Ke Amsterdam Aku kan Kembali

wpid-img_2073-1.jpg

Masih ingat gubahan lagu dari Koes Plus yang berjudul ‘Ke Jakarta ku kan kembali’ ?

Melodinya begitu kuat mengisi ruang memori saya ketika Pesawat Garuda Indonesia yang saya tumpangi dengan nomor penerbangan GA088 mendarat di Bandara Schiphol ‘Luchthaven Schiphol’, Amsterdam, 23 Nopember 2014.

Judul lagunya boleh lawas tapi melodinya belum tentu asing ditelinga kita sejak pertama kali dipopulerkan oleh Koes Plus dan masih sering diperdengarkan dalam beberapa acara.

Begitu kuat pengaruhnya, memori saya tentang Moenir aktivis Hak Asasi Manusia (HAM) yang secara tragis meninggal dalam penerbangan sebelum mendarat di Schiphol teroverwrite dalam ingatan saya…
image

wpid-img1416892871215.jpg

Bukan tanpa alasan, Amsterdam menjadi awal pijakan saya di beberapa kota sebelum nanti melalui daerah lainnya dan kembali ke kota ini untuk pulang ke tanah air.

Negeri Belanda menjadi salah satu pintu gerbang perjalanan masuk ke Benua Eropa. Visa saya sendiri diterbitkan oleh ‘Ambassade van Het Koninkrijk der Nederlanden‘ atau Kedutaan Besar untuk Kerajaan Belanda, dibawah “Schengener Staaten” yang telah disepakati oleh sejumlah negara-negara Eropa yang dituangkan dalam ‘Perjanjian Schengen’.

Siapapun dengan visa Schengen ini, dapat menjelajahi Eropa yang beranggotakan lebih dari 20 negara yang antara lain terdiri dari Jerman, Belgia, Denmark, Estonia, Finlandia, Perancis, Yunani, Islandia, Italia, Latvia, Lituania, Luxemburg, Malta, Belanda, Norwegia, Austria, Polandia, Portugal, Swedia, Swiss, Slovakia, Slovenia, Spanyol, Rep. Ceko, dan Hungaria.

wpid-img1416894889787.jpg

Cukup menggunakan 1 Visa Schengen yang saya peroleh   dari Kedutaan Besar Negeri Belanda untuk Indonesia, bertempat di Jl. HR Rasuna Said Jakarta Selatan.

Lelah atas penerbangan direct flight nonstop dengan pesawat Garuda Indonesia dengan nomor Jakarta-Amsterdam ditempuh selama kurang lebih 14 jam seakan terbayarkan manakala saya menilai betapa terintegrasinya  bandara ini.

Sambil mengantri dan bersenandung, pandangan mata saya berbagi menikmati kemegahan airport yang merupakan kebanggaan warga Belanda.

Bandar udara yang terletak 9,1 km barat daya kota Amsterdam, merupakan salahsatu pintu masuk sekaligus pintu gerbang menuju Eropa yang luas.

Schiphol menjadi yang terpadat ke empat di Eropa dibawah bandara Heathrow London, Charles de Gaulle Paris dan Frankfurt di Jerman dari sisi jumlah penumpang.
image

Sambil mengamati koper-koper yang berdatangan yang secara otomatis bergantian masuk ke antrian, lagu itu telah digubah lagi menjadi “Ke Amsterdam aku, kan kembalii… walaupun apa yang kan terjadi….”

Semoga perjalanan ini tetap diberi kelancaran dan keamanan. Amiin.

Advertisements

13 Responses to “Ke Amsterdam Aku kan Kembali”

  1. halo adelays, lama tak berkunjung ni, apa kabarnya, asik ya jalan2 terus

  2. Adelays, ditunggu cerita bersambung Eropa nya 🙂

  3. Ditunggu lanjutan ceritanya, terutama yg di Berlin 😀

  4. goedemorgen, vergeet dan niet om te bezoeken : Rijksmuseum, De Dam, De GooyerWindmill, Vondelpark, Bloemenmarkt

  5. Bloemenmarkt aka Sarkem in Jogja, hahaa … gefeliciteerd plicht mas Adelays en pak Achmad, hopelijk glad, gezond en veilig tijdens de reis tot terugkeer naar Indonesië

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: