Kereta Mapan

 

Stasiun Kota Baru, Malang

Stasiun Kota Baru, Malang

Lambung dalam perutku baru saja terlelap dalam damai, manakala aroma khas nasi goreng spesial serta-merta mengusik ketenangannya. Ia menggeliat saat petugas restorasi kereta api yang gerakannya sigap dan terlatih, kakinya kuat laksana karang dilautan, keseimbangannya kokoh tak lekang oleh goncangan, berlalu dari belakang punggungku.

Aroma itu menohok lambung tepat dijantung pertahanannya. Tanpa usah ditawaripun, hati ini gamang tidak karuan. Ia seperti soal yang menemukan kunci jawabannya. Tak butuh waktu lama, tak butuh banyak dana, Duapuluh ribu rupiah saja, lambung ini menemukan kemapanannya, semapan perbaikan fasilitas kereta Gajayana jurusan Malang – Jakarta.

Kemapanan dan fasilitas yang kurasakan, cukup signifikan jika dibandingkan perjalananku dengan Argobromo menuju Surabaya yang lalu. Gerbongnya bersih, modern mungkin karena masih baru.

Kapten keretanya ramah serta sumringah. Senyuman terkembang sepanjang pandangan. Disalaminya seluruh penumpang bagai mempelai menyalami para undangan. Baru kali ini diriku mendapati pelayanan semacam ini. Sang kapten kereta mengenakan jas dan berdasi serta bertopi menjabat tanganku, menanyakan kabarku dan berharap aku dalam keadaan baik2 saja.

Harus diakui bahwa kereta ini telah mengalami perbaikan yang positif jika dibandingkan saat aku menaikinya lima tahun silam. Lihatlah layar datar penyampai pesan melalui KATV yang informatif, gambarnya tajam sampai baris belakang. Lampu baca yang berfungsi baik, membuatku betah membaca baris demi baris novel anyar “Bumi Cinta” karya Kang Abik aka. Habiburrahman Elshirazy. Tempat meletakkan barang diatas diberi penutup agar tak mencederai kepala.
Fasilitasnya serupa pesawat komersial udara.

Kawan, tahukah engkau bahwa sebelum perbaikan ini, setahun yang lewat seorang penumpang kereta Gajayana jurusan yang sama cedera lantaran barang yang jatuh.

Sebuah benda nyaris bulat berwarna hijau terjun bebas kearah penumpang dan menghunjam tepat diatas kepala. Darah segar mengalir bercucuran tak terhentikan.

Seorang ibu tua yang pantas disapa nenek gemetar, karena ia teringat cucunyalah yang meletakkan tabung gas kosong 3 kg yang hendak dibawanya ke Jakarta diatas, sebelum sang cucu sempat melambaikan tangannya untuk perpisahan karena kedatangannya mepet dengan kereta hendak berangkat.

Berkali-kali tangan gemetarnya itu meminta maaf pada laki-laki tua yang tak pernah menyangka dirinya tertimpa musibah saat sedang duduk dalam gerbong kereta api eksekutif semacam itu.

Seisi gerbong gusar atas peristiwa itu, tak seorangpun melewatkan detik-detik menegangkan karena ancaman kehabisan darah, kepanikan mulai menyergap. Darah itu mengalir deras membasahi leher. Atas saran dan pemberian seorang penumpang lain, laki-laki tua itu akhirnya mengikuti saran agar luka itu diobati dengan cairan minyak tawon yang dibawanya.

Orang itu selalu membawa sebotol kecil minyak tawon atas pengalamannya terdahulu saat jarinya yang nyaris putus dan bedarah terselamatkan dari pendarahan hebat karena cairan itu. Aneh bin ajaib, hebat bukan main, luka yang menganga itu dengan cepat menutup setiap milimeter luka dengan cepatnya.

Pendarahan hebat yang dikhawatirkan seluruh penumpang mampu menjadi peralatan pertolongan pertama pada kecelakaan yang amat mutahir dari sebuah cairan bertajuk minyak bergambar sekor tawon.

Kereta itu berhenti di kota Blitar, sebuah kota terdekat untuk mengobati luka yang ndilalah mulai menghentikan darahnya karena efek minyak tawon yang mulai bekerja dengan efektif menutup luka. Dokter jaga di stasiun Blitar heran seheran-herannya atas sedikitnya dua perkara.

Heran nomor satu, karena baru kali ini ia mendapati sebuah luka dapat dengan cepat menutup luka karena minyak tawon. Mungkin belum pernah ia baca dalam kitab kedokteran manapun cairan itu sangat adidaya menyembuhkan luka dengan sigapnya.

Heran nomor dua, saat ia mendapati kasus seorang terluka, karena tertimpa tabung gas dalam kereta. Tabung gas yang kondang dengan berbagai cerita peledakannya karena bocor, kali ini membawa berita yang sama sekali berbeda tetapi tetap berita duka cita, terjun bebas menghantam kepala.

Tak sampai sepuluh menit seorang korban mendapatkan penyembuhannya. Luka yang baru saja mengkhawatirkan kini telah ditutupi kapas dan kasa. Tak perlu jahitan untuk menutupi lukanya.

Laki-laki tua itu adalah ayahku. Kudapati cerita ini saat mendampinginya berobat saat pengecekan tengkorak kepalanya di rumah sakit sesampainya di Jakarta. Ia menghadapi musibah ini dengan tenangnya. Dimaafkannya nenek tua itu, karena juga bukan salahnya. Allah kemudian mempertemukannya dengan seorang lain yang memberikan petunjuk pengobatannya. Lukanya telah menemukan penawarnya.

 

Didalam Kereta Gajayana Baru, Diambil dengan Kamera BB Onyx

Didalam Kereta Gajayana gerbong baru, diambil dengan Kamera BB Onyx

Kapten kereta yang bersimpati atas kejadian ini memang memutuskan untuk berhenti dan tidak melanjutkan perjalanannya sebelum mendapatkan kepastian atas kesehatan penumpangnya. Sebuah tindakan mulia yang sangat dewasa dalam perjalanan sejarah perjalanan kereta Gajayana. Suatu tindakan yang memenuhi apresiasi bagi kebaikan dan kepedulian akan kesehatan terhadap segala sesuatu yang terjadi pada awak dan penumpangnya yang membutuhkan pertolongan dan penanganan kesehatan yang tinggi.

Kereta ini, beberapa tahun kemudian dikenang oleh aku -anak ayahku seorang yang terkena musibah itu-,  sebagai kereta yang tidak saja matang dan baik karena pelayanannya, karena fasilitasnya, melainkan juga matang tindakan dan perhatiannya akan keselamatan dan kesehatan penumpangnya.

Satu hal lagi, bahwa bagaimana sebuah ‘minyak tawon‘ yang selama ini belum mendapat perhatian akan fungsi utamanya di kotak  Pertolongan Pertama Pada Kecelakaan (P3K) bagiku , secara positif hari ini menjadi penting dan mengisi ruang kotak P3K sebagai bagian dari tindakan antisiptif Pertolongan Pertama  Pada Kecelakaan.

Tulisan ini saya ikutkan dalam kontes  “Aku Ingin Sehat ” di blog Kakaakin. Semoga pengalaman saya share diblog ini mendapatkan manfaat bagi pembaca sekalian.

Advertisements

52 Responses to “Kereta Mapan”

  1. Anna Althafunnisa Reply July 25, 2010 at 6:10 pm

    Salam.

    Setiap kali mampir ke mari Anna rasa amat beruntung kerana selalu menjadi yang pertama walau tidak pernah merencanakannya. Ia seperti terpanggil pula. Allohu Akebar.

    Sungguh Anna tersentuh membaca kisah ayah Mas Adelays yang terkena musibah. Mulianya hati beliau kerana memaafkan ibu tua yang tentunya tidak menduga akan berlakunya musibah tersebut. Mudahan Allah memberi kesehatan dan barokah kepada ayah Mas Adelays. Mas juga.

    Semoga musibah demikian tidak akan terjadi lagi dalam kereta itu dan tiada korban yang lainnya.

    Wassalaam.
    Anna Altahfunissa.
    (Tulisan Kang Abik selalu menjadi kerinduanku)

  2. Berbagai kebiasaan berkembang di masyarakat dalam hal pertolongan pertama pada luka. Alhamdulillah ternyata minyak tawon itu juga ampuh ya 😀

  3. Wah, baca kang abik juga ya…
    Alku udah selesai baca buku itu 😀

  4. Minyak tawon…saya baru tau begitu hebatnya khasiat minyak itu dari cerita ini 🙂
    Sebelumnya saya hanya menyediakan minyak tawon di rumah karena cerita orang yang membisikkan khasiat luar biasa dari minyak itu. Bisa mengobati memar, sekaligus luka. Mujarab juga buat bengkak atau infeksi. Terkilir jangan ditanya. Begitu juga dengan sakit gigi…
    Tapi kalau sampai menutup sebuah luka yang diakibatkan jatuhnya tabung elpiji…waaaah, ternyata minyak tawon itu benar-benar luar biasa!
    Ehm, belum pernah naik kereta Gajayana, bolak balik ke Surabaya selalu naik Turangga atau Argo Bromo…
    🙂

    • Betul mbak. Khasiatnya luar biasa dalam menutup luka. Ini saya ambil dari kisah ayah saya sendiri.
      Waktu mendengarnya saja saya sudah hampir nangis. Alhamdulillah Allah telah memberikan karomah nya untuk nya.

  5. seharusnya saya commentator kedua, saya berusaha nulis tadi malem tepat jam 00.10 baru nyampe Jakarta, but it didn’t work with my phone 😦 … anyway, Saya salut dengan pelayanan dan perhatian all crew Kereta Api Gajayana, disaat hampir kita tidak bisa lagi mendapatkan perhatian yang manusiawi dari seluruh layanan public di negeri tercinta ini… Alhamdulillah Ayah mas Adelay bisa selamat dan cepat pulih.. keep spirit to write a great story. I’ll waiting the nice ones… happy working mas Adelay!!!

    • Tidak apa teh Noui, kalau kali ini tidak berhasil untuk menjadi yang ke dua. Mudah2an, esok dapat menjadi yang pertama.
      Terima kasih atas dukungannya untuk adelays

  6. tulisan yang menyentuh,..keren mas
    minyak tawon…gak nyangka khasiatnya sehebat itu,selama ini aku paling gak suka mencium aromanya.bawaan pengen muntah 🙂 *mulai mencoba membiasakan diri dengan aromanya*
    salam

    • Setidaknya adelays bisa berbagi untuk wiwin9. Siapa tahu suatu saat ada kejadian yang membutuhkan penanganan serius seperti itu.
      Salam kembali untuk wiwin9.

  7. Saya baru tau minyak tawon bisa menghentikan pendarahan. 🙂

  8. Gajayana itu kereta bisnis atau ekonomi sih Mas? Kok ada ya yang sampe bawa-bawa tabung gas segala.

    Kalo kereta Argo saya malah belom pernah ngerasain, hehe..

    Keren nih cara bertuturnya, di akhir baru ketauan kalo si korban adalah ayah sendiri.

    Sekarang udah sembuh bener kan Mas ayahnya?

    • Hi.. Isnuansa..
      Alhamdulilah Ayah sudah sehat dan baik baik saja.
      Lama tak bersua mengunjungi Adelays. Terima kasih atas komentarnya.
      Yang bawa tabung gas emang bertujuan dibawa ke Jakarta, mungkin karena dititipin sama sanak saudaranya.
      Kereta Gajayana termasuk kelas kereta Eksekutif. Mestinya sih tabung gas boleh aja dibawa, tapi taronya ya dibawah laaah… iya kan.. 🙂

  9. dalam kereta ko’ ada tabung gas… jauh banget donk belanjanya…

  10. baca tulisanya ko’ ada nasi goreng segala.. jadi pengendddddddddd

  11. jadi teringat lagu kereta senja… enak banget tuch

  12. Wah, ayah mas ade benar2 org yg pemaaf ya…
    Saia gak ngebayangin kalo saia yg mglminya…hehehe

  13. Mas Adel@ys … pelayanan KA Gajayana Malang – Jakarta … fasilitasnya bak pesawat komersial udara? … syukurlah, mudah2an tidak ‘anget2 taik ayam … 😛
    btw sy seringnya ‘terbang ke p.sumatra … jadi jarang tahu pasang surut KA (termasuk KA Jabotabek tapi
    kalo busway tahu… hehehe …) 😛

  14. sekarang ayah sudah sembuh khan ,De’ ?
    ttg minyak tawon ini, bunda juga punya pengalaman,dulu ibu hampir putus jarinya terkena pisau, langsung dicelupkan di minyak tawon, llu dibebat.alhamdulillah, ketika sampai di tempat dokter, tak perlu lagi dijahit krn luka nya sudah merekat kembali dgn baik, jadi hanya disuntik saja utk menghindari infeksi. memang minyak tawon ini sangat hebat khasiatnya.

    rupanya ada dua macam jenisnya, terlihat dr perbedan warna tutupnya, yg biasa utk mengobati luka, tutupnya berwarna merah, dan yg bisa diminum , tutupnya berwarna putih.
    salam

    nb: maaf kalau komen bunda kepanjangan 🙂

    • Halo Bunda, nggak apa koq komentnya kepanjangan.. aku malah senang.
      Wah.. jangan-jangan dulu mbak yang menyelamatkan dan memberi minyak tawon ke Ayahku. Soalnya ceritanya kebetulan sama .

      Dan terima kasih atas tambahan informasinya tentang khasiat minyak tawon yang lebih detil.
      Semoga bisa bermanfaat juga buat pembaca lainnya.

  15. kereta2 yang sudah tidak layak seharusnya diremajakan ya… 🙂

  16. “Nice artikel, inspiring ditunggu artikel – artikel selanjutnya, sukses selalu, Tuhan memberkati anda, Trim’s :)”

    • Hi.. Yohan.. Tararengkyu…

      • kereta api dengan pelayanan baik pasti dikangenin epnumpangnya untuk singgah lagi menikmati perjalanan bersamamnya. Saya jadi tahu khasiat minyak tawon ternyata bisa buat mengehntikan pendarahan juga mas adelays, saya seperti diingatkan untuk membawa obat atau p3k kalo bepergian

  17. holllaaa adelay…
    kangen juga baca2 cerita dikau…

    hm… ayahmu yang kena musibah itu ya? waw… salut dengan ketenangannya…
    btw, masinis yang dikau jumpai sekarang apakah sama dengan masinis yang waktu itu resign?

    kangen blogwalking euy.. tapi blom sempet2 :((

    • Khusus dikau aq reply langsung. Masinisnya aku ngga memperhatikan. Tapi kapten yang aku keretanya tumpangi bener bener perhatian dan beberapa kali dari malang ke jakarta orangnya sama.

      Kamu sibuk banget ya quinnnn. Sekarang alhamdulillah bapakku sudah sehat walafiat.

  18. 🙂

    Jadi ingin menikmati KA Gajahyana kalau punya cukup waktu.

    Hm, btw pengalaman dengan KA selalu inspiratif 😀

  19. ajaklah blue naik kereta api,mas.heheh
    beneran
    salam hangat dari blue

  20. Assalamualaikumwrwb…

    Apa kabar Adelay?, lama tak berkunjung ke sini :)…
    Semoga ayahmu sudah membaik yah…Subhanallah keren sekali minyak tawon itu yah…btw itu bisa dibeli di apotek yah? aku jadi ingin prepare nih, siapa tahu suatu saat dibutuhkan…

    Terima kasih sharingnya De..

  21. adelays juga sibuk pisan yak?

    sekalian mo kasi undangan. kalau ada waktu luang, sok atuh daftar & ditunggu kedatangannya…

    http://bloggerbekasi.com/2010/07/28/undangan-kopdar-dari-kemenlu-dan-be-blog.html/

  22. keren… setiap peristiwa pasti menyimpan berjuta-juta hikmah buat kita renungi dan dibagikan

  23. halooo salam blogger Indonesia ^^
    apa kabar kawan?
    yuukk, mampir ke blog pelangii, jangan lupa tinggalkan jejak dan komentar ya untuk tulisan pelangi yang satu ini…

    http://pelangiituaku.wordpress.com/2010/08/24/welcome-to-the-next-city-2010-%E2%80%9Cjelajah-kota-depok-2010%E2%80%9D/

    karena ini sedang diikutkan lomba, doakan semoga menang yaaa ^^
    terima kasihh^^

    salam,
    pelangiituaku

  24. Ah, kereta eksekutif memang tiada duanya. 😳

    Tapi tetep aja, biasanya ada satu gerbong yang pintunya rusak, kalo kereta belok, pintunya ngebuka sendiri. Suara ribut dari luar masuk. Ga nyaman dah… >.<'

  25. Duh, ceritanya kok serem banget ya? Syukurlah semuanya baik-baik saja. Dan kereta yg baru nampaknya telah dilengkapi dgn tutup bagasi.

    Semoga menang.

  26. Sori begete ya… *mpok minah mode: on*
    Persyaratannya adalah tulisan baru…
    Hidup Minyak tawon!! 😀

  27. kalau saya sih pernahnya naik matarmaja.. maklum, waktu itu anak kos, cari yang paling murah,

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: