Tag Archives: Sloterdijk

Zakkenroller !

image

Pagi menjelang siang… Landasan udara yang sedari tadi terlihat basah oleh hujan dipagi hari mulai menguap, mengering lantaran dilalui oleh karet-karet ban pesawat yang lalu lalang. Petunjuk prakiraan cuaca “Rain” dalam gadget yang saya lihat, berangsur-angsur menunjukkan perubahan bersahabat, walaupun suhu diluar airport masih dua digit 10 derajat celcius, cukup untuk menghembuskan kepulan asap dari pernafasan.

Kondisi di ruangan tertutup memang berbeda dengan di luar, karena penghangat ruangan di bandara ini bekerja dengan baik, sehingga suhu dingin itu baru terasa saat berada di luar gedung bandara dan terminal di Schiphol.

image
image

Sambil bertanya ke bagian Information, saya melihat tulisan berbahasa belanda “Werk aan het spoor, werksaamheden rondom Shciphol in het weekend van 22 en 23 November” yang kalau dikira2 secara awam adalah:  Perbaikan kereta dekat Schiphol di weekend ini dari tanggal 22 dan 23 Nopember. Berarti perjalanan saya menuju pusat kota, bisa dilalui melalui platform atas, alias dapat melihat pemandangan jalan kota yang sejuk lantaran selesai diguyur hujan.

Perjalanan yang seharusnya  saya lanjutkan  menuju pusat kota dengan menggunakan train, khusus weekend ini mengalami maintenance, sehingga kami yang bertujuan menuju pusat kota Amsterdam harus dialihkan ke satu titik dengan bis ke Amsterdam Sloterdijk dengan biaya 5 Euro (included) sebelum tiba di Stasiun Amsterdam Central, pusat kota. Perjalanan bis itu memakan waktu 20 menit.

image

image

@ Amsterdam Sloterdijk.

Saya turun dari bis untuk menyambung perjalanan dengan kereta. Amsterdam Sloterdijk, adalah salah satu titik pemberhentian kereta tempat saya melihat gelagat kurang baik. Koper besar dan satu backpack yang terpaksa dijinjing dibelakang yang saya bawa , seolah menjadi pemandangan yang sengaja atau tidak, mempertontonkan kedatangan ‘orang kampung’ yang hendak ke kota, atau orang urban yang hendak menetap sementara.

Platform stasiun yang tidak dilengkapi dengan eskalator saat menunggu kereta, menjadi santapan bagi ‘pengamat dadakan’ yang hendak memangsa burannya, yang lambat bergerak. Orang-orang yang terlihat aneh  terjaga dengan pandangan liarnya, seolah menyiapkan santapan lezat bagi mangsanya. Mirip sekuel Bourne Identity di industri film Hollywood saat memainkan perannya di Eropa (#yang ini agak lebay sih…).

Bapak Achmad, calon penumpang lain yang tidak luput dari aksi pickpocket

Bapak Achmad, calon penumpang yang juga masuk dalam radar  aksi keahlian tangan  pickpocket

Tibalah kereta yang ditunggu-tunggu itu, sekeliling orang disekitar saya seolah bergerak dengan gerakan yang terstruktur dengan mengatur gerakan sedemikan rupa untuk mengurung dan mendorong.

Crowdednya situasi yang kurang lebih mengingatkan saya saat menaiki KRL Jabodetabek itu langsung menyegerakan saya untuk segera pindah ke pintu masuk lainnya yang lebih longgar. Bedanya, kereta ini naiki memiliki dua tingkat seperti bis tingkat.

Barulah situasi crowded saat kereta tiba di Stasiun Amsterdam Central reda, setelah turun kereta dan keluar dari peron, berdesakan memburu keluar peron men-tap kartu kereta, dan menuju gedung Tourist Center.

image

@ Amsterdam Tourist Center.

”YOUR BAG!” Teriak salah seorang yang bermaksud memberi tahu, ketika saya membeli map di sebuah vending machine. Tanpa disadari, ternyata sudah dua resleting tas bagian tas saya terbuka 3/4 bagian. Sambil memeriksa tas yang dibagian yang terbuka isinya adalah buku itu, ia (orang yang memberi tahu saya) berlalu, dan bergumam “Zekkenroller”  yang kemudian saya pahami dari google.translate artinya adalah pencopet.

Mungkin maksudnya, bukan saya yang pencopet, tapi saya lah yang nyaris menjadi  korban pencopetan. (#ya iya lah)

Saya kemudian teringat beberapa teman yang menasehati saya untuk berhati2 di beberapa kota di Eropa yang rawan pencopet. Amsterdam, Paris, dan Madrid adalah kota yang perlu diwaspadai, walaupun memang kewaspadaan itu perlu dimana saja. Saya kemudian tidak henti-hentinya bersyukur. Barang-barang yang dibawa selamat…Alhamdulillaah…

Advertisements