MBA, is …

MacBook Air. Source : Apple.com

MacBook Air. Source : Apple.com

Ada-ada saja cara setiap orang menemukan jalan memutuskan sesuatu, untuk memilih suatu produk. Saya tidak pernah membayangkan suatu saat akan menggunakan produk Mac dari Apple. Tulisan ini bukan ditujukan untuk memanaskan persaingan antara fanatisme pengguna Mac dan PC lainnya, tapi ini murni karena pendapat sederhana saya setelah dua minggu menggunakannya.

MacBook Air. Slim. Source: Apple.com

MacBook Air. Slim. Source: Apple.com

Dalam bayangan sementara orang termasuk saya, komputer Mac dari Apple powerful untuk para desiner grafis, fotografer yang serius yang membutuhkan ekspektasi lebih dalam kualitas. Pertimbangan harga menjadi perhatian khusus, karena produk MacBook –harus diakui- lebih mahal jika dibandingkan dengan produk sejenis yang setara spesifikasinya. Sebenarnya produk dari Apple bukan pertama ini saya coba, sebelumnya iPod dan iPad.

Situs resmi Apple, sepertinya tahu betul, kalau produk yang dipasarkannya ini berkategori ‘Emerald’ alias diatas rata-rata jika ditinjau dari sisi kualitas produk, memaparkan keunggulan-keunggulan yang tidak dimiliki oleh lain. Pada halaman “Why You’ll love a Mac” Apple memaparkan 9 kelebihannya untuk berani diadu dengan produk lainnya. Antara lain “It doesn’t get PC viruses” dan dapat menjalankan Windows beserta aplikasinya dalam lingkungan Windows ataupun system aplikasi Mac OS.

design_unibody. Source: Apple.com

design_unibody. Source: Apple.com

Steve Jobs mendiang mantan Chief Executive Officer (CEO) sekaligus founder bersama Steve Wozniak dikenal sangat piawai dalam mempresentasikan produknya. Kalau Mayoritas orang dalam memasarkan produknya akan selalu berangkat dari pertanyaan: “Berapa potensi pasar yang dimiliki ?”, maka Steve Job berujar sedikit nyentrik dengan berkata : “Mereka tidak akan pernah tahu kalau mereka tidak diberi tahu mereka membutuhkannya.”

Dengan berbagai pertimbangan, akhirnya sebuah Apple Macbook saya beli. Bentuknya yang menawan dengan balutan warna silver dengan layar 11.6 inci saya angkat dari kotaknya yang elegan, tipis dan ringan. Portabilitas yang menjadi salah satu kriteria saya, terpenuhi. Beratnya ‘hanya’ sekitar 1 kg. saja.

Spec Teknis

Teknologi prosesornya up to date dengan prosesor Intel i5. Memori RAM 4GB, tanpa hard disk konvensional yang disebut dengan SSD, sehingga jauh lebih kuat dari rentannya guncangan dengan mobilitas tinggi. Media penyimpanannya memang ‘hanya’ 128 GB, tetapi lebih dari cukup untuk instalasi parallel system operasi dan berbagai aplikasi.

Ketika menyalakan Mac dari tombolnya yang kecil di pojok kanan atas, hanya dibutuhkan waktu kurang dari 30 detik, untuk semua aplikasinya siap dijalankan. Kalau saya ingin menulis blog seperti ini, setidaknya dengan pc biasa saya harus menunggu setidaknya 3 – 5 menit untuk start-up pc dan menjalankan koneksi ke Internet atau MS word. Tentu saja waktu aktifasinya sangat tergantung dari berapa banyak aplikasi yang terinstal didalamnya.

Standby timenya diklaim bisa sampai 30 hari, sehingga kalau saya merasa pekerjaan yang saya lakukan di laptop Mac ini dalam waktu tidak terlalu lama atau ingin mempertahankan layar yg sudah dibuka, tidak perlu melakukan shut down. Hanya tutup saja layar monitornya otomatis akan beralih ke kondisi ‘sleep’ yang hanya membutuhkan waktu beberapa detik untuk aktif kembali.

features_connectivity_left_side. Source: Apple.com

features_connectivity_left_side. Source: Apple.com

overview_hero_gallery_design

features_multitouch_gestures

features_multitouch_gestures. Source: Apple.com

Trackpad saya rasakan memang sangat powerful membantu perkerjaan yang saya lakukan dalam menulis dan melakukan aktifitas editing. Editing, copy paste, pindah layar dan lain lain sudah difasilitasi di trackpad ini menari-nari diatas trackpad dengan dua jari, tiga jari, empat sampai lima jari.

Rasanya, dengan kemudahan seperti ini, mouse tambahan tidak terlalu perlu untuk diaktifkan. System Gesture mousenya yang difasilitasi oleh Mac OS yang diberinama OS X Lion ini, sepertinya tahu betul memanjakan penggunanya. Itulah.. sedikit review pengalaman saya dalam menggunakan Apple MacBook Air.

MBA, is my MacBook Air .

features_i5_main2

MacBookAir 11' & 13'. Source: Apple.com

Advertisements

29 Responses to “MBA, is …”

  1. Kayaknya habis ini ada ulasan tentang iPhone hehee , menarik dan bermanfaat tuk nambah2 product knowledge ‘apple’ buat orang awam yang cuma tau stengah2 🙂 kayak saya..

    • Hahaha..
      Mudah-mudahan ini do’a untuk memiliki iPhone dikemudian hari. Amiin..
      Karena suka kelupaan, sampai saat ini sy masih setia dengan satuh HP sajah..dan itu masih BB.
      iPhone dan Android memang semakin pesat perkembangannya baik didalam negeri, terlebih di luar Indonesia.

      Klo sy berganti ke iPhone, itu artinya sy rela melepas BBM dengan aplikasi lain semacam Wassap :).

    • Hehe.. si pertamax atau pekiwan keliatannya kehilangan tajinya.. nih..
      Untuk Selly.. baru keluar nih iPhone 4S, apa mau ganti ?

      Oh iya.. amiin untuk harapannya memiliki MBA….

  2. Mantep!
    Wah ane bukan pertamax.. *lirik teman mas adelay yg keki karena ga pertamax :D*

    Kayaknya memang saya Juga jatuh cinta sama Apple since April setahun silam.
    Such a big step, karena saya bukan fanboy Apple. Dan lagipula saya udh punya smartphone, si beri hitam.

    Saya beli aipon 4.

    Dan sungguh langsung enggan menggunakan beri lagi, tp tetep dipake untuk keperluan silaturahmi. 🙂

    Saya dimanjakan ketika menggunakan aipon 4.
    Doain saya punya MBA juga yaa jadi bisa ikutan review, 😀

  3. ngiler saya baca reviewnya…. pengen punya MBA, tapi belum mampu beli….. hihihihihihihih 😦

  4. Woww Core i5 punya Apple.. klo dibeliin merk Ac*er bisa dapat 4 tuh 😛

  5. Btw.. Produk Apple memang belum ada tak tandingannya, pun OS Mac belum familiar untuk orang Indonesia. Apple emang keren, sekeren harganya..
    Ck..ck.. sampe nelan ludah aku ngelihat gambarnya apalagi megang unitnya, tipis banget pantes disebut air slim..

  6. Hai mas, baru bisa menyapa dalam kesibukan yang menumpuk tapi tidak pernah lupa untuk membaca secara pelan-pelan ide-ide mas yang mantap dan punya citra tersendiri. Tulisan ini menurut Anna, telah menghasilkan sebuah review “teknologi” yang mengesankan. Tapi Anna harus membaca dengan hati-hati dan pelaan-pelaan untuk memahaminya. 😀

    Cuma Anna yang sukar memahami adalah, tentang kenyataan ini: “Editing, copy paste, pindah layar dan lain lain sudah difasilitasi di trackpad ini menari-nari diatas trackpad dengan dua jari, tiga jari, empat sampai lima jari.”

    Yang lain Anna bisa terima secara logisnya bisa digunakan 2 atau tiga jari. Tapi kalau 4 dan 5 jari, Anna rasa sukar melakukannya. Lalu dicoba dan hasilnya sungguh lucu lho.

    Bila Anna gunakan 4 jari, sepertinya sedang “mengurut” sesuatu dan bila menggunakan 5 jari… wah lebih tragis ia seperti “menggilap” cermin agar lebih bersinar…hehehe. Kalo ngak percaya, mas coba deh. Hanya menyarankan aja mas. Tidak mesti ikut, kan ! Tapi Anna pikir, mas tentu ngak setuju kerana sekarang sudah memiliki Apple dan tentu berpegang dengan “Why You’ll love a Mac”. 😀

    Mengagumkan bila kehidupan ini bisa dimeriahkan dengan teknologi canggih, Anna yakin, mas Adelays akan semakin bersemangat untuk terus menulis berbantukan MacBook Air itu. Menulislah mas, agar dunia mengenalimu.

    Salut mas, kerana bisa membuat impian menjadi kenyataan. Now, MBA is My MacBook Air. … Hmmm, jadi panjang nih komentarnya. maaf ya mas.

    best regards.
    Anna.

    • Terima kasih Anna atas waktunya memberi komentar pada tulisan ini, disela-sela pekerjaan yang banyak. Apa mbak juga menggunakan MacBook Air yang sama ? Maksudnya dengan OS yang sama ? Karena bisa jadi menggunakan produk mac juga, tetapi tidak dengan OS yang sama.

      Di OS terdahulu mungkin belum terdapat gesture seperti itu. Sehingga apa yang dimaksudkan belum tentu sama. Saya sih nggak tau persisnya bagaimana OS Snow Leopard, ataupun OS Leopard yang terdahulu, tapi saya pikir begitulah perbedaannya.

      Wah.. ternyata mbak juga pakai toh.. hehehe….

      BTW, tidak apa panjang lebar berkomentar.. membaca dan mampir kesini saja saya sudah senang.

      Sekali lagi Terima kasih mbak….

  7. Yyayaa..
    Apple enggak cuma soal harga tapi juga gengsi..
    Tanda orang kaya, 🙂

  8. mas, kurang satu reviewnya.. ketangguhannya belum teruji.. coba diuji sama Athar dipinjem sehari MBAnya.. hihihi dijamin wujudnya berubah ky ipadku.. sukses trus dgn MBA baru..
    ada pantun dr Athar nih, bapak kamu tukang somay yah? kok tau.? karena somaymu dihatiku. jiahhhh

  9. Always had a very dramatic experience with Apple products. Bahkan untuk ipod shuffle aja packagingnya bener2 dahsyat.

    Selamt untuk MBAnya Mas dan semoga semua harapannya terpenuhi. 🙂

  10. sebenarnya pengen banget punya kaya gini de tapi aq belom butuh apa jangan2 memang gak butuh ya hihi
    keren ulasannya

  11. Wuih, keren reviewnya…tambah lagi deh pengetahuan saya tentang kepanjangan dari MBA… 😀

  12. Saya sudah lumayan familiar dan sering make tapi sayang belum punya sendiri, heeee

    Seperti kata Bang Gie “sebagai tanda gengsi” jadi inget seorang teman yang tiba-tiba nyeletuk “mana HP ku? itu Hp malah lho, Mbak…”
    Ha ha ha ha, ya…karena dia Apple (Apel Washington apa Apel Malang :D)

  13. Ngiler liat reviewnya

  14. Awalnya ragu mau beli macbook dg harga segitu, tapi software osirixnya itu yg belum ada tandingan di OS lain.
    Namun utk memilih antara MBA dan MBP ternyata jg tdk mudah, dg harga yg hampir sama, masing2 punya keunggulan tersendiri.
    MBA 11 sepertinya memang cocok bagi sy krn lbh ringan dan harddisknya tahan goncangan..
    Trmksh bnyk mas…

  15. thx sharingnya,

    lagi mmpertimbangkan beli macbook nih,

  16. Keren banget ulasannya mas adelays. Jadi nambah wawasan, meski utk beli tetep msh mikir panjang. Tks mas

  17. canggih ya. padahal desain laptopnya simpel, hanya berlogo apel. tapi kok selalu keliatan wah 😀

  18. masih bingung, maksudnya unibody itu yang kayak gimana..

Trackbacks/Pingbacks

  1. Homepage - February 7, 2012

    … [Trackback]…

    […] Informations on that Topic: adelays.com/2012/02/05/mba-is/ […]…

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: