GUANO…!!!

The Adventure of Tintin

The Adventure of Tintin

Saya teringat kisah lucu Thomson dan Thompson, dalam buku kartun komik seri The Adventure of Tintin karya Herge. Thomson dan Thompson adalah detektif kembar yang narsis dan terkadang sok tahu yang sering kali muncul dalam petualangan Tintin, seorang wartawan yang selalu ditemani anjingnya Snowy.

Membedakan mana Thomson dan Thompson cukup mudah dari lekukan kumisnya, Thomson memiliki lekukan kumis keluar, sementara Thompson kedalam.

Tintin and Friends

Tintin and Friends

There's a free sample
There’s a free sample … Very amusing …

Saat itu, Thomson dan Thompson sedang berada di dermaga kapal, dan salah satu dari mereka melihat seonggok karung dengan tulisan “Guano”.  Mereka saling berhadapan bingung dengan arti tulisan tersebut, sampai suatu saat  burung yang sedang melayang-layang diudara mendaratkan kotorannya pas mengenai kepala salah satu diantara sikembar Thomson dan Thompson. Itulah Guano yang sesungguhnya.

Thompson's Guano

Thompson's Guano

Kejadian serupa yang saya anggap lucu dari ‘kacamata’ kartun anak-anak dan remaja itu terjadi saat saya dan seorang rekan yang biasa kami panggil dengan sebutan Mas Boy, sedang berada di pelataran / taman umum di daerah Nathan Road, Kowloon, Hong Kong. Kami berada disana, tujuan utamanya adalah untuk melakukan Sholat Jum’at di salah satu masjid terbesar di Hong Kong.

Nathan Road

Nathan Road

Hong Kong memiliki 5 Masjid yang tersebar di beberapa tempat. Masjid Kowloon adalah salah satunya. Masjid ini terdiri dari tiga lantai, yang kalau sholat Jum’at berlangsung, tiga lantainya itu penuh semua tidak terkecuali. Masjid ini banyak sekali didatangi oleh orang-orang keturunan India utara dan selatan, juga banyak pula yang datang dari Pakistan dan Middle East.

Kondisi Hari Minggu

Kondisi Hari Minggu

Minggu

Kalau hari Minggu, tempat ini juga banyak didatangi kaum Hawa, pekerja-pekerja dari Indonesia yang berprofesi sebagai Domestic Helper. Mereka berkumpul di dalam masjid untuk melakukan tausiyah, ada juga yang berkumpul di pelataran dan taman umum yang letaknya berada tepat disamping kanan Masjid Kowloon ini berdiri. Hari Minggu merupakan hari libur bagi para pekerja pembantu rumah tangga. Pemerintah Hong Kong memberikan satu hari libur setiap hari minggu untuk mereka beristirahat, walaupun profesi mereka pekerja rumah tangga.

Mereka membentuk kelompok-kelompok kecil mulai sharing, sampai dengan mengadakan pengajian dengan didampingi oleh mentor / ustadz yang membimbing mereka. Karena taman ini teletak didekat masjid, maka pendatang yang berkumpul di area itu tidak hanya dari Indonesia saja, ada juga dari Malaysia, Filipina dan lain lain yang beragama Islam. Kebanyakan dari mereka berpakaian muslimah dengan jilbab dan ghamis, pemandangan yang jauh berbeda kalau kita mendatangi Causeway Bay, yang sangat heterogen.

,

.

Jum’at

Jum’at pagi yang cerah ini tentu saja bukanlah hari minggu yang cukup crowded itu. Jum’at justru berlawanan, karena yang datang ke masjid ini mayoritas laki laki. Saya dan Mas Boy sengaja datang ketempat ini untuk merasakan nuansa Jum’atan yang berbeda dari lainnya, merasakan sebanyak mungkin tempat Jum’atan ditempat yang selalu lain dari minggu-minggu sebelumnya saat kami berada di Hong Kong.

Lokasinya yang sedikit lebih jauh jika dibandingkan dengan Musholla AlFalah di Keswick Street tempat Konsulat Jendral RI berdiri, menyebabkan kami harus berangkat, sedikit lebih awal.  Tentu saja Mass Transportation Railway (MTR) menjadi andalan kami. Menuju lokasi ini, berbeda line MTR dengan lokasi Wan Chai tempat kami berangkat.

mtr-map

mtr-map

Tampak Samping Masjid Kowloon

Tampak Samping Masjid Kowloon

Taman di Samping Masjid

Taman di Samping Masjid (Kowloon Park)

Melalui satu kali interchange dari jalur MTR biru, kami transit di stasiun “Central” di Line Merah, untuk kemudian exit di pintu A1 stasiun Tsim Tsa Tsui (baca: Chim Sa Choi). Sebenarnya, kalau lihat di Maps MTR, bisa saja kami pindah di Admiralty yang lebih dekat, tapi entah mengapa pilihan kami jatuh pada Stasiun Central untuk menuju Tsim Tsa Tsui.

Berbeda dengan Wan Chai yang berada di Hong Kong Island, Tsim Tsa Tsui berada di Main Land, kami terhubung antar jalur stasiun bawah tanah. Tidak saja dibawah tanah, tetapi kami juga menyebrangi lautan di dasar laut.

Kalau Stasiun Central memilki kedalaman basement sampai 5 (lima) tingkat kebawah tanah,  Tsim Tsa Tsui (TST) adalah salah satu daerah yang cukup sibuk dan ramai, pintu exitnya cukup banyak. “Gurita” kaki MTR exit TST menyebar dari A – H , which is 8 pintu exit, bisa saja berbeda jauh kalau kita keluar pada pintu yang salah.

Ternyata waktu yang kami sediakan untuk mencapai Nathan Road, tempat bedirinya Masjid Kowloon, lebih dari cukup. Masih tersisa waktu luang untuk menikmati suasana sekitar Nathan Road. Sebuah tempat disamping kanan Bangunan Masjid Kowloon yang cukup lapang menjadi eksplorasi kami. Ada tangga lagi yang harus kita naiki untuk kemudian kami bisa melihat sebuah taman yang dipenuhi burung-burung merpati yang jinak dan bersahabat. Tidak terlalu ramai, hanya ada beberapa orang disana.

Merpati

Merpati di Taman Samping Masjid Kowloon

Taman yang Asri

Burung-burung itu menempati area taman yang ditumbuhi rumput yang subur dan pohon-pohon tempat mereka bertengger mengisi ranting-ranting yang kuat. Bersama dengan seorang wanita dari Lithuania yang mengambil gambar, saya berbicara dan kemudian saling membantu mengambilkan gambar dari kamera digitalnya. Tak lama,  ia pun berlalu.

Mas Boy yang menggunakan batik sutera lengan panjang yang rapih dan mengkilap datang menyusul saya yang berpakaian smart casual berlengan pendek,  bersama dengan dua orang wanita asal Indonesia dan Filipina yang keduanya sedang asik dan mahir berbicara Tagalok, bahasa asli ‘Pinoy’ sebutan untuk orang-orang Filipina. Mas Boy menghampiri lokasi saya berdiri dimana panas matahari agak terhalang oleh rindangnya pohon tempat saya berteduh dengan suhu sejuk 20 derajat Celcius.

Kami berbincang sejenak, bertukar kamera untuk saling membantu mengambilkan gambar. Kemudian sesuatu yang berwarna putih melintas dengan cepat dari atas ranting pohon yang sedang didiami oleh seekor merpati. ‘PLOPP…’ sesuatu itu menghunjam dari dahi sampai ke batik klimis yang digunakan oleh Mas Boy… Mas Boy pun meringis …  Spontan saya berteriak “GUANO…!!!”.

Plopp!!

Plopp!!

Advertisements

24 Responses to “GUANO…!!!”

  1. Wah TinTin! Been so long 😀

    Inget Kowloon jadi inget, di Mangga Dua ada toko baju namanya itu.
    Walau belum pernah ke Kowloon sebenernya, KW-nya dulu gak apa-apa kali ya 🙂

  2. hehehee…kemasan cerita yang unik khas gaya adelays, bikin enak dibaca dan serrruuu, kalo ngga salah guano itu pupuk dari kotoran hewan yaaa, kata orang kalo kejatohan ‘guano’ mau dapet rejeki huueheheee…pengalaman yang lucuuu pasti ngga akan lupaa’ – lagi2 fotonya baguuss jadi pingin banget bisa sampe HK..

  3. Senang menatapi themes baru Adelays’ WEBlog, membiru lembut seperti kayak tuannya barangkali. dan juga dikemasi dengan domain barunya. Salut ya. Sudah lama dengan themes yang dulu, maka perubahan perlu ada untuk kelainan mata dan hati pembaca. Anna menyukai “front page” yang bergerak aktif itu, kayak skrin layar lebar atau koran online.

    Anna baru tahu tentang guano ini. Penceritaan kartun yang relatif untuk dikaitkan dengan pengalaman sendiri. Jarang penulis memikirkan style penulisan begini kecuali mereka yang kreatif mengukir kata bicara. Salut untuk pengalamannya, mas.

    Wassalam.
    Anna.

    • Dulu sekali saya pernah membaca tentang guano ini, dan sangat berkesan / lucu bagi saya. Oleh karena itu sampai sekarangpun pengalaman masa dulu / itu tidak pernah lepas dari ingatan.saya.

      Perubahan sudah pasti perlu, saya kira mbak pun juga mengalami pergantian itu, di blog, di rumah di meja kerja supaya tidak bosan. Momen kembalinya blog ini saya tandai dengan pergantian themes dan warna, serta domain baru.. semoga semangat pergantian ini menjadi momen yang baik buat pembaca agar betah mampir ke blog Adelays.

      Bangganya dikomentari mbak Anna, baru saja saya mengganti color themesnya, mbak anna langsung berkomentar. Sepertinya tahu betul akan perubahan yang terjadi di blog ini.

  4. saya pernah liat masjid kowloon di tipi pas bulan ramadhan kemarin kayaknya, hehe.. semooga suatu saat kesempetan kesana..

    btw, salam kenal. 🙂

  5. Selamat punya rumah baru, Adelays!
    Makin seger dan smoga bikin Adelays makin rajin bikin tulisan yang keren-keren kayak gini…

    Hehe, batik itu terpaksa kena guano…mungkin saking klimisnya, sang burungpun tergoda buat meninggalkan jejaknya disana 😀

  6. ah asiiik nih jalan-jalan…. mas boynya dapat kenang-kenangan yg tak terlupakan dari merpati yg ada di masjid kowloon 😀

  7. Seru seru….ini emang kisah yang wajib dikenang sepanjang masa. Nanti kalo ybs. menjadi orang penting kita sudah punya ceritanya…..Hahahahahhahaah 😛

    • Tinggal diingat aja, Berta.. ybs, punya rahasia , mo kita pegang, or kita bocorin ke khalayak…
      eh.. bukannya ini sudah masuk area massal ya.. hihihi…..

  8. Wuidih, kalo di Indonesia sini, burung merpati sebanyak itu, baunya pun bakal semerbak.. 😦

  9. guano and merpati itu sama ya om??

  10. hahaha Kowloon Tong….
    asri yah… indah betul tampilannya…

  11. ade manaaaaaa ????? 😥

    adem de…. enak keknya yah… btw, pernah nemui wanita pake cadardi sana ga? heheheh

  12. salam kenal bro. kok gak diupdate lagi ?

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: