In Memoriam Anas Lutfi

 

Almarhum Anas Lutfi Semasa Hidupnya a
Almarhum Anas Lutfi Semasa Hidupnya. Foto ini diambil dari Blackberry Contact terakhir yang terpampang distatusnya.

Berita duka itu belum genap satu hari satu malam saya terima melalui sms dari seorang rekan yang sudah lama tidak lama bersua, setelah meninggalnya seorang artis, pemain sinetron, pemain film anggota DPR dari Partai Demokrat dan seorang manajer Tim Nas U-23 yang sedang dipersiapkan menuju Sea Games 2011, Adjie Massaid.

Seorang teman yang pernah senasib seperjuangan ketika masuk perusahaan yang sama beberapa tahun lalu, melalui sms seorang kawan saya baca tidak mudah kupercaya… Pesan pendek dengan tag waktu belum sampai satu jam sejak berita duka itu disampaikan, menunjukkan waktu 23:08 pada 5 Pebruari 2010, sekali lagi tidak kupercaya.

Innalillahi wa inna ilaihi rojiun..telah berpulang ke rahmatullah rekan kita M.Anas Lutfi pd hr Sabtu jam 22.10 di rs global

Tanpa menunda lebih lama lagi, Blackberry yang masih aktif dimalam panjang dan berisi candaan rekan-rekan dari beberapa ruang group member tidak lagi kuhiraukan untuk mendapatkan konfirmasi kebenaran berita duka yang mengejutkan itu. Tidak mudah menghubungi pengirim pesan dari Agus Kumis -begitulah aku menuliskannya dalam contact detail di pesawat telepon- , karena saat saya hubungi hp nya tidak aktif.

Barulah pada percobaan menelepon kedua,  ia yang sedang berada di Rumah Sakit untuk melayat alhmarhum memberikan konfirmasinya. Benar, rekan kita yang pernah berada dalam satu grup bersama itu telah tiada karena serangan jantung. Serupa dengan heart attack Adjie Massaid, yang dipanggil sang pencipta setelah berolahraga sepakbola di malam hari, Almarhum Anas Lutfi dikabarkan menghadap ilahi setelah berolahraga tenis dan kondisinya drop sejak Kamis.

Belum lama kami bertemu di lobby kantor, saat ia melempar senyum sumringah kepada beberapa orang rekan dan diriku, sesaat setelah pulang dari negeri tirai bambu, China. Kenangan bersama orang yang beberapa tahun pernah berada disamping tempat kerjaku serta merta mengisi ingatanku. Teringat akan kiprahnya, juga karakternya yang tidak kenal menyerah dalam menjalankan tugas yang berat sekalipun.

Kecerdasan seorang ‘tukang insinyur’ lulusan Teknik Elektro Universitas Gajah Mada (UGM) Jogjakarta, yang kala itu merangkap berkuliah di Institut Agama Islam Negeri Sunan Kalijaga dan menyelesaikan studi S2 nya di Universitas Indonesia itu dikenal sangat baik. Ia cerdas dan memiliki talenta yang kuat dalam banyak hal. Ia pun pandai dalam bergaul.

Beberapa tahun ini kami memang sudah tidak berada dalam divisi yang sama lagi, semenjak ia memutuskan untuk menggeluti profesi yang lebih ke bidang bisnis, sementara aku lebih menekuni IT dan Finance beberapa waktu kemudian. Kiprahnya setelah keluar dari IT dimulai sejak menjadi RM di Banjarmasin Kalimantan Selatan, kemudian pindah ke Jakarta Kota dan masuk kembali ke pusat di Korporasi.

Lebih jauh lagi ingatanku kepadanya, melayang kepada beberapa tahun sebelumnya. Walaupun berbeda umur yang cukup jauh dengan almarhum -ia lebih tua-, kami berada satu angkatan ketika masuk mendaftarkan diri di perusahaan sesaat setelah membaca pengumuman rekrutmen dari sebuah surat kabar nasional. Dialah yang pertama kali mengirimkan sms manakala proses penerimaannya sudah diapprove oleh LM FEUI.

Memang, sudah menjadi Rahasia Allah SWT. atas lahir, jodoh dan mati. Kita tidak pernah mengetahui siapa yang dipilihNya untuk lahir dan mati, serta siapa yang menjadi pendamping hidup kita manakala kita menghiasi dunia setelah ruh ditiupkan dari lahulmahfudz kedalam janin ibu yang mengandung seorang anak manusia.

