Archive | Vacation RSS feed for this section

Cari Tahu dengan Jarimu

20121016-231623.jpg

Walaupun Lonely Planet menempatkan Kyoto sebagai Top  Picks for Japan, Tokyo sebagai ibu kota Jepang rasanya layak untuk dikunjungi. Ia Berada dalam urutan berkutnya dibawa Kyoto yang merupakan kota dengan beragam budaya. Belum mengunjungi Jepang rasanya kalau belum ke ibukota negaranya. Seperti, belum ke Indonesia rasanya kalau belum ke Jakarta.

“Cari Tahu Dengan Jarimu”, begitulah bunyi tagline Yellow Pages yang sering terdengar. Tagline itu terngiang sejalan dengan keingin tahuan tentang kota yang eksotis dan memiliki sejarah panjang di Jepang, setelah Kyoto. Tokyo, memiliki magnetnya sendiri untuk dikunjungi. Saking mempengaruhinya, beberapa judul film yang mendunia diangkat dari kota ini. Sebut saja Jacky Chan  mengangkat “Tokyo Rush Hour” sebagai film bahkan sampai 3 kali.

Shinjuku Insident” masih dari Jacky Chan kemudian mengisahkan tragedi adu jotos antar Yakuza di Jepang. Stasiun kereta Shinjuku itu sendiri saat ini bahkan merupakan  salah satu stasiun tersibuk di kota Tokyo. Belum lagi “Fast and Fourius” yang tema adu balap mobil liar dari kota ini dengan judul “Tokyo Drift“. Kalau mau kisah dari seputar Tokyo yang sedikit melo, ada “Hachiko” yang dibintangi Richard Gere.

Anda yang bermaksud jalan-jalan ke Jepang, boleh jadi perlu mempertimbankan Tokyo walaupun sudah menyusun iterenary ke Sapporo,yang  dinobatkan sebagai kota paling atraktif bagi pariwisata Jepang (sumber: Wikipedia). Kalau masih punya waktu sempatkan ke Tokyo, atau paling tidak tuliskan kota ini dalam lembar iteranary meskipun belum memiliki ‘jiwa’nya untuk benar-benar disambangi.

Untuk memiliki jiwanya sendiri, Tokyo tentu perlu observasi. Beberapa cara bisa ditempuh untuk mengobservasi kota ini seperti:

  1. Browsing di Internet,
  2. Membeli buku-buku pariwisata, ataupun
  3. Menginstal aplikasi tentang informasi kota ini di gadget .

Saya sendiri menempuh ketiga jalur tersebut secara paralel. perjalanan dari selatan Jepang merambah ke utara akhirnya menemukan magnetnya untuk diwujudkan. Rasa ingin tahu mulai menggerakkan tangan ini membuka lembaran informasi tentang Tokyo mengalir deras. “Cari tahu dengan jarimu” menemukan daya ‘sihir’nya.

Bagi yang bermaksud membeli buku-buku pariwisata tentang Tokyo, ada baiknya mempertimbangkan beberapa buku yang pernah menjadi “Learning Partner” saya ‘mengisi sihir’ tentang daya tarik kota ini. Buku-buku tersebut memiliki keunggulan komparatif yang kuat sehingga perlu dipertimbangkan. Buku tersebut adalah :

2,5 Juta Keliling Jepang by Claudia Kaunang (Adelays.com)

2,5 Juta Keliling Jepang by Claudia Kaunang (Adelays.com)

  1. 2,5 Juta Keliling Jepang .
    Membaca 208 halaman buku karya Claudia Kaunang ini memberikan motivasi dan merubah mitos yang sementara ini berkembang, bahwa Tokyo sangat mahal untuk dikunjungi. Penulisnya pandai menyiasati kepergiannya ke Jepang dengan tips dan trik yang baik untuk travelling secara cerdas ala backpackers. Tidak tanggung-tanggung hanya 2,5 juta Rupiah dalam 5 hari tiga kota Jepang yaitu Tokyo, Kyoto dan Osaka menjadi pokok bahasan. Didalamnya sudah termasuk Rute transportasi di Jepang, Perincian biaya keseluruhan, info penginapan, kuliner dan belanja Hemat ! Harga buku ini pun cukup hemat Rp. 37.500

    Tokyo by Lonely Planet (Adelays.com)

    Tokyo by Lonely Planet (Adelays.com)

  2. Tokyo
    Lonely Planet, lagi-lagi menjadi ‘jajanan’ buku yang tidak kalah penting. Saat-saat tertentu menjelang liburan buku ini sengaja saya cari di toko buku yang saya anggap sebagai “mbah google-nya” Jepang, Kinokuniya. Ternyata Sold Out .Dari Customer Servicenya pun saya temukan jawaban di beberapa cabangnya sudah habis, padahal beberapa waktu yang lalu buku ini masih terpampang di Kinokuniya Grand Indonesia. Di Gramedia, saya temukan satu buku Tokyo ini, tapi sayangnya itu buku sample dan sudah cukup out of date, tahun 2010.
    Akhirnya penjelajahan buku ini berakhir di Periplus, diskon lagi.. hmmm.. kesabaran ternyata membuahkan kebaikan, masih fresh Agustus 2012 !  Buku ini mengetengahkan 125 restoran terbaik, 67 museum dan galeries, 29 soothing hot spring, 2 tempat untuk melihat sumo dan 19 halaman map berwarna. Sangat baik diantarkan oleh Timothy Hornyak penulis Lonely Planet, bagi yang menginginkan highlight tentang Tokyo dari basic sampai advance. Harga, diatas Rp. 250.000.

    Getting Around Tokyo by Tuttle (Adelays.com)

    Getting Around Tokyo by Tuttle (Adelays.com)


  3. Map Guide “Tetting Around Tokyo”
    Buku ini tampil beda dibanding 2 buku diatas. Sangat advance dalam mengupas jaringan transportasi Jepang yang sangat “menggurita” dan merupakan jaringan transportasi terkompleks di dunia. Buku 194 halaman terbitan Tuttle ini lengkap menjadi transportastion guide bagi yang ingin jalan sendiri tanpa tour guide. Harga buku, masih dibawah Lonely Planet ,Rp. 165.000.
  4. Japanese Pharesbook
    Jepang memiliki huruf dan bahasa yang unik dan membutuhkan waktu tersendiri untuk menguasainya dibandingkan dengan mengunjungi negara-negara yang menggunakan bahasa Inggris sebagai bahasa pengantar. Mendownload aplikasi ini untuk iPad atau iPod touch cukup saya rekomendasikan, karena tidak saja tulisan yang ditampilkan untuk dibaca, tetapi juga dapat di play untuk diucapkan. Harga download < $10.

Itu hanya sekelumit tentang ‘Cari Tahu tentang Jarimu” tentang Tokyo, diluar itu tentu masih banyak buku / tour guide book yang dapat menjadi guidance yang membantu menemukan ‘jiwa’  Tokyo. Hmm.. kalau begitu.. benar rasanya kata Moslih Eddin Saadi : “A Traveller Without Observation is a Bird Without Wings“.

日本へのビザ (Visa Jepang)

Kedutaan Jepang RI, di Jakarta (Adelays.com)

Kedutaan Jepang RI, di Jakarta (Adelays.com)

Yang pernah mengurus Visa di Kedutaan Jepang pasti merasakan, mengurus visa Jepang tidak sesulit mengurus visa di Kedutaan Amerika Serikat. Asal data yang diminta sudah lengkap, datang, tunjukkan dan serahkan urusan selesai dalam tiga atau empat hari. Namun demikian, persiapan demi persiapan  juga dibutuhkan agar sejak penyerahan dokumen sampai dengan penyerahan visa berjalan dengan sukses.

Kalau kita memiliki waktu yang cukup, rasanya mengurus visa Jepang sendiri lebih saya sarankan jika dibandingkan dengan melalui agen. Syarat yang diajukan oleh Kedutaan Besar Jepang di Jakarta melalui webnya cukup jelas dan tidak sulit. Untuk yang berlokasi di Jakarta dan sekitarnya, pengajuan dapat datang langsung ke :

Bagian Konsuler Kedutaan Besar Jepang di Jakarta

Jl. M.H. Thamrin No. 24, Jakarta 10350, INDONESIA
Telephone: (021) 3192-4308
FAX : (021) 315-7156

Jika tidak di Jakarta dan sekitarnya, Kedutaan Jepang memiliki empat perwakilannya di Indonesia dan masing-masing memiliki wilayah kerjanya sendiri-sendiri sesuai KTP pemohon, yaitu :

  1. Medan (061) 457-5193
  2. Surabaya (031) 503-0008
  3. Denpasar (0361) 227-628
  4. Makassar (0411) 871-030, 872-323
Visa Jepang (Adelays.com)

Visa Jepang (Adelays.com)

Berdasarkan pengalaman saya, ada beberapa tips yang mungkin bermanfaat bagi siapa saja yang akan mengajukan visa Jepang, yaitu:

I. Sebelum datang ke Kedutaan:

  1. Keep update informasi pengurusan visa diweb http://www.id.emb-japan.go.jp/visa.html. Saya pernah mengisi form aplikasi dengan format lama, padahal belum lama berselang, form tersebut digunakan oleh orang tua saya untuk tujuan yang sama (kunjungan keluarga) ke Jepang. Dengan tetap update ke web tersebut, akhirnya saya bisa melengkapi dokumen dengan form terbaru dengan baik tanpa harus tertunda lebih lama lagi. Selain form aplikasi, ada form iterenary yang dapat di download dialamat tersebut, sebagai salah satu syarat kelengkapan dokumen.
  2. Pastikan mempersiapkan dokumen asli, in case diminta oleh petugas yang memeriksa dokumen, kita dapat menunjukkan kebenaran dan kejelasan dokumen fotokopi yang diserahkan.
  3. Cetak Foto yang dibutuhkan untuk ditempel di form aplikasi sebenarnya hanya satu lembar, tetapi persiapkan foto tersebut lebih dari satu. Kalaupun foto ukuran 4,5 x 4,5 cm itu berlebih, pasti pihak kedutaan akan mengembalikannya.

II. Ketika Datang ke Kedutaan Jepang

  1. Datang lebih awal dari waktu layanan . Untuk sessi permohonan visa dibuka pukul 08.30 – 12.00 , sedangkan pengambilan visa dan paspor dibuka pukul 13.30 – 15.00. Waktu tersebut adalah waktu layanan, pemohon dapat datang lebih awal untuk mengambil nomor antrian. Makin cepat nomor antrian diperoleh, maka lebih dahulu anda akan memperoleh pelayanan.
  2. Penjagaan Kedutaan cukup ketat, security di pos utama akan menanyakan keperluan pemohon saat datang. Sebenarnya inti jawaban berupa “Permohonan” atau “Pengambilan Visa” lah yang sangat diharapkan oleh petugas. Pengantar tidak diperkenankan mendampingi. Pemohon akan memasuki sedikitnya tiga pintu, yaitu :
    – Pos security pertama, pemohon diminta untuk menyerahkan ID Card, berupa KTP.
    – Pintu kedua yaitu pemeriksaan barang bawaan, benda tajam dan berbahaya tidak diperkenankan dibawa masuk.
    – Pintu ketiga merupakan pintu ruangan visa yang dijaga oleh 1 orang petugas.
  3. Ambil nomor antrian . Untuk permohonan visa, antrian dapat diambil di mesin yang berada di sebelah kiri (mesin A) dari dua mesin antrian. Untuk memperpendek akses menuju loket Pelayanan Antrian A berada di sebelah kiri yaitu loket 1 – loket 3, duduk lah menunggu ditempat duduk tunggu sebelah kiri, atau tengah didepan loket 2 atau loket 3. Loket 1 adalah loket khusus agen pelayanan.
  4. Selama berada di lingkungan ruangan pelayanan: Dilarang untuk menerima/ melakukan panggilan telpon dan melakukan pengambilan gambar (memotret).
  5. Setelah dokumen diserahkan, simpan tanda bukti pengambilan paspor dengan baik. Tanda bukti itu akan menjadi dokumen yang sah pengambilan paspor dalam waktu 3 atau 4 hari. Siap-siap dihubungi petugas pelayanan visa apabila ada dokumen yang masih perlu dilengkapi.
Tanda Terima dan Pengambilan Dokumen (adelays.com)

Tanda Terima dan Pengambilan Dokumen (adelays.com)

III. Saat pengambilan Paspor / Visa.

  1. Pastikan membawa dokumen tanda bukti pengambilan paspor yang diserahkan oleh petugas paspor
  2. Siapkan uang sesuai ketentuan pengurusan paspor, saat saya mengurus @ Rp. 325.000 untuk satu lembar visa.
  3. Ambillah visa / pasport sesuai waktu yang ditentukan, tidak terlambat lebih dari satu hari kerja, karena visa dapat saja dibatalkan diluar waktu pengambilan yang ditetapkan.
  4. Izin visa tertera pada sudut kanan atas, dan hanya berlaku pada waktu yang telah ditentukan. Pastikan waktu  rencana keberangkatan telah sesuai dengan rencana dan berada dalam range izin yang diberikan.

Kyoto oh Kyoto

Kyoto oh Kyoto (Adelays.com)

Kyoto oh Kyoto (Adelays.com)

Delapan Tahun !

Ya delapan tahun waktu yang dibutuhkan untuk mendaftar menjadi jamaah Haji saat ini. Begitu padatnya antrian untuk mengunjungi Baitullah di tanah suci dari Indonesia. Jadi, kalau tahun 2012 kita mendaftar, maka baru akan berangkat tahun 2020 nanti. Tanah Suci Mekkah di Kerajaan Saudi Arabia adalah kota / negara yang sudah lama menjadi tujuan kepergian saya…  Mudah2an sambil menunggu, sebelum delapan tahun itu, kesempatan kesana menjadi kenyataan melalui Umroh… Amin .

Saya kemudian penasaran dengan pendapat orang lain tentang tempat favorit mereka ketika ingin melancong. Saya kemudian mencoba untuk mencari lokasi lain yang direkomendasikan majalah, buku, website, travel guide dan lain-lain. LonelyPlanet, Sebuah penerbit travel guide book terbesar milik BBCWorldwide pernah menuliskan, setidaknya 3 kota paling direkomendasi didunia karena kekayaan budayanya untuk dikunjungi paling tidak satu kali seumur hidup. Kota-kota itu adalah:

  1. Paris, Perancis
  2. London, Inggris
  3. Roma, Italia

Top Picks for Japan

Satu negara lain yang kemudian direkomendasikan oleh travel guide book yang didirikan oleh Maurine Wheeler dan Tony Wheeler ini adalah Jepang. Ternyata Kyoto, lho.. dan bukan Tokyo,  yang  menjadi kota pilihan peringkat pertama wisata dunia di Jepang, seperti disebutkan dalam websitenya :

Top Picks Japan (Source LonelyPlanet.com)

Top Picks Japan (Source LonelyPlanet.com)

Mengapa Kyoto ?

Apa sih yang membuat Kyoto begitu menarik sampai ‘bercokol’ diatas Tokyo yang nota bene menjadi daya tarik wisatawan yang datang ke Jepang ? Ternyata Kyoto adalah satu tempat dengan kekayaan warisan budaya terbesar. Kyoto  justru menjadi Ibukota kekaisaran Jepang sejak beberapa abad yang lalu sebelum Tokyo, selama lebih dari 1000 tahun,  sejak 794 – 1868.

Kyoto berbeda dengan Tokyo dengan berbagai kegiatan wisata dan modernisasinya. Daerah wisata Kyoto lebih banyak dipenuhi warisan tradisional bangunan-bangunan kuno berupa kuil dan kehidupan khas Jepang lama. Jauh dari kesan kesibukan dan kesemrawutan “Rush Hour”  ala Tokyo yang berjarak lebih kurang 300 mil  ke arah timur laut Kyoto.

Kiyamizudera (Pic by Japan-guide.com)

Kiyamizudera (Pic by Japan-guide.com)

Kinkaku Ji

Kinkaku Ji (Source: Japan-Guide.com)

Membayangkan Kyoto, dalam benak saya langsung terbayang film  “Last Samurai” karya Edward Zwick yang dibintangi Tom Cruise dan Ken Watanabe. Browsing tentang Kyoto menyuguhkan kekuatan tradisional yang memunculkan kekuatan kekaisaran masa lalu. Kota yang dikenal juga dengan nama lain “Heian Kyo” ini kadang masih dianggap sebagai ibu kota Jepang yang sesungguhnya, hanya saja ibu kota modernnya lah yang berada di Tokyo.

Musim Favorite berkunjung ke Jepang

Wisatawan lokal Jepang dan mancanegara membanjiri wisata tradisional Jepang ini pada bulan-bulan tertentu. Mereka menyukai dua musim untuk pelesir yaitu :

  1. Bulan April – Mei , menunggu masa bunga sakura mekar, dan mengikuti festival Hanami
  2. Bulan Oktober – Nopember saat fall atau musim gugur, dimana pepohonan menguning dan memerah ketika gugur memasuki musim dingin.
Climate Data for Kyoto (Source by: Wikipedia)

Climate Data for Kyoto (Source by: Wikipedia)

How To 

Mencapai Kyoto dengan pesawat dari Jakarta relatif tidak mahal untuk waktu-waktu tertentu dengan perencanaan yang baik dan membeli tiket jauh-jauh hari sebelumnya. Hal ini cukup mengesampingkan “image” akan mahalnya bepergian ke Jepang. Selain Tokyo , Kyoto di selatan menjadi kota yang dapat dicapai dengan penerbangan budget air melalui Osaka dengan connecting flight , melalui Kuala Lumpur, Malaysia. Saya pernah memantau maskapai Air Asia, yang pernah merelease harga tiket Jakarta -Kuala Lumpur – Osaka dengan banderol sekitar Rp. 700 ribuan, sekali jalan.

Dibutuhkan pengurusan visa bagi wisatawan dari Indonesia. Waktu yang dibutuhkan untuk pengurusan visa Jepang sekitar 4 hari – 1 minggu hari kerja. Biayanya sekitar Rp. 300.000, relatif murah jika dibandingkan mengurus ke visa ke Australia atau bahkan ke Amerika yang bahkan membutuhkan waktu lebih lama.

Ginkaku-ji after being restored in 2008 (google)

Ginkaku-ji after being restored in 2008 (google)

Fushimi Inari-Taisha (Japan-Guide.com)

Fushimi Inari-Taisha (Japan-Guide.com)

Bandar Udara

Menuju Kyoto, paling dekat bisa dicapai melalui Osaka, dibandingkan Tokyo. KIX atau Kansai International Airport adalah merupakan salah satu bandara dengan kategori 10 terbaik dunia versi Skytrax, sebuah lembaga pemeringkat dunia yang menangani survey seputar bandar udara internasional di seluruh dunia. Posisinya masih berada dibawah:

  1. HKIA (Hong Kong Internasional Airport),
  2. Incheon di Korea Selatan dan
  3. Changi di Singapura.

Ketiganya adalah bandara dengan peringkat bintang lima, dan hanya merekalah bertiga yang bersaing ketat menghuni bandara dengan peringkat bintang lima sampai saat ini.

kansai_international_airport

Kansai International Airport, 1 dari 4 Floating Airport di Jepang (Pic taken from Myinterstingfiles.com)

Hal yang  unik dari Kansai Internasional Airport (KIX) ini adalah keberadaannya yang diatas laut, tidak berada diatas tanah salah satu gugusan kepulauan di Jepang, melainkan mengambang diatas permukaan laut. Jepang memiliki 4 floating airport yaitu :

  1. Kansai
  2. New Kitakyushu
  3. Kobe
  4. Chubu Centraair
Tony Wheeler

Tony Wheeler

Hmm.. mengenal kota ini dari ‘jauh’, cukup menarik perhatian saya, juga cukup membuat saya berfikir atas kata-kata Tony Wheeler , Cofounder LonelyPlanet  “All you’ve got to do is decide to go and the hardest part is over, SO GO !”.

Amiiin…. #di amin kan oleh Adelays#

*WUSSHHHH… #Malaikat lewat#

Suatu Jum’at di Keswick St.

KonJen RI Hong Kong

KonJen RI Hong Kong

Walaupun saya memilih untuk mengunjungi tempat lain jika saya sudah pernah mengunjungi suatu tempat di tanah air atau mancanegara, Hong Kong dan Tanah Suci menjadi salah satu pengecualiannya. Hong Kong, adalah tempat yang punya histori sebagai wilayah jajahan Inggris ini, memiliki beragam alasan untuk dikunjungi kembali kecuali karena kesulitan makanan halalnya. Salah satu alasan kembali ke negara yang memiliki dua standard pemerintahan,lantaran “baru” dikembalikan ke wilayah China tahun 1997 ini adalah karena dahulu belum sempat mengunjungi masjid-masjid yang ternyata tersebar di beberapa daerah di Hong Kong.

Sebelum lanjut tentang kisah utama tentang Hong Kong, rasanya masih pantas kalau saya menyampaikan Selamat Tahun 2012, dengan harapan semoga tahun ini menjadi tahun yang lebih baik dari tahun sebelumnya. Cukup lama blog ini “menganggur” karena kesibukan saya pelatihan selama 7 (tujuh) bulan ditemani berbagai tugas dan on the job training di Hong Kong selama beberapa waktu. Mudah-mudahan tulisan ini dapat menjadi awal yang baik untuk melanjutkan ‘tradisi’ mengisi waktu sebagai sarana sharing kepada para pembaca.

Continue reading

Dari Meja “Redaksi” Adelays

Dari Meja Redaksi Adelays

Dari Meja Redaksi Adelays

Zaman beralih musim bertukar. Sebagian besar orang telah melupakan pena yang tintanya harus dicelup ke dalam baskom kalau nggak mau disebut tray, tempat menampung tinta. Dulu orang selalu menuangkan hasil pikiran briliannya kedalam kertas setelah era zaman batu dan menulis pada lembaran daun.

Continue reading

AfterWorkSmart & Hard

 

GodongIjo

GodongIjo

Tidak salah kalau Mario “Salam Super” Teguh mengatakan, bahwa hidup adalah tantangan, Nothing is Impossible alias tidak ada yang tidak mungkin. Jangan pernah menganggap remeh sebuah cita-cita atau angan-angan,karena kalau sudah menjadi tantangan, pasti bisa dikerjakan dan pasti memberikan hasil, begitu ia menuliskan dalam situsnya http://salamsuper.com

Saat ini, tentu saja hati kami -team member– bahagia bukan buatan, lantaran baru saja melalui sebuah tantangan utama dari majority shareholder,  Kementrian Negara (Kemeneg) BUMN. Tenggat waktu 15 Oktober 2010 sebagai target yang sebelumnya dianggap mustahil, berhasil diwujudkan dengan menerbitkan laporan keuangan perusahaan tanggal 30 September 2010.

Continue reading

“Minal Aidzin, Bro”

Selamat Iedul Fitri 1431 H

Selamat Iedul Fitri 1431 H

Minal Aidzin, Bro…!” Ucap seorang sahabat yang sudah lama tak nampak batang hidungnya, seraya menebar senyum dari bibirnya yang sudah smiling-face itu. Pangkat senyumannya saat diam pun sudah terlihat, apalagi kalau ia tersenyum, tampak aura senyum kuadrat dari raut mukanya.

Maksud dari ucapan singkatnyanya itu tadi, kira-kira adalah memberi selamat berlebaran, diikuti oleh permohonan maaf lahir dan bathin namun disampaikannya ala anak muda nan santai, diikuti kepalan jabat tangan seperti orang akan bertanding adu panco, namun penuh keakraban. Ditambah lagi sambil menepuk-nepuk bahu.

Continue reading

Antara Adzan Maghrib & Masjid Putra

Kubah Putra Mosque

Walaupun masih menggunakan decoder untuk menangkap siarannya, wajah pertelevisian di Indonesia sedang mengalami perubahan besar dalam sejarahnya di penghujung tahun 80-an. Rajawali Citra Televisi Indonesia (RCTI) saat itu resmi mendampingi Televisi Republik Indonesia (TVRI) sebagai televisi swasta pertama  yang telah ada lebih dahulu sejak 24 Agustus 1964.

Keberadaanya yang masih terbatas, akhirnya dapat dinikmati secara luas dan resmi mendampingi sebagai  mitra sekaligus competitor sejak tahun 1989. Mulai saat itu era pertelevisian di Indonesia tengah bergerak kearah yang berbeda dari masa sebelumnya yang didominasi oleh TVRI sebagai media tunggal pertelevisian di tanah air.

Continue reading

“… is Come to Putrajaya City”

Pernahkah anda  mendengar sebuah iklan yang mempunyai  slogan  “Come to where the flavour is, come to ********  Country”  ?  Banyak alasan untuk tidak menyebut produk rokok  ******** di halaman ini. Singkat cerita, tag line inilah yang menjadi inspirasi Adelays untuk menulis perjalanan singkatnya ketika bertandang masih di negeri jiran Malaysia. Secara lengkap, judul tulisan diatas adalah “Come to where the administrative capital city of Malaysia, is come to Putrajaya City” .

Lho, kok Putrajaya ? Bukankah  Kuala Lumpur ?  Silakan ikuti perjalanan Adelays berikut ini…

Continue reading