Tag Archives: Tips

Tips: Travel Photography

image

Yang suka jalan-jalan, pasti tidak akan melewatkan satu hal yang wajib dibawa selama melancong, yaitu Kamera. Apapun jenis kamera mulai dari jenis yang paling berat sekelas DSLR sampai yang paling ringan yaitu kamera telepon selular tetap saja merupakan syarat yang sudah menjadi wajib hukumnya bagi seorang traveler, utamanya bagi seorang Travel Photographer.

Siapapun saat ini dengan keragaman jenis kamera tentu mengambil gambar “saja” adalah perkara yang mudah. Jepret sana jepret sini sudah cukup menjadi saksi selfie bagi kalangan umum traveler. Namun kalau kita hendak mengabadikan momen perjalanan dengan sedikit lebih berkualitas, tentu ada syarat-syarat dan persiapannya.

Apa-apa saja sih sebenarnya yang dapat menjadi pedoman bagi seorang traveler yang hendak mengambil gambar dengan lebih berkualitas itu ? Saya punya jawabannya. Ada sedikitnya tujuh syarat yang harus dipersiapkan dalam mendokumentasikan dengan baik kenangan berharga dari setiap tempat yang dikunjungi.

Tujuh syarat yang saya kutip dari Get Lost Magazine edisi April-Mei 2014 itu adalah :

  1. Lakukan riset tentang tempat yang akan dikunjungi untuk mengetahui objek beserta angle-angle terbaiknya. Bisa dengan browsing internet, membaca brosur wisata, pergi ke toko buku atau perpusatakaan atau mengobrol dengan orang yang pernah ke tempat yang akan didatangi.
  2. Ketahui juga adat dan tradisi setempat. Misalnya jika ingin mendatangi sebuah kuil atau kelenteng, pastikan berpakaian sopan agar diperbolehkan masuk. Hormati juga larangan memotret atau penggunaan flash di area-area tertentu.
  3. Ketika tiba di tujuan, catat impresi pertama yang didapat. Entah itu aroma, suhu, pakaian warga, pemandangan sekitar dan sebagainya. Kesan pertama dapat memberikan ide memotret.
  4. Kenali tempat yang dikunjungi. Tempat-tempat yang bersuhu panas, misalnya masyarakatnya aktif sejak dini hari, melambat di tengah hari dan akan aktif lagi menjelang malam. Bangun sebelum matahari terbituntuk merekam aktivitas warga setempat. Duduk di kafe atau restoran yang didatangi warga lokal, menjauhlah dari spot turis, kemudian buka mata dan telinga lebar-lebar.
  5. Jangan pernah meninggalkan kamera di kamar, sekalipun hanya ingin membeli air minum kemasan di toko kelontong di sebelah hotel. Momen-momen tak terduga dapat terjadi kapan saja!
  6. Bersiaplah untuk menemukan banyak situasi dan objek, sehingga dituntut untuk menguasai teknik-teknik dasar memotret potrait, landscape, macro dan apapun.
  7. Sekali jepret jangan pernah puas. Coba angle lain atau gunakan jenis lensa yang berbeda. Bisa juga memotret objek dalam kondisi perncahayaan yang berbeda-beda. Taj Mahal yang difoto di pagi hari tentu berbeda mood-nya ketika difoto dengan latar langit senja.

Bagaimana, siap memotret ??? Lets Do It….