Review: Novel Pulang

sinopsis-novel-pulang-tere-liye

“Pulang” menceritakan kisah Bujang sebagai tokoh sentral. Sesuai dengan judulnya, novel ini berkisah tentang liku-liku Bujang sejak kepergiannya dari kampungnya, malang melintang puluhan tahun dalam “shadow economy” sampai akhirnya kembali ke kampung halaman. Satu lagi terbit novel dari salah satu karya novelis paling produktif di negeri ini.

Bujang yang terhitung masih lugu dijemput dari orang tuanya Samad dan Midah dari keluarga sederhana, dari kecil sampai remaja dalam lingkungan desa, karena Midah sang ibu cukup protektif, sampai kemudian diajak berburu lalu dibawa oleh Tauke Muda yang bertahun-tahun lalu , ayah Tauke Muda pernah menjadi bos Samad.

Walaupun demikian sesungguhnya Bujang adalah remaja yang sangat cerdas, dengan akselerasi berajar akan hal-hal baru yang begitu kuat, membuatnya mampu mampu menyelesaikan sekolahnya sampai tinggi di luar negeri. Tere Liye mengajak pembaca untuk mengenal Si Babi Hutan, julukan lain dari Bujang dengan alur cerita yang maju mundur.

Tere menuliskan cerita yang sengaja ia bikin ‘menggantung’ di satu bagian, tapi kemudian dipaparkannya lengkap dalam bab-bab berikutnya, membuat pembaca dibuat penasaran bagaimana kelanjutannya dan saling terkait satu sama lain.

Tidak banyak kisah cinta didalam novel ini , kecuali kisah cinta orang tua Bujang yang secara proporsional dikisahkan sedikit di awal, pertengahan dan baru blak-blakan di bagian akhir novel ini . Itu pun merupakan kisah sejarah orang tua Bujang yang saat itu keduanya sudah tiada.

Tere Liye lebih banyak mengangkat novel “Pulang” ini pada konflik dalam dunia shadow economy atau mafia yang keras, persaingan yang licik, dan perebutan kekuasaan dari waktu ke waktu termasuk ancaman kerajaan bisnis Tauke, sang bos Bujang.

Selain itu konflik yang dibangunnya pun mengerucut seperti piramida diantara lingkaran para tukang pukul, dan kesetiaan orang-orang yang berada di sekitar Tauke, yaitu Kopong, Basyir, Letnan dan lain-lain.

Mulai dari usaha menghadapi konflik dengan Keluarga Lin yang diceritakan saat bertemu di Hong Kong atas undangan Master Dragon, pertahanan keluarga saat pindah ke ibu kota propinsi dan seterusnya sampai akhirnya bertahan total dari serbuan musuh yang semakin kuat dan semakin mematikan.

Kesetiaan terhadap bos begitu tinggi menjadi lazim dan menjadi ciri khas dunia mafia, begitu pun terhadap petualangan Bujang yang diceritakan sebagai sosok yang memiliki dua dunia , satu di dunia nyata yang ada di permukaan dan terlihat dalam keseharian, kuliah dan bersosialisasi. Satu lagi dunia mafia belajar menembak, senjata rahasia dan tersembunyi didasar, tidak dikenal, tetapi kerjanya sangat professional.

Satu-satunya hal yang tidak terlalu kelihatan kental adalah komunikasi dua arah yang terjalin antara Bujang dengan orang tuanya, Samad dan Midah, sejak kepergiannya dari kampung.

Memang ada kabar yang disampaikan oleh kaki tangan Tauke yang selalu memberi kabar baik kepada Samad dan Midah terungkap di akhir cerita, tetapi aliran informasi dan kabar tidak dilakukan sendiri oleh Agam nama asli Bujang. Selebihnya, tidak diragukan novel ini menghadirkan petualangan yang mengejutkan, dahsyat dan mengagumkan.

Novel  ini mulai diterbitkan sejak September tahun 2015, dan sudah sampai pada cetakan ke tiga dalam tahun yang sama. Seperti biasa hal itu terjadi karena tingginya permintaan para pembaca.

Buku yang saya baca ini,  kalau tidak salah karya adalah ke 24 dari sang novelis. Bukan tidak mungkin, buku ini akan mengalami puluhan kali naik cetak seperti karya Tere Liye sebelumnya: “Rindu” dan “Hafalan Shalat Delisa”. Inilah sebabnya Tere Liye didaulat sebagai salah satu novelis paling produktif di Indonesia .

Judul : Pulang
Penulis : Tere Liye
Editor : Triana Rahmawati
Penerbit : Republika
Tebal Buku : iv + 400 hal; 13.5×20.5 cm
Kota Terbit : Jakarta
Tahun Terbit : 2015
Harga : Rp. 59.000

Advertisements

2 Responses to “Review: Novel Pulang”

  1. ‘Pulang’, salah satu karya terbaik Tere Liye dari sekian banyak karya terbaiknya. Saya selalu mendapatkan energi baru setelah membaca novel karyanya.

  2. Baca judulnya saya teringat novel jadul PULANG karya Toha Mochtar.
    Saya belum baca novel Pulang besutan Tere Liye ini, semoga isinya baik.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: