Yasir tak Sendiri

Screen Shot 2014-10-06 at 12.35.34 AM

Tidak semua orang yang berwajah garang, hatinya akan sama garangnya. Masih ingat kan, slogan “Body Rambo, Hati Rinto”? Hal ini dialamatkan kepada seseorang yang tampilannya teguh atau kuat, badannya mungkin berotot seperti bintang film yang diperankan oleh Sylvester Stallone dalam filmnya “Rambo” namun mudah tersentuh hatinya laksana Rinto.

Sebutan “Rinto” lahir karena ketokohan seorang pencipta lagu bernama Rinto Harahap yang senantiasa menelorkan lagu-lagu sendu dan melankolis yang mendayu-dayu.

Lagi-lagi ini kisah saya. Ups…lebih tepatnya kisah salah seorang teman saya. Sebutlah bernama Yasir (bukan nama sebenarnya. Tapi walaupun nama sebenarnya, juga tidak apa-apa).

Ia adalah seorang kawan saya yang dikenal dengan pendiriannya yang kuat, melebihi keteguhan berdirinya karang di pantai selatan Jawa. Keteguhan hatinya tidak mudah runtuh oleh debur ombak yang menghantap batu karang walaupun bertubi-tubi. [Lebay. Part#1].

Kalau ia berdebat, kekuatan argumentasinya selalu didasari oleh data yang kuat dan akurat, sehingga siapapun yang beradu argumentasi tentang sesuatu hal, tidak akan mudah sang lawan bicara untuk mematahkan argumentasinya.

Dalam hal usianya yang sudah memasuki usia matang, dia seringkali tidak pandang bulu, siapa lawan dan siapa kawan bila beradu argumen. Lebih matang oke, lebih muda juga oke. Ia bak Rambo diatas mimbar pidato. [halah…]

 Namun, Tuhan selalu adil.

Diantara kelebihan reputasinya, Ia memiliki sisi lain yang “lembut”. Tapi jangan bayangkan kata-kata lembut diatas seperti orang yang kemayu dan mendayu-dayu atau lentur seperti bambu. Karena faktanya ia berkumis dan berjenggot, walaupun tidak tebal. Sebuah sisi lain yang bertolak belakang 180 derajat, laksana Utara dan Selatan. Ataupun Timur dan Barat. [#sigghghhh.. jauh beut]

Lembut dimaksud, adalah dalam hal kepekaan hatinya. Sedikit mendengar hal-hal yang menyentuh, hatinya berdesir sampai relung hati. Tidak heran kalau meluluhlantahkan pertahanan hatinya, perubahan terjadi dari mulai perubahan air muka, sampai meneteskan air mata. [Lebay part#2].

Lebay-kah ? Kita lanjut dulu….

Saya kemudian menyetelkan sebuah lagu di Youtube dari smartphone saya. Liriknya cukup romantis. Judulnya pun cukup menggoda: “Apa Kabar, Sayang?”. Bagi yang belum tau, atau belum pernah mendengarnya, kira-kira inilah syairnya.:

Seharian aku tak tenang

Seperti orang kebingungan

Fikiranku tak karuan

Khawatirkan kamu disana

Tak tahu apa gerangan

Mungkinkah disana

Kau rasa bahagia

Atau malah sebaliknya

Telah lama kita tidak bertemu

Tak pernah ku dengar berita tentangmu

Apa kabar kamu sayang

Apa kabar kamu sayang

Seharian aku tak tenang

Khawatirkan kamu disana

Tak tahu apa gerangan

Mungkinkah disana

Kau rasa bahagia

Atau malah sebaliknya

Telah lama kita tidak bertemu

Tak pernah ku dengar berita tentangmu

Apa kabar kamu sayang

Apa kabar kamu sayang

Aku kan terus mendoakanmu

Walau tak ku dengar berita tentangmu

Apa kabar kamu sayang

Apa kabar kamu sayang

Disana…

Mungkinkah disana

Kau rasa bahagia

Atau malah sebaliknya

Telah lama kita tidak bertemu

Tak pernah ku dengar berita tentangmu

Apa kabar kamu sayang

Apa kabar kamu sayang

Aku kan terus mendoakanmu

Walau tak ku dengar berita tentangmu

Apa kabar kamu sayang

Apa kabar kamu sayang

Disana…

Apa kabar kamu sayang

Apa kabar kamu sayang

Aku akan terus mendoakanmu

Walau tak ku dengar berita tentangmu

Apa kabar kamu sayang… Disana (3X)

Tentu, satu lagu dari Album grup musik Armada bertajuk “Satu Hati Sejuta Cinta” ini, dengan membacanya saja akan membawa imajinasi pembaca kepada kerinduan terhadap orang yang disayangi. Lihat saja penggalan syair yang diulang-ulang pada: “Apa kabar kamu sayang… Disana (3x)”

Bagi yang mendengarkan lantunan melodinya dengan iPod pun tentu Imajinasi pendengar tidak akan jauh berbeda.

Namun menyaksikan melalui video clip (VC) hasilnya ternyata sedikit berbeda. VC yang diunggah oleh E-Motion Entertainment menjelang tahun 2014 itu, dan telah menarik perhatian pemirsa melebihi 2 juta hits saat tulisan ini ditulis, merubah air muka Yasir.

Screen Shot 2014-10-06 at 12.30.55 AM

Screen Shot 2014-10-06 at 12.32.47 AM

Screen Shot 2014-10-06 at 12.34.29 AM

Screen Shot 2014-10-06 at 12.34.48 AM

Asap yang menjelaga ditengah hiruk pikuknya kota, membuat pemeranan video clip ini jauh dari glamournya pemandangan antara kekasih dengan pasangannya. Lihat saja pemandangan awalnya yang menamilkan keseharian seorang tukang sapu dan anak-anak yang sedang bermain bola.

Ironis ? Tidak juga, karena ternyata masih ada sih adegan kekasih, walaupun hanya sekelumit saja. Kasih sayang selebihnya, ditampilkan lebih pada perjuangan seorang ayah. Ayah yang bekerja dan menabung demi anak laki-lakinya, bisa bermain bola dengan sepatu yang bagus. Betapa sulit mengais rejeki pada biadabnya kota besar seperti Jakarta.

Screen Shot 2014-10-05 at 11.09.55 PM

Tidak hanya berdampak pada perubahan air muka rekan saya itu, cobaan bertubi-tubi yang digambarkan pada video clip ini ternyata mengundang komentar dari Riya Amel yang berujar :

Love this song. Jdi ingat ma anak ku di kmpung. Ap kbr mu nak. Sabar ya. Ibu lagi berjuang demi masa depan mu walau ibu cuma seorang TKW. [#wisss dalem ya]

Ada lagi komentar dari Anton Ferdinand :

Lagu kesukaan anaku.. waktu itu dia bilang yaahh kasian yaah Ayahnya capek2 criin… , sekalinya anaknya sudah meninggal. Tapi 2 bulan kemudian ganti saya seperti cerita video anak saya sakit.. kesana kemari saya mencari obat…sampai akhirnya ALLAH mengambil anak saya setelah 3 minggu sakit keras di RS. AWS Samarinda. Love u MySon. M. Ferdinand AlFatony [#speechless #1]

Noted, 1 comment dari Alfa Franklen:

“the moment I saw the end of this video I cry… now I do understand how dad personality was” [#speechless #2]

Disinilah akhirnya Yasir kemudian tidak sendiri. Komentar Alfa Franklen menemaninya menyeka air matanya. [#akhirnya Yasir tak sendiri]

Buat pembaca yang ingin melihat video gubahan karya sutradara Upie Guava ini, kisah inspiratif dari Elvino Aldeanka (anak kandung Mai , gitaris grup Band Armada) dapat disaksikan di Youtube: http://youtu.be/_-MIFofXRNU . Bagi yang belum “tune in” dan masih penasaran silakan mendalami seutuhnya tulisan ini dengan melakukan play video youtube tersebut diatas atau dibawah ini.

PS.

Elvino Aldeanka (29 Des 2005 – 26 Nop 2011) adalah anak dari Mai (Personel Armada) yang meninggal karena penyakit Leukimia yang dideritanya. Lagu ini didedikasikan kepada Ka No, sebutan Elvino yang “pulang” lebih dulu. Sebuah ungkapan kekhawatiran dan kerinduan hati seorang ayah kepada sang anak yang tidak akan pernah kembali.

Advertisements

2 Responses to “Yasir tak Sendiri”

  1. Syairnya dari lagu ini cukup sedih & menyetuh dihati krn ditinggal o/org yg kita sayangi&cintai yg juga didukung pula dgn video clipnya, cuman musiknya tdk menggambarkan kesedihan yah mas adelays. Sama dgn lagunya I’ll be missing you yg dinyanyikan o/ puff daddy.
    Tapi kalo aku baca blognya mas adelays yg ini, aku bisa” tertawa geli krn ada tulisan lebay part 1&2disetiap akhir paragraf. Ada yah lebay dibuat part kayak sinetron aja hahahahahahahaha…. sukses trus yah mas adelays blognya 🙂

    • Hi Emerald, kalau tau kaya apa orangnya pasti ketawanya lebih geli lagi, terutama setelah mengenal lebih jauh.
      Kalau baru kenal sih bakalan jaim. Syairnya sama videoclipnya bagus.
      Untuk video clipnya sangat tak terduga. Kalau belum lihat sampe selesai aku saranin liat full.
      Hehehe..

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: