Serambi Arafah

Lautan Muslimah

Lautan MuslimahLautan Wanita Muslimah

Jum’at

Sambil memandang ke Pennington Street dari jendela yang tampak basah oleh hujan rintik-rintik, sambil menghabiskan sebagian waktu , mengobrol dengan seseorang.Hujan Tidak terlalu deras, tapi membasahi bumi Hong Kong sejak pagi, sampai senja hari ini. Di sebuah warung, pada bangunan di lantai dua gedung Dragon Rise, aku beristirahat untuk menikmati makanan Indonesia setelah penat bekerja, mengisi perut dengan makanan khas tanah air.

Fisiknya masih cukup segar untuk orang seusia 60 -70 tahunan. Orang yang aku ajak berbincang ini, rupanya adalah pemilik Warung Malang, H. Nur’ali. Suaranya lirih, pandangannya mungkin sudah ‘kabur’. Rambutnya memutih, kulitnya kering mengeriput. Ia tidak mengenaliku saat beberapa hari yang lalu datang dan menegurnya. Darinya, aku tahu bahwa esok lusa, akan ada perhelatan yang bisa jadi paling besar dalam beberapa tahun terakhir ini. Paling besar karena acara besar ini terjadi di hari libur bagi para pekerja.

Pak Haji yang dulu ketika masa produktifnya sebelum pensiun adalah pegawai Konsulat Jendral RI ini, memperkirakan keramaian orang Indonesia itu akan berkisar antara 50 ribu – 70 ribu orang berpusat di satu tempat.

Besok yang dimaksud olehnya, adalah hari Minggu 6 Nopember 2011 yang bertepatan dengan Hari Iedul Adha  10 Dzulhijjah 1432 H. Titik keramaian berpusat di Victoria Park, tempat yang paling banyak dihuni oleh orang-orang pekerja migran asal Indonesia pada hari libur. Sebuah lapangan luas yang berumput, ada juga beberapa lapangan basket dan taman yang cukup rindang untuk beristirahat santai sambil menikmati angin sepoi-sepoi.

Mayoritas Muslimah

Minggu.

Berbondong-bondong Menjuju Victoria Park

Minggu pukul 6 pagi waktu Hong Kong, ternyata benar. Orang-orang sudah begitu riuh rendahnya. melebihi situasi hari minggu-minggu sebelumnya. Kebanyakan orang bergegas menuju tempat tertentu yang berpusat di lapangan. Tempat yang menjadi pemusatan adalah tentu saja Victoria Park. Sebuah taman publik yang dipadati tidak hanya orang-orang berlalu lalang tetapi juga mengadakan berbagai kegiatan.

Mulai berangkat dari apartment Garden East di Wan Chai dengan MTR, sampai ‘turun’ di Causeway Bay, sudah berjubel orang-orang yang kebanyakan perempuan. Laki-laki sangat minor aku temui, kalaupun ada jarang yang orang Indonesia, paling tidak berkulit sawo matang seperti Melayu. Mereka seperti bergegas-gegas , dengan berbagai alasannya.

Penuh Sesak

Taman Victoria sudah begitu penuh… Aku tak tahu, jam berapa mereka berkumpul kalau sepagi ini saja sudah begitu ramainya. Tanah lapang itu tak tampak lagi berupa lapangan luas.. Hampir semua sudah terisi, mungkin lebih dari 90 persen. Panitia yang bertugas mengarahkanku ke shaf depan tempat jamaah muslim bertempat. Tempat berjalan sudah sedemikian rapat. Kudapati diriku berjejalan membelah lautan manusia…

Shaf laki-laki masih menyisakan tempat yang kosong, dengan lapangnya.. mungkin hanya beberapa baris saja.. empat atau lima baris lebih kurang.. Panitia kemudian mengajak kami untuk memindahkan lagi barisan shaf di atas rumput yang sudah di alasi dengan terpal dan sebagian sajadah panjang untuk memberi ruang lebih dibelakangnya.

Jamaah_Putra. Hanya Beberapa Shaf

Subhanallah… terlihat betapa padatnya bagian shaf wanita, tidak semua mendapatkan tempat sampai harus berjubel mendesak ke depan, shaf pria yang masih punya ruang untuk dimajukan. Sambil bertakbir, ramai-ramai puluhan orang laki-laki menggeser alas terpal dan sajadah panjang, tidak terkecuali pengurus, siapapun yang hadir termasuk aku, dan undangan pengisi acara yang nantinya perform setelah solat, Grup Snada, Grup Debu.

Perbandingan yang sangat mencolok, kalau saja benar yang dikatakan Pak H. Nurali, setidaknya 50 ribu orang yang hadir dibandingkan dengan jamaah prianya yang hanya sekitar 4 baris yang kira kira setiap barisnya diisi 50 orang.  Keberadaan laki-laki dan perempuannya adalah 1 : 250, adalah sebuah jumlah perbandingan yang fantastis.

Personil Grup Debu.

Tentu saja ini sangat berkaitan dengan latar belakang keberadaan orang-orang Indonesia yang ada di Hong Kong. Sembilan puluh persen lebih dari mereka yang berjumlah 150 ribu orang adalah pekerja domestic helper. Dimana mayoritas (diatas 90 persen) adalah perempuan. Maka tak heran, perbandingan jumlah laki-laki dengan perempuannya begitu besar.

Bagiku.. ini adalah pengalaman langka. Langka karena bersama dengan ribuan muslim dan muslimah satu negara di perantauan. Langka karena kesempatan ini baru pertama ber-Ied di Victoria walaupun bukan pertama tempat ini menjadi tujuan kepergianku. Tempat yang begitu banyaknya orang berkumpul untuk ber Ied. Dibandingkan dengan sebenarnya Arafah, Victoria hanyalah sebagian kecil dari  serambinya. Aku menyebutnya “Serambi Arafah”.

Dimana, 14 orang di tahun 1432 H ini, Hong Kong berkesempatan mengirimkan calon hajinya untuk melaksanakan panggilan haji ke tanah suci  dengan tekad dan telah menjadi takdir Nya. Sebuah kenyataan yang bagiku begitu fantastis. Fantastis karena penghasilan mereka per bulan begitu flat. Besar atau kecil tentu relatif. HKD 3780 – HKD 4000 bisa jadi besar kalau pemanfaatannya terarah, menabung dolar demi dolar untuk keluarga di kampung halaman, juga untuk diri sendiri untuk memenuhi panggilanNYA, disamping juga untuk keperluan sehari-harinya. Sebaliknya, bisa jadi berarti kecil dan kalau pemanfaatannya salah kaprah.

Tentunya terkandung doa-doa yang aku panjatkan agar jika saat ini aku berada di “serambinya Arafah”.. suatu saat nanti benar-benar dapat melaksanakannya ke Arafah yang sesungguhnya. Amiin…

Grup Snada Perform Setelah Sholat Ied Di Victoria Park

Konsulat Jendral RI, Dipadati Warga Indonesia Setelah Ied

Advertisements

23 Responses to “Serambi Arafah”

  1. Subhanallah…rasanya sholat Ied di negeri orang, gimanaaa yaaah….
    padahal baru lihat di gambar, apalagi yang mengalami sendiri…..pasti menggetarkan jiwa

    • Rasanya pertama kali ya aneh sih.. tapi ini sebenarnya bukan ied di negeri orang yang pertama sih..
      Cuma beda sekali berada di Victoria ini, karena begitu banyak muslimah jika dibandingkan dengan muslimnya.

      Thanks… Andrayani pertamax.. hahaha….

  2. minggir..minggiiirr.. adelay mana???
    masyaAllah banyak banget muslimin di HKG yah…
    aamiin deh, itu juga harapanku agar kelak ade bisa ke tanah suci..

    • Lagi lagi adelays yang moto.. jadi nggak muncul.
      Banyak.. karena mereka adalah TKI yang bekerja disana dan kebetulan sholatnya bertepatan dengan hari MInggu yang mana hari itu adalah hari libur mereka.
      So mereka banyak bisa keluar / libur untuk melaksanakan sholat ied.

  3. Seperti biasa, tulisan yang menarik dengan awalan kalimat deskriptif seperti membaca novel. Sukses ya sudah melanglang buana di bumi Hongkong. Foto2nya juga bagus ^^

    Salam
    Ana

    • Hai.. 4N4… apa kabar…
      Sang penulis buku kita akhirnya berkunjung juga di blog ini…
      Terima kasih.. 4N4… mudahmudahan ketularan bisa nulis buku kaya kamu…

      Btw, kapan nih.. mo nerbitin buku lagi …
      Aku dikabari ya klo udah mulai launching…

  4. your post is nice.. 🙂
    keep share yaa, ^^
    di tunggu postingan-postingan yang lainnya..

  5. postingan yang sangat menarik 🙂
    sangat bermanfaat.. ^_^
    keep posting yaa..

  6. Kalau di sini familiarnya Serambi Mekah, belum dikenal Serambi Arafah..

  7. Selamat malam mas. Melihat foto-foto ketikan mas Adelays dalam Serambi Arafah ini, mengingatkan bahwa satu ketika nanti kita akan berkumpul semuanya di dunia sana. Pengalaman yang menarik dan tentunya memberi banyak inspirasi untuk teguh dalam menjalani kehidupan ketika menjadi musafir di rantau orang. Tulisan berbobot pada ruang “makna kata-kata” dalam ruang pikir yang tepat. Salut mas.

    Suasana solat ied Adha di Victoria Park itu, mengingatkan Anna pernah mengalaminya di satu tempat yang sungguh mengesankan hati dan tak terlupakan. Anna yakin mas Adelays juga rindu keluarga di tanah air saat itu. Jarak jauh yang memisahkan tapi hati tetap merasa dekat. Satu pengorbanan yang besar ketika berada di rantau orang.

    “Tentunya terkandung doa-doa yang aku panjatkan agar jika saat ini aku berada di “serambinya Arafah”.. suatu saat nanti benar-benar dapat melaksanakannya ke Arafah yang sesungguhnya. Amiin…”

    Saat membaca tulisan mas di atas, mata Anna berlingang air mata dan terharu. Anna dapat merasakan kerinduan mas untuk ke Tanah Suci. Anna juga mendoakan yang sama seperti yang mas doakan. Semoga doa -doa kita dimakbulkan Allah. Aamiin. Ya Robbal alamiin.

    Best regards
    Anna.

    • Mbak ana.. tulisan komentar mbak mengisyaratkan mbak pernah ke sana ;ya….
      Selamat ya mbak.. saya salut.. karena mbak Ana sudah sampai disana…

      DOakan ya.. saya bisa segera menyusul menjadi tamu Allah..

      Amin yarobbal alamin…
      mudah-mudahan segera terwujud, karena sekarang antrian haji sudah mencapai 5 tahun setelah mendaftar..
      Subhanallah..

  8. Amin, yarobbal alamiin. Semoga Allah memudahkan segala urusanmu, mas.
    Masa berlalu dan tentu ia tidak terasa lamanya kerana Allah selalu hampir dengan kita.
    …. mas, kok suka menebak ya. 😀

    thanks.
    Anna.

    • Hanya menebak mbak Anna, karena tulisan mbak pada komentar : “Anna pernah mengalaminya di satu tempat yang sungguh mengesankan hati dan tak terlupakan”. Dari situ saya menebaknya. Mudah-mudahan benar ya mbak…

  9. alhamdulillah,…..di negeri orang rukun, di neger sendiri wooooo

  10. Senengnya baca posting ini, Adelays!
    Selama ini saya hanya tahu sebuah tempat yang bernama Victoria Park dari judul film-nya Lola Amaria…hehe, ternyata disini ada foto dan ceritanya.

    Pekerja wanita di Hongkong banyaknya luar biasa ya, mereka juga tampak rapi dan ceria. Mudah-mudahan masa depan lebih baik itu bisa mereka miliki kelak…

  11. baru tau ini saya .
    thanks for postingny 🙂

  12. Subhanallah…
    Bersyukur banget karena mereka antusias untuk sholat ied. 🙂

  13. Luar biasa jadi kepingin kesana nih

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: