Xinran’s Book

Melilitkan tali pusarnya dua kali ke leher, lalu begitu kepalanya keluar, cekik bayinya. Jika yang keluar kepala terlebih dulu bisa menyebabkan bayi itu menelan air ketuban, kemudian si bayi tidak bisa menarik napas. Atau anda bisa menaruh bayinya di baskom, memegang kertas ‘kotoran kuda’ basah di wajahnya, dan dalam beberapa detik saja kakinya kan berhenti menendang, Dan untuk perempuan yang tak pernah melahirkan bayi laki-laki, hanya perempuan lagi dan lagi, hingga keluarganya bosan, cukup sederhana untuk meninggalkan bayinya di ember air kotor…”

Kalimat itu adalah kalimat yang diucapkan oleh seorang bidan kepada Xinran. dalam bukunya “Message from an Unknown Chinese Mother” Orang tersebut dipercaya menangani bayi yang baru lahir  di China, sebuah negeri yang ternyata sangat mendambakan anak laki-laki, namun sebaliknya sangat menganggap rendah apabila bayi yang dilahirkannya adalah perempuan.

Sebelumnya, Xinran pun berkisah tentang apa yang dilihat dan dialaminya sendiri, ketika bayi dibiarkan saja didepan toilet umum, dalam keadaan suhu udara yang dingin, bagi orang dewasa, apalagi bagi bayi.Orang-orang hanya berkerumun memandanginya, hanya karena anak yang ‘dibuang’ orangtuanya itu berjenis kelamin perempuan, sampai kemudian Xinran sendiri yang membawanya ke rumah sakit.

Pikirannya tentang rumah sakit yang akan membantunya ternyata keliru, karena pihak rumah sakitpun tidak serta-merta membantu karena anak ini tidak memiliki akte, alias tidak jelas keberadaannya. Dengan tidak adanya akte, apalagi banyak bayi perempuan yang dilahirkannya tanpa orang tua menyebabkan pihak rumah sakitpun tidak bersedia menyelamatkannya dari ancaman kematian.

Message from an Unknown Chinese Mother. Sumber: Google

Dalam buku  “Message from an Unknown Chinese Mother” digambarkan bahwa bayi perempuan di China sangat kurang dihargai kelahirannya terutama bagi orang-orang miskin di desa-desa. Mereka rela membuangnya dengan harapan ada orang yang akan memeliharanya. Bayi perempuan yang lahir bagi orang-orang desa di China berarti tidak ada pembagian tanah bagi mereka, sementara ada lebih dari satu mulut untuk diberi makan. Kemudian ketika ia tumbuh besar, maka keluarga itu harus menyediakannya baju pengantinnya.

Pada akhir tahun 2007 jumlah anak yatim piatu China yang diadopsi seluruh dunia mencapai 120.000 anak dan tersebar di 27 negara diseluruh dunia, dan hampir semuanya adalah perempuan!. Mengapa mereka memiliki begitu banyak anak yatim piatu perempuan? Kebanyakan orang berpendapat ini disebabkan karena sesuatu yang salah dengan kebudayaan tradisional mereka. Atau berasal dari kebiasaan kuno yang berakar dari ketidak tahuan.

Ada tiga hal menurut Xinran alasan terhadinya hal ini,

1. Bayi perempuan ditelantarkan sejak jaman dahulu (tidak dimuliakan),

2. Kombinasi ketidaktahuan seksual yang masih tersebar luas dan ledakan ekonomi,

3. Adanya kebijakan pemerintah China tentang “Satu Anak”.

Xue Xinran. Sumber: Google

Xue Xinran, penulis buku ini, lahir di Beijing, tahun 1958, Xue Xinran adalah seorang jurnalis dan penyiar radio di China, Tahun 1997 ia pindah ke London , dimana ia menulis buku larisnya The Good Women of China. Sejak itu ia telah menulis kolom secara teratur di Guardian, muncul sekali-sekali di radio dan TV, dan menerbitkan buku Sky Burial, What the Chinese Don’t Eat, Novel Miss Chopsticks, dan buku pertama tentang sejarah lisan, China Witness. Yayasan amalnya, the Mothers’ Bridge of Love, didirikan untuk membantu anak-anak China yang kurang beruntung dan membangun pemahaman antara China dan barat. Buku ini yang terdiri dari 274 halaman ini telah diterjemahkan ke 30 bahasa dunia, termasuk bahasa Indonesia.

“Xinran secara tajam merekam kisah tragis 10 perempuan untuk menguakkan persoalan dibalik isu aborsi dan pembunuhan bayi perempan, adopsi paksa bayi perempuan oleh keluarga tak dikenal, atau dibiarkan meninggal karena diabaikan. Buku ini mengirimkan suara terdalam dari para ibu yang dipaksa menghilangkan bayi-bayi perempuan mereka. Seperti The Good Women of China (2002) yang menyentak, buku yang sangat personal ini harus dibaca dngan rasa. (Maria Hartiningsih, wartawan Kompas)”.

Buku Xinran Edisi Bahasa Indonesia. Sumber: Google.

Advertisements

15 Responses to “Xinran’s Book”

  1. review buku ini bener bener membuat hati nurani seorang ibu menjadi meratap dalam kepedihan yang dalam.., betapa tradisi yang begitu kuatnya mampu menjadikan hal yang sangat jauh dari rasa kemanusiaan dapat dilakukan…..> hanya ada satu kata yang bisa saya ucapkan, betapa saya amat bersyukur atas karunia Allah swt, untuk dapat hidup di alam yang begitu indah ini….

  2. sangat berhati emas jeng Xinran ini, tapi masih banyak Xinranwati di Indonesia yang belum ‘terdengar’..

    salam sukses buat Bung Adelay.

  3. Aku baru tau tentang hal ini – betapa anak perempuan tidak didambakan lahir di China –
    Betapa mirisnya ya.. 😦
    Orang-orang yang “belum” punya keturuunan berusaha hingga titik darah penghabisan untuk memiliki keturunan, APAPUN jenisnya.
    Tapi di China, bisa begitu?
    sungguh menggetarkan hati, dimana rasa syukur itu?

  4. Aku baru tau tentang hal ini – betapa anak perempuan tidak didambakan lahir di China –
    Betapa mirisnya ya.. 😦
    Orang-orang yang “belum” punya keturuunan berusaha hingga titik darah penghabisan untuk memiliki keturunan, APAPUN jenisnya.
    Tapi di China, bisa begitu?
    sungguh menggetarkan hati, dimana rasa syukur itu? 😦

  5. Sejahtera untukmu, mas Adelays. Kembali menitip kata walau sudah menyimak beberapa hari lalu akan manfaat yang dibekali oleh bukunya Xue Xinran – “Message from an Unknown Chinese Mother“ kepada dunia dalam membongkar sifat kebinatangan yang tidak seharusnya ada pada manusia yang berakal dan berilmu. Memalukan jadi manusia kalau begini.

    Jujurnya, Anna tidak sanggup membaca tulisan mas ini. Nyeri mas. Ada nyeri yang memiris hati. Menerbitkan air mata. namun diterus jua dengan hati yang kesal dan marah. Masya Allah. Rasa nafas ini terhenti saat membaca sadisnya perlakuan terhadap bayi perempuan hanya semata membenci inginkan anak lelaki. Persis jaman jahiliah yang menguburkan anak perempuannya hidup-hidup.

    Bersamaan itulah, al-Quran (surah at-Takwir, ayat8-9) bertanya: “Kerana dosa apakah dia (anak perempuan) dibunuh ?, Yang pastinya, ayat ini tidak bertanya siapa yang membunuh kerana pada hakikatnya sesiapapun pelakunya, ia pasti telah melakukan perkara yang kejam, di luar batas-batas manusia dan mendapat kemurkaan Allah SWT.

    Semoga kita dijauhi Allah dari perbuatan begini. Anak-anak adalah anugerah Allah, permata hati ortunya.

    Terima kasih mas, sudah berbagi ilmunya. Salut buat buku sehebat ini. Mas kian banyak membaca ya. pasti tulisannya nanti lebih ngetop lho. Didoain mas, 😀

    best regards
    Anna.

  6. Padahal punya anak perempuan itu enak lho….karena menurut Bunda sih, anak perempuan lebih pekah and enak di ajak curhat meskipun tetep case by case sih….

    Buku ini terbilang serius ya?
    Pasti kening saya bakal berkerut pas bacanya, he he he he

  7. Btw, selamat rumah barunya….

  8. Merinding saya…
    Adelays, ternyata sebegitu rendahnya harga seorang bayi perempuan di Cina. Padahal di belahan dunia berbeda, sudah berjuta perempuan Cina yang mengharumkan negaranya dengan prestasi dan karya nyata mereka.

    Jadi pengen baca bukunya, karena kadang-kadang saya juga perlu buku yang harus dibaca pakai hati, bukan sekedar hahahihi 😛

    Maaf Adelays, saya baru berkunjung lagi sekarang…

  9. miris banget ya.. kalau baca buku pasti nangis terus deh..
    semoga tidak ada lagi deh yang begitu..

    apa kabar Adelays.. 🙂

  10. dari review nya aja udah menarik, pasti isi dari buku ini jauh lebh menarik. di gramedia ada gak ya…. 😆

  11. p kabar kakak…………blue datang menyapa
    salam hangat dari blue
    wah tambah ciamiz aza blognya,

  12. Merinding banget baca ulasannya…
    Takut membayangkan berapa besar jumlah bayi perempuan yang terabaikan… 😦
    Semoga saya berkesempatan baca buku ini…

  13. Ini mungkin dijaman dulu tidak hanya berlaku di China. Di beberapa negara arab beberapa abad lalu perilaku jahiliyah ini lebih sadis, begitulah kata sejarah. Kalau di bumi pertiwi saya belum baca sejarahnya.
    Selamat buat rumah barunya.

  14. padahal seorang bayi lahir dari perempuan . . .

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: