sedikit jumlahnya…
      Dulu waktu kecil sering lihat kalau saya ke bepergian ke arah timur pulau Jawa.

  24. Subhanallah..jika tak keberatan bergabunglah di aggregasi web kami,caranya cukup memasang banner kami,insya Allah setiap sahabat posting terbaru akan muncul di web kami,syukran

  25. Hmmm…makasih buat liputan dan foto2xnya…. BTW, aman nggak ya naik kereta begini? Jadi penasaran…

  26. Laporan perjalanannya menarik, fotonya keren. Jadi kepengen naik kereta Jakarta-Surabaya yang berangkat sore dari Gambir.

  27. Syukran…karena sudah memasang banner kami, postingan yang terbaru akan selalu muncul di web kami, maaf..postingan sahabat yang ini tidak muncul di aggregasi kami karena sudah 4 hari yang lalu tapi sahabat tenang saja datanya sudah kami masukkan, silahkan posting pasti muncul

  28. ga dapat di Indonesia di negeri tetangga ternyata ada,,,
    saya mah yang di Indonesia pun belum pernah naek kereta api jenis apa pun ..

    Salam Hangat Selalu

  29. Berkunjung di siang hari, selamat berakhir pekan Adelays…

  30. Ooo ….. di Malaysia ternayata namanya kereta api juga ya, soalnya setahu saya kereta=mobil.

    Jadi pengin juga menikmati tidur di kereta begitu sayang mesti ke Malaysia.

    • Masnur,
      Sebenarnya kalo di Malaysia, kereta api lebih sering disebut “Tren” asal dari kata “Train” dalam bahasa Inggris,
      Tidak apa. Mas Masnur sekalian jalan jalan ke dua negara, hehehe.

  31. mas, ada PR dari saya di sini dikerjakan ya… 🙂

  32. Saya sempat naik KA Bima saat masih ada gerbong tidur nya…memang nikmat karena bisa tidur nyenyak dan pesan pada pramugara/i nya agar dibangunkan jika mendekati stasiun yang dituju.
    Saat itu gerbongnya dibuat kamar-kamar, dengan dua tempat tidur atas bawah tiap kamar…risikonya jika kita tak kenal dengan teman sekamar….sehingga dari sisi keamanan enakan seperti KA yang Malaysia-Singapore ini. Satu gerbong terbuka, masing2 tempat tidur hanya diberi tirai, sehingga mengurangi risiko jika ada yang berniat jahat.

    • Mbak Ratna,
      Terima kasih atas komentarnya yang berbobot. Mungkin itulah salahsatu alasan mengapa kereta api Bima tidak diteruskan dengan tempat tidur yang berkamar. Untuk kereta api yang diberi tirai seperti Senandung Malam memang sangat efisien, karena tidak terlalu risih jika bepergian sendirian dan mendapatkan rekan satu kamar yang belum tentu aman keberadaannya.
      Salam,
      Adelays.

  33. ada award buat kamu. ambil ya =)

  34. sayah pernah denger juga kalo kereta api di china juga tingkat dua gini dan bisa bobo… ayoo dong ke china

  35. seperti lagu lawas favorit saya ANGIN MALAM

  36. kunjungan perdana….^^ senang sekali rasanya ya bisa menikmati kereta api model seperti itu, saya sendiri belum pernah mencobanya…
    salam kenal…

    • Rose,
      Diaryrose… jujur (kacang ijo) ini kereta dengan fasilitas tidur berbaring yang saya kagumi. Tempat tidurnya juga bersih dan wangi..
      Cool deh pokoknya…

      Salam kenal kembali dari Adelays.

  37. wow..
    hebat bener tuh kereta.
    tuh kalo yg diatasnya ngompol apa kagak basahin yg tidur bawahnya ya 🙄

    • Triunt…
      Anda memang kritis.. alas tempat tidurnya sih terbuat dari bahan keras yang kuat dan rasa-rasanya sih kalo yang diatas ngompol nggak bakalan bocor kebawah.
      Kecuali kalo ngompolnya satu ember kali yach.. hehehehe…

      Sip.. buat ke-kritisannya.

  38. naik kereta api…tut…tut
    aku udah lama gak naik kereta, mas…
    kpn2 kalo naik kereta ke singapura atau malaysia lagi, aku diajak dong… 😀

    • Vany…,
      boleh dong.. yuuk.. kita backpackers-an.. tapi kalo bisa jangan singapore – malaysia lah…
      coba rute lain… misalnya malaysia – thailand.

  39. kerennnnn!!! mas adelay jalan2 mulu nihhhh…ajak2 donggg…
    again nice pic..hhohooho..
    gak sangka dengan kesibukannya sehari2 kok bisa sih mas menghasilkan tulisan sebagus ini hehehe…

  40. duh, De pengalamanmu benar2 hebat dan mengesankan, bunda baru sekali naik kereta itupun dah lama banget, waktu study tour ke Yogya.
    dan, tentu saja keretanya gak semewah kereta Senandung” ini.
    kapan ya di negeri kita punya kereta dan stasiun yg bersih kayak gitu, gak jorok kayak sekarang ?
    salam

  41. saya jadi berasa menikmatinya juga….
    perjalanan yang menyenangkan….
    andai saja di Indonesia,
    ah, sudahlah, nikmatilah…
    walaupun keretanya tak begitu nyaman tapi sajian yang terhampar mampu memanjakan mata…

    salam kenal..

  42. nice story & good information..

    pasti infonya sangat bermanfaat buat qt2 yang belum pernah & akan melancong ke sana..

    keep on writing in ur blog Adelay..
    ^_^

  43. Nice info dan met puasa 🙂

    1. Apakah harga tiket dan jadwal saat ini masih sama dengan tulisan di atas ? (Maaf, lagi malas brosing hehehe)
    2. Kalau berdua sama teman, enaknya tempatnya depan-belakang atau bersampingan biar bisa ngobrol ?
    3. Di KL Sentral, lantai berapa jalur kereta ?
    4. Dari Stasiun Tanjong Pagar ke MRT Tanjong Pagar naik apa ? Berapa ?

    Semoga jawaban dapat membantu saya untuk memutuskan naik kereta atau pesawat dari KL ke SIN 🙂

    • Donz,
      1. Saya belum cek lagi, tapi rasanya harga tidak se fluktuatif seperti di Indonesia, yang sangat volatile terutama saat ada event 2 tertentu misalnya: ramadhan dan menjelang iedul fitri.
      2. Kalau berdua sama teman, enaknya pesan tiket atas bawah karena tangga pijakan ada disamping penumpang bawah. Terutama saat sudah menjelang pagi hari, dimana penumpang atas biasanya ingin lebih “membumi” dengan duduk berdampingan sambil ngobrol.
      3.Jalur di KL sentral cukup banyak, tapi untuk naik “Senandung Malam” naiknya dari lantai satu atau sekali naik eskalator.
      4. Dari Stasion Tanjong Pagar sampai MRT Tanjong Pagar jalan kaki sekitar sepuluh sampai lima belas menit.

      Untuk keputusan naik pesawat atau kereta, kalau waktu tidak terlalu mepet atau terburu buru sih lebih murah naik kereta, sekalian mencoba pengalaman baru dengan kereta bertempat tidur.

      Demikian mas mas Donz, semoga membantu. Dan selamat mencoba.

      Adelays

    • Donz,
      1. Saya belum cek lagi, tapi rasanya harga tidak se fluktuatif seperti di Indonesia, yang sangat volatile terutama saat ada event 2 tertentu misalnya: ramadhan dan menjelang iedul fitri.
      2. Kalau berdua sama teman, enaknya pesan tiket atas bawah karena tangga pijakan ada disamping penumpang bawah. Terutama saat sudah menjelang pagi hari, dimana penumpang atas biasanya ingin lebih “membumi” dengan duduk berdampingan sambil ngobrol.
      3.Jalur di KL sentral cukup banyak, tapi untuk naik “Senandung Malam” naiknya dari lantai satu atau sekali naik eskalator.
      4. Dari Stasion Tanjong Pagar sampai MRT Tanjong Pagar jalan kaki sekitar sepuluh sampai lima belas menit.

      Untuk keputusan naik pesawat atau kereta, kalau waktu tidak terlalu mepet atau terburu buru sih lebih murah naik kereta, sekalian mencoba pengalaman baru dengan kereta bertempat tidur.

      Demikian mas Donz, semoga membantu. Dan selamat mencoba.

      Adelays

  44. Sipp…
    Boleh nanya lagi ?
    Kalau turun Woodland boleh / bisa ? Dari Stasiun Woodland ke MRT Woodland seberapa jauh ?
    Lumayan bisa menghemat waktu daripada harus ke Tanjong Pagar.

    Sejauh ini pengen coba kereta ini. Sebab naik pesawat sudah pernah 🙂

    • Turun di Woodland juga bisa, walaupun saya belum pernah melalui, sehingga saya tidak bisa memberikan gambaran secara detail. tetapi tetap saja melewati antrian pemeriksaan imigrasi Singapura ICA (Imigration and Custom Authorization ). Setelah melalui ICA barulah kita bisa melewati pilihan akan keluar dengan eskalator atau masuk ruang tungu yang letaknya bersebelahan.

      Ada sebagian penumpang yang ingin keluar memilih jalan itu untuk melanjutkan perjalanannya sendiri.

      Lama tidaknya tergantung pada kecepatan pemeriksaan, pengalaman saya sih tidak terlalu lama menunggu . Kalau memang ada keperluan di untuk keluar yang lebih dekat dari Woodland Checkpoint sih silakan saja. Akan lebih amannya turun di Tanjong Pagar mengingat jarak dari Woodland yang letaknya di Utara dan Tanjong Pagar yang di Selatan juga cukup signifikan.

      Perjalanana dengan kereta ini dari Woodland juga terbilang singkat karena dari Woodland langsung ke Tanjong Pagar tanpa berhenti.

      Semoga memberikan pencerahan buat Donz…

  45. Adelay mau nanya.. klo dari Singapore ke KL beli tiket KA senandung malam dimana?
    Apakah bisa beli online dari indonesia…?

    • Hai Reynilda,
      Salam kenal. Bisa beli di Stasiun Tanjung Pagar di Singapura. Setahu saya bisanya dibeli di sana. Stasiun Tanjung Pagar, berbeda dengan stasiun Tanjung Pagar untuk MRT.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: