Archive by Author

Selamat Menunaikan Ibadah Puasa Ramadhan 1437 H.

View on Path

Advertisements

Soul… oh Soul

Suatu hari, datanglah seorang pembeli yang meminta disajikan makanan yang sama dengan apa yg saya makan, lantaran ia melihat betapa nikmatnya makanan yang sedang disantap. Ia tidak menyebutkan lagi makanan apa yang ingin dipesannya, yang penting sama. Lebih dari itu, ia langsung memesan dua porsi termasuk satu bungkus lagi untuk dibawa pulang, seraya berkata “Pasti enak nih makanannya, mas aja lahap makannya”.

Ketahuilah, bahwa apa yang ia lihat itu sesungguhnya adalah karena ia melihat saya begitu menjiwai “rasa” pada makanan yang disantap, sekaligus berhasil memberikan “jiwa” pada cara menyantap makanan, sehingga orang lain menjadi terbawa situasi bahkan terinspirasi ingin ikut memakannya.

Sesaat setelah makanan yang disajikan itu dicicipinya, ia tidak menduga makanannya ternyata tidak selezat yang ia bayangkan. Betapapun tinggi harapan Ia lupa, bahwa kelezatan makanan yang sesungguhya terletak pada makanan itu, bukan pada cara orang lain menyantapnya. “Jiwa” yang masuk pada cara makan, ternyata telah menjadikan sebuah peran menjadi lebih hidup.image

Jika pembeli makanan kedua lebih jeli untuk merasakan dulu dengan memesan satu porsi saja, penghayatan peran ini tidak menjadi kisah memilukan, meninggalkan makanan berupa pesanan lebih sertaporsi bungkus untuk dibawa pulang, yang semua ia tinggalkan karena kesal seperti orang patah hati.

Itulah dahsyatnya soul atau rasa yang berhasil ditransfer kepada lawan bicara, audience, atau orang lain. Pengaruhnya dapat menyebabkan penonton dapat menangis tersedu-sedu atau bahkan tertawa terbahak2 padahal pemirsa tahu ini rekayasa belaka ketika menonton pertunjukan.

Di dalam Soul of Speaking (SoS) Institute, menekankan rasa / soul kedalam sebuah aktivitas -utamanya speaking– adalah azas yang wajib dijunjung tinggi.

wp-1463157784539.jpeg

Betapapun pahitnya rasa yang kita alami, namun proses rasa yang sedang kita jalani, WAJIB dinikmati baik itu rasa negatif berupa sakit, marah , kesal, sampai rasa positif berupa gembira, riang dan lain sebagainya.

Founder Soul of Speaking Institute, Rani Badri Kalianda mengatakan, sebelum menyampaikan soul itu, kita harus menumbuhkan rasa cinta, rasa respect atau menghormati secara total didalam diri kita, memaafkan orang lain dan berterima kasih atas kebaikan yang diberikan orang lain tersebut atas apapun yang dilakukannya kepada kita, baik maupun buruk.

Tahapan untuk menumbuhkan rasa cinta itu, adalah dengan membuang jauh-jauh segala perasaan negatif yang menghinggapi diri kita. Teknik ini disebut dengan istilah Ho Op atau Ho Oponopono.

Hooponopono diadopsi dari bahasa hawai yang berarti lupakan kenangan, hiduplah dengan inspirasi. Kenangan seringkali menjadikan kita tidak mampu untuk move on menjadi orang yang baru, selalu tertarik untuk tenggelam dimasa lalu yang kelam atau kelabu.

Cinta dapat diselaraskan dengan cara memberi keseimbangan, yaitu menghilangkan energi negatif menjadi energi positif sehingga terjadi keseimbangan di titik nol. Melenyapkan perkataan negatif yang lahir dari jiwa yang negatif menjadi perkataan positif dan lahir dari jiwa yang positif.

photogrid_1463156292273.jpg

Kecintaan itu berarti rasa ikhlas, dengan semangat untuk memberi, namun tak mengharapkan sesuatu apapun kembali.

“Bukankah dalam banyak hal, kita tidak pernah mengungkit-ungkit lagi sampah rumah yang kita buang ke TPSA (Tempat Pembuangan Sampah Akhir) lagi, setelah merelakannya untuk dibuang ? Begitulah kaidah ikhlas yang sesungguhnya”, sambung Bang Rani, begitu ia akrab di sapa.

Menjadi piawai dalam mengolah rasa dengan teknik tertentu yang diajarkan dalam SoS Institute, memang membutuhuhkan latihan yang kontinu, jelas Juwita Maharani, salah satu fasilitator yang setia mendampingi peserta didik selama dua hari kelas Soul of Speaking for Star. Workshop yang digelar di Jakarta 11 -12 Mei 2016 mengajarkan berbagai teknik-teknik penyampaian yang merupakan perpaduan antara Mind, Body dan Soul.

Menariknya, workshop komunikasi verbal dan non berbal ini menggabungkn tiga disiplin ilmu dalam satu teknik yaitu Theater, Jurnalistik dan Psikologi. Teater, memang menjadi disiplin ilmu yang dominan diajarkan di Sos Institute ini , selain Jurnalistik dan Psikologi.

Tidak heran berbagai teknik penekanan kata dalam dunia teater, diajarkan oleh Iwan Ridwan salah satu praktisi theater yang juga merupakan fasilitator andalan Soul of Speaking Institute.

Tidak itu saja, pengolahan vokal semakin menambah kaya ilmu Soul of Speaking seperti diperkenalkan pada workshop basic berjuluk “Star” ini. Agar pengucapan yang kita lakukan dapat jelas diterima oleh lawan bicara kita, vokal perlu dilatih untuk mengucapkan vokal tertentu seperti huruf Rr dalam variasi dan penekanan yg berbeda, lanjut Inta Amilia seorang fasilitator yang juga berprofesi sebagai pengacara muda.

Selain itu, imajinasi tidak kalah pentingnya juga dikembangkan dalam kelas, mengingat kita perlu berfikir secara out of the box agak kita dapat keluar dari kungkungan pikiran yang membatasi kita, membelenggu kita, ujar Achmad Kholil praktisi dan fasilitator lainnya.

Sungguhpun luas ilmu yang disampaikan, optimismeuntuk menguasai ilmu Soul of Speaking ini harus diciptakan, karena landasan yang diajarkan , terpapar jelas. Harapan ke depan, adalah meningkatkan accument atas hal-hal yang dipelajari menjadi praktek yang dapat memberikan manfaat yang luas bagi orang lain.

Workshop ini saya nilai sangat bermanfaat bagi berbagai kalangan yang memahami betapa pentingnya soul dalam berbicara untuk meraih kesuksesan, kebahagiaan dengan lingkungan terdekat yakni keluarga, dunia pekerjaan dan segala sesuatu yang baik bersama orang lain agar memperoleh manfaat yang besar.

20160512_122047.jpg

Penyelenggaraannya sendiri sudah bejalan sangat baik, dan lebih baik lagi apabila antusiasme pertanyaan peserta dapat difasilitasi dalam interaksi tanya jawab dalam durasi yang lebih panjang, karena hausnya peserta dalam menggali ilmu soul of speaking ini menyebabkan para peserta merasa kekurangan waktu padahal durasi yang disediakan telah dioptimalkan, padat dan efektif.

Last but not least, semakin sempurna dan bermanfaat apabila menyediakan feedback untuk insight penyelenggara bagi peningkatan kualitas workshop dimasa yang akan datang.

Terakhir.. bagi pembaca yang ingin maju dan menggali ilmu soul of speaking lebih mendalam, jangan menyianyiakan waktu lebih lama lagi untuk mengunjungi situsnya http://www.soulofspeaking.com dan mendaftar diri anda.

image
image

Continue reading

KLM vs Garuda

KLM vs Garuda.

Dua maskapai ini sama- sama member of Skytrax. Sama-sama bukan budget Air yg serba irit, tapi baru saja onboard sudah terasa perbedaan auranya.

3 perbedaan yang dpt penumpang awam seperti saya rasakan antara lain adalah:
1. Hiburan di setiap kursi sudah available sejak penumpang masuk. Garuda baru on setelah mengudara.

2. KLM, tidak ada petugas yg membantu menunjukkan lokasi tempat duduk, kalaupun ada hanya didepan pintu masuk saat menentukan di row mana kita masuk. Garuda yang ramah, bukan tidak mungkin diantar sampai depan seat.

3. Kompartemen diatas tempat duduk tempat menyimpan barang, tidak harus dibantu pramugari. KLM serba mandiri > 80 persen penumpang menutup kompartemen sendiri.

Selanjutnya.. ?
Itu dulu beda KLM mewakili budaya west yg mengutamakan kemandirian VS Garuda mewakili east yg mengutamakan keramahan.
Penerbangan akan segera dimulai.

Bismillahi majreha wa mursaha.

View on Path

Malu Bertanya, Sesat di Praha

 

2e128451552f4b01a2dedc568008fe06

Caramel Machiato

Secangkir Caramel Machiato , menemani saya menyepi di Václavské náměstí 813/57, lokasi kedai kopi terkenal  yang tak jauh dari Hlavni Nadrazi, stasiun kereta api utama di kota Praha, Republik Ceko.

Thomas, sang manajer toko berbaik hati menawarkan susu panas dengan rasa kopi ringan dan sirup karamel di atasnya, membuai kehangatan kopi-susunya mengajak saya melupakan bekunya udara di luar toko yang kurang bersahabat.
Continue reading

Pesan WA untuk Sahabat SAM

image

Temen2 SAM yg sy sayangi.. (ciieh.  disayangii.. )Hari ini adalah hari terakhir sy di SAMers, dulunya kelompok SAN1ers.
Continue reading

Review: Novel Pulang

sinopsis-novel-pulang-tere-liye

“Pulang” menceritakan kisah Bujang sebagai tokoh sentral. Sesuai dengan judulnya, novel ini berkisah tentang liku-liku Bujang sejak kepergiannya dari kampungnya, malang melintang puluhan tahun dalam “shadow economy” sampai akhirnya kembali ke kampung halaman. Satu lagi terbit novel dari salah satu karya novelis paling produktif di negeri ini.

Continue reading

Le Grande Mosquee De Paris

Mencapai lokasi Grande Mosquee de Paris, baik dari stasiun subway Place Monge atau stasiun subway Cansier-Doubenton, kurang lebih sama jaraknya. Dengan peta atau Global Positioning System (GPS) digenggaman saya, jika ditarik garis lurus ketiga titik itu, mirip segitiga sama sisi. Waktu tempuhnya sekitar limabelas menit dengan berjalan kaki menurut perkiraan.

Dibawah langit mendung diselingi kelap kelip bintang gemintang yang mulai redup, saya menyusuri jalan menuju Rue de Coutrefages, untuk sebuah misi yang mungkin tidak terpikirkan banyak orang ketika pertama kali menginjak Perancis, untuk berjamaah Subuh disebuah situs masjid terbesar di kota yang terkenal dengan ikon menara Eiffelnya.

Continue reading

“For sure, it’s a big a big airport , built during our former President Soeharto, but now is more like a bus station. People are freely come inside and out as long you know the “people”.”

Hari ini, sy mengantar adik yg selesai mudik lebaran di Jakarta sampai di pintu keberangkatan. Biasanya sih lebih jauh keluar masuk bisa sampai ruang tunggu boarding pesawat, heehheeehe …

Situasi mudik lebaran H + 7 sudah mencapai puncaknya, mengingat besok yang sekolah dan bekerja sudah mulai masuk normal dari libur panjang lebaran 2015.

Bandara ini memang sudah mulai berbenah dengan menambah terminal 3 untuk menjawab tantangan kebutuhan, tapi dibandingkan bandara lain di kota-kota besar Indonesia, spt.Kualanamu, Hasanudin, Juanda hitungannya masih ketinggalan.

Lebih dari itu Soeta juga sedang menambah layanan terintegrasi lainnya untuk mengejar ketertinggalannya dengan Negri Jiran Malaysia yang KLIA 2 nya baru beroperasi. Lebih jauh lagi dengan Changi Singapore, Incheon Seoul yang langganan juara standard layanan bintang tertinggi versi SkyTrax.

Semoga cepet selesai yaa..

Adelays.com – at Soekarno Hatta Airport Int’l Departures

View on Path

Korelasi Sempurna

Masjidil Harom by Adelays.com

Masjidil Harom by Adelays.com

Kalau kita mempercayai sebuah kebetulan di muka bumi ini, mungkin itu karena kita tidak mengetahui bahwa sebuah kebetulan pun ada takdirnya.

Belum lengkap iman seorang muslim manakala ia belum mampu meng-iman-i takdir baik dan takdir buruk, karena bagi seorang muslim, takdir baik & buruk merupakan salah dua dari enam rukun iman.

Awalnya sulit dipercaya, ketika saya kemudian menyadari bahwa sedang menjalankan rukun umroh, dengan mengganti pakaian Ihrom diatas pesawat, di atas kota Yalamlam 3 Maret 2015.

Yalamlam adalah sebuah daerah yang menjadi batas diatas Yaman perbatasan dengan Arab Saudi. Batas (miqot) ini menjadi daerah yang merupakan garis start jama’ah dari Indonesia yang akan memasuki kota Makkah untuk melakukan ibadah Umroh / Haji.

Rencana perjalanan spiritual sampai berangkat ini, telah mengalami pasang surut waktu. Mundur ke April, tapi tiba-tiba maju.  Akhirnya mendapat konfirmasi berangkat menggantikan jama’ah yang kena musibah sakit pada awal Maret. Saya segera menyelesaikan segala persyaratan dokumen dan vaksinnya hanya kurang lebih seminggu sebelum terbang,

Masjid Nabawi by Adelays.com

Masjid Nabawi by Adelays.com

Bagi siapa yang punya cukup dana, belum tentu dana yang cukup berarti segalanya lancar dengan jaminan uang yang berlimpah. Ada-ada saja cobaan yang datang menghampiri kita. Tentu peristiwa itu bukan kebetulan, melainkan sebuah  takdir atas panggilan Nya. Ini adalah sebuah fakta kalau Ia sudah berkehendak, Kun Fayakun proses yang hampir mustahil pun terkabul, toh ‘panggilan’ itu bukan masalah ketersediaan dana semata.

Yang sudah memiliki perizinan dan dokumen lengkap, belum tentu urusan keluarga dan duniawinya lancar, karena urusan duniawi sangat banyak bentuknya, urusan rumah tangga,  pekerjaan, biaya hidup yang ditinggalkan dan lain lain.

Pekerjaan di belahan bumi kita mencari nafkah boleh jadi menjadi pemberat langkah bagi sesiapa yang tidak ikhlas. Tidak ikhlas, lantaran banyaknya kesempatan yang akan terlewatkan saat tidak berada di tanah air yang harus direlakan terbang bersama debu di tanah harom.

Bentuk ikhlas itu misalnya, dengan hati yang lapang menerima sebuah keputusan yang telah ditetapkan ketika berada di tanah suci, walaupun keputusan itu tidak populer. Apapun yang diputuskan,  diterima dengan legowo. Tidak Ada sedikit pun terbersit niat  untuk mengubah-ubah keputusan, apalagi meng-overwrite Suatu Keputusan  yang sudah keluar, dengan yang baru. Diterima saja secara baik, itulah salah satu contoh ikhlas.

Kesuksesan dunia untuk menggapai ambisi, kadang tidak linier dengan ketaatan pada Nya. Sukses, kalau ukurannya adalah tercapainya ambisi hati dan materi, nyatanya bagi kebanyakan muslim mereka tidak lantas bisa beribadah kesana berkali-kali.

Masjid Nabawi by Adelays.com

Masjid Nabawi by Adelays.com

Orang yang taat kepada sang khaliq, sholat tidak pernah tertinggal, khatam alquran berkali-kali, tetapi tidak kelihatan gaul, tidak  populer dan tidak terlihat bergelimang harta, namun bisa berkali-kali bersimpuh kepada-Nya didepan Ka’bah untuk memohon keridhoan Nya.

Kejadian-kejadian yang kita lewati sampai menuju takdirnya tetap menyimpan misteri, seandai kita tidak berhasil menerjemahkan detail maksud Nya, itu karena Blue Print Tuhan terlalu megah bagi manusia.

Kitalah yang merasakan kualitas sukses atau tidak, bahagia atau tidak dengan keadaan yang kita miliki sekarang. Sukses atau bahagia dengan ambisi yang dicapai itu, hanyalah yang bersangkutan yang mengetahui kualitas isi didalamnya, apakah bahagia atau tidak.

Kehidupan di akhirat kelak, lebih memiliki korelasi sempurna, yang tidak akan tertukar atas perilaku kita di dunia.  Tidak, sekali lagi tidak akan tertukar. Tidak pula ditukar-tukar, apalagi menukar-nukar yang sudah ditetapkan.

Sungguh,  jauh panggang dari api.