Garuda Membelah Angkasa

Inilah Garuda Indonesia, pesawat yang saya tumpangi saat terbang membelah angkasa dari Jakarta menuju Amsterdam, Negeri Belanda.

image

Garuda dengan nomor penerbangan GA-088 ini bertolak dari Jakarta pukul 01.05 menuju London dengan sekali transit di Amsterdam dan direncanakan tiba di Amsterdam pukul 09.25, dengan durasi perjalanan hampir 14 jam. Terdapat pebedaan waktu antara Jakarta dan Amsterdam yaitu 6 jam.

Pesawat yang saya tumpangi ini adalah salah satu dari  6 pesawat terhebat yang dimiliki oleh Maskapai Penerbangan Indonesia, yaitu Boeing 777-300ER.

Betapa tidak, daya jelajahnya yang mencapai 13520 km ini, mampu membelah angkasa berbagai benua non stop dari Jakarta menuju Amsterdam Belanda yang jaraknya lebih dari 11.000 km.

Daya jelajah yang demikian jauh ini hanya dapat didekati oleh pesawat Garuda Indonesia lainnya yang dibeli dari pabrikan lainnya yaitu Airbus 330-200 dengan daya jelajah 13400km dan saat ini dimiliki sebanyak sebelas armada.

Membandingkan keduanya dari sisi kecepatan maksimum, Boeing 777-300ER sedikit unggul diatas Airbus. Kecepatan jelajah diatas Boeing ini mampu melalui 1 Mach atau 1090 km per jam, sedangkan Airbus 330-200 ‘hanya’ 913 km per jam.

Maskapai yang berhasil  yang mendapatkan penghargaan dari SKYTRAX tahun 2013 berupa “World Airline Award“ini memang mulai mendapat hati diantara penumpang mancanegara, dan kini tidak lagi dipandang sebelah mata, karena telah memenuhi berbagai standard dan mampu bersaing dengan maskapai penerbangan dunia lainnya.

image

Saat tulisan ini dibuat, saya sedang berada diatas langit kota Eropa, 38 km di Selatan Bucharest, ibukota Rumania menuju Brasov dan berjarak 1 jam 20 menit dari tujuan penerbangan ini .

Kalau dalam penerbangan yang biasa saya tumpangi, segala alat komunikasi harus dibatasi, tidak demikian dengan perjalanan saya kali ini, karena pewawat ini dilengkapi dengan fasilitas WiFi Onboard.

image

Connect to your world, just like you would on the ground“. Tidakkah menjadi pertanyaan para penumpang dan kontradikitif dengan himbauan untuk tidak mengaktifkan telepon seluler atau telepon genggam selama berada di atas pesawat ?

Jawabannya tentu hal ini telah lulus standard dan uji sertifikasi yang yang tidak mengganggu navigasi selama pesawat mengudara. “The system has been thoroghly tested and certified, so it’s safe to be used on the aircraft“.

Tentu saja, fasilitas ini tidak gratis. Terdapat  yang dapat dipilih jika hendak tetap ‘get connected’ selama berada dalam pesawat.

Pilihannya adalah terhubung selama 1 jam dengan biaya 11.95 USD atau terhubung selama 24 jam dengan biaya 21.95 USD.

image

image

Ups… atau setidaknya belum gratis. Mungkin suatu saat nanti kalau persaingan maskapai sudah sedemikan ketatnya, bisa jadi fasilitas ini gratis, ya Garuda Indonesia… hmmm… harapan saya sih… Agar bisa posting tulisan ini ASAP, As Soon As Possible bahkan sebelum landing  di Amsterdam dan tidak membayar 1 dollar pun.

Advertisements

11 Responses to “Garuda Membelah Angkasa”

  1. Saya sungguh dibuat terpana dengan tulisan Adelays kali ini, separuh tidak menyangka dengan kecanggihan teknologi di jaman sekarang, membayangkan seseorang menulis di ‘udara’ dan tahu persis lokasi nya ada di ‘langit’ negara bagian mana. Wuiiiiihhh, membayangkannya saja sudah langsung membuat dahi ini berkerut-kerut…. Belum lagi selesai terkesima dengan hal itu, ada lagi yang membuat saya berdecak kagum.. Garuda Indonesia memberikan kenyamanan untuk penumpangnya dengan janji bahwa kita bisa tetap connect dengan dunia di bawah sana selama kita mau, bukaan main, teknologi masa kini… So Adelays, thank you for your generousity to share this story with us, welcome on board, and enjoy Amsterdam and all other next destination .. Peace..and bon voyage ~

  2. asyik ya jadi gak bosen saat terbang, masih bisa konek internet

  3. Selamat menikmati Mas, saya tunggu tulisan “Perjalanan ke Eropa” nya

  4. Wah seneng deh dari tulisannya kayaknya ngerasa nyaman naik Garuda. Aku juga turut seneng soalnya papa-ku pilot disitu hehehe…

  5. Wah seneng deh dari tulisannya kayaknya ngerasa nyaman naik Garuda. Aku turut seneng soalnya papa-ku pilot disana hehehe…

  6. Ini cerita pertamanya ya, saya bacanya mundur Adelays, maaf 😦
    Ngomong-ngomong, kecanggihan rupanya sudah jadi milik maskapai kita juga, selamat menikmati semuanya, Adelays…be happy!

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: