Archive | Sketsa RSS feed for this section

Korelasi Sempurna

Masjidil Harom by Adelays.com

Masjidil Harom by Adelays.com

Kalau kita mempercayai sebuah kebetulan di muka bumi ini, mungkin itu karena kita tidak mengetahui bahwa sebuah kebetulan pun ada takdirnya.

Belum lengkap iman seorang muslim manakala ia belum mampu meng-iman-i takdir baik dan takdir buruk, karena bagi seorang muslim, takdir baik & buruk merupakan salah dua dari enam rukun iman.

Awalnya sulit dipercaya, ketika saya kemudian menyadari bahwa sedang menjalankan rukun umroh, dengan mengganti pakaian Ihrom diatas pesawat, di atas kota Yalamlam 3 Maret 2015.

Yalamlam adalah sebuah daerah yang menjadi batas diatas Yaman perbatasan dengan Arab Saudi. Batas (miqot) ini menjadi daerah yang merupakan garis start jama’ah dari Indonesia yang akan memasuki kota Makkah untuk melakukan ibadah Umroh / Haji.

Rencana perjalanan spiritual sampai berangkat ini, telah mengalami pasang surut waktu. Mundur ke April, tapi tiba-tiba maju.  Akhirnya mendapat konfirmasi berangkat menggantikan jama’ah yang kena musibah sakit pada awal Maret. Saya segera menyelesaikan segala persyaratan dokumen dan vaksinnya hanya kurang lebih seminggu sebelum terbang,

Masjid Nabawi by Adelays.com

Masjid Nabawi by Adelays.com

Bagi siapa yang punya cukup dana, belum tentu dana yang cukup berarti segalanya lancar dengan jaminan uang yang berlimpah. Ada-ada saja cobaan yang datang menghampiri kita. Tentu peristiwa itu bukan kebetulan, melainkan sebuah  takdir atas panggilan Nya. Ini adalah sebuah fakta kalau Ia sudah berkehendak, Kun Fayakun proses yang hampir mustahil pun terkabul, toh ‘panggilan’ itu bukan masalah ketersediaan dana semata.

Yang sudah memiliki perizinan dan dokumen lengkap, belum tentu urusan keluarga dan duniawinya lancar, karena urusan duniawi sangat banyak bentuknya, urusan rumah tangga,  pekerjaan, biaya hidup yang ditinggalkan dan lain lain.

Pekerjaan di belahan bumi kita mencari nafkah boleh jadi menjadi pemberat langkah bagi sesiapa yang tidak ikhlas. Tidak ikhlas, lantaran banyaknya kesempatan yang akan terlewatkan saat tidak berada di tanah air yang harus direlakan terbang bersama debu di tanah harom.

Bentuk ikhlas itu misalnya, dengan hati yang lapang menerima sebuah keputusan yang telah ditetapkan ketika berada di tanah suci, walaupun keputusan itu tidak populer. Apapun yang diputuskan,  diterima dengan legowo. Tidak Ada sedikit pun terbersit niat  untuk mengubah-ubah keputusan, apalagi meng-overwrite Suatu Keputusan  yang sudah keluar, dengan yang baru. Diterima saja secara baik, itulah salah satu contoh ikhlas.

Kesuksesan dunia untuk menggapai ambisi, kadang tidak linier dengan ketaatan pada Nya. Sukses, kalau ukurannya adalah tercapainya ambisi hati dan materi, nyatanya bagi kebanyakan muslim mereka tidak lantas bisa beribadah kesana berkali-kali.

Masjid Nabawi by Adelays.com

Masjid Nabawi by Adelays.com

Orang yang taat kepada sang khaliq, sholat tidak pernah tertinggal, khatam alquran berkali-kali, tetapi tidak kelihatan gaul, tidak  populer dan tidak terlihat bergelimang harta, namun bisa berkali-kali bersimpuh kepada-Nya didepan Ka’bah untuk memohon keridhoan Nya.

Kejadian-kejadian yang kita lewati sampai menuju takdirnya tetap menyimpan misteri, seandai kita tidak berhasil menerjemahkan detail maksud Nya, itu karena Blue Print Tuhan terlalu megah bagi manusia.

Kitalah yang merasakan kualitas sukses atau tidak, bahagia atau tidak dengan keadaan yang kita miliki sekarang. Sukses atau bahagia dengan ambisi yang dicapai itu, hanyalah yang bersangkutan yang mengetahui kualitas isi didalamnya, apakah bahagia atau tidak.

Kehidupan di akhirat kelak, lebih memiliki korelasi sempurna, yang tidak akan tertukar atas perilaku kita di dunia.  Tidak, sekali lagi tidak akan tertukar. Tidak pula ditukar-tukar, apalagi menukar-nukar yang sudah ditetapkan.

Sungguh,  jauh panggang dari api.

Advertisements
Adelays-Ducati Spain

Menyalip di Tikungan

image

Sumber.: Google

GP Qatar menampilkan Valentino Rossi sebagai juara dalam perhelatan perdana MotoGP tahun 2015. Walaupun tenaga motor Yamaha tunggangannya terlihat kurang kompetitif dibandingkan Ducati saat berada di trek lurus, Rossi sangat mumpuni di tikungan. Aksi overtake Rossi di tikungan merupakan kelihaian yang menjadi daya tarik MotoGP, karena selalu dilakukan dengan bersih, dan aman serta tidak pernah sekalipun mencelakai lawan.

image

Sumber Google

Menyalip di tikungan dalam sebuah perlombaan balap adalah hal yang lumrah dilakukan. Aksi membalap dan saling salip-menyalip sah-sah saja asal  baik dan tidak melanggar aturan balap yang diatur oleh Dorna, pelaksana pertandingan motoGP dunia. Semua dilakukan karena perspektif mengejar keunggulan terbaik dan sportif, dan berkelas.

image

Sumber: Google

Rekan saya Andi Syahputra yang kebetulan bertemu di area parkir ketika datang ke kantor menceritakan hal yang sama terkait keahlian Rossi memotong di tikungan. Ia mengidolakan pembalap dengan sebutan VR46 itu.

Ketika bercerita, ia menambahkan kisah menyalip di tikungan Rossi itu dengan saat perjalanannya ke kantor. Laju motornya dipotong di tikungan tepat sebelum berbelok ke kantor, sehingga ia terpaksa mengerem mendadak sampai hampir jatuh.

Aksi menyalip dan memotong ditikungan yang diceritakan Andi tentu berbeda dengan balapan, karena di luar aksi balapan, urusan potong memotong  sangat membahayakan bagi pengandara lainnya. Balapan bukan di arena balap dapat berakibat fatal tidak saja bagi kedua pihak yang terlibat, tetapi juga orang lain yang berada di sekitar tempat kejadian.

Rekan saya Andi menyambung kisah menyalip di tikungan dengan pengalaman pribadinya dengan sahabat dan teman-temannya. Tetapi Menyalip di tikungan yang dimaksudnya kali ini lebih tepat disebut  “menelikung”. Sebuah kegiatan yang pengertiannya hampir sama namun merupakan bahasa ironi untuk ter’begal’nya sebuah kepercayaan.

Menelikung yang dilakukan oleh orang-orang dekatnya ini terjadi di lingkungan didekat rumahnya oleh sahabat-sahabat yang dipercayainya sendiri, oleh orang-orang yang dikenalnya baik selama ini, oleh orang-orang yang selama ini tidak pernah disakiti hatinya baik lahir maupun bathin, oleh orang yang selama ini selalu bersama-sama dengannya, orang-orang yang setiap hari diluangkan waktu nya bersama-sama dengannya, oleh orang-orang yang dekat rumah didalam hatinya.

Andi yang saya kenal adalah seorang yang sangat santun dalam bertutur kata, maupun bertindak. Senyum yang ditunjukkannya saat bertemu terlihat mengandung kegetiran yang terpancar dari raut mukanya lantaran telikungan sahabat yang selama ini tidak dikhawatirkannya.

Saya yang berempati memahami pengalaman Andi mencoba meramaikan hatinya dengan berbasa basi menawarkan bantuan. Ia hanya tersenyum dan mengatakan: “Terima kasih, tidak perlu”. Baginya,  menelikung ini justru disikapinya secara positif yang diterjemahkan sebagai petunjuk, seperti apa seusungguhnya kualitas kawan-kawan yang berada disekitarnya.

Baginya,  seorang sahabat sejati, orang yang memiliki ‘kelas’ persahabatan seperti “saudara” ,  pasti tidak akan sanggup mencelakai hati sahabatnya, rekannya atau orang-orang yang berada dalam ring satu kehidupannya.

image

Sumber Google

Baginya nyata, bahwa hikmah telikung-menelikung yang ditunjukkan kepadanya adalah petunjuk untuk menunjukkan siapa sahabat sejati yang sesungguhnya. Bukan sahabat semu yang tampak akrab dalam pergaulan sehari-hari, tapi bertopengkan kepalsuan pangkat dan jabatan.

Ia pun menutup obrolan kecil kami dengan satu referensi sahabat ideal versi Andi dengan mengutip AlAshr ayat ketiga. “Watawa shaubil Haq, Watawa saubishshobr”. Sahabat yg baik adalah sahabat yang mampu mengingatkan dalam kebenaran /kebaikan dan saling mengingatkan dalam kesabaran.

Thanks Andi…..