Tag Archives: Jepang

Cari Tahu dengan Jarimu

20121016-231623.jpg

Walaupun Lonely Planet menempatkan Kyoto sebagai Top  Picks for Japan, Tokyo sebagai ibu kota Jepang rasanya layak untuk dikunjungi. Ia Berada dalam urutan berkutnya dibawa Kyoto yang merupakan kota dengan beragam budaya. Belum mengunjungi Jepang rasanya kalau belum ke ibukota negaranya. Seperti, belum ke Indonesia rasanya kalau belum ke Jakarta.

“Cari Tahu Dengan Jarimu”, begitulah bunyi tagline Yellow Pages yang sering terdengar. Tagline itu terngiang sejalan dengan keingin tahuan tentang kota yang eksotis dan memiliki sejarah panjang di Jepang, setelah Kyoto. Tokyo, memiliki magnetnya sendiri untuk dikunjungi. Saking mempengaruhinya, beberapa judul film yang mendunia diangkat dari kota ini. Sebut saja Jacky Chan  mengangkat “Tokyo Rush Hour” sebagai film bahkan sampai 3 kali.

Shinjuku Insident” masih dari Jacky Chan kemudian mengisahkan tragedi adu jotos antar Yakuza di Jepang. Stasiun kereta Shinjuku itu sendiri saat ini bahkan merupakan  salah satu stasiun tersibuk di kota Tokyo. Belum lagi “Fast and Fourius” yang tema adu balap mobil liar dari kota ini dengan judul “Tokyo Drift“. Kalau mau kisah dari seputar Tokyo yang sedikit melo, ada “Hachiko” yang dibintangi Richard Gere.

Anda yang bermaksud jalan-jalan ke Jepang, boleh jadi perlu mempertimbankan Tokyo walaupun sudah menyusun iterenary ke Sapporo,yang  dinobatkan sebagai kota paling atraktif bagi pariwisata Jepang (sumber: Wikipedia). Kalau masih punya waktu sempatkan ke Tokyo, atau paling tidak tuliskan kota ini dalam lembar iteranary meskipun belum memiliki ‘jiwa’nya untuk benar-benar disambangi.

Untuk memiliki jiwanya sendiri, Tokyo tentu perlu observasi. Beberapa cara bisa ditempuh untuk mengobservasi kota ini seperti:

  1. Browsing di Internet,
  2. Membeli buku-buku pariwisata, ataupun
  3. Menginstal aplikasi tentang informasi kota ini di gadget .

Saya sendiri menempuh ketiga jalur tersebut secara paralel. perjalanan dari selatan Jepang merambah ke utara akhirnya menemukan magnetnya untuk diwujudkan. Rasa ingin tahu mulai menggerakkan tangan ini membuka lembaran informasi tentang Tokyo mengalir deras. “Cari tahu dengan jarimu” menemukan daya ‘sihir’nya.

Bagi yang bermaksud membeli buku-buku pariwisata tentang Tokyo, ada baiknya mempertimbangkan beberapa buku yang pernah menjadi “Learning Partner” saya ‘mengisi sihir’ tentang daya tarik kota ini. Buku-buku tersebut memiliki keunggulan komparatif yang kuat sehingga perlu dipertimbangkan. Buku tersebut adalah :

2,5 Juta Keliling Jepang by Claudia Kaunang (Adelays.com)

2,5 Juta Keliling Jepang by Claudia Kaunang (Adelays.com)

  1. 2,5 Juta Keliling Jepang .
    Membaca 208 halaman buku karya Claudia Kaunang ini memberikan motivasi dan merubah mitos yang sementara ini berkembang, bahwa Tokyo sangat mahal untuk dikunjungi. Penulisnya pandai menyiasati kepergiannya ke Jepang dengan tips dan trik yang baik untuk travelling secara cerdas ala backpackers. Tidak tanggung-tanggung hanya 2,5 juta Rupiah dalam 5 hari tiga kota Jepang yaitu Tokyo, Kyoto dan Osaka menjadi pokok bahasan. Didalamnya sudah termasuk Rute transportasi di Jepang, Perincian biaya keseluruhan, info penginapan, kuliner dan belanja Hemat ! Harga buku ini pun cukup hemat Rp. 37.500

    Tokyo by Lonely Planet (Adelays.com)

    Tokyo by Lonely Planet (Adelays.com)

  2. Tokyo
    Lonely Planet, lagi-lagi menjadi ‘jajanan’ buku yang tidak kalah penting. Saat-saat tertentu menjelang liburan buku ini sengaja saya cari di toko buku yang saya anggap sebagai “mbah google-nya” Jepang, Kinokuniya. Ternyata Sold Out .Dari Customer Servicenya pun saya temukan jawaban di beberapa cabangnya sudah habis, padahal beberapa waktu yang lalu buku ini masih terpampang di Kinokuniya Grand Indonesia. Di Gramedia, saya temukan satu buku Tokyo ini, tapi sayangnya itu buku sample dan sudah cukup out of date, tahun 2010.
    Akhirnya penjelajahan buku ini berakhir di Periplus, diskon lagi.. hmmm.. kesabaran ternyata membuahkan kebaikan, masih fresh Agustus 2012 !  Buku ini mengetengahkan 125 restoran terbaik, 67 museum dan galeries, 29 soothing hot spring, 2 tempat untuk melihat sumo dan 19 halaman map berwarna. Sangat baik diantarkan oleh Timothy Hornyak penulis Lonely Planet, bagi yang menginginkan highlight tentang Tokyo dari basic sampai advance. Harga, diatas Rp. 250.000.

    Getting Around Tokyo by Tuttle (Adelays.com)

    Getting Around Tokyo by Tuttle (Adelays.com)


  3. Map Guide “Tetting Around Tokyo”
    Buku ini tampil beda dibanding 2 buku diatas. Sangat advance dalam mengupas jaringan transportasi Jepang yang sangat “menggurita” dan merupakan jaringan transportasi terkompleks di dunia. Buku 194 halaman terbitan Tuttle ini lengkap menjadi transportastion guide bagi yang ingin jalan sendiri tanpa tour guide. Harga buku, masih dibawah Lonely Planet ,Rp. 165.000.
  4. Japanese Pharesbook
    Jepang memiliki huruf dan bahasa yang unik dan membutuhkan waktu tersendiri untuk menguasainya dibandingkan dengan mengunjungi negara-negara yang menggunakan bahasa Inggris sebagai bahasa pengantar. Mendownload aplikasi ini untuk iPad atau iPod touch cukup saya rekomendasikan, karena tidak saja tulisan yang ditampilkan untuk dibaca, tetapi juga dapat di play untuk diucapkan. Harga download < $10.

Itu hanya sekelumit tentang ‘Cari Tahu tentang Jarimu” tentang Tokyo, diluar itu tentu masih banyak buku / tour guide book yang dapat menjadi guidance yang membantu menemukan ‘jiwa’  Tokyo. Hmm.. kalau begitu.. benar rasanya kata Moslih Eddin Saadi : “A Traveller Without Observation is a Bird Without Wings“.

Advertisements