Don’t Tell my Mom, I’m in Fushimi

Chiyo in Fushimi Inari (source iMdb)

Chiyo in Fushimi Inari (source iMdb)

Kekaguman Chiyo semakin kuat kepadanya, saat cita-citanya menjadi seorang Geisha didukung oleh seorang chairman yang selama ini ia idolakan. Hati Chiyo yang begitu gembira terlihat dari semangatnya yang menggebu-gebu. Larinya yang kencang dan bersemangat melintasi deretan rumpun kayu berwarna oranye yang bersusun menjadi atapnya di Fushimi Inari. Ia seperti mendapatkan tenaga extra luar biasa setelah seorang yang telah idam-idamkan selama ini, ternyata ‘merestui’ nya, membelikannya ice cream bahkan memberinya sejumlah uang.

Chiyo n Chairman (Source iMdb) Adelays.com

Chiyo n Chairman (Source iMdb) Adelays.com

Sebenernya kekuatan ekstra berlari Chiyo di Fushimi itu datang lebih dari kebesaran dan kebanggaan hatinya. Disebuah tempat yang tinggi setelah melewati deretan gapura kayu Fushimi ia kemudian berdoa, mengharapkan cita-citanya semakin menjadi kenyataan. Uang yang diberikan, seluruhnya ia sumbangkan.

Chiyo (Source iMdb)

Chiyo (Source iMdb)

Kisah Chiyo yang begitu kuat menggambarkan perjalanan seorang anak kecil yang sejak berumur 9 tahun ketika ia dijual ke rumah Geisha di Giyon District Kyoto sampai akhirnya menjadi Geisha bernama Nitta Sayuri itu, digarap dengan sangat baik oleh sutradara Rob Marshall. Film ini bukan saja bagus secara alur cerita, tetapi juga membuktikan telah memenangkan 3 Academy Award tahun 2006. Buku karya Arthur Golden yang difilmkan dan diperankan oleh Zang Zhiyi, Michelle Yeoh, Ken Watanabe dan Gong Li ini banyak diangkat dari sebuah kota yang sangat kaya akan budaya Jepang, Kyoto.

Fushimi Inari adalah suatu tempat yang berada di sebelah Tenggara kota Kyoto. Saat ini lokasinya relatif tidak terlalu jauh dari Kyoto Station pusat transportasi terbesar di kota ini, dan merupakan satu peninggalan budaya Jepang yang ramai dikunjungi. Ciri khas Fushimi Inari adalah deretan kayu yang menjadi gapura-gapura bersusun berwarna orange dan hitam . Dalam film itu digambarkan Chiyo berlari melewatinya.

20121109-144130.jpg

Ibu (dan juga Ayah) saya pernah bertanya mengenai tempat ini di Kyoto, tapi sayang ia tidak sempat menyaksikannya sendiri ketika berada di sana. Keinginannya menyaksikan langsung salah satu tempat yang menjadi daya tarik wisata di Jepang khususnya Kyoto ini, terlewatkan. Padahal keberadaaannya saat itu bertepatan dengan mekarnya bunga Sakura, sekitar bulan April dan Mei.

Saya sempat mendatangi tempat ini pagi hari dalam keadaan hujan. Berangkat dalam keadaan gerimis dengan menumpang kereta dari Kyoto Station dengan ongkos tidak lebih dari 130 140 Yen sekali jalan, relatif murah setara dengan Rp. 18.000. Beruntung, hujan tidak terlalu lama membasahi Kyoto. Payung khas Jepang yang transparan sempat saya beli disebuah mini market yang terletak berhadapan dengan gapura pertama di Fushimi. Gambar gerbang Fushimi Inari saya ambil dari depan toko itu dekat sekali dengan JR Inari Station. Transparansi payung ini membuat pandangan ke arah vertikal hampir tanpa halangan.

Kontur tanah yang berbukit memang menjadi ciri khas semakin kedalam area, semakin menanjak. Terbayang Chiyo kecil berlari mencapai lokasi tertinggi, saya pun melaluinya. Bedanya, ia melintas dengan berlari, saya menikmati pemandangan dengan mensyukuri betapa pemandangan berbukit yang tenang dengan kesejukan sekitar 15 derajat celcius di akhir bulan Oktober  menjelang Nopember Autumn ini begitu mempesona.

Kesejukan udara yang bersih, hijaunya pepohonan yang mulai kuning dan memerah pertanda musim gugur ini semakin memperkaya pemandangan yang tentu saja akan sulit kita peroleh di tanah air. Ada sepersekian cuil surga yang Allah SWT turunkan disini bagi siapa saja yang menyadari betapa ciptaannya begitu indah, subhanallah.

20121109-151722.jpg

Fushimi Inari menjadi satu diantara 10 terbaik top sight Kyoto disamping beberapa unggulan tempat yang sangat pantas dikunjungi, misalnya Kyomizu Dera, Chion In, Kinkaku Ji, Ginkaku Ji dan lain lain. Pantas, kalau ibu saya selalu bertanya-tanya berbagai cerita Fushimi Inari yang muncul dalam bagian film Memoirs of Geisha, film yang memenangkan penghargaan dalam Art Direction, Cinematography dan Costume Design itu.

Saat saya datang, berbondong-bondong orang menelusuri tempat ini, padahal saat itu masih terhitung awal / cukup pagi, sekitar pukul 9.30 di hari Minggu pagi. Agak sulit menemukan jeda untuk berfoto tanpa orang lain menghalangi kamera saya sepanjang pandangan, walaupun akhirnya saya dapatkan, itupun orang lain yang mengerti kemauan saya menunggu saya mengambil satu atau dua take

20121109-164250.jpg

Kalau saja ibu saya tahu.. bahwa saya sendiri sudah membuktikan betapa tempat ini memang pantas dikunjungi, mungkin ia akan berpikir untuk kembali lagi ke Kyoto untuk mengeksplorasi betapa tempat ini memang pantas dibanggakan.

20121109-164751.jpg

Advertisements

8 Responses to “Don’t Tell my Mom, I’m in Fushimi”

  1. Apakabar Adelays, ini pasti oleholeh dari jalan-jalan ke Jepang nya yaa..
    waaaaaahhhfffff.. Fushimi Inari nama tempatnya, tempat yang cantik, membuat imajinasiku terbang kemana-mana, itulah keasikan dari membaca, kita bebas berimajinasi mem-visualisasikan apa saja yang sedang kita baca..

    Sekarang jadi teringat dan kepingin nonton lagi film yang ‘happening’ beberapa tahun lalu itu – saluutt adelays selalu dan selalu berhasil membawa pembaca jadi kepingin berkunjung ke tempat itu…. lewat tulisannya, lewat gambar2nya, semuanya lah pokoknya 🙂

    • Tempatnya memang indah, dan memang banyak tempat indah di Kyoto, No doubt abt it. Pastinya emosi pembaca memang ikut bermain disini, selain memang ada cerita dibalik tempat yang diangkat ke kisah Sayuri, sang Geisha dari tempat ini.

      Pengalaman ini saya hadirkan sebisa mungkin menggambarkan paduan antara pengetahuan pembaca akan kyoto dengan pengalaman yg saya alami sendiri.

      Semoga sharing ini bias bermanfaat.

  2. Btw koreksi dikit (dr yang mencet mesinnya, pas beli tiket, hehe…) ongkos ke sana 140 yen. Nice writing though… :-bd

    • Hi Sis….,Thanks 4 your comment and correction. It was our great experience, was it… And also was an unforgetable moment, while in Japan. I never thought read your comment Here.. Unbelievable, hehehehe…

  3. Film Geisha itu salah satu film yang tidak pernah bosan untuk aku tonton..sampai bukunya pun aku punya..hehehe 😀

    Begitu aku tau mas adelays ke tempat pembuatan film geisha jadi kepengen nonton lagi deh dan tentunya jadi kepengen kesana juga..

    Dilihat dari foto yang diambil oleh mas adelays, disana memang tempatnya bagus banget tapi sayang fotonya tidak diambil pada saat musim semi dimana banyak bunga sakura yang sedang bermekaran..

    Tapi tidak apa2 sih mas..semoga saja mas Adelays dan jg aku bisa kesana untuk menikmati udara sejuk pemandangan yang indah dan ditambah dengan kecantikan bunga sakura yg sedang bermekaran Amiiinnn…

    • Emerald… Mudah2an ini sebuah doa ya.. Biar bisa kesana lagi. Indah memang.. makanya saya tulis secuil Surga yang Allah berikan disini. Tidak heran.. teman2 saya yg pernah ke Jepang, selalu ingin dan ingin lagi pergi kesana… Huffh… mudah2an bisa ya… amiiin 🙂

  4. Adelays, saya suka banget film dan buku ini, saking sukanya, buku Memoirs of Geisha ini sampe saya baca berulang-ulang…
    Doain saya bisa kesana dong!

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: