Traveling Smart Tips

2014-05-23 07.44.20

Semenjak kebijakan pemerintah tentang biaya fiskal untuk perjalanan ke luar negeri dicabut, banyak teman-teman saya menikmati kebijakan bebas biaya itu dengan melancong ke luar negeri seperti Malaysia, Singapore dan Thailand. Ketiga negara tujuan itu menjadi destinasi wisata favorit para pelancong pemula.

Sebut saja rekan satu unit saya Khoirina yang baru saja pulang dari berwisata ke luar negeri. Ia memilih trip mancanegara pertamanya ke Singapu ra. Berbeda dengan rekan saya lainnya Ikhsan yang sudah lebih dulu melancong. Selain ketiga negara itu, ia kemudian menjelajah Jepang, Nepal, India, dan Korea. Seangkatan Ikhsan, rekan saya lainnya Diana dan Juni juga telah menjelajah Jepang, India dan destinasi Eropa, Inggris.

Sebelum kebijakan fiskal keluar negeri dicabut, terbayang betapa besar biaya lain yang harus dikeluarkan. Kita harus membayar sejumlah uang (Rp. 1.000.000 – Rp. 2.500.000) per orang, belum termasuk biaya transportasi.

2014-05-23 15.46.30

2014-05-23 07.52.53

Nah.. dengan banyaknya pelancong meminati tujuan wisata di luar negeri yang saat ini marak, tentunya cara kita bepergian dari mulai berbujet rendah (atau yang dikenal dengan kaum backpackers) sampai dengan berbiaya tinggi (atau dikenal dengan komunitas koper) dapat menjadi pilihan.

Dibandingkan kaum koper, kebanyakan backpackers perlu menyiasati perjalanan dengan berbagai cara. Mengapa siasat ini perlu dilakukan ? Karena tentunya biaya yang dikeluarkan untuk melancong bisa menjadi lebih efisien.

Ada sejumlah smart tips, baik yang harus dilakukan bagi keduanya seperti smart tips yang yang saya kutip dari Get Lost Magazine Travel |Adventure | Culture , agar dapat bertahan dijalan dan perjalanan tetap menyenangkan.

2014-05-23 07.50.43

1. Mencuci Baju di Wastafel.

Pernah kan ada suatu kondisi dimana kita tidak mungkin menggunakan laundry? Namanya juga darurat, mencuci baju dengan sabun hotel atau deterjen sachet kadang lebih cepat (dan murah tentunya). Nah.. kalau bawa baju cukup banyak juga kendala akan terjadi di punggung yang membawa barang banyak dan barang bawaan menjadi lebih berat, ya kan?

2. Menjahit.

Kenapa menjahit jadi tips ? Karena terkadang kita dihadapkan pada situasi baju atau celana yang sobek padahal persediaan baju tidak cukup dan perlu menyiasatinya. Tentu tidak perlu mahir menjahit, kalau jago menjahit malah jadi tukang jahit di luar negeri, atauh malah lupa pulang nantinya.. lantaran mendapat pekerjaan baru sehingga mengurangi jatah penjahit yang lebih dulu sudah eksis…hehehee…..

3. Menyimpan Uang Darurat.

Nah.. simpan uang dalam kantong-kantong level yang dalam, maksudnya kalau kita melancong, biasanya kita tergoda untuk membeli barang ini dan itu. Atau antisipasi kecopetan . Simpan uang dalam “amplop” yang berbeda. Asal jangan lupa tempatnya kalau memang akhirnya betul betul diperlukan.

Nah… khusus untuk tips ini, tentunya berlaku hanya untuk yang uangnya cukup (banyak), karena kalau tidak ada uangnya juga susah ya… mau darimana lagi beli ini itu lhawong udah nggak punya uang.

4. Tawar menawar

Tawar menawar harga dan menunjukkan muka yang tidak tertarik juga penting agar mendapat bargain yang lebih baik.

Saya punya pengalaman saat bertandang ke Pasar Mong Kok di Hong Kong. Dengan cara memperlihatkan muka tidak tertarik dan pura-pura akan pergi, jauh lebih efektif memperoleh harga barang dengan murah jika dibandingkan kita langsung menawar dan mempelihatkan bahwa kita membutuhkan… Hmmmm.. manjur juga kan…

5.Mengucapkan terima kasih dalam berbagai bahasa.

Mengetahui budaya lokal setempat sangat penting dan cukup membantu. Karena masyarakat lokal akan sangat menghargai kalau turis mengucapkannya dalam bahasa mereka. Contoh kecil saja, betapa senangnya kita kalau ada turis menggunakan bahasa Indonesia walaupun hanya sepotong dua potong “Terima Kasih”.

6. Menyetir Manual.

Siapa tau kita menyewa kendaraan untuk sightseeing, menyetir manual berbagai kendaraan pasti lebih siap untuk jalan-jalan.

7. Travel Light.

Travelling, biasanya keluar dari kenyamanan rumah, maka bawalah barang sesuai kebutuhan saja, tidak perlu membawa seisi kenyamanan rumah dalam tas yang tentu terbatas kemampuan kita membawanya secara lincah kesana kemari.

8. Berenang.

Kapan saatnya berenang ? Terkadang kita tidak pernah tau keadaan itu harus memaksa. Ada situasi yang tidak darurat juga kita harus berenang, ketika pantai yang indah atau air terjun yang menggoda kita untuk berenang sudah dihamparan mata, sementara suasana juga tidak terlalu padat. Tergoda untuk nyebur juga kaaan…. Hehehe…

9. Geografi Dasar.

Selain geografi dasar juga bisa untuk membantu melihat map atau GPS, pengetahuan geografi dasar juga bisa jadi alasan untuk memulai percakapan dengan orang yang baru kita kenal. Coba mo ngomong apa kalo blom kenal , bisa-bisa dianggap SKSD… Nah.. Geografi dasar bisa membantu kita memulai pembicaraan… asik kan…?

10.  Menggunakan Kompas.

Situasi sulit tentu menjadi pembantu yang sangat efektif kalo kita bisa menggunakan alat ini. Berbeda dengan GPS yang membutuhkan energy batere, kompas manual relatif irit, karena tidak perlu batere dan tidak perlu mengecharge nya.

11. Mengganti Ban.

Menyewa mobil ketika melancong dan ban kempes ? Perlu keahlian dan mengenal tata letak dongkrak dan lokasi ban untuk mengenal situasi dan kondisi sulit ini dipecahkan.

12. Tidur Dimanapun.

Keliling dunia tentu tidak selalu dalam keadaan cukup tidur. Dikondisi seperti ini kita perlu bisa tidur dimana saja untuk menjaga kebugaran. Siapkan jaket, penutup mata atau kepala untuk kenyamanan tidur di tempat-tempat yang mungkin tidak nyaman bagi kita.

13. Dasar-Dasar Pertolongan Pertama.

Sudah jelas, diperlukan. Tentunya peralatan ini harus kita bawa sebagai antisipasi.

14. Menggunakan kamera.

Tidak perlu kamera yang mahal. Masih lebih baik “hanya” menggunakan kamera HP namun berbagai momen indah berhasil kita dapatkan, kan, jika dibandingkan dengan kondisi harus kamera DSLR tapi tidak terbawa.

Advertisements

12 Responses to “Traveling Smart Tips”

  1. Tips traveling yang menarik Adelays, terkadang malah ngga kepikiran sama kita, ada pengalaman pribadi ?

  2. Kalo soal backpackers itu mah aku baaannngggeetttttssss mas 🙂
    Dan memang betul kita hrs tau dulu adat&istiadat negara yg kita tuju biar enggak cupu” bangetslah istilahnya hehehehehehe….
    Oooo… tambahan 1 lg jgn lupa bawa mie instan cup kalo gak cucok makanan dipesawat atau dinegara tersebut tinggal seduh doang :p
    Thanks yah mas adelays atas informasi traveling smarts tipsnya 😉

    • Haahahaaaa.. itu bener banget. Mie instan emang andalan kita banget kalao kurang cocok dengan makanan di suatu daerah. Bisa juga diganti dengan bawa rendang kering atau serundeng kalo kuatir.

      Cuma kelemahannya kalau backpackers-annya lama ya bawaaannya musti banyak juga yaa…

  3. Thnx tips nya Mr Adelays,,,1 lg yg g kalah penting, batre cadangan/powerbank krn selaen untuk komunikasi, penting bgt qt mengabadikan suatu momen wlpn cm pake camera hp, sayang gbs poto gr” keabisan batre,, dan sebisa mungkin cari sebanyak mungkin kenalan disana,,siapa tau someday bs ketemu mereka,,entah di indo atau negara laennya ‘v’

  4. terima kasih smart tipsny aya

  5. Hehehehe, iya dong adelays, lebih baik pake kamera hp, daripada pake kamera DSLR tapi nggak kebawa 😀
    Thanks tips-nya yaaa…banyaknya tujuan wisata luar negeri yang diceritakan banyak orang, membuat makin banyak pelancong pemula yang menjadikan negara-negara tetangga kita sebagai destinasi wisata mereka waktu liburan…

  6. wah, jadi pengen jalan-jalan ini. Tips nya lengkap banget 🙂

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: