Dari Eddy Merckx sampai Novellina sang “Fantasy”

image

Sejenak saya terdiam diantara setumpuk pekerjaan kantor,sambil menatap nanar layar monitor tepat didepan majalah ber-genre sepeda “Ride Bike” yang saya beli dua hari yang lalu.

Sebentuk lamunan terkembang dari sang waktu, sambil berusaha memahami salah satu kontennya. Sebuah perjalanan hidup seorang tokoh se-level Maestro, seorang juara dunia sepeda dari Belgia di era tahun 1960-an, Eddy Merckx. Ia berujar : “Don’t Buy Upgrades, Ride Up Grades”.

Eddy yang berjuluk “The Cannibal” dan bernama lengkap Edouard Louis Joseph Merckx mungkin tidak pernah menyangka kata-katanya itu mampu mengispirasi banyak orang, bahkan setelah berlalu berpuluh-puluh tahun lalu diucapkannya. Mungkin hal itu tidak terlepas dari prestasinya di dunia balap sepeda selama masih aktif membela Belgia dalam tim dan tampil dalam 5 kali tour de France serta memegang 4 medali emas world championship.

image

Saya mencoba menerka-nerka, mungkin Eddy ingin menitipkan pesan berharga kepada para penerusnya, bahwa untuk mencapai prestasi tertinggi di bumi, tidak hanya dapat diperoleh dari tunggangan yang mumpuni, tetapi juga dari kemampuan teknis cara menunggang yang baik.

Untuk mendapatkan sebuah sepeda yang baik, sah-sah saja melakukan upgrade membeli frame ringan berkualitas tinggi, wheelset terbaik demi mencapai rolling resistansi terendah, ban berkompon minimalis serta berbagai pernik-pernik yang tidak murah, tetapi siapa yang tau kalau penggunanya tidak mampu mencapai prestasi hanya karena penunggangnya masih jauh dari level digdaya.

Masih ada upgrade lain yang jadi rahasia terselubung yang tidak dapat dibeli, yaitu manajemen respirasi paru-paru dan permainan suspense lutut yang memiliki peran sebagai kayuhan kecepatan.

Wacana yang disuguhkan oleh majalah bertajuk Upgrade Sepeda vs Upgrade skill dalam kolom RB talk ini, memberi wawasan universal tentang tunggangan beroda dua tak bermesin, sekaligus mengantarkan pesan Eddy Merckx serta penerapannya di dunia yang mungkin saja diaplikasikan pada disiplin yang berbeda.

 Sejenak saya terkaget.

Ada sebab yang memecah keheningan. Seseorang teman yang datang dengan undangan pernikahan di tangan. Seorang perempuan yang satu dari sekian cita-citanya baru saja diwujudkan . Dari hobby-nya menulis, kemudian menjadi blogger sekaligus menjadikan ceritanya terpatri dalam monumen sebuah buku novel.

203481201_xl-500x500

Menulis buku, novel, atau apapun itu, memang menjadi sebuah cita-cita saya yang selama ini masih berada di awan. Seorang yang datang itu telah memecahkan keterbatasan seperti Eddy, memaksimalkan sepeda berbentuk laptop sekaligus kayuhan skillnya dalam bentuk imajinasi.

Perempuan ini telah memaksimalkan imajinasinya bersama teknis menulisnya pada sebuah novel berjudul “Fantasy” yang diterbitkan oleh percetakan kelas wahid di negeri ini, Gramedia, yang terbit perdana April 2014.

image

Ellen, nickname Novellina, saat itu telah tidak saja mengantarkan undangan pernikahannya tapi sekaligus mendekatkan kisahnya, berbagi tulisan dalam curahan hati, di blog pribadinya http://www.theflybird.blogspot.com .

Screen Shot 2014-05-16 at 6.57.56 PM

“Galauers”, katanya dalam obrolan kami di BlackBerry Messenger.

Ia bertutur sekaligus menasbihkan diri sebagai kaum galau yang banyak meluncurkan posting ketika hatinya galau. Sebuah bentuk penuturannya kepada saya, yang sesungguhnya saya nilai sebagai pribadi yang sederhana beserta kerendahan hatinya.

Apapun itu, satu achievement lagi menunggunya di depan mata. Pernikahannya dengan Andi dihelat di kota Malang Jawa timur, 17 Mei 2014, dan resepsinya akan diselenggarakan di Gedung Manggala Wanabakti di Jakarta Minggu, 25 Mei 2014.

Selamat ya Ellen, semoga menjadi keluarga yang Sakinah Mawaddah wa Rohmah. Amiiin….

image

Advertisements

10 Responses to “Dari Eddy Merckx sampai Novellina sang “Fantasy””

  1. design undangannya unik

  2. saya jadi pengin naik sepeda jelajah desa lagi sampai bannya gembos kayak dulu, dan itu novelnya mau kalau dikasih hihih

  3. Saya mau bahas bukunya ya, buku yang sangat menarik, tulisannya cerdas dan indah, cerita yang dibangun sepertinya mampu mengaduk-aduk emosi pembacanya, saya rela jadi penggemar Mba Novellina. Terusss berkarya dan selamat menempuh hidup baru yaaa, and also many thanks buat Adelays yang sudah memperkenalkan karya perdana dari ‘theflybird’ 🙂

  4. Kerennya yaaa…ngasih undangan sama buku yang berisi tulisan-tulisan pribadinya…
    Belum baca sih, tapi kalo ke toko buku, kayaknya saya bakalan nyari deh!
    Penasaraaan…
    😉

  5. Bisa diterbitin sama Gramedia pula?
    Duh, hebaaaat…

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: