“… is Come to Putrajaya City”

Pernahkah anda  mendengar sebuah iklan yang mempunyai  slogan  “Come to where the flavour is, come to ********  Country”  ?  Banyak alasan untuk tidak menyebut produk rokok  ******** di halaman ini. Singkat cerita, tag line inilah yang menjadi inspirasi Adelays untuk menulis perjalanan singkatnya ketika bertandang masih di negeri jiran Malaysia. Secara lengkap, judul tulisan diatas adalah “Come to where the administrative capital city of Malaysia, is come to Putrajaya City” .

Lho, kok Putrajaya ? Bukankah  Kuala Lumpur ?  Silakan ikuti perjalanan Adelays berikut ini…

Agaknya tepat jika sebuah peribahasa yang menuturkan: “Gajah mati meninggalkan gading, harimau mati meninggalkan belang, manusia pergi meninggalkan nama”. Adalah Dr. M –bukan menunjuk Dokmar alias Doktor Martin sebuah produk (lagi-lagi produk) merek sepatu– , tapi sebuah julukan untuk seorang Inspirator yang sukses menegakkan sedikitnya dua buah monumen fenomenal ketika masa jayanya.

Doktor M -nama sapaan Dr. Mahathir Muhammad-,  adalah seorang tokoh utama yang sukses pada era  pemerintahannya  mendirikan Menara tertinggi di dunia pada saat itu. Tidak hanya itu, di era pemerintahannya juga ia juga sukses mewujudkan ambisinya mendirikan sebuah kota  pemerintahan yang terpisah dari kota yang selama ini dikenal sebagai ibu kota Malaysia. Saat ini, kota administratif pemerintahan berpusat di Putrajaya, terpisah dari kota bisnis Kuala Lumpur.

Petunjuk Arah di Putrajaya

Petunjuk Arah di Putrajaya

Kota dengan konsep terpisah antara kota pemerintahan dan kota bisnis ini tentu bukanlah satu-satunya di dunia. Amerika Serikat dengan budayanya yang sudah tergolong tua juga memisahkan kota pemerintahannya di Washington DC dari kota bisnisnya di NewYork city. Konon kabarnya, Indonesia juga pernah akan menerapkan konsep ini dengan mendudukkan kota administratif pemerintahannya di kota Jonggol. Namun karena suatu dan lain hal, belum jadi diwujudkan.

Kota yang menggantikan peran Kuala Lumpur pada Oktober 1995 ini, diambil dari nama seorang perdana mentri pertama Malaysia, yaitu Tuanku Abdul Rahman Putra. Saya mengunjungi kota yang terletak di Selangor, 25 km di Selatan Kuala Lumpur ini, dengan kereta api cepat “KLIA Transit” yang dalam bahasa Malaysia dikenal dengan Tren (Train), dari KL Central.  Pastikan membeli tiket tren KLIA ini dengan benar, karena terdapat dua jenis tren KLIA yaitu:

  1. “KLIA Express” tujuan langsung tanpa berhenti ke Airport KLIA (Kuala Lumpur International Airport).
  2. “KLIA Transit” juga tujuan Airport KLIA yang  berhenti di setiap stasiun.

Kita dapat memberi tiket kereta cepat ini dengan dua cara, yaitu one way atau return. Kebetulan saya membelinya dengan one way dengan pertimbangan agar tidak repot menyimpan tiketnya untuk pulang, alias meminimalisir kekhawatiran hilangnya tiket dalam perjalanan.  Hanya dengan RM 4.5 per orang, KLIA Transit memberikan  jasa pelayanan yang cepat dan comfortable dari Sentral KL menuju Putrajaya. Mau tau fares lengkapnya ? Boleh Klik disini.

Dari pemberhentian stasiun Tren KLIA, saya langsung terminal bis Putrajaya yang letaknya masih dalam satu koridor dengan pemberhentian stasiun ini. Tujuan selanjutnya adalah menuju pusat kota Putrajaya yang banyak dikunjungi oleh para pelancong yaitu Istana Perdana Putra, sebuah istana tempat Perdana Menteri Malaysia bekerja.

Bis Rapid KL yang saya tumpangi, langsung berjalan melewati beberapa gedung pemerintahan Kementrian Malaysia. Adapun beberapa tempat di Putrajaya yang menjadi POI atau point of interest antara lain adalah :

  1. Jembatan Putra
  2. Masjid Putra
  3. Putrajaya Ministry of Finance
  4. Perdana Putra
  5. Jembatan Seri Wawasan

Jembatan Seri Wawasan

Itulah beberapa obyek pariwisata POI diantara beberapa tempat yang punya daya tarik tersendiri, mengingat lahan yang luasnya 46km² tempat dibangunnya kawasan kota administratif ini tidak sempat  dikunjungi satu-persatu mengingat terbatasnya waktu.

Hmmmm…, kalo saja kota pemerintahan dan bisnis di Indonesia diterapkan terpisah seperti ini , bukan tidak mungkin setidaknya akan mengurangi kemacetan yang terjadi setiap hari di Jakarta. Hal positif lainnya adalah hiruk-pikuk politik dan ketatanegaraan dari aktifitas demonstrasi, tidak akan menggangu jalannya roda perekonomian di kota bisnis.

To KL Sentral

Kembali ke KL Sentral

Sehingga kalo itu diterapkan di negara kita, maka selamat tinggal slogan : “Come to where the capital city of Indonesia, is come to Jakarta City“.

Advertisements

66 Responses to ““… is Come to Putrajaya City””

  1. Setuju banget dengan “pembagian tugas” seperti itu…
    Hmm… cocoknya dimana ya ibukota Indonesia??:mrgreen:
    Foto jembatan Seri Wawasan itu keren banget, subhanallah… 🙂

  2. Hmm, sebenarnya banyak yang bisa kita pelajari atau kita contoh (yg baiknya) dari negara-negara di sekitar kita, hanya masalahnya kita mau atau tidak?
    Ngemeng-ngemeng kok sering banget sih De keliling ke negara tetangga? tugas rutin yah? :p

    • Hi Rita Susanti..
      Apa kabar dengan blognya.. udah beberapa lama ini belum update ya ?
      Update dunks… udah lama nih.. gak baca update-an Rita lagi..

  3. puas rasanya mata memandang melalui foto2 diatas, asik dan keren2 ya De.
    itu lho, lagi2 keretanya bersih dan nyaman banget,kapan ya ada yg kayak gitu disini *menghayal*
    salam.

  4. waaaahhhh…
    mas Ade jalan jalan melulu niiiihhh…
    postingan yang bikin sirik…hihihi….
    foto foto nyaaaa,,….kereeeen

  5. yaaah… jadi urutan kalima dech… 😦

  6. ntar komennya mo ngenek dulu nui…

    • Sunflo..
      ‘Ngenek’ ?? udah alih profesi kah ???? 😛

      • kalau liat sudut kota mereka kekna mupeng dech indon jadi kek gtu… apa karenan pinter2 si ade ajah ambil gambarnya agar OK gtu?? 😛
        di riyadh juga stasiun bisnya kek bandara ajah… ga kek di indon… 😦

      • Sunflo,
        Jelas mupeng banget lah. Apalagi Indonesia potensinya gede banget untuk dikembangin serapih dan moderen kaya itu.
        Yang pasti kalo mau bikin kota yang terintegrasi macem Putrajaya butuh komitmen yang tinggi.

  7. kpan y bisa jalan-2 kek gni 😛

  8. Impianku jalan-jalan enak kayak yang dilakukan Adelays. Smoga ntar tercapai.

  9. tempat yang sepertinya menyenangkan ….
    tampak bersih dan bikin betah….

    Salam Hangat Selalu

  10. emm..beda ban9eed yah ama diindonesia..
    kretanya bersih bersih uyy..
    jadinya nyaman 🙂

    jembatan seri wawasan kereeenn

  11. waduh Keretanya..enak banget, betah deh lama2 dalam kereta klo kek gitu 😀

  12. ranguman sebuah massa perjalana yg dirangkum oleh abangku membuat blue….heheh salah buat aku senang membacanya
    salam hangat selalu

  13. ade jalanjalan melulu asik pulaaa *ngiri*

  14. Saya pernah jalan-jalan ke sini sekitar 6 tahun lalu, saat ada seminar dua minggu di Malaysia. Lokasi seminarnya di daerah Bangi, Selangor….beberapa kilometer ke arah selatan Kuala Lumpur.

    Sempat berjalan-jalan ke Putrajaya, ini memang konsep kota yang merupakan wilayah pemerintahan, sehingga nantinya tak menyatu dengan daerah bisnis. Dulu, Indonesia ingin memindahkan gedung2 pemerintahan di Jonggol…namun tak jadi karena krisis tahun 98. Yang menarik adalah infrastruktur nya telah dipikirkan, termasuk transportasi umum yang memudahkan dari satu tempat ke tempat lain.

    • Mbak Ratna,
      Beberapa kali kesana, beberapakali juga saya ke Putrajaya, karena keindahan dan kemudahannya menuju kota mandiri administratif ibukota Malaysia.
      rasanya memang perlu kita Indonesia memisahkan kota bisnisnya dengan kota pemerintahan.
      Paling nggak mengurangi kemacetan DKI.

  15. Mampirr…

    haik..haik.. langit lagi.. waa… senangnya.. ^^

    terima kasih utk postingan ini..

    komen tentang tulisannya nanti dulu ya mas.. lagi buru2.. mohon maaf.. 😀

    tapi.. poto2 nya keren sangat.. Subhanalloh. sepertinya tidak ada yang sia2 yang Alloh ciptakan. pastinya.

  16. kapan ya saya bisa nyusul ke sana?

  17. Siti Fatimah Ahmad Reply March 12, 2010 at 7:40 pm

    Assalaamu’alaikum Adelays

    Putrajaya, Malaysia adalah sebuah Bandar Pintar Dalam Taman yang sangat bersih dan terjaga rapi pengurusannya oleh pihak berwajib Putrajaya. Sangat cantik dan mampu menarik ramai pelancung untuk menikmati keindahannya.

    Saya sangat tertarik dengan foto pertama yang memaparkan bangunan Perdana Putra. Tujahan lensa Adelays, mampu menangkap warna biru asli langit di waktu senja sehingga menyerlahkan pantulan warna birunya ke atas cermin-cermin kereta di Bundaran/Bulatan Masjid Putrajaya; cukup mengkagumkan saya. Sungguh indah dan mempesona.

    Apakah warna biru itu sudah diubahsuai melalui editing dari Photoshop ? Atau ia asli sebegitu. Apakah pantulan warna biru langit di kaca kereta itu disadari oleh adelays tika membidik lensa ke arah langit. Sungguh indah dan saya terpesona menatap foto itu.

    Sepertinya semua perjalanan lensa Adelays di ambil di waktu senja. Apakah Putrajaya ketika itu hujan? Seakan foto itu selepas hujan kerana warna alam selepas hujan sangat cantik sekali. Tahniah Adelays. Santapan mata di Putrajaya yang cukup mempesonakan. Namun kalau Adelays mengambil foto bangunan Perdana Putra dari arah hadapan lagi cantik susun kedudukannya.

    Salam mesra dari saya di Sarikei, Sarawak, MALAYSIA.

    • Waalaikumsalam Mbak Siti,
      Wah.. ada yang punya ibukota nih.., jadi ndak enak nih menulis tentang ibukota si ’empu’nya Malaysia.

      Saya hanya melakukan perubahan pada cropping dan perubahan setingkat saturation saja.
      Perjalanan saya memang sudah siang menjelang sore. Tidak cukup mengunjungi Putrajaya dalam waktu yang singkat sekali seperti ini.

      Hujan tidak tidak terjadi di Putrajaya ketika saya sampai, tetapi saat saya berada di train dan pada saat berada di bus.

      Akhirnya saya baru pulang jam delapan seperti gambar terakhir saya.
      Insya Allah jika suatu saat berkesempatan kesana lagi, saya akan ambil gambar Putrajaya dari angle yang berbeda.
      Wassalam,
      Adelay

  18. keren… dari foto-fotomu saja aku serasa udah pernah singgah di putrajaya . indonesia punya potensi besar untuk bisa seperti itu juga ya…

  19. wah.. enak ya sudah keliling2 mulu.. jepretan kamera mas adelays keren amat..klo sy perhatikan gambar2 yg diambil selalu sj bagus ditiap postingan blog ini.. keren.. semangat gan.. 😀

    klo putra jaya saya pernah lihat di TV, memang sungguh indah.. begitupun jg dengan mahatir muhammad. saya sering jumpai diberita klo lg nonton bahkan sering ke indonesia. gaya dalam memimpin bangsannya memang sangat khas. memiliki jiwa kepemimpinan yg tinggi dalam mengatur rakyatnya.

    btw kapan yah aq bisa jalan2 keliling asean..? haha.. moga terwujud.. 😀

    • Muhammad Zakariah,
      Terima kasih atas komentarnya, mudah2an suatu saat berkesempatan kesana dan menjadi saksi langsung atas
      keberadaan Putrajaya dan share ke kita2 atas kunjungannya.

  20. hmm..kapan ya Kota Pontianak bisa seperti itu? 😀

  21. mas, ibukotanya malaysia pindah ya?
    skrg udah gak di KL lg kah?
    hehehe…
    liat foto2nya seru euyy…
    mas adelay bnr2 bacpacker nih… 😀

  22. langit birunya itu asli ngak sih mas… cantik banget

  23. reportasenya lengkap bgt mas

  24. Konsep dan tata kotanya indah dan rapi ya, bisa terlihat dari foto-fotonya..
    Kapan negara kita bisa tertib seperti itu..

    Salam kenal 🙂

  25. no comment ya mas adelays…
    cuma berharap moga ada yg ngajak jalan2 kesana 😀
    oiya, foto jembatan seri wawasan nya keren deh.
    foto langit biru… awan putih.. juga bagus.

  26. Assalamualaikum,

    Sudah lama tidak login. Ada posting baru ya? congratz 🙂

    aku baru sekali ke Putrajaya.. yes, sangat indah dan modern.. but personally I find it too far to go there often hehe lebih suka ke KLCC dan Bukit Bintang hehehe

    tidak mampir ke Masjid India mas? disana u can capture colorful photos kerana disana lah “surga” fabrik berbagai warna, material dan fesyen hehe

    oh btw, just one small minor adjustment on the title if u dont mind 🙂 comma selepas is,

    ”Come to where the flavour is, come to ******** Country” ?

    “Come to where the administrative capital city of Malaysia is, come to Putrajaya City”

    • Waalaikumsalam Kembayau…,
      Ah.. akhirnya mampir juga, sudah lama nggak muncul.
      Rupanya sibuk ya ditempat barunya di BRISBANE.
      Masjid India ?? yang dimana ? Masjid Jamek, di little India maksudnya ???

      Semoga sukses ya dengan studinya di AUS.
      Thanks ya.. udah mampir…

  27. great shots!Indonesia harus punya kreatif sendirilah,jangan sampai meniru negeri lain.nice post.

  28. Assalamu’alaikum, Subahanallah, bersih sekali ya, seandainya Indonesia bisa seperti itu… (Dewi yana)

    • Waalaikumsalam Mbak Dewi..,
      Bersih banget.. tapi sayang.. pas pulang kembali ke KLCC dengan train yang sama, ada bau tidak sedap…
      ntah itu karena sesuatu yang lembab atau apa…
      Secara umum sih.., bersih…

  29. bagus banget……^_^

  30. pas di jembatan seri wawasan itu lagi sunset ya?

  31. so informatif! photo-photonya kereeeen… bisa dipinjem yaak klo novel “Cinta antara Malaysia Indonesia” jadi dipublish hehehe :D… again thanks for share!!

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: