Tag Archives: adelays

Landed in Kansai

Welcome to Kansai (Adelays.com)

Welcome to Kansai (Adelays.com)

Yang pernah tau bagaimana canggihnya Bandar Udara HKIA (Hong Kong Internasional Airport) pasti berdecak kagum. Bandara ini adalah bandara papan atas dunia yang telah berkali-kali menjadi bandara nomor satu dunia versi Skytrax, lembaga pemeringkat penerbangan dan bandar udara di dunia. HKIA selalu bersaing dengan Changi di Singapura dan Incheon di Korea dalam peringkat terbaik, dan hanya mereka bertiga yang berada pada kategori bintang lima, sebuah peringkat tertinggi dalam penilaian mereka.

Konsep floating airport yang mengesankan itu, sejatinya diadopsi dari bandar udara di Jepang, Kansai Internasional Airport (KIX). Inilah pertama kalinya saya menginjakkan kaki di Kansai, salah satu bandar udara internasional tersibuk di Jepang. Osaka sebenarnya memiliki Airport internasionalnya di pulau Honshu, pulau utama di Jepang, namun karena perluasan yang tidak memungkinkan lagi, sementara kebutuhan landasan atas penerbangan yang begitu tinggi, dibangunlah bandar udara kedua yang berada di sebuah pulau buatan di selatan kota Osaka .

Kansai Airport (Adelays.com)

Kansai Airport (Adelays.com)

Berbeda dengan Narita atau Haneda di Tokyo yang banyak melayani rute penerbangan di utara Jepang, Osaka lebih banyak diorientasikan untuk melayani selatan Jepang, Inilah menurut saya, bandar udara terbaik yang pernah dibuat manusia. Kesuksesan dibangunnya landasan pesawat ini kemudian menjadi tolok ukur dibuatnya bandar udara lain sejenis yang saat ini seluruhnya ada 4 di Jepang, termasuk Hong Kong di luar Jepang.

Daya tahan bandara ini bukan omong kosong, karena bandara ini sendiri pernah mengalami beberapa uji coba alam yang sangat kental dengan kondisi Jepang yang rentan gempa dan Tsunami, terbutkti ketika tahun 1995 terjadi gempa Kobe yang menewaskan 6500 orang lebih . Pusat gempa yang hanya berjarak 20 km tidak menyebabkan satu jendelapun pecah berkat konstruksi rekayasa gempa yang menggunakan sendi geser yang diarsitekturi oleh Renzo Piano. Lagi di tahun 1998 bandara ini teruji ketika terjadi bencana angin topan tahun 1998 dengan kecepatan 200 km perjam (dari sumber wikipedia).

Kansai Airport Imigration (Adelays.com)

Kansai Airport Imigration (Adelays.com)

Loby Keberangkatan Kansai Airport (Adelays.com)

Loby Keberangkatan Kansai Airport (Adelays.com)

Check In Kansai Airport (Adelays.com)

Check In Kansai Airport (Adelays.com)

Area Kansai Airport (Adelays.com)

Area Kansai Airport (Adelays.com)

Ketika mendarat, sebenarnya saya mewaspadai kata-kata seorang teman yang begitu terinspirasi oleh film yang dibintangi oleh Scarlett Johansson dan Bill Murray tahun 2003, “Lost in Translation”, namun kenyataannya bandara ini sudah cukup dilengkapi dengan petunjuk bahasa Inggris untuk memanjakan para turisnya yang mengunjungi Jepang.

Ia sempat mengingatkan untuk hati-hati agar tidak tersesat di hutan kanji, begitulah kira kira pesan yang seorang teman sampaikan kepada saya. Ia sedang membagi pengalamannya, bahwa bacpacker-an di negeri sakura ini memang lebih rumit jika dibandingkan dengan ketika ia melanglang buana sendirian ke berbagai negara asia lainnya. Sebut saja Thailand, Vietnam, Singapore dan Malaysia.

Yang baru pertama kali ke bandara ini, ikuti saja arus orang yang datang dari terminal kedatangan, kemudian menunggu ditempat keberangkatan selanjutnya, karena para penumpang akan dijemput oleh kereta monorail menuju pemeriksaan imigrasi dan pengambilan bagasi.

Check In Kansai Airport (Adelays.com)

Check In Kansai Airport (Adelays.com)

Kansai Toursit Information Center (Adelays.com)

Kansai Toursit Information Center (Adelays.com)

Bagi yang ingin memperoleh informasi tentang apa saja berkaitan dengan pariwisata, ataupun informasi perjalanan, di sebelah kiri pintu Exit, setelah satu prosedur pemeriksaan bagasi atau random check siap membantu melayani pertanyaan kita sebagai wisatawan.

Dari meja petugas informasi yang sangat ramah dan membantu inilah kita dapat mempertimbangkan, akan naik apa menuju tempat yang akan ditempuh, Saya sendiri, yang nota bene bepergian dengan barang bawaan yang cukup banyak memilih transportasi sekali jalan dari sebuah counter bernama “Yasaka”. Jenis bis sekelas ELF dengan bagasi barang yang cukup besar siap mengantarkan saya ke kota tempat tujuan saya di Kyoto, 2 jam dari bandara ini di kota Osaka dengan biaya sekitar 3300 yen per orang.

Yasaka Counter Kansai Airport (Adelays.com)

Yasaka Counter Kansai Airport (Adelays.com)

Yasaka Group Taxi (Adelays.com)

Yasaka Group Taxi (Adelays.com)

Yang mempertimbangkan untuk naik kereta atau bis lantaran barang bawaannya tidak terlalu berat, mungkin saja bisa naik bis atau jenis transportasi lain atas pertimbangan tertentu ke tempat tujuan. Kota Kyoto, Osaka dan Kobe yang termasuk dalam Kansai perfecture menyediakan tiket terusan yang berlaku untuk kereta, dengan biaya relatif murah, hanya dengan 700 Yen untuk satu hari, atau 1200 Yen untuk dua hari dengan Hankyu Railway Pass. Manfaatkan meja informasi dan persiapkan perjalanan ini dengan baik, kalau tidak ingin memulai perjalanan seperti Bill Murray.

Hankyu Tourist 1 day or 2 days Pass (Adelays.com)

Hankyu Tourist 1 day or 2 days Pass (Adelays.com)

Advertisements
Chiyo @ Fushimi Inari (Source iMdb)

Don’t Tell my Mom, I’m in Fushimi

Chiyo in Fushimi Inari (source iMdb)

Chiyo in Fushimi Inari (source iMdb)

Kekaguman Chiyo semakin kuat kepadanya, saat cita-citanya menjadi seorang Geisha didukung oleh seorang chairman yang selama ini ia idolakan. Hati Chiyo yang begitu gembira terlihat dari semangatnya yang menggebu-gebu. Larinya yang kencang dan bersemangat melintasi deretan rumpun kayu berwarna oranye yang bersusun menjadi atapnya di Fushimi Inari. Ia seperti mendapatkan tenaga extra luar biasa setelah seorang yang telah idam-idamkan selama ini, ternyata ‘merestui’ nya, membelikannya ice cream bahkan memberinya sejumlah uang.

Chiyo n Chairman (Source iMdb) Adelays.com

Chiyo n Chairman (Source iMdb) Adelays.com

Sebenernya kekuatan ekstra berlari Chiyo di Fushimi itu datang lebih dari kebesaran dan kebanggaan hatinya. Disebuah tempat yang tinggi setelah melewati deretan gapura kayu Fushimi ia kemudian berdoa, mengharapkan cita-citanya semakin menjadi kenyataan. Uang yang diberikan, seluruhnya ia sumbangkan.

Chiyo (Source iMdb)

Chiyo (Source iMdb)

Kisah Chiyo yang begitu kuat menggambarkan perjalanan seorang anak kecil yang sejak berumur 9 tahun ketika ia dijual ke rumah Geisha di Giyon District Kyoto sampai akhirnya menjadi Geisha bernama Nitta Sayuri itu, digarap dengan sangat baik oleh sutradara Rob Marshall. Film ini bukan saja bagus secara alur cerita, tetapi juga membuktikan telah memenangkan 3 Academy Award tahun 2006. Buku karya Arthur Golden yang difilmkan dan diperankan oleh Zang Zhiyi, Michelle Yeoh, Ken Watanabe dan Gong Li ini banyak diangkat dari sebuah kota yang sangat kaya akan budaya Jepang, Kyoto.

Fushimi Inari adalah suatu tempat yang berada di sebelah Tenggara kota Kyoto. Saat ini lokasinya relatif tidak terlalu jauh dari Kyoto Station pusat transportasi terbesar di kota ini, dan merupakan satu peninggalan budaya Jepang yang ramai dikunjungi. Ciri khas Fushimi Inari adalah deretan kayu yang menjadi gapura-gapura bersusun berwarna orange dan hitam . Dalam film itu digambarkan Chiyo berlari melewatinya.

20121109-144130.jpg

Ibu (dan juga Ayah) saya pernah bertanya mengenai tempat ini di Kyoto, tapi sayang ia tidak sempat menyaksikannya sendiri ketika berada di sana. Keinginannya menyaksikan langsung salah satu tempat yang menjadi daya tarik wisata di Jepang khususnya Kyoto ini, terlewatkan. Padahal keberadaaannya saat itu bertepatan dengan mekarnya bunga Sakura, sekitar bulan April dan Mei.

Saya sempat mendatangi tempat ini pagi hari dalam keadaan hujan. Berangkat dalam keadaan gerimis dengan menumpang kereta dari Kyoto Station dengan ongkos tidak lebih dari 130 140 Yen sekali jalan, relatif murah setara dengan Rp. 18.000. Beruntung, hujan tidak terlalu lama membasahi Kyoto. Payung khas Jepang yang transparan sempat saya beli disebuah mini market yang terletak berhadapan dengan gapura pertama di Fushimi. Gambar gerbang Fushimi Inari saya ambil dari depan toko itu dekat sekali dengan JR Inari Station. Transparansi payung ini membuat pandangan ke arah vertikal hampir tanpa halangan.

Kontur tanah yang berbukit memang menjadi ciri khas semakin kedalam area, semakin menanjak. Terbayang Chiyo kecil berlari mencapai lokasi tertinggi, saya pun melaluinya. Bedanya, ia melintas dengan berlari, saya menikmati pemandangan dengan mensyukuri betapa pemandangan berbukit yang tenang dengan kesejukan sekitar 15 derajat celcius di akhir bulan Oktober  menjelang Nopember Autumn ini begitu mempesona.

Kesejukan udara yang bersih, hijaunya pepohonan yang mulai kuning dan memerah pertanda musim gugur ini semakin memperkaya pemandangan yang tentu saja akan sulit kita peroleh di tanah air. Ada sepersekian cuil surga yang Allah SWT turunkan disini bagi siapa saja yang menyadari betapa ciptaannya begitu indah, subhanallah.

20121109-151722.jpg

Fushimi Inari menjadi satu diantara 10 terbaik top sight Kyoto disamping beberapa unggulan tempat yang sangat pantas dikunjungi, misalnya Kyomizu Dera, Chion In, Kinkaku Ji, Ginkaku Ji dan lain lain. Pantas, kalau ibu saya selalu bertanya-tanya berbagai cerita Fushimi Inari yang muncul dalam bagian film Memoirs of Geisha, film yang memenangkan penghargaan dalam Art Direction, Cinematography dan Costume Design itu.

Saat saya datang, berbondong-bondong orang menelusuri tempat ini, padahal saat itu masih terhitung awal / cukup pagi, sekitar pukul 9.30 di hari Minggu pagi. Agak sulit menemukan jeda untuk berfoto tanpa orang lain menghalangi kamera saya sepanjang pandangan, walaupun akhirnya saya dapatkan, itupun orang lain yang mengerti kemauan saya menunggu saya mengambil satu atau dua take

20121109-164250.jpg

Kalau saja ibu saya tahu.. bahwa saya sendiri sudah membuktikan betapa tempat ini memang pantas dikunjungi, mungkin ia akan berpikir untuk kembali lagi ke Kyoto untuk mengeksplorasi betapa tempat ini memang pantas dibanggakan.

20121109-164751.jpg