Mozaik Mihrab Mezquita

Waktu masih menunjukkan pukul 6 pagi, matahari pagi belum menyinari jendela Hotel Los Patios, tempat saya menginap. Subuh pun belum tiba, karena Subuh baru masuk pukul 6.44 menit. Saya tak sabar lagi untuk masuk ke dalam Mezquita yang bersejarah itu. Pagi pun menjelang. Mezquita, dibuka untuk umum pukul 08.30 – 09.30. Periode satu jam disesi pertama ini free […]

Continue reading

Mezquita itu, Kini Didepan Mata

Kereta api Renfe tujuan akhir Sevilla yang saya tumpangi dari Barcelona merapat pk.20.30 di stasiun Cordoba, Andalusia. Sudah cukup malam untuk Eropa di musim dingin pada umumnya. Suasana penerangan stasiun yang temaram membuat saya sedikit ragu untuk melanjutkan perjalanan dengan bis umum.. Tetapi setelah menanyakan ke bagian informasi, dan mendapat kepastian masih adanya kendaraan umum, […]

Continue reading

Renfe vs Shinkanshen

Senyum simpul terkulum dibibir saat teringat masa kecil saya naik kereta api bersama orang tua, untuk pertama kalinya. Jangan membandingkan hal-hal yang berlebihan tentang kereta masa lalu itu, karena kondisinya jauh jika dibandingkan dengan kereta masa kini. Tidak saja fisik keretanya, tetapi juga suasananya yang hiruk pikuk saat naik kereta menjelang lebaran, berdesak desakan dengan […]

Continue reading

Den Haag, Sepenggal Kharisma Magistrat

Waktu pada jam tangan saya , menunjukkan pukul sembilan pagi. Hari Jum’at, 5 Desember 2014. Baru saja saya berpisah dengan Dila, sahabat saya di Negeri Belanda yang baik hati menemani perjalananan saya di kota hukum ini. Ia bersama rekan-rekan mahasiswa Indonesia  setia menemani dan memberi arahan petunjuk tempat-tempat bersejarah di Den Haag, Netherland (Dilla , […]

Continue reading

Auf Wiedersehn Berlin

Perpisahan dengan kota yg tidak mudah dilupakan ini, saya tandai dengan menapaki setiap langkah di pertokoan yang berjajar di sepanjang Freidrichstraße. Saya memang sengaja turun di pemberhentian Freidrichstraße dan merelakan kaki ini melangkah lagi di daerah yang ramai dikunjungi orang-orang daei mancanegara ini. Selain jajaran pertokoan, ada pedagang kaki lima yang bertahan untuk menjajakan Sajian […]

Continue reading

Ich Bin Ein Berliener

Udara dingin menyergap melalui sela sela jaket hangat yang saya pakai. Suhu berkisar 0 derajat memang bukan hal yang biasa bagi ‘orang khatulistiwa’ seperti saya. Sejenak melepas lelah dan ketegangan manakala ‘rush’ yang memburu karena hampir ketinggalan pesawat dari Amsterdam, saya menikmati satu cup kopi panas dan fries di Bandar udara Schönefeld Jerman. Yang unik […]

Continue reading

Schönefeld, Here We Goww…

“What??????“.. Sudah jam 6.55, saya baru terbangun dari tidur, padahal Pesawat ke Berlin akan take off jam 09.10 pagi dari Bandara Schiphol. Langit memang belum terang sama sekali. Selama musim dingin ini langit gelap cenderung lebih lama dari siang. Dibutuhkan sedikitnya waktu setengah jam untuk persiapan, yaitu mandi, ganti baju, sholat Subuh dan menjejalkan kedalam […]

Continue reading

Zakkenroller !

Pagi menjelang siang… Landasan udara yang sedari tadi terlihat basah oleh hujan dipagi hari mulai menguap, mengering lantaran dilalui oleh karet-karet ban pesawat yang lalu lalang. Petunjuk prakiraan cuaca “Rain” dalam gadget yang saya lihat, berangsur-angsur menunjukkan perubahan bersahabat, walaupun suhu diluar airport masih dua digit 10 derajat celcius, cukup untuk menghembuskan kepulan asap dari pernafasan. Kondisi […]

Continue reading

Ke Amsterdam Aku kan Kembali

Masih ingat gubahan lagu dari Koes Plus yang berjudul ‘Ke Jakarta ku kan kembali’ ? Melodinya begitu kuat mengisi ruang memori saya ketika Pesawat Garuda Indonesia yang saya tumpangi dengan nomor penerbangan GA088 mendarat di Bandara Schiphol ‘Luchthaven Schiphol’, Amsterdam, 23 Nopember 2014. Judul lagunya boleh lawas tapi melodinya belum tentu asing ditelinga kita sejak […]

Continue reading