Bukan iPad Obama

Obama-Pidato di UI; Sumber Detik.com

Obama-Pidato di UI; Sumber Detik.com

-Kata Pengantar-

Posting ini adalah tulisan yang sudah lama mengendap di Draft, namun belum sempat diselesaikan karena kesibukan yang sedang menjadi-jadi. Seyogyanya posting ini published tidak lama saat Obama datang ke Indonesia.

Sellyana Astri, CEO, Founder sekaligus pemilik situs sellyanastri.net mengirim pesan kepada saya untuk segera mem-posting tulisan baru. Saya katakan kepadanya bahwa sebenarnya banyak tulisan saya yang ‘nongkrong’ di draft dan belum published. Entah kapan draft-draft yang berserakan itu diangkat derajatnya ketempat yang lebih terhormat yaitu “publish”. Tulisan ini adalah salah satu posting yang akhirnya coba saya angkat atas dorongan rekan saya tersebut.

Membaca tulisan lama ternyata menggelikan juga buat saya.. Sambil membaca tulisan lama ini, saya terkekeh-kekeh sendiri.. ternyata dulu itu (sampai sekarang mungkin juga) saya begitu narsisnya… Antara lain karena narsis karena bangga punya iPad 1 bekas (yang sekarang sudah “terbang” ke Jawa Timur bersama pemiliknya yang baru).

Tulisan ini 98% asli, 2 persen hanya penyesuaian dengan sedikit editing ditambah sisipan gambar seperlunya..Tanpa berpanjang lebar mari kita saksikan posting lawas yang berjudul “Bukan iPad Obama”. 

Bukan iPad Obama

Obama boleh saja mampu menjadi wacana di berbagai media publik hari Selasa 9 Nopember 2010 yang lalu, saat  melawat  ke  Jakarta. Ia juga sempat membuat ‘freeze‘ berita meletusnya Gunung Merapi yang lebih dulu menjadi headlines. Bukan itu saja, kedatangannya juga  membuat “Pak Beye” (Sebutan Wisnu Nugroho untuk Presiden RI Susilo Bambang Yudhoyono)  yang sedang ‘mondok’ di Yogyakarta bersama derita pengungsian Gunung Merapi,  kembali mukim ke Jakarta,  tepat sehari sebelum kedatangan pemimpin AS pertama berdarah Afrika Amerika yang dilantik menjadi Presiden 2009 lalu.

Saking hebohnya,  tidak banyak orang yang peduli, bahwa bersamaan dengan kedatangan Obama ada Presiden dari negara lain yang datang mengunjungi Indonesia. Dialah Pemimpin Austria, sebuah negara di Eropa yang kedatangannya kurang mendapat porsi pemberitaan di media. Tidak saja kurang, sebagian besar rekan2 saya ketika ditanya tidak tahu kapan kedatangan Presiden Austria, Heinz Fischer itu.

Formasi Polisi; adelays.com

Formasi Polisi; adelays.com

Hiruk pikuk Obama sang pemimpin negara adidaya, sang pemimpin negara kapitalis penghasil iPad itu sedang menikmati hidangan kenegaraan dan mencicipi nasi goreng, krupuk, emping, bakso bersama Pak Beye dalam jamuan makan malam bersama sepasang first lady dari kedua negara Michelle dan Bu Ani.

Saat itu iPad yang saya gunakan tengah menghasilkan draft posting menari-nari diatas keyboard touch screen khas Apple, yang walaupun “Design by Apple in California, tapi assembled in China”, setidaknya begitulah yang tertulis di bagian bodi belakang produk yang saya beli dari seorang rekan, dengan alasan ingin upgrade ke 64GB 3G itu.

Benda ini sedang berada dititik terdekatnya dengan seorang  pemimpin negara tempat produk ini diciptakan dan dikembangkan.

“Obama nggak bakalan suka iPad”

celetuk seorang teman saat kami menunggu sambil kebetulan lembur kantor di sebuah gedung yang dapat belihat lewatnya rombongan Obama berlalu untuk menginap di Hotel Shangrila, dan mengisinya dengan seloroh yang berkaitan dengan Barry – sebutan Obama kecil –

Teman:  “Asal tahu saja ya.. Obama lebih suka Blackberry” . Kemudian ia menimpalinya lagi sesaat kemudian, “Alasannya karena black adalah warna kulitnya, sedangkan Barry yang merupakan plesetan Berry adalah nama kecil sang Obama”.

Penjagaan Ketat; adelays.com

Penjagaan Ketat; adelays.com

Penjagaan Ketat

Pagi hari, Obama berencana mengunjungi tempat2 yang telah dijadwalkan, kegiatan tersebut memacetkan daerah sekitar Hotel Shangrila dan Jakarta pada umumnya. Rekan2 yang kurang beruntung karena berangkat agak siang, punya pengalaman yang kurang menggembirakan. Nirwan misalnya, ia terpaksa harus berlari karena aparat polisi sedang bersiap men-steril-kan jalan memintanya bergegas lewat, tidak hanya harus berjalan cepat tapi harus berlari-lari seperti dikejar hantu kesiangan. Alhasil bajunya yang sudah licin dan rapi itu mendadak basah dan  berpeluh ditengah matahari yang mulai meninggi pukul delapan pagi. Iapun datang dengan nafas yang masih terengah-engah sekalipun  ia bukan perokok.

Sambil menunggu lewatnya rombongan pengawal yang membawa Obama dengan “The Beast” – sebutan untuk mobil kepresidenan yang memiliki tingkat maximum security tertinggi dengan pintu yang setara dengan pintu pesawat terbang Boeing 757 itu-, Nirwan masih besemangat menambahkan bahwa mungkin saja jika dirinya tidak lolos untuk menembus proses strerilisasi, mungkin ia masih  termangu-mangu menunggu dan  memandangi keramaian Mobil Obama lewat bersama kerumunan   menuju Masjid Istiqlal.

Penjagaan Ketat; adelays.com

Bukan Obama Presiden Amerika kalau pengamanannya tidak ketat. Bukan hanya jalan raya tempat ia berlalu yang dijaga, tapi juga gedung Hotel Shangri-La tempat menginap , bahkan atap gedung tidak luput dari perhatian penjagaan aparat yang siangnya  berpidato di Universitas Indonesia di Depok.

Obama begitu merasa dekat dengan masa kecilnya ketika ia dibesarkan. Dengan komunikasi verbal yang sangat baik dan meyakinkan, ia mampu ‘menyihir’ tidak saja pemirsa yang hadir mengikuti pidatonya di Kampus Universita Indonesia, tapi juga pemirsa televisi melalui tayangan yang yang berulang kali disiarkan oleh Televisi Nasional. Obama berpidato dengan simpatik dengan dibumbui mengucapkan beberapa kata dalam bahasa Indonesia, seolah memang ia orang Indonesia. Para pendengarnya langsung  merasa dekat Obama, berdecak kagum seolah melupakan bahwa beberapa waktu yang lalu sebagian besar orang sangat membenci Amerika.

Pujian Demokrasi

Keyboard iPad ini,  selanjutnya  menorehkan kata demi kata buah pikiran pendapat pribadi saya -penulis Blog ini-,  yang merdeka menulis apa saja dari pikiran tentang Pujian Demokrasi yang disampaikan Obama. Ia (iPad) tidak dipengaruhi oleh justifikasi demokrasi ala Amerika versi Obama, karena iPad ini bukanlah iPad-nya Obama.

Untuk kesekian kalinya pemimpin negara adidaya dan kalangan barat pro Amerika memuji penegakan demokrasi yang berjalan di Indonesia. Terima kasih untuk pujiannya, karena ikhtiar kita sebagai bangsa membuahkan hasil setidaknya jika dipandang dari pondasi politik.  Sudah seyogyanya pujian demokrasi tidak melulu datang dari ranah politik karena ia juga harus datang dari ranah ekonomi.

The Beast Melintas; adelays.com

The Beast Melintas; adelays.com

Business News dalam Induk Karangannya  menuliskan bahwa:

“Bagi rakyat, kelezatan buah demokrasi bukan hanya karena buah itu mengandung gizi poliktik yang tinggi tetapi justru karena didalamnya terkandung pula gizi ekonomi dalam jumlah yang cukup dan bisa dinikmati seluruh rakyat “

Inilah kenyataan yang harus kita bangun untuk menyadarkan kita bahwa keberhasilan seharusnya tidak saja harus diindikatori dari pondasi politik saja. Harapannya bisa dari fundamental  yang lainnya…

Ah.. malah ngomong politik…. “Bukan iPad Obama” cukup sampai disini saja….

Obama tidak sampai 24 jam berada di Indonesia, ia kemudian bertolak ke Seoul untuk mengikuti Konferensi G20 di Korea Selatan. Seorang temanku kembali berseloroh pasca membaca pesan dari email mengapa Obama hanya 22 jam saja di Jakarta. “Obama khawatir, karena jika ia lebih dari 24 jam maka ia harus lapor pada RT/RW setempat”.  Hehehee….. 😀

Advertisements

3 Responses to “Bukan iPad Obama”

  1. Well written, Mas Adelays. As always. Post ini tentu kasihan kalau dibiarkan di “draft”. Silakan dikeluarkan tulisan ciamik lainnya. Oya salam buat Nirwan yg udah lepek bajunya 😉

  2. begitu ketatnya ya untuk presiden negara lain yang datang ke indonesia

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: