Archive | General RSS feed for this section

Malu Bertanya, Sesat di Praha

 

2e128451552f4b01a2dedc568008fe06

Caramel Machiato

Secangkir Caramel Machiato , menemani saya menyepi di Václavské náměstí 813/57, lokasi kedai kopi terkenal  yang tak jauh dari Hlavni Nadrazi, stasiun kereta api utama di kota Praha, Republik Ceko.

Thomas, sang manajer toko berbaik hati menawarkan susu panas dengan rasa kopi ringan dan sirup karamel di atasnya, membuai kehangatan kopi-susunya mengajak saya melupakan bekunya udara di luar toko yang kurang bersahabat.
Continue reading

Advertisements

Pesan WA untuk Sahabat SAM

image

Temen2 SAM yg sy sayangi.. (ciieh.  disayangii.. )Hari ini adalah hari terakhir sy di SAMers, dulunya kelompok SAN1ers.
Continue reading

“For sure, it’s a big a big airport , built during our former President Soeharto, but now is more like a bus station. People are freely come inside and out as long you know the “people”.”

Hari ini, sy mengantar adik yg selesai mudik lebaran di Jakarta sampai di pintu keberangkatan. Biasanya sih lebih jauh keluar masuk bisa sampai ruang tunggu boarding pesawat, heehheeehe …

Situasi mudik lebaran H + 7 sudah mencapai puncaknya, mengingat besok yang sekolah dan bekerja sudah mulai masuk normal dari libur panjang lebaran 2015.

Bandara ini memang sudah mulai berbenah dengan menambah terminal 3 untuk menjawab tantangan kebutuhan, tapi dibandingkan bandara lain di kota-kota besar Indonesia, spt.Kualanamu, Hasanudin, Juanda hitungannya masih ketinggalan.

Lebih dari itu Soeta juga sedang menambah layanan terintegrasi lainnya untuk mengejar ketertinggalannya dengan Negri Jiran Malaysia yang KLIA 2 nya baru beroperasi. Lebih jauh lagi dengan Changi Singapore, Incheon Seoul yang langganan juara standard layanan bintang tertinggi versi SkyTrax.

Semoga cepet selesai yaa..

Adelays.com – at Soekarno Hatta Airport Int’l Departures

View on Path

Jokowi Lewat Mana?

Slangkers Massa Pendukung Jokowi

Slangkers Massa Pendukung Jokowi (adelays.com)

Hiruk pikuk dan euphoria pelantikan Presiden Republik Indonesia yang ke 7, tanggal 20 Oktober 2014 memang luar biasa. Saya belum pernah menyaksikan betapa riuh rendahnya dan tingginya antusiasme masyarakat menyambut pemimimpin barunya itu.

Saya bersyukur menjadi saksi langsung atas betapa tingginya animo massa menyambut dan menjelang detik-detik berlalunya pemimpin baru Indonesia itu dari gedung MPR DPR RI menuju rumah dinas presiden Indonesia, Istana Negara.

Mobil Presiden (by Andi Sarwono)

Mobil Presiden (by Andi Sarwono)

wpid-img-20141020-wa0013.jpg

Jokowi Melambai (by Muin Fikri)

Menggunakan mobil dinas Indonesia 1 bagi Presiden dan Istri, dan Indonesia 2 bagi Wakil Presiden Jusuf Kalla dan Ibu Mufidah dari Gedung MPR/DPR sampai tugu Selamat Datang dilanjutkan dengan menaiki Andong sampai Istana Negara.

Presiden beserta Ibu Negara beserta Wakil Presiden dan Ibu Wakil Presiden RI periode 2014- 2019 itu memang pantas mendapatkan spirit atau semangat yang ditunjukkan oleh masyarakat, lantaran di pundak merekalah harapan baru Indonesia terletak.

Tidak berlebihan rasanya jika Museum Rekor Indonesia menorehkan Jokowi menjadi presiden Indonesia yang pelantikannya di rayakan dengan syukuran rakyat di berbagai daerah terutama di Jakarta.

Tidak hanya itu, majalah TIME sebelumnya menjadikan foto Jokowi tampil di sampul majalah mereka dengan tajuk “A New Hope”.

images-13

A New Hope itu tidak hanya dirasakan oleh rakyat jelata seperti saya, tetapi juga aparat yang bertugas di lapangan. Kami sempat berbincang bahkan bercanda dengan santainya di Jalan Sudirman saat rombongan masih berada di dalam mobil dinas. Sesuatu yang berbeda kalau mereka bertugas ketika menjaga teroris misalnya [#ya_iyalah_jauh_keles].

Artinya, merekapun ikut menikmati euphoria petugas ala rakyat biasa, tetapi tetap melaksanakan tugas dengan baik, sampai suatu saat seorang ibu-ibu bertanya kepada Polisi yang bertugas, ‘Pak, Jokowi lewat mana, jalur busway atau jalan umum ?’

Jawaban pak Polisi yang ditunggu-tunggu itu menentukan PW alias Posisi Wenak dimana dia dengan mudah melihat pak Jokowi. Salah posisi bisa jadi cuma melihat mobil dinas hitam pekat meluncur tanpa sang Presiden.

Sayangnya pak Polisi tidak segera memberikan informasi sampai mobil hitam itu terlihat dari keriuhan massa, sampai akhirnya rombongan mobil dinas hitam  kenegaraan itu muncul diantara riuhnya massa.

Paspampres Bersiaga (by Andi Sarwono)

Paspampres Bersiaga (by Andi Sarwono)

Jokowi Tersenyum (by Dewi Imoet)

Jokowi Tersenyum (by Dewi Imoet)

Pesta rakyat ini memang pantas dinikmati oleh seluruh masyarakat, lantaran bersatunya seluruh elemen masyarakat, tidak saja dari kalangan yang menang, melainkan pihak yang kalah .Siapa lagi yang menikmati Indonesia bersatu kalau bukan rakyatnya.

Salam 3 jari yang berarti Sila ke Tiga Pancasila yaitu Persatuan Indonesia menghiasi sikap kenegarawanan yang ditunjukkan dengan kehadiran Pak Prabowo dan Pak Hatta saat saat serah terima jabatan di gedung MPR/DPR itu layak menjadi contoh yang baik bagi pendidikan politik bangsa ini.

Apa jadinya Indonesia kalau hanya menunjukkan sikap permusuhan? Tentu kita masih ingat betapa ruginya kita berada dalam sikap yang tidak kondusif. Kurs Rupiah melemah terhadap Dollar Amerika. Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) pun anjlok ke kisaran 4990 an dari sebelumnya 5220a-an.

Pendukung Jokowi Menuju Bundaran HI dan Istana (adelays.com)

Pendukung Jokowi Menuju Bundaran HI dan Istana (adelays.com)

Hanya dalam hitungan hari, 1 – 3 Oktober 2014 penarikan dana oleh Investor asing mencapai Rp. 2,3 Triliun menandai optimisme pasar bergerak negatif. Bangsa ini rugi kalau sikap permusuhan ini terus dibangun. Media massa pun ikut memberi andil atas sikap permusuhan yang boleh jadi bertolak dari keberpihakan mereka atas kepentingan tertentu.

Sebaliknya euphoria kemenangan yang ditunjukkan masyarakat saat ini adalah suatu reaksi yang boleh jadi kita anggap persatuan dan kemenangan bersama atas terpilihnya pemimpin bangsa yang akan membawa Indonisia 5 tahun kedepan .Kalau Indonesia bersatu seperti ini, tentu kita juga yang akan menikmati hasilnya. Lewat persatuan atau permusuhan tentu kita sendirilah yang memilihnya. Pak Jokowi lewat mana ?

Persatuan Indonesia dong ya, Pak…

Selly tak Lagi…

wpid-2014-10-19_23.34.03.jpg

Seorang Teman yang duduk disamping saya bertanya, siapa pengirim surat undangan pernikahan yang sedang saya baca itu. Rekan saya itu tiba-tiba mendendangkan lagu “Selly Sendiri”, sambil melempar jokes “Selly tak sendiri lagi sekarang….”.

wpid-wp-1413738255517.jpeg
Sebuah undangan pernikahan disampaikan oleh seorang messenger, lebih dari dua minggu sebelum dirayakannya resepsi perinkahan teman saya. Sally lah pengirimnya, ia adalah teman kerja dari unit Syariah dan sahabat yang sering bertukar tulisan dalam blognya http://sellyanastri.wordpress.com.

Jokesnya itu boleh jadi benar. Saya kemudian mendengarkannya melalui youtube, Syair “Sally Sendiri” boleh jadi membawa pesan yang berbeda, karena kini ia -Selly- tidak lagi sendiiri, tergambar melalui video clipnya dibuat sekitar tahun 2007.

Yang courius atau lupa, boleh reunian di link ini: http://youtu.be/fNBjfxeq-GE . Saat di-record, video clip yang konon di ‘take’ di Korea Selatan itu, saat Ariel masih berbendera PeterPan.

wpid-wp-1413738748325.jpeg
wpid-wp-1413739015625.jpeg

Pernikahannya sendiri dihelat di Panti Perwira, Gedung Balai Sudirman Jakarta, tanggal 19 September 2014. Selly melangsungkan akad nikah sebelumnya.

wpid-2014-10-19_23.26.18.jpg

Selamat buat Selly dan Andy, Semoga menjadi keluarga Sakinah Mawaddah wa Rohmah, Amiin ya Robbal Alamiin…..

Yasir tak Sendiri

Screen Shot 2014-10-06 at 12.35.34 AM

Tidak semua orang yang berwajah garang, hatinya akan sama garangnya. Masih ingat kan, slogan “Body Rambo, Hati Rinto”? Hal ini dialamatkan kepada seseorang yang tampilannya teguh atau kuat, badannya mungkin berotot seperti bintang film yang diperankan oleh Sylvester Stallone dalam filmnya “Rambo” namun mudah tersentuh hatinya laksana Rinto.

Sebutan “Rinto” lahir karena ketokohan seorang pencipta lagu bernama Rinto Harahap yang senantiasa menelorkan lagu-lagu sendu dan melankolis yang mendayu-dayu.

Lagi-lagi ini kisah saya. Ups…lebih tepatnya kisah salah seorang teman saya. Sebutlah bernama Yasir (bukan nama sebenarnya. Tapi walaupun nama sebenarnya, juga tidak apa-apa).

Ia adalah seorang kawan saya yang dikenal dengan pendiriannya yang kuat, melebihi keteguhan berdirinya karang di pantai selatan Jawa. Keteguhan hatinya tidak mudah runtuh oleh debur ombak yang menghantap batu karang walaupun bertubi-tubi. [Lebay. Part#1].

Kalau ia berdebat, kekuatan argumentasinya selalu didasari oleh data yang kuat dan akurat, sehingga siapapun yang beradu argumentasi tentang sesuatu hal, tidak akan mudah sang lawan bicara untuk mematahkan argumentasinya.

Dalam hal usianya yang sudah memasuki usia matang, dia seringkali tidak pandang bulu, siapa lawan dan siapa kawan bila beradu argumen. Lebih matang oke, lebih muda juga oke. Ia bak Rambo diatas mimbar pidato. [halah…]

 Namun, Tuhan selalu adil.

Diantara kelebihan reputasinya, Ia memiliki sisi lain yang “lembut”. Tapi jangan bayangkan kata-kata lembut diatas seperti orang yang kemayu dan mendayu-dayu atau lentur seperti bambu. Karena faktanya ia berkumis dan berjenggot, walaupun tidak tebal. Sebuah sisi lain yang bertolak belakang 180 derajat, laksana Utara dan Selatan. Ataupun Timur dan Barat. [#sigghghhh.. jauh beut]

Lembut dimaksud, adalah dalam hal kepekaan hatinya. Sedikit mendengar hal-hal yang menyentuh, hatinya berdesir sampai relung hati. Tidak heran kalau meluluhlantahkan pertahanan hatinya, perubahan terjadi dari mulai perubahan air muka, sampai meneteskan air mata. [Lebay part#2].

Lebay-kah ? Kita lanjut dulu….

Saya kemudian menyetelkan sebuah lagu di Youtube dari smartphone saya. Liriknya cukup romantis. Judulnya pun cukup menggoda: “Apa Kabar, Sayang?”. Bagi yang belum tau, atau belum pernah mendengarnya, kira-kira inilah syairnya.:

Seharian aku tak tenang

Seperti orang kebingungan

Fikiranku tak karuan

Khawatirkan kamu disana

Tak tahu apa gerangan

Mungkinkah disana

Kau rasa bahagia

Atau malah sebaliknya

Telah lama kita tidak bertemu

Tak pernah ku dengar berita tentangmu

Apa kabar kamu sayang

Apa kabar kamu sayang

Seharian aku tak tenang

Khawatirkan kamu disana

Tak tahu apa gerangan

Mungkinkah disana

Kau rasa bahagia

Atau malah sebaliknya

Telah lama kita tidak bertemu

Tak pernah ku dengar berita tentangmu

Apa kabar kamu sayang

Apa kabar kamu sayang

Aku kan terus mendoakanmu

Walau tak ku dengar berita tentangmu

Apa kabar kamu sayang

Apa kabar kamu sayang

Disana…

Mungkinkah disana

Kau rasa bahagia

Atau malah sebaliknya

Telah lama kita tidak bertemu

Tak pernah ku dengar berita tentangmu

Apa kabar kamu sayang

Apa kabar kamu sayang

Aku kan terus mendoakanmu

Walau tak ku dengar berita tentangmu

Apa kabar kamu sayang

Apa kabar kamu sayang

Disana…

Apa kabar kamu sayang

Apa kabar kamu sayang

Aku akan terus mendoakanmu

Walau tak ku dengar berita tentangmu

Apa kabar kamu sayang… Disana (3X)

Tentu, satu lagu dari Album grup musik Armada bertajuk “Satu Hati Sejuta Cinta” ini, dengan membacanya saja akan membawa imajinasi pembaca kepada kerinduan terhadap orang yang disayangi. Lihat saja penggalan syair yang diulang-ulang pada: “Apa kabar kamu sayang… Disana (3x)”

Bagi yang mendengarkan lantunan melodinya dengan iPod pun tentu Imajinasi pendengar tidak akan jauh berbeda.

Namun menyaksikan melalui video clip (VC) hasilnya ternyata sedikit berbeda. VC yang diunggah oleh E-Motion Entertainment menjelang tahun 2014 itu, dan telah menarik perhatian pemirsa melebihi 2 juta hits saat tulisan ini ditulis, merubah air muka Yasir.

Screen Shot 2014-10-06 at 12.30.55 AM

Screen Shot 2014-10-06 at 12.32.47 AM

Screen Shot 2014-10-06 at 12.34.29 AM

Screen Shot 2014-10-06 at 12.34.48 AM

Asap yang menjelaga ditengah hiruk pikuknya kota, membuat pemeranan video clip ini jauh dari glamournya pemandangan antara kekasih dengan pasangannya. Lihat saja pemandangan awalnya yang menamilkan keseharian seorang tukang sapu dan anak-anak yang sedang bermain bola.

Ironis ? Tidak juga, karena ternyata masih ada sih adegan kekasih, walaupun hanya sekelumit saja. Kasih sayang selebihnya, ditampilkan lebih pada perjuangan seorang ayah. Ayah yang bekerja dan menabung demi anak laki-lakinya, bisa bermain bola dengan sepatu yang bagus. Betapa sulit mengais rejeki pada biadabnya kota besar seperti Jakarta.

Screen Shot 2014-10-05 at 11.09.55 PM

Tidak hanya berdampak pada perubahan air muka rekan saya itu, cobaan bertubi-tubi yang digambarkan pada video clip ini ternyata mengundang komentar dari Riya Amel yang berujar :

Love this song. Jdi ingat ma anak ku di kmpung. Ap kbr mu nak. Sabar ya. Ibu lagi berjuang demi masa depan mu walau ibu cuma seorang TKW. [#wisss dalem ya]

Ada lagi komentar dari Anton Ferdinand :

Lagu kesukaan anaku.. waktu itu dia bilang yaahh kasian yaah Ayahnya capek2 criin… , sekalinya anaknya sudah meninggal. Tapi 2 bulan kemudian ganti saya seperti cerita video anak saya sakit.. kesana kemari saya mencari obat…sampai akhirnya ALLAH mengambil anak saya setelah 3 minggu sakit keras di RS. AWS Samarinda. Love u MySon. M. Ferdinand AlFatony [#speechless #1]

Noted, 1 comment dari Alfa Franklen:

“the moment I saw the end of this video I cry… now I do understand how dad personality was” [#speechless #2]

Disinilah akhirnya Yasir kemudian tidak sendiri. Komentar Alfa Franklen menemaninya menyeka air matanya. [#akhirnya Yasir tak sendiri]

Buat pembaca yang ingin melihat video gubahan karya sutradara Upie Guava ini, kisah inspiratif dari Elvino Aldeanka (anak kandung Mai , gitaris grup Band Armada) dapat disaksikan di Youtube: http://youtu.be/_-MIFofXRNU . Bagi yang belum “tune in” dan masih penasaran silakan mendalami seutuhnya tulisan ini dengan melakukan play video youtube tersebut diatas atau dibawah ini.

PS.

Elvino Aldeanka (29 Des 2005 – 26 Nop 2011) adalah anak dari Mai (Personel Armada) yang meninggal karena penyakit Leukimia yang dideritanya. Lagu ini didedikasikan kepada Ka No, sebutan Elvino yang “pulang” lebih dulu. Sebuah ungkapan kekhawatiran dan kerinduan hati seorang ayah kepada sang anak yang tidak akan pernah kembali.

Resolusilaturahmi

image

Pertama-tama, dengan segala kerendahan hati Adelays.com mengucapkan :
Selamat Iedul Fitri 1435 H.
Taqobbalallahu Minna wa Minkum, Taqobbal ya Kariim, Kullu Aamin wa Antum bi Khoir. Mohon Maaf Lahir dan Bathin.

Walapun ‘kepergian’ Ramadhan menuju Syawal ini disambut dengan ‘cita  rasa’ yang berbeda,  bagi saya, momen lebaran tetaplah sebuah momen yang Istimewa. Selain sedih karena ditinggalkan oleh Bulan Ramadhan yang penuh berkah, namun penerusnya sang Syawal juga merupakan bulan penuh silaturahmi.

image

image

Bulan Syawal dikenal  tradisi berkunjung ke tempat keluarga yang selama ini jarang ditemui dengan saling bertegur sapa, berjabat tangan, termasuk  mengunjungi sanak saudara yang boleh jadi jaraknya berjauhan ratusan bahkan ribuan kilometer.

Tanpa momen khusus ini, saya tidak tahu pasti, kapan waktu yang tepat paling  menjadi momen yang paling baik ketika mayoritas anggota keluarga, sanak saudara, dan handai taulan berkumpul bersama untuk bersilaturahim.

image

Sebenarnya ada yang unik dari lebaran tahun ini bagi saya. Unik jilid satu-nya kira begini… Kalau kebanyakan orang melakukan sholat Ied di lapangan / tanah lapang atau di masjid, saya justru melakukannya di atas aspal jalanan yang biasanya dilalui oleh truk-truk bermuatan besar.

Waalaupun , saat sholat ied jalanan itu ditutup total, tapi saat sholat dua rokaat khutbah ied dimulai, sebagian jalanan dibuka untuk lewat tidak saja motor, angkot, mobil pribadi, tetapi juga truk, sampai mobil tronton pembawa petikemas, yang jaraknya hanya beberapa meter dari tempat saya duduk bersimpuh di jalan tempat perluasan shaf masjid.

image

image

Dari sini muncul resolusi untuk saat kembali ke  ‘Dunia Nyata’ di Jakarta untuk  lebih bersemangat dan memperbanyak sholat berjamaah, Insya  Allah.

Unik jilid duanya, setelah saling bermaafan dengan keluarga, orang tua dan orang-orang terdekat di rumah, kebanyakaan warga disekitar adalah menyambangi para guru / ustadz / gus / yang berada di pesantren sekitar rumah.

Unik jilid duanya adalah tradisi silaturahmi selain keluarga yang saya lakukan disekitar masjid yang mana lokasi itu sangat dekat dengan pesantren , kepada guru-guru para ustadz dan kiyai pesantren, yaitu Gus Ali, Gus Malik, Gus Sulthon, dan Gus Fauzi.

image

Tradisi kunjungan ke setiap ustadz ini selalu diawali dengan besalaman dan diakhirnya selalu meminta doa bersama yang dipimpin oleh para ustadz tersebut, sebelum akhirnya membubarkan diri dan melanjutkan kunjungan ke guru-guru lainnya.

Tampak kental  kharisma dari masing-masing guru yang saya kunjungi. Para yang hadir begitu menghormati sang guru walaupun sang guru tidak meminta dihormati secara khusus. 

image

Selain itu, dari kedatangan saya ke masing-masing guru, saya mendapatkan kisah beragam. Seperti dari Gus Malik yang bercerita tentang para relawan yang berangkat ke palestina, dan menceritakan betapa sulitnya kondisi disana.

Berbeda dengan Gus Ali rumahnya yang lebih banyak berdialog tentang kondisi lebaran yang sedang berlangsung, puasa ramadhan yang telah dilalui dsb.

Lain lagi dengan Gus Fauzi yang ketika dikunjungi sedang tidak sehat kondisi badannya. Ia banyak berkisah terkait medikal check up yang dijalaninya serta angka-angka medis diatas rekomendasinya.

image

image

Suaranya yang lirih membuat para hadirin berusaha mendekati  tempat Gus Fauzi duduk di ruangan yang memanjang tersebut, dan berusaha mendengarkan apa yang diucapkan. Semuanya terdiam sambil berusaha menarik benang merahnya, sekaligus menambahkan satu resolusi lagi untuk menjaga kesehatan dengan berolah raga lebih giat sesampainya di Jakarta nanti.

Apapun itu, marilah kita menarik sebanyak mungkin kebaikan dari silaturahmi lebaran yang baru saja kita lewati… itulah sebagian Resolusi Silaturahmi lebaran yang mungkin saja dialami dengan manfaat yang berbeda-beda. Amiiin ya Robbal Alamiin.

Malang, I’m Coming

image

Musim mudik lebaran tahun ini saya tandai dengan terbang menuju kota Malang  Jawa Timur pada  hari H minus 1 lebaran. Tidak diragukan lagi kepergian mudik ini,  sangat akrab dengan lautan manusia yang memadati Bandar Udara Soekarno Hatta Jakarta.

Walaupun  dilakukan pagi hari dengan berangkat awal waktu setelah sahur, pesawat Sriwijaya Air dengan nomor penerbangan SJ250 tujuan Jakarta menuju Malang Jawa Timur yang diskedulkan jam 6.40 sudah dipadati antrian mengular untuk boarding di terminal 1B.

Begitu juga  kondisinya dengan saat check in. walaupun sudah begitu banyak gate untuk check ini dibuka, tidak mempengaruhi lancarnya antrian dimanapun gate itu dibuka, semua penuh.

Saya begitu menikmati crowdednya perjalanan ini, karena kondisi sepert ini tentu merupakan fenomena tersendiri. Senang … Karena saya berangkat sendirian, tidak terlalu terbebani dengan beratnya barang bawaan yang biasanya harus saya urus ketika bepergian dengan rombongan,  yang biasanya cukup banyak barang bawaan yang saya urus.

image

Senang jilid dua, karena apa yang saya lakukan ini masih jauh lebih baik jika saya harus berjalan menuju Malang dari Jakarta yang selama ini , tepatnya beberapa tahun yang lalu saya lakukan dengan kendaraaan Mobil.

Saya masih ingat beberapa tahun yang lalu, mudik ke Jawa Timur dengan mobil ‘hanya’ membutuhkan waktu kurang dari 20 jam, itu pun sudah termasuk santai.

Setelahnya, mudik lebaran dari tahun ke tahun mulai bertambah padat. Pemudik semakin ramai. Angka perjalanan mulai melambat diatas 20 jam. Berbagai titik menjadi penyebab perlambatan itu, dari mulai pasar tumpah, kondisi jalan yang buruk karena belum diperbaiki, jembatan ambles, kecelakaan lalu lintas dll.menjadikan mudik dengan mobil menjadi alasan tersendiri yang saya pertimbangkan, bila dikaitkan dengan waktu cuti  kerja yang terbatas.

Itulah alasannya saya memilih pesawat udara dengan waktu pemesanan jauh-jauh hari sebelumnya…

Sekarang, hari ini Minggu 27 Juli 2014 bertepatan dengan hari terakhir puasa saya menyaksikan banyak kepala dengan berbagai tujuan mudiknya memenuhi bandar udara untuk pulang menuju kampung halamannya masing-masing.

Ada-ada saja telinga ini mendengar orang komplain ke maskapai penerbangan udara yang melayaninya, ketika saya check in. Seorang wanita paruh baya menekan petugas untuk dapat melayani penerbangannya karena terlambat datang sekaligus meminta excuse atas keterlambatannya datang. Komplain itu, kalau tidak mendengarnya sejak awal, dikira tuntutan itu terjadi atas lalainya maskapai yang menelantarkan dirinya.

Fuih… ada ya yang seperti itu….

image

Langit di bumi Cengkareng belum beranjak terang.. saya berlalu menuju gate B7 yang seperti yang tertulis didalam tiket boarding. Tiga jalur antrian panjang kembali memperlambat langkah ini menuju ruang tunggu.

Dua orang bergegas melampau langkah saya yang lambat, diikuti seorang yang sepertinya pengasuh anak yang sedang menggendong anak kecil mengikuti dibelakangnya.

Empat orang berlalu menerobos antrian, yang saya heran diizinkan oleh petugas bandara yang bertugas memeriksa tiket. Humfff… antara rela dan tidak membiarkan mereka lewat, sementara saya masih sabar menunggu dibalik belasan punggung orang tetap sabar, menuju ruang tunggu.

Di ruang tunggu yang kacanya berembun ini ternyata tidak mudah  menemukan tempat duduk yang kosong. Bukan karena semua orang menempati satu tempat duduk, tetapi banyak kursi yang diduduki bukan oleh orang melainkan tas-tas bawaan mereka.

Walaupun dalam masih jarak pandang , ada seorang anak, yang berbaring di tempat duduk panjang menguasai dua tempat yang berdekatan. Sebuah cara memangkas lagi peluang untuk duduk bagi yang baru tiba. Saya akhirnya bisa juga menemukan tempat kosong untuk ditempati, sampai panggilan penerbangan terdengar.

Terlihat awak kabin tenggelam dalam kesibukan membantu penumpang menempati tempat duduk sesuai nomornya, membantu menempatkan tas-tas didalam ruang penimpanan diatas kepala, sampai kemudian saya mendengar Tiga wanita manula yang duduk dibelakang saya meiminta bantuan menempatkan barang bawaannya yang ternyata tidak cukup.

Uniknya, sejak awal saya yang tidak mengerti apa isi barang bawaannya menjadi faham apa isi barang yang berada dalam sebuah tas tikar berisi tiga kotak kue tart yang sengaja mereka bawa untuk sanak keluarga yang akan dikunjunginya di Malang nanti.

Tiga tumpuk box kue itu akhirnya gagal dimasukkan ke ruang penyimpanan diatas ruang diatas kepala karena tidak cukup  Dalam pengamatan saya petugas yang tugas utamanya bukan pramugara itu, akhirnya baru berhasil membantu ketika ia dibantu oleh rekannya pramugari .

Mbak pramugari yang ramah memberikan solusi dengan menyarankan kotak kue yang dimensinya sekitar kotak lapis legit berisi kue tart itu, akhirnya disarankan disimpan dipisah dan masing-masing ditempatkan
dibawah kaki.

image

Sebuah drama-drama kecil yang saya nikmati sampai penerbangan menuju Kota Malang  dengan jarak tempuh 1 jam 20 menit sampai Airport Abdul Rahman Saleh, saya nikmati dengan tertidur. Buah hasil kelelahan atas persiapan terbang yang sudah saya jalani sejak pukul 03 dinihari, berbalut senyum mengingat kejadian-kejadian dalam perjalanan menuju pesawat ini.

Malang I’m Coming….

image

Traveling Smart Tips

2014-05-23 07.44.20

Semenjak kebijakan pemerintah tentang biaya fiskal untuk perjalanan ke luar negeri dicabut, banyak teman-teman saya menikmati kebijakan bebas biaya itu dengan melancong ke luar negeri seperti Malaysia, Singapore dan Thailand. Ketiga negara tujuan itu menjadi destinasi wisata favorit para pelancong pemula.

Sebut saja rekan satu unit saya Khoirina yang baru saja pulang dari berwisata ke luar negeri. Ia memilih trip mancanegara pertamanya ke Singapu ra. Berbeda dengan rekan saya lainnya Ikhsan yang sudah lebih dulu melancong. Selain ketiga negara itu, ia kemudian menjelajah Jepang, Nepal, India, dan Korea. Seangkatan Ikhsan, rekan saya lainnya Diana dan Juni juga telah menjelajah Jepang, India dan destinasi Eropa, Inggris.

Sebelum kebijakan fiskal keluar negeri dicabut, terbayang betapa besar biaya lain yang harus dikeluarkan. Kita harus membayar sejumlah uang (Rp. 1.000.000 – Rp. 2.500.000) per orang, belum termasuk biaya transportasi.

2014-05-23 15.46.30

2014-05-23 07.52.53

Nah.. dengan banyaknya pelancong meminati tujuan wisata di luar negeri yang saat ini marak, tentunya cara kita bepergian dari mulai berbujet rendah (atau yang dikenal dengan kaum backpackers) sampai dengan berbiaya tinggi (atau dikenal dengan komunitas koper) dapat menjadi pilihan.

Dibandingkan kaum koper, kebanyakan backpackers perlu menyiasati perjalanan dengan berbagai cara. Mengapa siasat ini perlu dilakukan ? Karena tentunya biaya yang dikeluarkan untuk melancong bisa menjadi lebih efisien.

Ada sejumlah smart tips, baik yang harus dilakukan bagi keduanya seperti smart tips yang yang saya kutip dari Get Lost Magazine Travel |Adventure | Culture , agar dapat bertahan dijalan dan perjalanan tetap menyenangkan.

2014-05-23 07.50.43

1. Mencuci Baju di Wastafel.

Pernah kan ada suatu kondisi dimana kita tidak mungkin menggunakan laundry? Namanya juga darurat, mencuci baju dengan sabun hotel atau deterjen sachet kadang lebih cepat (dan murah tentunya). Nah.. kalau bawa baju cukup banyak juga kendala akan terjadi di punggung yang membawa barang banyak dan barang bawaan menjadi lebih berat, ya kan?

2. Menjahit.

Kenapa menjahit jadi tips ? Karena terkadang kita dihadapkan pada situasi baju atau celana yang sobek padahal persediaan baju tidak cukup dan perlu menyiasatinya. Tentu tidak perlu mahir menjahit, kalau jago menjahit malah jadi tukang jahit di luar negeri, atauh malah lupa pulang nantinya.. lantaran mendapat pekerjaan baru sehingga mengurangi jatah penjahit yang lebih dulu sudah eksis…hehehee…..

3. Menyimpan Uang Darurat.

Nah.. simpan uang dalam kantong-kantong level yang dalam, maksudnya kalau kita melancong, biasanya kita tergoda untuk membeli barang ini dan itu. Atau antisipasi kecopetan . Simpan uang dalam “amplop” yang berbeda. Asal jangan lupa tempatnya kalau memang akhirnya betul betul diperlukan.

Nah… khusus untuk tips ini, tentunya berlaku hanya untuk yang uangnya cukup (banyak), karena kalau tidak ada uangnya juga susah ya… mau darimana lagi beli ini itu lhawong udah nggak punya uang.

4. Tawar menawar

Tawar menawar harga dan menunjukkan muka yang tidak tertarik juga penting agar mendapat bargain yang lebih baik.

Saya punya pengalaman saat bertandang ke Pasar Mong Kok di Hong Kong. Dengan cara memperlihatkan muka tidak tertarik dan pura-pura akan pergi, jauh lebih efektif memperoleh harga barang dengan murah jika dibandingkan kita langsung menawar dan mempelihatkan bahwa kita membutuhkan… Hmmmm.. manjur juga kan…

5.Mengucapkan terima kasih dalam berbagai bahasa.

Mengetahui budaya lokal setempat sangat penting dan cukup membantu. Karena masyarakat lokal akan sangat menghargai kalau turis mengucapkannya dalam bahasa mereka. Contoh kecil saja, betapa senangnya kita kalau ada turis menggunakan bahasa Indonesia walaupun hanya sepotong dua potong “Terima Kasih”.

6. Menyetir Manual.

Siapa tau kita menyewa kendaraan untuk sightseeing, menyetir manual berbagai kendaraan pasti lebih siap untuk jalan-jalan.

7. Travel Light.

Travelling, biasanya keluar dari kenyamanan rumah, maka bawalah barang sesuai kebutuhan saja, tidak perlu membawa seisi kenyamanan rumah dalam tas yang tentu terbatas kemampuan kita membawanya secara lincah kesana kemari.

8. Berenang.

Kapan saatnya berenang ? Terkadang kita tidak pernah tau keadaan itu harus memaksa. Ada situasi yang tidak darurat juga kita harus berenang, ketika pantai yang indah atau air terjun yang menggoda kita untuk berenang sudah dihamparan mata, sementara suasana juga tidak terlalu padat. Tergoda untuk nyebur juga kaaan…. Hehehe…

9. Geografi Dasar.

Selain geografi dasar juga bisa untuk membantu melihat map atau GPS, pengetahuan geografi dasar juga bisa jadi alasan untuk memulai percakapan dengan orang yang baru kita kenal. Coba mo ngomong apa kalo blom kenal , bisa-bisa dianggap SKSD… Nah.. Geografi dasar bisa membantu kita memulai pembicaraan… asik kan…?

10.  Menggunakan Kompas.

Situasi sulit tentu menjadi pembantu yang sangat efektif kalo kita bisa menggunakan alat ini. Berbeda dengan GPS yang membutuhkan energy batere, kompas manual relatif irit, karena tidak perlu batere dan tidak perlu mengecharge nya.

11. Mengganti Ban.

Menyewa mobil ketika melancong dan ban kempes ? Perlu keahlian dan mengenal tata letak dongkrak dan lokasi ban untuk mengenal situasi dan kondisi sulit ini dipecahkan.

12. Tidur Dimanapun.

Keliling dunia tentu tidak selalu dalam keadaan cukup tidur. Dikondisi seperti ini kita perlu bisa tidur dimana saja untuk menjaga kebugaran. Siapkan jaket, penutup mata atau kepala untuk kenyamanan tidur di tempat-tempat yang mungkin tidak nyaman bagi kita.

13. Dasar-Dasar Pertolongan Pertama.

Sudah jelas, diperlukan. Tentunya peralatan ini harus kita bawa sebagai antisipasi.

14. Menggunakan kamera.

Tidak perlu kamera yang mahal. Masih lebih baik “hanya” menggunakan kamera HP namun berbagai momen indah berhasil kita dapatkan, kan, jika dibandingkan dengan kondisi harus kamera DSLR tapi tidak terbawa.