Rencananya jenazah almarhum akan disemayamkan dirumah duka Kompleks Depkes II Jatibening Rt. 005/06 Bekasi  dan akan dimakamkan di Godean Yogyakarta.

Selamat jalan sahabatku, Anas Lutfi, semoga arwahmu diterima ditempat yang baik disisi Allah SWT, diampunkan segala dosa dan kesalahan-kesalahanmu. Bagi keluarga yang ditinggalkan semoga diberikan kekuatan dan ketabahan dalam menjalankan cobaan dari Allah SWT.  Kami sahabat, dan rekan-rekanmu mengikhlaskan kepergianmu, memaafkan segala kesalahanmu. Pergilah menghadap kepada Sang penciptamu Yang Maha Agung, Yang Maha Suci, dengan segala bekal kebaikan, amal ibadah yang kau lakukan di Bumi Allah SWT.

“Allahummaghfirlahuu Warhamhu Wa’afihii Wa’fuanhuu..”

“Ya Allah, ampunilah dia, berilah rahmat, sejahtera dan maafkanlah dia”

Amiin ya robbal Alamin..

Advertisements

39 Responses to “In Memoriam Anas Lutfi”

  1. turut berduka……..

  2. Anna Althafunnisaa Reply February 6, 2011 at 11:41 am

    Innalillahi wa inna ilaihi raaji’un.
    Semoga roh beliau mendapat kemuliaan di sisi Yang Berhak atas dirinya. Berdoalah agar segala kebaikan yang pernah dilakukan beliau, senantiasa mengalir sebagai “buah tangan” di hadapan Penerimanya.

    Terima kasih mas Adelays, untuk sebuah persahabatan yang tentunya “In memoriam Anas Lutfi” tidak mudah dilupakan begitu sahaja setelah pernah bersama menghuni bumi kerja yang sama. Saya mengkagumi mas untuk penghargaan sebuah persahabatan ini. 😀

    Wassalaam.
    Anna Althafunnisaa
    negeri di bawah pelangi

  3. Sepertinya baru aja ketemu……..turut berduka, semoga amal ibadah beliau diterima dan diampuni dosa-dosanya, utk keluarga yg ditinggalkan diberi ketabahan.

  4. Innalillahi wa inna ilaihiroji’un…
    Sepertinya kini semakin muda saja usia orang2 yang terkena serangan jantung ya…
    Semoga almarhum mendapat tempat terbaik di sisi Allah Ta’ala…

    • Begitulah bahaya penyakit jantung.
      Mungkin Kakaakin sebagai orang yang berkutat dalam dunia kesehatan memahami betul bagaimana penyakit itu menyerang dan bagaimana tips-tipsnya untuk dihindari.

      Hal Ini dapat dijadikan pelajaran bahwa manusia itu begitu Rapuh kecilnya dihadapan sang pencipta yang senantiasa bisa mengambilnya disaat sudah takdirnya.

  5. innalillahi. turut berduka cita. semoga amal ibadahnya diterima disisi Allah SWT & keluarga yang ditinggalkan diberi ketabahan. Amin.
    oww… bekasi ya rumahnya… yayaya.. saya tau daerah itu.

  6. Duka yang mendalam saat sahabat meninggalkan kita untuk selamanya, semoga keluarga dan kerabat almarhum yang ditinggalkan diberikan ketabahan dan kekuatan untuk tetap menjalankan kehidupan ini, dan almarhum mendapatkan tempat yang terbaik di sisi Allah SWT..

  7. inna lillahi wa inna ilaihi rojiun
    turut berduka untuk alm Anas

  8. innalillahi wainna ilaihi rajiuun…smg Alm mendapat tempat yang layak disisi Allah Swt amien..

  9. turut berduka cita dan semoga diterima di sisiNya dan diampuni segala dosanya

  10. Innalillahiwainnailaihi rodjiun… semua kehendak ALLAH SWT….

  11. semua manusia akan kembali pada-NYA…semoga mendapat tempat yg layak di sisi-NYA amin 🙂

  12. Innalillahi wa inna ilaihi rojiun..
    Selamat jalan Anas….
    Jadi terkenang juga … kami sempat bertemu saat test masuk penerimaan pegawai.
    Alm. duduk di samping meja saya.
    sempat berkenalan…
    setelah itu tak ada kabar.. sampai kami (satu angkatanpenerimaan) berangkat ke Bandung… untuk menjalani pelatihan kedisiplinan ala militer.
    banyak kesan disana.. 🙂
    Anas.. maafkan jika ada ucapan dansikap ku yang ga berkenan … dulu kami sering ‘berantem’.. apapun bisa menjadi perdebatan.
    hingga alm pindah ke banjarmasin .. kami nggak pernah lagi ada komunikasi sampai kami bertemu di satu pelatihan di LPN… kira kira pertengahan thn 2007.
    setelah itu kami jarang bertemu..
    sesekali bertemu berpapasan dan hanya saling senyum…
    Selamat jalan Anas,…
    Semoga Allah mengampuni dosa-dosamu.. dan menerima segala amal ibadah mu…
    dan semoga kamu memaafkan segaka ucap dan sikapku yang tidak berkenan …
    selamat jalan…

    • Ie… membaca commentmu yang panjang ini, membuat ingatan ini melayang sekian tahun lalu saat penerimaan pegawai dan pelatihan kesamaptaan di Bandung.

      Saat yang benar2 lekat menjadi ingatan siapa saja bagi yang menjalaninya, tidak terkecuali kita2. Semuanya dijalankan dengan apa adanya dan ikhlas, walaupun saat itu hari-hari dilalui terasa begitu lambat dan berat untuk kita.

      Detik-demi detik waktu berjalan, menunjukkan pada kita bahwa waktu itu begitu cepat berlalu di dunia yang sementara ini. Kepergiannya menunjukkan betapa hidup di dunia ini hanya sementara.

      Kemarin masih bersatu dan bersama, sekarang sudah satu persatu pergi menghadap kepada Nya. Semoga kita semua dapat menghadap kepada Nya dalam keadaan khusnul khatimah pada saatnya nanti.

      Aminn.

  13. malam blue datang menitip doa tuk sahabatnya y bang
    ikut berduka y bang
    salam hangat dari blue

  14. Allahummaghfirlahu warhamhu wa’afihi wa’fuanhu. Amin

  15. Salam,
    Thank you atas doa2nya (Allohumma amin yaa mujiibassaailiin…). Thank you juga atas kenangan indah persahabatan dengan alm. mas Anas. Mewakili kel. yg ditinggalkan, mohon dima’afkan segala khilaf alm semasa hidupnya.
    Smoga tdk terputus silaturahim meskipun beliau sudah lebih dulu pergi…
    Wassalam,
    Anis

    • Terima kasih Anis atas komentarnya. Saya pernah mampir kerumah Anas waktu masih baru dulu, dan beberapa kali mendengar kalau Tyas pernah saling berkunjung kerumah untuk bertemu Ibuku.

      Harapanku semoga tetap terjalin silaturahmi walaupun ybs. sudah tiada. Salam kenal dari Adelay, sahabat Anas yang duduk bersebelahan dengan saya selama beberapa tahun ditempat kami bekerja.

  16. Ikut berduka cita atas berpulangnya almarhum, semoga diampuni segala kekhilafannya serta diberi tempat terbaik disisi-Nya.
    Amin.
    Untuk keluarga yang ditinggalkan, mudah-mudahan diberi keikhlasan dan ketabahan untuk menerima semua ini…

  17. Inna lillahi Wa Inna ilaihi Roji’un…. Turut berduka cita Mas atas kepergian seorang temannya…

  18. Posting yg bagus, mas ade. Kematian dpt terjadi kapanpun krn kematian adl suatu hal yg misteri, tapi pasti. Hidup cuma satu kali, jadi teringat lagu You Only Live Once-nya The Strokes. 🙂

  19. Innalillahi wa inna ilaihiroji’un.
    Walau terlambat, saya ikut dukacita. Rahasia Ilahi siapa yang tahu? Marilah kita berbuat yangb terbaik buat menyongsong hari “esok.”

  20. Innalillahi wa inna ilaihiroji’un.
    turut berduka meskipun terlambat,
    salam kenal

  21. turut berduka cita atas meninggalnya rekan mas adelays, anas luthfi…

  22. halo Bung Adelay maaf baru bisa berkunjung lagi, kelihatan jelas sekali akan kuatnya tulisan ini karena tentunya Bung selalu menulis berawal dari hati, turut berduka cita sedalam dalamnya..

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: