Mezquita itu, Kini Didepan Mata

image

Kereta api Renfe tujuan akhir Sevilla yang saya tumpangi dari Barcelona merapat pk.20.30 di stasiun Cordoba, Andalusia.

Sudah cukup malam untuk Eropa di musim dingin pada umumnya. Suasana penerangan stasiun yang temaram membuat saya sedikit ragu untuk melanjutkan perjalanan dengan bis umum..

Tetapi setelah menanyakan ke bagian informasi, dan mendapat kepastian masih adanya kendaraan umum, akhirnya saya mantap untuk menumpang bis no.3 dan turun di San Fernando, sebuah pemberhentian terdekat dengan Cardinal Herero, tempat saya akan bermalam. Hanya dibutuhkan 1.2 Euro untuk menumpang bis ini. Jauh dekat tarifnya sama.

Kota kecil ini terletak di Tenggara Madrid ibu kota Spanyol. Secara geografis Cordoba berada di kaki bukit Siera de Montena sangat apik, dan tidak terlalu ramai.  Lalu lintas nya tidak terlalu padat, orang-orangnya lalu lalang dengan santai tidak terlihat kesibukan yang berlebihan, seperti di kota-kota besar pada umumnya. 
image

Menuju San Fernando ternyata diluar dugaan saya. Jalan-jalan besar yang sedari tadi menghiasi perjalanan bis yang saya tumpangi ini menuju jalan satu arah mulai memasuki lorong jalan-jalan berbatu. Relatif sempit untuk ukuran bis kebanyakan. Jalan-jalan berblok batu yang tertata rapi menjadi pemandangan unik yang semakin mencengangkan perjalanan saya.

Beberapa daerah sempit itu ternyata tidak sepi, tetapi dipadati oleh banyak orang yang memadati bar-bar dan tempat hang-out yang tersebar di beberapa lokasi. Tidak ada mall-mall besar atau gedung-gedung menuju San Fernando.
image

GPS dari gadget yang saya pegang akhirnya menunjukkan lokasi tersebut dan saya turun berjalan kaki. Suhu sejuk 13 derajat celcius tidak membuat langkah menjadi berat karena ketika turun dari bis memanggul barang.

Saya kembali melihat beberapa orang melintas di tengah temaramnya kota kecil disamping sebuah sungai kota ,  sambil berolahraga.  hal ini kemudian mememberikan kepada saya kesan kehidupan yang memiliki  work life balance, yaitu keseimbangan pekerjaan dan kehidupan pribadi yg baik.
image

Rasa aman menyelimuti perjalanan di kota ini. Cordoba segera menjadi favorit saya dalam sekejap.

Sesaat kemudian tibalah saya pada sebuah gerbang yang bermandikan cahaya kuning keemasan mengakhiri remang-remang jalan yang sedari tadi menghiasi ibu kota.

Saya mematung diri, terdiam tak percaya.

image

image

Bahkan setelah melihat GPS di gadget saya sekalipun. Inilah rupanya jalan penghubung menuju Cardinal Herero yang saya tuju. Di depan saya telah berdiri tembok bangunan megah Gerbang The Mezquita yang ditayangkan dalam film 99 Cahaya di Langit Eropa. 

Subhanallah !!! Salah satu bagian Kisah film yang inspiratif itu, sebuah gedung yang memiliki perjalanan sejarah panjang sejak abad ke 8 itu kini berada langsung tepat didepan mata saya.

Sesaat kemudian terdengar lonceng dari menara. Waktu kini telah menunjukkan pukul 22.00. Tak sabar rasanya menunggu esok saat dibukanya pintu gerbang utama kompleks Mezquita dan memasuki bangunan utama pukul 08.30.

Mezquita… Adelays coming.
image

Advertisements

8 Responses to “Mezquita itu, Kini Didepan Mata”

  1. Hehehehe… keren banget tuh tempatnya yah mas adelays pastinya, cuman sayang kok kali ini tdk ada update tan fotonya yah? Hhmmm…
    Goodluck yah mas adelays perjalanannya hehehehehe…

  2. Woww akhirnyaa sampai di Mezquita, membaca tulisan ini seperti ikut berada di sana memandang bangunan megah yang sangat tinggi nilai historisnya. Beruntung nya Adelays bisa sampai ke sana…. bole request ngga, ceritanya dilanjutin lagiiiii dong, kurang panjang 🙂

  3. Adelays, lagi jalan-jalan ya?
    Ikutan seneng baca postingan ini, ikut kagum juga dengan keindahan Mezquita itu…saya belum nonton 99 Cahaya di Langit Eropa, tapi dari bukunya saya tahu, bahwa apa yang Adelays ceritakan ini pasti menarik banget buat dikunjungi…selamat menikmati semuanya ya!
    🙂

  4. Subhanallah akhirnya mas sampai juga ke pintu gerbang Mezquita. Pengalaman yang mas alami ini sangat mengesankan dan pastinya mas sepertinya tidak percaya kalau melihat bangunan kaabah di depan mata nanti. Mudah-mudahan mas akan bisa sampai ke Tanah Suci nanti. Aamiin.

    Senang membaca tulisan mas yang sudah semakin baik kata dan bahasanya . Sangat menarik perhatian..

    Sangat bermanfaat. Bagi saya, informasi dari pengalaman yang menjadi guru kehidupan amat berguna karena dialami sendiri, dari hati .

    Saya tunggu tulisan sambungan berikutnya. saya menunggu setiap ketikan jari yang menghasilkan kata dan foto yang bagus dari lensa mas di sana.

    Mudah2an terus bisa menulis untuk sharing yang bermanfaat . aamiin.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: