Resolusilaturahmi

image

Pertama-tama, dengan segala kerendahan hati Adelays.com mengucapkan :
Selamat Iedul Fitri 1435 H.
Taqobbalallahu Minna wa Minkum, Taqobbal ya Kariim, Kullu Aamin wa Antum bi Khoir. Mohon Maaf Lahir dan Bathin.

Walapun ‘kepergian’ Ramadhan menuju Syawal ini disambut dengan ‘cita  rasa’ yang berbeda,  bagi saya, momen lebaran tetaplah sebuah momen yang Istimewa. Selain sedih karena ditinggalkan oleh Bulan Ramadhan yang penuh berkah, namun penerusnya sang Syawal juga merupakan bulan penuh silaturahmi.

image

image

Bulan Syawal dikenal  tradisi berkunjung ke tempat keluarga yang selama ini jarang ditemui dengan saling bertegur sapa, berjabat tangan, termasuk  mengunjungi sanak saudara yang boleh jadi jaraknya berjauhan ratusan bahkan ribuan kilometer.

Tanpa momen khusus ini, saya tidak tahu pasti, kapan waktu yang tepat paling  menjadi momen yang paling baik ketika mayoritas anggota keluarga, sanak saudara, dan handai taulan berkumpul bersama untuk bersilaturahim.

image

Sebenarnya ada yang unik dari lebaran tahun ini bagi saya. Unik jilid satu-nya kira begini… Kalau kebanyakan orang melakukan sholat Ied di lapangan / tanah lapang atau di masjid, saya justru melakukannya di atas aspal jalanan yang biasanya dilalui oleh truk-truk bermuatan besar.

Waalaupun , saat sholat ied jalanan itu ditutup total, tapi saat sholat dua rokaat khutbah ied dimulai, sebagian jalanan dibuka untuk lewat tidak saja motor, angkot, mobil pribadi, tetapi juga truk, sampai mobil tronton pembawa petikemas, yang jaraknya hanya beberapa meter dari tempat saya duduk bersimpuh di jalan tempat perluasan shaf masjid.

image

image

Dari sini muncul resolusi untuk saat kembali ke  ‘Dunia Nyata’ di Jakarta untuk  lebih bersemangat dan memperbanyak sholat berjamaah, Insya  Allah.

Unik jilid duanya, setelah saling bermaafan dengan keluarga, orang tua dan orang-orang terdekat di rumah, kebanyakaan warga disekitar adalah menyambangi para guru / ustadz / gus / yang berada di pesantren sekitar rumah.

Unik jilid duanya adalah tradisi silaturahmi selain keluarga yang saya lakukan disekitar masjid yang mana lokasi itu sangat dekat dengan pesantren , kepada guru-guru para ustadz dan kiyai pesantren, yaitu Gus Ali, Gus Malik, Gus Sulthon, dan Gus Fauzi.

image

Tradisi kunjungan ke setiap ustadz ini selalu diawali dengan besalaman dan diakhirnya selalu meminta doa bersama yang dipimpin oleh para ustadz tersebut, sebelum akhirnya membubarkan diri dan melanjutkan kunjungan ke guru-guru lainnya.

Tampak kental  kharisma dari masing-masing guru yang saya kunjungi. Para yang hadir begitu menghormati sang guru walaupun sang guru tidak meminta dihormati secara khusus. 

image

Selain itu, dari kedatangan saya ke masing-masing guru, saya mendapatkan kisah beragam. Seperti dari Gus Malik yang bercerita tentang para relawan yang berangkat ke palestina, dan menceritakan betapa sulitnya kondisi disana.

Berbeda dengan Gus Ali rumahnya yang lebih banyak berdialog tentang kondisi lebaran yang sedang berlangsung, puasa ramadhan yang telah dilalui dsb.

Lain lagi dengan Gus Fauzi yang ketika dikunjungi sedang tidak sehat kondisi badannya. Ia banyak berkisah terkait medikal check up yang dijalaninya serta angka-angka medis diatas rekomendasinya.

image

image

Suaranya yang lirih membuat para hadirin berusaha mendekati  tempat Gus Fauzi duduk di ruangan yang memanjang tersebut, dan berusaha mendengarkan apa yang diucapkan. Semuanya terdiam sambil berusaha menarik benang merahnya, sekaligus menambahkan satu resolusi lagi untuk menjaga kesehatan dengan berolah raga lebih giat sesampainya di Jakarta nanti.

Apapun itu, marilah kita menarik sebanyak mungkin kebaikan dari silaturahmi lebaran yang baru saja kita lewati… itulah sebagian Resolusi Silaturahmi lebaran yang mungkin saja dialami dengan manfaat yang berbeda-beda. Amiiin ya Robbal Alamiin.

Advertisements

3 Responses to “Resolusilaturahmi”

  1. Gak mampir ke Pondok Pesantren Salafiah Bihaaru Bahri Asali Fadlaailir Rahmah biasa dikenal dengan Masjid “Tiban” Turen Malang

  2. Waahhh menarik sekali perjalanan silaturahminya mas adelays bisa mendatangi beberapa ulama dimalang. Dan pastinya suasana, silaturahminya lbh bermakna. Ketimbang kita yg dijkrt lebaran 1 aja sudah macet total dimana” heeemmmm capek deh… 🙂

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: