Nijo-Jo Mae

20130305-152154.jpg
Saya terkesima dengan sambutan yang diberikan oleh para penjaga Nijojo Castle (Kastil Nijo) . Sesaat setelah membeli karcis seharga 600 Yen, tidak lama seseorang penjaga pintu gerbang yang menggenggam sebuah Handy Talkie menyapa.

Belum sempat hilang keheranan tersebut, kemudian penjaga gerbang itu menjulurkan lengan kirinya seraya memberikan petunjuk arah ke gedung utama sebuah Kastil yang dibangun tahun 1603 era Tokugawa Ieasu. Tokugawa adalah keluarga keturunan Shogun terakhir sebelum kemudian berakhir pada zaman Restorasi Meiji. Tokugawa Yoshinobu mengumumkan Restorasi Imperial yang berlangsung tahun 1867.

20130305-152302.jpg

Sebenarnya saya hendak berhenti sebentar disebuah titik yang dianggap sebagai tempat yang cukup bagus untuk mengambil gambar dari kamera digital yang sudah dalam genggaman, namun apa yang saya sampaikan kepada petugas dengan bahasa Inggris itu, seolah tidak dipahami olehnya yang menjawab dengan bahasa Jepang.

Belum sampai didepan kastil utama, petugas lain yang tidak kalah sigapnya sudah menerima kedatangan saya, seolah menjadi estafet petugas sebelumnya yang kemudian kembali ke gerbang masuk utama Kastil yang berpagarkan batu tebal ala benteng itu.

20130305-152331.jpg

Saya lalu mulai bertanya-tanya dalam hati, mengapa mereka begitu bergegas mengantarkan saya ke bangunan utama yang disebut sebagai Istana Ninomaru yang berarsitekturkan kayu dan taman berbatu kerikil ini.

Alasan yang saya duga-duga adalah, karena besarnya area Kastil Nijo yang terdiri dari 3 bagian yaitu Honmaru sebagai lingkaran pertahanan kastil, Ninomaru sebagai lingkaran pertahanan kastil kedua dimana terdapat Istana Ninomaru yang akan saya masuki, dan taman besar yang mengelilingi kedua Istana tersebut dengan lingkaran sungai berdinding batu.

20130305-152356.jpg

Ketika saya kemudian tiba di pintu utama Istana Ninomaru barulah saya mulai mengerti. Sebelum sepatu dilepas, karena syaratnya memasuki istana ini harus tanpa sepatu dan kaos kaki, sebuah papan tulisan didepan pintu masuk istana menjelaskan dalam bahasa jepang dan Inggris, bahwa waktu kunjungan khusus kendalam Istana Ninomaru ini dibatasi mulai jam 09.00 AM – 4.00 PM

Rupanya sore itu hanya 12 menit menjelang pukul 4 sore. Saya hampir menjadi orang terakhir yang datang, masih ada 1 orang laki-laki yang hampir berbarengan. Petugas memberikan sign bahwa mengambil foto didalam Istana shogun Tokugawa ini Strictly Prohibited.

20130305-152436.jpg
Setelah dikemudian hari saya amati, dan berusaha mencarinya di mesin pencari google, memang tidak ditemukan gambar situasi dalam istana yang koridor lantainya disebut dengan lantai bulbul. Lantai ini memiliki keunikan karena akan berbunyi mencicit ketika diinjak, yang akan menjadi warning jika ada musuh atau penyusup yang datang tak dikehendaki.

Istana yang menjadi tempat tinggal Tokugawa yang menjadi simbol ke-militeran terakhir bagi kaisar ditahun 1867 ini akhirnya dijadikan sebagai istana kekaisaran untuk sementara waktu, sebelum disumbangkan ke pemerintah Kyoto Perfecture .

20130305-152521.jpg

Sambil menikmati tenggelamnya matahari sore Kyoto dibawah birunya langit menuju kastil kedua Honmaru, saya melihat istana Ninomaru ini sedang berproses ditutup jendelanya dengan pembatas tebal lapis kayu yang memiliki rel-rel. Penutup kayu ini didorong dari tempatnya yang sedemikian rupa kemudian akan menutup keseluruhan jendela.

Perawatan dan perlindungan yang baik dari pengelola Nijo-jo membentuk peninggalan yang sudah sedemikan lama tetap terawat dan terlindungi dari berbagai gangguan cuaca dan tidak lekang oleh waktu walaupun sudah berdiri sejak abad ke 17.

Tidak jauh dari pintu keluar, saya kemudian membeli sebuah minuman botol hangat dari sebuah vending machine minuman seharga 120 Yen. Berbeda dengan di Indonesia yang lebih banyak ATM tersebar diberbagai tempat, Jepang yang penduduknya banyak mobilisasi dengan berjalan kaki dan transportasi massal lebih banyak vending machine minuman.

20130305-152555.jpg

Minuman hangat ini kemudian saya bawa sambil berjalan keluar Kastil gerbang utamanya ini sudah tertutup. Langkah ini kemudian terarah menuju keluar dari sebuah pintu kecil menghadap ke Nijojo Mae.

Dari adik saya yang sudah beberapa tahun tinggal disana, saya ketahui bahwa Nijo adalah nama kastilnya, Jo bisa diartikan sebagai Kastil , bisa juga diartikan sebagai beginning/start. Sedangkan Mae berarti depan. NijoJo Mae, lokasi Kastil Nijo , dapat dicapai hanya 15 menit dengan bus no. 9 atau no. 50 dari Kyoto Station.

Nijo-Jo Mae, Jalan utama didepan Kastil Nijo. Kastil Nijo menjadi situs warisan dunia UNESCO di tahun 1994.

20130305-152632.jpg

Advertisements

6 Responses to “Nijo-Jo Mae”

  1. Wah… udah ada judul baru lg neh yg dishare. Kastilnya keren banget dan pengambilan fotonya juga keren abis :))

    Walaupun Kastilnya tersebut merupakan peninggalan dari abad ke 17, bangunan dari kastilnya tersebut masih terlihat kokoh dan terrawat dgn rapi yah?

    Kastil nijo-jo mae ini jaraknya apakah berdekatan dgn kastil golden pavilion itu yah mas? Sebabkan ada 2 tempat kastil yg berada didaerah yg sama dikyoto?

    Terima kasih atas berbagi cerita perjalanannya dan foto2 yg indah :))

    • Kastilnya namanya Nijo, Emerald. Nijo Jo mae adalah letak depan jalan dan sekaligus nama pemberhentian bus yang berada tepat di depan kastil Nijo.
      Secara geografis kastil dan golden pavilion tidak berada berdekatan. Yang satu yaitu Kastil Nijo berada hampir di tengah kota Kyoto, tetapi Golden pavilion berada di sebelah utara Kyoto.

      Hehe.. Akhirnya nukis lagi memang iya, krn kesibukan yang akhir akhir ini meningkat dan baru sempat lagi meluangkan waktu berbagi di blog ini.

      Terima kasih telah berkunjung. Mudah2an mencerahkan Emerald.

  2. selamat malam Bung Adelay, lama sudah saya tak singgah ke sini .
    salut dan sukses untuk karya karyanya yg jempolan.
    salam .

  3. mmmm..habis baca cerita yang ini, satu hal yang patut ‘dicuri’ dari negara ini adalah cara mereka memelihara, mempertahankan dan menjaga warisan budayanya, selain itu menegakkan disiplin sekaligus tetap menjaga hospitality saat menerima wisatawan yang datang juga sesuatu yang harus ditiru. Selalu ada terselip cerita yang menarik dari tulisan Adelays, ditunggu lagi cerita cerita menarik lainnya…*salam jalanjalan* 🙂

    • Andra,
      Setuju dg komentar km, bisa dibayangkan, hasil karya abad ke 17 berupa kayu, masih kokoh dan sangat terpelihara sekali.

      Proteksi mereka sangat baik. Saya cukup sedih ketika peninggalan rumah kayu yang kita miliki juga di Sumatera Barat, yaitu Istana Pagaruyung habis dilalap api beberapa tahun yll. Walaupun telah dibangun kembali saat ini.

      Thanks Andra, (y)

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: