Bukan Dark Justice

MetrominiRadio Dalam macet,  itu sudah biasa. Terlebih sore hari jam pulang kantor. Tapi saat itu ada yang tidak biasa. Di sumber kemacetannya tepat berada di tengah perempatan yang padat, terjadi cekcok mulut antara pengemudi mikro bis dengan pengemudi sedan Daihatsu Sirion.

Kaca samping pengemudi bis terlihat pecah. Perhatian orang tertuju kepada mereka yang terlibat berseteru. Pecahan kaca terserak dijalan raya lantaran dihakimi pengemudi sedan yang melakukan kekerasan. Menghakimi orang kecil yang tak mampu melawan karena tidak punya cukup kekuasaan.

Saya melewati simpul kemacetan, kemudian berlalu sambil menerawang keadilan gelap yang diterima sang pengemudi. Satu cap yang tersemat untuk kejadian itu : Dark Justice. Dark Justice yg dimaksud adalah  berbeda dengan filmnya yang pernah beredar, tetapi. Dark Justice mengakhiri ceritanya tidak dengan kebaikan.

 Mawar, seorang teman saya yang bekerja disebuah kantor multinasional company, merasakan kejadian yang kurang lebih serupa.

“Kekerasan” yang ia rasakan memang bukan dalam bentuk pemukulan atau perusakan fisik, tetapi haknya mendapatkan predikat memuaskan dari keputusan yudisium tahunan yang sudah didepan mata, harus direlakan terbang dibawa angin.

Dark Justice

Pasalnya keputusan  salah seorang dari beberapa pimpinan tertinggi meng-overwrite sebuah keputusan komite yang dihadiri seluruh perwakilan, merubah hasil kesepakatan di luar forum.  Padahal sebelumnya kesepakatan penilaian telah bersifat final, dan pengumuman secara informal telah diedarkan.

Dampak psikologis dirasakan tidak hanya pada dirinya,  lantaran komite yang kewibawaan nya sedang dibangun oleh pimpinan tertinggi departemen ini menemukan batu ujiannya di anak tangga pertama, di usia yang amat sangat muda.

Tidak selesai sampai disitu,  untuk mengamankan pundi-pundi penilaian yang sudah merosot, dicarilah kambing hitam yang aslinya berbulu putih, untuk mengalihkan yudisium standard tersebut kepada orang lain.

Bukan itu saja, dicarilah forum ‘renew’ untuk meligitimasi kesepakatan yang terlanjur release beberapa hari sebelumnya, padahal tahun-tahun sebelumnya belum pernah ada babak perpanjangan waktu seperti ini.

Kembali ditemani pikiran atas kejadian Mawar dan pertengkaran penguasa dan rakyak kecil sebelumnya, seyogyanya kita dapat menarik hikmah atas kejadian-kejadian di sekitar kita, hingga kejadian-kejadian serupa dapat dihindari :

  1. Berlapang dada atas keputusan yang telah diambil suka atau tidak .
  2. Berkomitmen atas keputusan bersama yang diambil, karena kalau tidak, hal-hal semacam ini tidak akan pernah menjangkau kata selesai.
  3. Membangun kewibawaan tentu tidak mudah dan instan, sehingga setiap pelanggaran harus selalu berkaca pada aturan yang ditetapkan.
  4. Menghargai peran serta orang lain tidak saja pada hirarki resmi/formal tetapi juga menghargai orang lain secara lingkungan non formal.
  5. ……………. (dan lain-lain) silakan kalau ingin menambahkan.

.

Advertisements

6 Responses to “Bukan Dark Justice”

  1. Dark justice dari judulnya sudah menarik tuh mas adelays 🙂
    Dijaman skrg keadilan susah didpt atau kata lainnya jarang didapat. Sprt kejadian tadi siang itu terjadi pd aku, wkt aku sedang mengendarai mobil melewati jalan flayover tebet tiba” ada motor nyelip dipadatnya kendaraan. Aku disangka menginjak kakinya sipengendara motor tsb pdhal jelas” itu kakinya sipengendara motor tsb lbh dekat dgn mobil yg berada disebelahku. Yah krn dia ngeliat aku perempuan akhirnya aku yg dikerjar dan disuruh bertanggung jawab atas kejadian tsb o/ sipengendara motor itu. Tapi aku gak mau ribet dan rame aku keluarin aja uang sbg ganti utk pengobatan kakinya sipengendara motor tsb. Padahal aku liat itu kakinya tidak apa” baik” aja, cuman aku males utk berargumentasi yg menurut aku gak penting.
    Lah jadi curhat aku mas hehehehehehehe….. 🙂
    Tapi menurutku yg paling adil hanya keadilan tuhan itu udah pasti. Kalo keadilan didunia masih byk fakta yg diputar balikkan.
    Ditunggu berita”nya lg diblognya yah mas adelays 🙂

  2. Bisa dijadikan pelajaran yang sarat hikmah, mungkin hal sperti itu pernah juga terjadi pada diri kita, menyakitkan pasti, but the show must go on, tetap semangat, terus berusaha dalam kebaikan, mungkin di sebelah sini kita diperlakukan tidak adil, tapi di sebelah sana nanti kita yakin akan mendapatkan yang jaaauuuh lebih baik lagi… Amiiin

  3. Wah bahasan mas Ade kali ini dalem, hehe..
    Btw, daerah Radio Dalam saya dulu juga pernah ngantor disitu, hehe….jadi inget kecopetan di metro mini.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: